My Talent Is Valakor

My Talent Is Valakor
chapter 3


__ADS_3

Akhirnya setelah selesai ter instal,aku membuat akun baru dengan nama yang sedikit berbeda.Gabungan nama ku dan anak ku.


Semua itu untuk jaga-jaga juga sebenarnya jika suatu waktu suami ku tau aku punya akun medsos, ini akan jadi alasan, akan ku katakan ini hanya sekedar untuk membagikan moment keseharian anak.


Dia sebenarnya tidak melarang untuk aku menggunakan media sosial,tapi aku tau bagaimana dia, orang nya lumayan posesif dan jujur ini membuat ku benci.


Tapi ya sudah lah,semua itu bisa saja termaafkan, karena aku tak menampik dia memberikan segala nya yang bisa membuat ku sekarang berada di titik cukup.


Sehari saja aku menggunakan akun baru,lumayan banyak notifikasi yang mengirimi permintaan pertemanan.Tapi tidak semudah itu aku konfirmasi semua nya, aku pilih-pilih hanya untuk beberapa orang yang menurut ku 'orang ini boleh berada dalam friend list media sosial ku' .


Lalu saat tengah ku pilih-pilih beberapa orang, dan ya salah satu nya ini dia teman lama ku.Segera aku konfir tanpa ragu, nama nya Resy.


Kemudian kami saling berkirim pesan, aku yang pertama meng inbok dia.


Berbagi beberapa cerita dan hal yang selama ini cukup membuat ku kangen pada sosok teman-teman ku dulu.

__ADS_1


Dia pun sekarang sudah berkeluarga, namun dia belum di karunia'i momongan.


Minggu besok aku diundang untuk main ke rumah dia,katanya dia kangen selain itu juga dia memang tidak punya kerepotan lain karena memang belum punya anak.Tidak seperti diriku yang sekarang mulai sedikit repot di karenakan anak perempuan ku mulai belajar merangkak.


Aku juga sudah menyetujui nya,aku bilang aku juga emang lagi butuh teman.


Setelah percakapan 'ketikan' itu aku sudahi dengan mengirim nya emoticon lambaian tangan dan dia pun kembali membalas dengan emoticon juga, aku iseng melihat kronologi nya lalu men scroll ke bagian bawah terus menerus.


Sampai di sebuah postingan nya yang terakhir yang paling bawah, ia meng upload sebuah foto dengan bingkai bunga-bunga dengan caption 'with my love,my Hubby'


Hatiku begitu saja bertutur jujur, tapi apakah aku salah memuji suami teman ku sendiri.


Hmmmm,ah sudahlah jaman sekarang medsos tidak bisa seratus persen dapat di percaya, seperti yang anak remaja sekarang bilang dunia maya adalah dunia tipu-tipu.


Aku mematikan data seluler, kemudian menutup ponsel karena anak ku terdengar menangis dari bilik kamar sana.

__ADS_1


Ku raih anak ku kemudian menggendong nya keluar kamar, lalu memandikan nya.Kebetulan hari mulai sore, jadi setelah memandikan anak aku berencana akan keluar mengajak nya jalan-jalan di sekitaran sini.


Setelah rapi mengenakan nya baju piyama panjang, dan memakai kan penutup kepala bermotif polkadot,aku menaruh nya di stoller,ku berikan nya mainan lalu tangan kecil nya meraih dan menggenggam erat.


"Ayo dek kita jalan-jalan ya cantik"


Suara ku menghibur putriku ini.


Aku menutup pintu dan jendela yang terbuka, kemudian mendorong stoller keluar dari pekarangan rumah.


Satu tangan ku memegang stoller dan satu tangan ku lagi mencoba menutup pintu gerbang yang sedikit macet.Ini mungkin karena pintu pagar besi nya sudah lama tertutup, sehingga aku sebagai penghuni rumah baru sedikit kerepotan untuk membuka atau menutup pintu yang macet ini.


"Mba perlu bantuan"


Tiba-tiba seorang pria menghampiri ku dan menawarkan bantuan.

__ADS_1


__ADS_2