My Talent Is Valakor

My Talent Is Valakor
chapter 5


__ADS_3

Rupanya suara isak tangis ku membuat Arsyla sungguh terganggu.


Aku mengambil gendongan bayi kemudian menimang-nimang nya,aku juga mengambil segelas air putih hangat guna menghilangkan sesak yang menggerogoti tenggorokan.


Ponsel yang tadi ku pegang segera ku lempar ke sembarang arah setelah membaca pesan-pesan jahat itu.


Aku mencoba melupakan nya sejenak,ada anak yang harus ku urus dengan benar.Karena seorang ibu memang harus tetap punya 'kewarasan' dalam mengurus bayi nya ini.


Beberapa lama kemudian Arsyla tidur setelah aku timang-timang sambil memberi nya susu.


Masih tersisa air mata di ujung pelupuk mata nya yang mungil,aku mengelap nya dengan jari tangan ku dengan kehati-hatian.


Aku menciun kening nya yang lembut, memberikan aroma yang membuat seorang ibu terbuai dalam ketenangan, itulah aroma wangi khas bayi yang setidak nya mampu membuat ku rileks.


Setelah itu aku tidur kan Arsyla di kamar.


_____________


Aku harus menghubungi ibu dan bapak!


Lalu aku segera mencari ponsel ku yang entah dimana.

__ADS_1


"Nah ini dia" aku menemukan nya di lantai tepat di bawah tirai jendela.


Semua pesan itu tak boleh ku hapus, ibu dan bapak harus melihat bukti ini.


Entah kenapa setiap ada permasalahan aku memang selalu ingin ibu dan bapak itu tau.Dorongan dalam diriku ibu dan bapak lah yang harus memikir kan semua ini.


Sambungan telepon tersambung.


Ibu yang mengangkat nya, kemudian di alihkan kepada bapak, karena ibu sedang beres-beres menutup rolling door toko.


Aku tidak basa-basi lagi, memberi tahu bapak apa yang terjadi dan pesan-pesan yang di kirim orang itu. Feeling aku mengatakan ini tidak jauh adalah istri pertama suami ku, dan bapak pun seperti membenarkan feeling ku tadi.


"Bapak harus bicara pada suami ku, katakan sebenarnya tanpa mengurangi cerita sedikit pun !


Kasian Arsyla pak"


Bapak meng ia kan ucapan permintaan ku tadi.Syukur lah bapa mau mengurusi semua ini, tapi memang harus sih.


Sementara besok ibu juga akan menengok ku kesini.Bersyukur lagi karena aku memang butuh seseorang menemaniku di rumah.


Takut juga sih sebenar nya jika tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah lalu saat ku buka berteriak-teriak mencaci ku.

__ADS_1


Orang-orang sini bisa-bisa pada heboh.


Aku bakalan jadi bahan gibah tetangga.


"Ih...... Aku gak mau ! "


Waktu sudah malam sekali,aku lelah dan mengantuk.


Aku pergi ke depan ruang tamu, mengunci pintu dan jendela, tak terlewat pintu belakang pun juga.


Sebelum aku terlelap tidur, hati ku berdecak emosi "sialan, kemana laki-laki tua itu, dia tidak menghubungi ku di saat seperti ini.Harus nya dia enggak bodoh kaya gini "


Mataku sudah tidak kuat lagi untuk terlelap,akhir nya aku tidur sambil menyamping menghadap anak ku.


_________


"Mbak kenapa, perlu bantuan saya lagi"


Hah ! kenapa laki-laki yang tadi sore ku temui dia bisa masuk ke rumah,dia tau lagi kamar ku yang ini.


Wajah nya malah bertambah-tambah bersinar,dia tersenyum pada ku yang masih menahan kantuk.Aku pun hanya bisa membalas nya dengan senyuman juga.

__ADS_1


Kenapa ya bibir ku gak bisa ngomong apa-apa ?.


__ADS_2