My Talent Is Valakor

My Talent Is Valakor
chapter 7


__ADS_3

Dingin nya air menyelusup ke dalam pori-pori kepala ku,membuatku lebih rileks.


Aroma wanginya sampho dan sabun seakan meng sugestiku untuk tidak memikirkan hal buruk lain.


Lima belas menit waktu yang cukup untuk diriku mandi.Seorang ibu yang memiliki bayi memang tak perlu waktu lama untuk memanjakan diri.


Yang penting bersih dan wangi walau dalam waktu kilat.


Kemudian setelah aku memakai handuk, aku menyalakan mesin cuci untuk menggiling pakaian-pakaian kotor.Ini memang meng efektifkan waktu bukan!


Lalu aku berlalu meninggalkan mesin cuci yang sedang menjalankan tugas nya.


Lekas setelah menggunakan pakaian,cucian ku pun sudah beres.Kuambil pakaian-pakaian yang setengah kering ini kedalam keranjang pakaian untuk aku jemur di sebelah sisi depan rumah.


Aku membawa keranjang cucian dengan sebelah tangan,sedangkan satu tangan ku lagi membawa sapu untuk membersihkan teras depan.


Namun entah mungkin aku yang tidak sadar atau kurang berhati-hati, ternyata dari dalam keranjang cucian itu ada satu pakaian entah baju panjang atau pashmina yang menjuntai kebawah sehingga aku malah menginjak nya dan brugggg...tentunya aku terjatuh terjungkir ke kebelakang.


Ingin rasa nya ku menahan sakit dari pinggang ku ini tapi apalah daya, mulut ku spontan malah menjerit saat terjatuh tadi, sehingga membuat Arsyla bangun.


Haduhhh ...mana cucian ini sebagian berserakan di lantai.


Tapi aku tidak memperdulikan nya dan lebih dulu untuk mengambil Arsyla di kamar dan menggendong nya.


Menggendong dengan posisi M shape ini memang efektif buat ku.


Aku bisa melakukan pekerjaan sambil me momong anak.

__ADS_1


Suara kelakson di depan rumah !


Itu pasti Bapak dan ibu sudah sampai.


Setelah aku punguti pakaian yang terjatuh, aku bergegas menyambut mereka.


"Asslamu'alaikum."


"Waalaikumssalam"


Kami saling berpelukan, sementara Arsyla masih dalam gendongan ku.


"Ayo bu silahkan masuk" sambut ku kepada ibu.


Sementara bapak sibuk membuka bagasi jok motor nya mengambil sebuah kresek beserta printilan lain nya.


Ibu dan adik ku langsung selonjoran di kasur lantai sambil menonton televisi, membiarkan adik ku anteng melihat program kartun kesukaan nya.


" Lit, ini kamu bawa kebelakang.Biar ga berantakan disini "


Bapak menuduhkan bawaan nya untuk ku ambil.


Aku berlalu ke dapur, sementara Arsyla sekarang berada dalam pangkuan ibu.


Menyeduhkan secangkir kopi susu untuk bapak, dan dua gelas air putih hangat untuk ibu dan adik.


"Bu titip dulu anak ku !aku mau jemur dulu pakaian, biar kalau semua sudah beres kita bisa lanjut membicarakan masalah yang kemarin "

__ADS_1


Aku berlalu meninggalkan mereka, dan segera menjemur pakaian- pakaian.


Eh..gak salah lihat kah aku,itu kan orang yang di waktu sore itu.


Aihhh..baju nya ! Persis seperti yang ada di mimpiku semalam.


Apa jangan-jangan !


"Mas..hey mas ! Maaf bisa kesini sebentar "


Aku memanggil-manggil nya yang sedang berada di sebrang jalan sana dengan menduduki motornya yang terparkir.


Laki-laki itu menengok ke sembarang arah,lalu akhir nya pandangan nya menemukan aku juga.


Ia hanya manggut.


Aku melambai kan tangan kepada nya, memberi isyarat untuk ia menemui ku.


Akhir nya ia berjalan meninggalkan motor nya pergi ke arah ku, sementara aku juga keluar membuka pagar untuk menemui nya.


"Maaf mas, boleh saya tanya mas yang waktu itu bantuin saya disini kan ? "


Ia hanya mengangguk.


"Apa mas orang sini juga? Maaf saya orang baru disini "


Aku seperti mendominasi percakapan.

__ADS_1


Tiba-tiba ia memberikan kartu nama yang bertuliskan nomor telepon juga di dalam nya, kemudian berlalu meninggalkan ku tanpa sepatah kata.


Tapi, tangan nya memberi isyarat meminta ku untuk menghubungi nya di lain waktu.


__ADS_2