My Talent Is Valakor

My Talent Is Valakor
chapter 6


__ADS_3

"Kkkamu kenapa bisa disini ?"


Aku mencoba bicara walau rasa nya begitu berat.Mata ku juga begitu berat hingga aku terlelap tidak ingat lagi apa pun,termasuk pria itu dia pun juga hilang.


Oooekk...oeeekk ..ooooek !!!


Aku terperanjat kaget, anak ku menangis.


Mataku yang tadi begitu berat,aku tahan sekuat tenaga.Ku lirik jam dinding dengan sebelah mata saja. Menunjukan pukul setengah empat,aku memeriksa diapers Arsyla yang ternyata sudah bocor.Aku lupa tadi sebelum ia tidur tidak mengganti diapers yang baru.


"Kasiah banget kamu nak, pasti ga nyaman banget"


Aku segera mengganti dengan diapers yang baru, tak lupa aku membersihkan nya dulu dengan tissu basah khusus bayi dan memberi nya sedikit bedak tabur.


Tak lama sehabis itu dia tertidur kembali setelah aku juga telah memberi nya susu.


Jam dinding sudah menunjukan pukul empat.Berarti setengah jam juga aku melakukan aktifitas tadi dengan mata yang masih menyisakan kantuk.


Aku ingin memejamkan mata lagi dengan nyaman.Aku kembali merebahkan badan di samping Arsyla, tapi tiba-tiba aku teringat orang itu.


Ah, mungkin aku tadi cuma mimpi!


Ingin membuktikan semua itu mimpi atau bukan aku terperanjat lagi, keluar kamar memerikasa pintu dan jendela.Ternyata masih terkunci.

__ADS_1


Hahha, aku tertawa sendiri.


Suara takhrim dari mesjid sudah terdengar, artinya sebentar lagi juga adzan subuh.


Aku pergi ke dapur untuk memanas kan air, kemudian menuangkan satu saset milk tea bubuk kedalam cangkir keramik lalu menyeduh nya.


Ku bawa minuman panas ini untuk ku nikmati sendiri di ruangan tamu.


"Hmmmmm...ahhh nikmat nya"


Aku menyesap minuman panas ini dengan terburu.


Entahlah aku lebih suka menikmati minuman ini dalam keadaan panas, jika sudah hangat rasa nya jadi kurang enak, apalagi sampai dingin bisa mual aku dan mungkin sakit perut.


Minuman milk tea atau sejenis teh tarik ini memang minuman favorit ku sejak dulu ketika masih tinggal di kontrakan bersama ibu dan bapak.


Tidak perlu waktu lama minuman ini tinggal tersisa setengah lagi dari kedalaman cangkir tadi.


Aku menjeda nya dengan mengambil roti yang kemarin aku beli di toko bakery itu.


Roti dengan varian rasa pisang keju pilihan ku, ya satu lagi ini jadi favorit ku juga.


Perut ku terasa kenyang menghabiskan satu bungkus roti dan satu cangkir milk tea tadi.Kemudian aku menutup nya dengan mengambil air putih hangat dari dispenser.

__ADS_1


____________


Suara panggilan dari ponsel ku berdering.


"Ibu"


Ia menelpon ku sepagi ini ada apa.


"Hallo bu, tumben sepagi ini ibu telepon emang nya ga lagi repot sama adik"


Tanya ku pada ibu di panggilan ini.


Aku menanyakan itu karena adik bungsu ku memang kerap bangun subuh.Sehingga di jam seperti ini ibu sibuk mengurus adik.


"Engga lit, kamu hari ini ga usah masak atau beli sayuran di abang sayur ya !nanti ibu bawa makanan dari sini "


"Oh ia bu.makasih"


"Yasudah, ibu berangkat ke rumah kamu jam setengah delapan ya"


Aku lalu meng ia kan dan menutup panggilan.


"Sebelum Arsyla bangun lebih baik aku mandi dulu deh", aku mengintip anak ku dari balik pintu dengan hati-hati.

__ADS_1


Aku tanggalkan semua pakaian ku yang memang sudah kotor dengan sisa-sia ingus yang menempel bekas isak tangis ku kemarin.


Menyalakan keran air dan byurrrr....aku kini dalam guyuran air yang sangat dingin namun mampu menyegarkan hati ku yang gersang ini .


__ADS_2