
"Litaa !!Lita .."
Suara ibu memanggil dari dalam rumah.
Aku memberi salam lewat isyarat tangan kepada nya.
Aku terburu-buru segera masuk, seperti nya ada sedikit masalah sampai ibu memanggil ku dengan begitu keras.
Benar saja.Saat aku masuk tiba-tiba sebuah mainan melayang mengenai kepala ku.
Plakkk.... !
"Adik !"
Aku sedikit marah pada adik ku,mainan yang ia lemparkan cukup keras mengenai kepala ku.
Adik ku marah karena ibu ku menggendong Arsyla, padahal bayi perempuan itu keponakan nya juga.
Hadeuhhhh, tapi aku memang memaklumi nya, adik ku juga sebenarnya bocah balita.
Alasan nya mungkin karena dia dan Arsyla jarang bertemu dan bermain bersama, makanya ia marah melihat ibu memberi perhatian pada cucu nya sendiri.Itu alasan pertama.
Dan alasan ke dua ya memang karena adik ku juga belum mengerti apa-apa.Adik ku yang kecil dan Arsyla memang hanya terpaut usia 10 bulan.
"Bapak kemana bu ?"
Tanya ku pada beliau.
"Lagi nelpon tuh di belakang ! Tadi disini berisik jadi bapak pindah"
Aku pergi ke belakang mau menyimpan keranjang cucian tadi sambil menggendong anak ku.
__ADS_1
Aku lihat bapak sedang memikirkan sesuatu dari ekspresi nya.Sayang aku memang tidak mendengar percakapan apapun bapak tadi saat telepon, karena saat aku kebelakang telepon sudah di tutup.
"Makan dulu pak !"
aku membuka kresek yang tadi di bawa ibu,dan membuka nya satu persatu.
Aku sajikan di atas piring beberapa lauk dan gorengan yang dibawa ibu.
Ku lihat lampu dari benda penanak nasi itu juga sudah bergeser, artinya nasi sudah matang.
Aku benar-benar lapar dan langsung mengambil piring untuk mengambil nasi dan lauk serta gorengan.
"Pak, aku makan duluan ya.Kalau bapak sudah lapar juga boleh yuk barengan." Aku menata piring kosong di sekitaran lauk pauk tadi supaya bapak/ibu tidak perlu repot mengambil di rak piring.
Aku membawa sepiring nasi komplit lauk ke ruang tengah dan meletak kan nya di karpet plastik.
Ku lihat ibu tidak ada disini, padahal aku mau menawari nya makan.
"Arsyla duduk dulu di sini ya nak, nanti nenek bawain bubur buat Syla makan ya."
Aku menaruh anak ku di tempat duduk bayi yang lengkap dengan meja di depan nya, sambil ku beri dia mainan.
Bismillah, aku melahap makanan yang ada di hadapan ku dengan santai.
Ibu juga telah kembali dengan dua mangkuk bubur di tangan nya.
Meletakan satu mangkuk di atas meja, kemudian menyuapi adik dan anak ku secara bergiliran.
____________
Setelah aktifitas beres-beres rumah selesai,dan semua orang juga sudah makan.Kami berkumul di ruangan tengah, beruntung anak-anak kecil seperti Arsyla dan adik ku mereka tidur setelah di mandikan.
__ADS_1
"Kita hanya perlu sabar dulu, tidak ada yang bisa kita lakukan ! Urusan istri pertama nya itu biar jadi urusan suami mu saja Lit, dia bilang juga perempuan itu tidak tahu menahu keberadaan kita.Dimana,Siapa,Orang mana dia tidak tahu.
Dia hanya mengetahui beberapa bukti dari ponsel suami mu sendiri.Itu juga tidak seberapa, hanya foto-foto dan beberapa riwayat transferan m-banking, dan mungkin ia langsung mencatat nomor hp kamu di kontak yang ia curigai.Dan nomor itu memang tepat sasaran ke kamu"
Bapak bercerita bla-bla-bla demikian.
"Tadi bapak nelpon sama laki-laki itu ?kenapa enggak kasih tau aku !" Tempas ku pada bapak.
"Bukan suami mu!"
"Asisten pribadi nya yang bilang.Untung bapak ada nomor hp nya"
"Terus dia sekarang dimana?mau balik lagi kesini enggak ?kalau enggak ya aku syukur aja deh"
Mulut ku to the point mengatakan demikian.
"Dia sedang di luar kota,keluarga mereka mungkin sedang mencoba berdamai.Entahlah, bapak juga tidak tahu.Yang jelas suami mu itu ya masih suami mu !Dia akan kembali setelah semua selesai "
Yaelahhh, aku memasang wajah datar.
Kemudian ibu menambahkan bahwa suami ku itu memang harus kembali.
Alasan nya karena anak.
Arsyla harus tetap mendapat hak nya, ibu juga mengingatkan ku jangan dulu berbuat macam-macam sebelum suami ku kembali.
Padahal dalam hati aku baru saja mengaitkan harapan pada pria yang baru saja ku kenal itu.
"Uuuhhhhh. .langkah ku masih terkunci"
Tapi daripada ngomongin masalah itu terus aku diam saja meng ia- ia kan pepatah ibu.
__ADS_1
Tapi setidak nya aku masih punya waktu yang cukup panjang untuk menikmati kebebasan.