My Trash Husband

My Trash Husband
4


__ADS_3

Han-Hwan seorang lelaki kaya yang menikahi A-Yeong dalam sebuah pernikahan politik. Han-Hwan tentunya tidak mencintai Yeong, namun saat mendengar teriakan Yeong, Hwan langsung berfikir ada apa dengan wanita yang selama ini hanya diam dan tidak membalas bentakan darinya? kenapa Yeong kali ini bahkan mengusirnya?


Hwan menghela nafas.


"Wanita itu mungkin butuh psikolog." Dengus Hwan kesal.


Brak!


Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar Hwan dengan keras, nampak seorang wanita yang berdiri sambil menangis namun bukan raut wajah sedih yang ia perlihatkan tapi kemarahan yang membara.


"Pergi dariku!" Teriak Yeong mengeluarkan semua emosi yang ia tahan selama ini. "Sudah 2 tahun aku bertahan didekat mu!" Teriak Yeong lagi.


"Apa-apaan ini!?" Hwan bangkit dari duduknya dan menatap tajam kearah Yeong istrinya.


"Kau lelaki keparat!" Teriak Yeong lagi, kali ini Yeong dengan tatapan mengancam berjalan menuju Hwan.


Lelaki berbadan tinggi dan mempunyai tubuh sixpack itu hanya diam menatap dingin kearah Yeong.


"Cih! Kau pikir aku akan tersentuh dengan kau bicara seperti itu." Hwan menggenggam erat tangan Yeong.


"Aku juga tidak berharap kau tersentuh dengan sikapku Han-Hwan!" Yeong menekankan kata-katanya saat ia menyebutkan nama Hwan, kali ini sangat terlihat emosi yang ada pada diri Yeong. Bukan kemarahan yang sepele, tapi ia penuh dengan amukan besar. Rasanya ingin sekali Yeong melakukan pembunuhan. Tapi ia masih berfikir, Yah kalik aku masuk berita hanya karena ini. Bisa malu besar aku. Yeong slalu mempertimbangkan sikapnya terhadap Hwan, tapi kali ini nampak jelas bahkan dari sorot mata Yeong dia sangat marah.


Plak!


Sebuah tamparan keras mendarat diwajah tampan Hwan.


"Beraninya kau!" Teriak Hwan sambil memegangi pipinya yang sudah tercetak jelas cap lima jari milik Yeong.


"Berhenti berteriak padaku! Kenapa kau yang merasa tersakiti hah!?" Yeong membalas dengan teriakan, sekarang semua pikiran Yeong kacau.


"Apa yang salah denganmu!?" Hwan balik berteriak.


"Aku bilang berhenti berteriak! Kau yang bermasalah!" Yeong terus mengeluarkan semua emosinya, bahkan ia juga membanting pot bunga yang ada diatas lemari dikamar Hwan. Lemari itu pendek dan diatas terlihat ada foto Hwan dan ada pot bunga kecil dari keramik, emosi yang menjalar kedalam diri Yeong membuat Yeong melempar pot bunga indah itu tepat didepan Hwan.

__ADS_1


"Kau membuat aku gila! Kau lelaki keparat! Kenapa kau harus hidup! Dan lihat kenapa lelaki gila seperti kau memiliki jabatan CEO!? Kau menyogok kan!?" Teriak Yeong lagi, dia juga bingung harus berkata apa, dia berfikir'Kenapa aku ngeracau kayak orang gila?'


Hwan sekarang melihat pemandangan didepannya adalah pemandangan yang horor. 'Ntah apa yang akan wanita ini lakukan, apakah dia ingin membunuh ku? Aneh saja jika dia melakukan itu.' Pikir Hwan sambil menatap Yeong.


"Aa! Manusia macam apa kau Hwan!? Hidupmu tidak berguna!" Teriak untuk yang kesekian kalinya.


Yoeng menghempaskan tangan Hwan yang sedari tadi mencengkam tangannya.


"Jika saja perjanjian itu tidak ada, sudah ku ceraikan kau dan kubunuh kau. Lagipula aku tidak rugi." Timpal Yeong dengan nada dingin, dan menutup pintu kamar Hwan dengan kencang hingga mungkin semua orang bisa mendengar suara pintu yang ditutup Yeong.


Hwan masih berdiri dan menatap kearah pintu yang ditutup oleh Yeong.


'Ada apa dengannya?' Hwan masih berdiri dan sedikit mengkerut kan keningnya. Ia berfikir kenapa sikap Yeong berubah, yang tadinya hanya diam tapi kali ini malah melawan bahkan membanting pintu untuk yang ke-dua kalinya.


'Apa dia sedang PMS?' Tiba-tiba muncul pertanyaan yang mencengangkan di otak CEO kejam itu.


"Bodoh amat." Gumam Hwan dan kembali menghela nafas.


Hwan bergerak keranjangnya. "Awas saja dia besok." Gumam Hwan sambil merebahkan tubuhnya dikasur empuk dan nyaman miliknya.


Kini Hwan mulai khawatir setelah memikirkan beberapa kalimat yang keluar dari mulut Yeong.


"Gila! Wanita itu ternyata mempunyai sisi psiko." Gumam Hwan. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika itu adalah kenyataannya, bagaimana jika Yeong benar-benar akan membunuhnya. Saat memikirkan itu Hwan mengesampingkan perasaan Yeong, yaitu bahwa Yeong akan tetap mencintainya. Hwan sedikit bergidik ngeri jika teringat kalimat yang Yeong ucapkan.


......................


Keesokan harinya. Sinar matahari menjalar masuk kedalam kamar, terlihat seorang wanita sedang meregangkan tubuhnya dan sesekali menguap.


"Ah...! Pagi indah!" Ucap A-Yeong sambil menguap dan meregangkan tubuhnya, sangat tidak anggun. Kali ini Yeong bersikap seperti yang ia inginkan.


Yeong dengan cepat turun dari kasurnya, membersihkan bekas ia tidur, merapikan kasurnya. Seperti itulah rutinitas pagi Yeong, pelayan sangat jarang menginjakkan kaki dikamarnya, bahkan bisa dihitung jari jika mereka pernah masuk. Karena Yeong membersihkan kamarnya sendiri.


"Mandi pagi biar bersih~ Jika aku berharap cantik itu tidak akan terjadi~" Nyanyian konyol Yeong bergema di ruangannya sambil ia melangkahkan kaki kekamar mandinya.

__ADS_1


'Lagi-lagi wanita itu berisik!' Batin Hwan yang lewat didepan kamar Yeong, mendengar suara nyanyian Yeong membuat Hwan jengkel, ingin rasanya ia menegur dan marah, tapi'Terserahlah, mau dia bernyanyi sampai langit runtuh juga bukan urusanku.' Hwan kembali berjalan dengan tidak memperdulikan nyanyian pagi dari A-Yeong.


Hwan duduk dimeja makan, disana sudah ada roti bakar dan teh hangat yang disediakan oleh pelayan. Hwan meminum teh dan sesekali melihat ponselnya.


Setelah beberapa menit Yeong datang, dengan pakaian yang amat rapih, dan rambut indahnya diikat yang memperlihatkan seluruh wajah cantik nya.


Hwan mendongak kaget melihat perubahan dari Yeong hari ini.


"Hei.Mau kemana kau?" Tanya Hwan dingin


Yeong tidak melihat kearahnya dan langsung menjawab. "Untuk apa aku menjawab pertanyaan mu, apakah itu penting. suka-suka aku mau pergi kemana." Cetus Yeong.


"Apa!? Bicara mu konyol sekali sekarang. Jawab aku!" Bentak Hwan, kini Hwan yang tadinya tenang terlihat marah kepada Yeong.


"Cih! Aku mau ke pengadilan! Sudah kujawab kau senangkan!" Cetus Yeong dan segera berdiri dari meja makan.


"Untuk apa kau kesana?" Sekarang Hwan kembali bertanya dengan nada dingin.


"Makan!" Yeong menjawab asal dan keluar dari rumah.


Para pelayan hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi terkejut sekaligus kesal dari wajah Hwan, sementara Yeong langsung pergi tanpa melihat kearahnya Hwan, bahkan kali ini Yeong terlihat menjauh darinya.


'Wanita aneh' Hwan langsung berdiri dan ikut pergi.


...Aku bisa bersikap konyol agar bisa menjauh seutuhnya.....


𝓗𝓪𝓷-𝓗𝔀𝓪𝓷 𝓪𝓷𝓭 𝓚𝓲𝓶 𝓐-𝓨𝓮𝓸𝓷𝓰



𝓗𝓪𝓷-𝓗𝔀𝓪𝓷 𝓪𝓷𝓭 𝓚𝓲𝓶 𝓐-𝓨𝓮𝓸𝓷𝓰


𝓣𝓱𝓮 𝓗𝔀𝓪𝓷 𝓖𝓻𝓸𝓾𝓹.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2