My Trash Husband

My Trash Husband
1


__ADS_3

"Ah warna langit sore memang indah." Gumam seorang gadis cantik, yang melihat keluar jendela.


A-Yeong, gadis berumur 19 tahun.


Seketika A-Yeong menoleh kebelakang, mendengar sebuah langkah kaki mendekatinya.


Tap


Tap


Tap


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya seseorang yang sudah berdiri di depannya.


"Hah? Eh, kau ternyata, aku pikir siapa." A-Yeong memperlihatkan wajah terkejut ketika melihat kearah seorang pria yang sudah berdiri di hadapannya.


"Seperti biasa kau tidak menjawab dengan sopan!" Bentak lelaki itu.


A-Yeong tertegun untuk sebentar. "Aku, aku hanya sedang melihat keluar jendela." A-Yeong memberanikan diri untuk menjawab. "Kau lihat di batang pohon itu?Ada burung yang sedang bertengger disana." Lanjut A-Yeong sambil menunjuk kearah pohon yang ada disamping kamarnya.


Lelaki itu mendesah kesal.


"Hentikan melakukan hal yang tidak penting!" Bentaknya.


Salahku dimana? Pikir A-Yeong. A-Yeong hanya diam tertegun mendengar kata-kata pria itu.


"Kau tidak tahu bagaimana caranya bersikap yah? Kau itu menantu dari keluarga Han! Apakah kau tidak bisa bersikap dewasa, bersikap seperti yang aku inginkan!" Teriak pria itu.


Pria itu adalah Han-Hwan, pemilik dari perusahaan terbesar di Korea. Bisa dikatakan Han-Hwan dan keluarganya adalah orang yang paling berpengaruh di negara maju itu.


Han-Hwan sendiri adalah suami A-Yeong, setidaknya itulah yang diketahui oleh publik. Namun bagi Hwan pernikahannya bersama A-Yeong bukanlah hal yang spesial. Hanya A-Yeong yang menganggap pernikahan nya bersama Han-Hwan adalah hal yang spesial.


Yah, bagi Hwan apa pentingnya pernikahan yang didasari oleh kepentingan politik belaka, pernikahan yang dia jalani selama 2 tahun belakang hanyalah sebuah Pormalitas, yah bagi Hwan itu bukan hal penting. Di otak Hwan keluarga A-Yeong hanya ingin mengambil keuntungan dari pernikahan itu, tentang perasaan? Hwan tidak perduli, mencintai A-Yeong? tentu tidak.


Hwan memiliki sifat dingin bagaikan kulkas, yang bisa dilihat dari wajahnya hanyalah ekspresi datar, Hwan sangat jarang mengekspresikan perasaan dan emosinya, yang bisa terlihat darinya hanya sebuah kemarahan, dan itu adalah ekspresi yang paling jelas darinya.


Biarpun sifatnya seperti kulkas tapi A-Yeong bisa mencintai Hwan dengan sepenuh hati, A-Yeong menyimpan perasaan untuk Hwan. A-Yeong tahu pernikahannya hanyalah pernikahan politik, dan keluarganya hanya mengambil keuntungan besar dari keluarga Han. Tapi A-Yeong tidak bisa membohongi perasaan yang ia miliki.


Namun bukannya luluh dengan perasaan yang dimiliki A-Yeong, Hwan malah jijik ketika melihatnya.


"Apa yang kau pikirkan, Hah!?" Teriak Hwan yang mulai kesal melihat A-Yeong, apapun yang dilakukan A-Yeong tetap akan salah dimata Hwan.


Wanita yang menyukai keindahan mungkin akan terlihat imut dan cantik dimata banyak pria, tapi tidak dimata Hwan, pria satu ini sangat jijik melihat wanita yang sok anggun. Baginya itu adalah hal yang lebay.


Hwan tidak mengenal yang namanya rasa kasihan ataupun rasa cinta, bagi Hwan cinta adalah hal konyol dan bodoh.


A-Yeong mulai ketakutan. "Aku... Bukan apa-apa." Ucap A-Yeong sambil menahan air mata yang ingin keluar dari matanya.


Setiap bentakan yang keluar dari mulut Hwan sangat menyakiti hati A-Yeong, tapi A-Yeong tetap saja mencintai nya. Bahkan terkadang para pelayan yang bekerja dirumah megah itu berpikir bahwa A-Yeong adalah gadis bodoh, yah begitulah. Mungkin jika A-Yeong menjadi orang lain maka dia akan pergi dari rumah Hwan, tapi karena perasaannya dia tetap bertahan. Baginya Hwan adalah hal terpenting.


Terkadang A-Yeong juga menyadari satu hal bagaimana mungkin seorang Han-Hwan mencintainya, sedangkan keluarga A-Yeong sendiri tidak perduli dengannya. Menangis dalam diam adalah kekuatan A-Yeong.


Kenapa ayah menaruh aku dalam posisi seperti ini? Rintih A-Yeong di hatinya.


"Bodoh"  Kesal Hwan dan langsung berlalu pergi.


Pria itu hanya pulang sebentar lalu pergi lagi, terkadang Hwan tidak pulang karena urusan bisnisnya. Mungkin Hwan lebih mencintai pekerjaan daripada istrinya.


Saat menyadari Hwan sudah pergi A-Yeong duduk dipinggir kasurnya.


Apa salahku? Kenapa dia sangat membenci aku? Hanya pertanyaan itu yang slalu berputar di pikiran A-Yeong.


A-Yeong mengangkat kepalanya, melihat ke langit-langit kamarnya.


Beberapa air mata jatuh membasahi wajah A-Yeong.


Bajingan....


Kenapa aku selemah ini.


Kenapa aku harus berada diposisi ini!

__ADS_1


Tuhan!


Hanya kata-kata itu yang menemani isak tangis A-Yeong.


Jika dilihat A-Yeong adalah wanita yang cantik, dan seorang wanita yang kuat. Dimata orang lain A-Yeong adalah wanita yang sempurna, baik, cantik, kuat. Tapi tidak dimata Hwan, hal menjijikkan bagi Hwan jika ia mencintai A-Yeong.


Mampukah aku bertahan dihari esok..


Batin A-Yeong.


A-Yeong menghentikan tangisannya.


Ting...


Satu pesan masuk di ponsel milik A-Yeong.


A-Yeong membuka pesan, tertulis nama pemberi pesan Ae-Cho.


Ae-Cho: Hai Yeong


A-Yeong tersenyum ketika melihat pesan dari Ae-Cho.


^^^Hai. ^^^


Ae-Cho:  Kau sedang apa?


^^^Aku hanya duduk, kau sendiri? ^^^


Ae-Cho:Aku yah apalagi kalau bukan mengerjakan tugas kuliah.


^^^Ah begitu ya. ^^^


Ae-Cho: Bagaimana kondisimu?


^^^Aku yah, baik-baik saja:) ^^^


Ae-Cho: kau tidak bohong?


^^^Tidak. ^^^


               Aku tahu semuanya


               Kau pasti punya masalah.


^^^Tebakan macam apa itu^^^


^^^Bodoh, aku baik-baik saja^^^


Ae-Cho: bohong


^^^Apa boleh buat, aku lelah. ^^^


Ae-Cho: Cerai saja.


^^^Tidak, konyol kau. ^^^


^^^Aku tidak mau melakukan itu.^^^


Ae-Cho: Ah kau sudah menjadi wanita


               Bodoh ya?


               Ntah apa yang diberikan


               Lelaki itu padamu.


^^^Hey jangan katakan itu. ^^^


Ae-Cho: Tidak ada salahnya jika kau


               Bertindak. Lagipula kau

__ADS_1


              Menikah paksa kan.


^^^Tidak, aku tidak terpaksa^^^


Ae-Cho: Yah terserah kau saja.


                Semangat Yeong! Jaga


               Dirimu baik-baik, aku


                Sudahi dulu chatnya.


               Sampai jumpa.


Anak konyol. Gumam A-Yeong saat melihat pesan terakhir yang diberikan Ae-Cho.


A-Yeong merebahkan diri dikasur untuk menenangkan otaknya. Bukannya tenang malah kata-kata bentakan yang Hwan yang terus muncul dipikirannya.


"Jadilah seperti yang aku inginkan! Jadilah dewasa!"


"Kau menantu keluarga Han bersikaplah sesuai!"


Kata-kata itu mulai muncul dipikirkan A-Yeong.


A-Yeong mulai menangis dan membenamkan wajahnya di bantal.


"A-Yeong bodoh! Kenapa aku tidak bisa memahami keinginannya! Bodoh!" Maki A-Yeong kepada dirinya sendiri.


"Hwan!" Teriak A-Yeong sambil menangis keras.


Sementara itu.


"Apa yang terjadi?"


"Apakah tuan menyakiti nyonya lagi?"


"Hey jangan bicara asal."


Kata-kata itulah yang terus keluar dari mulut para pelayan.


"Hey, hey! Lanjutkan pekerjaan kalian." Ucap seorang wanita paru baya yang langsung menghentikan pembicaraan para pelayan.


"Maafkan kami madam Chin." Ucap para pelayan dan berlalu pergi dari hadapan wanita itu.


Madam chin sun adalah kepala pelayan di rumah Hwan, dia tugas, namun hatinya juga baik.


Tok


Tok


Tok


A-Yeong diam saat mendengar suara ketukan pintu dari luar.


A-Yeong langsung bangun dan membuka pintu.


"Hwan kau kembali?.." Ucap A-Yeong sambil membuka pintu.


"Nyonya Yeong." Sapa Madam Chin.


A-Yeong diam sejenak. "Ah... Madam chin."


"Ada apa?" Tanya A-Yeong sambil menunduk.


"Nyonya Yeong, apakah anda tidak apa-apa?" Tanya Madam chin dengan penuh perhatian.


"Yah." Jawab A-Yeong sekenanya.


"Baguslah. Saya hanya ingin menanyakan itu. Saya pamit undur diri." Bisa dilihat Madam chin sangat khawatir dengan kondisi A-Yeong.


Madam chin mengkhawatirkan A-Yeong bukan tanpa alasan, saat pertama Madam chin melihat A-Yeong dia sudah mengetahui bahwa A-Yeong sangat mencintai Hwan, madam chin juga senang melihat perilaku dan sifat A-Yeong yang tidak memikirkan soal derajat. Madam chin sangat mengenal sifat baik A-Yeong.

__ADS_1


Jadi madam chin sangat iba melihat A-Yeong yang tidak pernah hidup dalam kebahagiaan selama menikah dengan tuan Hwan.


...****************...


__ADS_2