My Trash Husband

My Trash Husband
6 -HAL ANEH ANTARA KITA-


__ADS_3

Yeong masih meringis kesakitan, ia juga berfikir mungkin kurang usaha saat ia meminta persetujuan ayahnya untuk bercerai dari Hwan.


"Tidak salah sih, aku yang lemah. Ntah apa kelanjutannya." Gumam Yeong.


"Kenapa aku malah menahan saja saat dia menampar ku, seharusnya kubalas saja tadi. Walaupun masih kalah kuat setidaknya kubalas saja..." Gumam Yeong lagi sambil melihat wajahnya dikaca.


"Tidak ada cap 5 jarinya, tapi mulutku yang pecah." Yeong tertawa melihat lukanya. Kali ini Yeong menghadapi masalahmu dengan santai dan tenang.


Sementara itu.


"Wanita itu membuat aku habis kesabaran." Ucap Hwan sambil menatap keluar jendela.


"Tidak salah, yang dia katakan memang benar . Pemandangan diluar jendela sangat indah." Hwan menatap keatas, dan melihat ribuan bintang yang bertebaran.


Mungkinkah Hwan menyembunyikan perasaan nya? Ah tidak mungkin, jika iya pun, itu hanyalah mimpi...


...----------------...


Keesokan harinya.


Yeong sudah berada di meja makan, ia tengah menghabiskan sarapannya. 'Kemana pria pemarah itu, dia belum bangun atau bagaimana. Apakah hari ini dia libur? Ah mungkin mati saat tidur.' Pikir Yeong sambil menahan tawanya sendiri.


"Nyonya... Apakah ada yang salah dengan makanannya?" Tanya madam Chin yang langsung membuyarkan pikiran Yeong.


"Eh?.. Oh... Tidak... yah tidak ada yang salah." Yeong jadi gelagapan tanpa sebab.


Madam Chin menjadi ikut bingung. "Ah yah... Baguslah... Tapi nyonya apakah kita akan pergi hari ini kerumah nyonya besar Han?" Tanya madam chin lagi.


"Iya, setelah aku sarapan kita langsung pergi. Oh yah Chin, dimana Hwan?" Tanya Yeong.


"Tuan belum keluar dari kamarnya nyonya."


Yeong hanya mengangguk sambil makan. 'Belum keluar? Apakah belum bangun? Kebetulan sekali, kerasukan setan atau apa?' Pikir Yeong.


Setelah beberapa menit Yeong langsung berdiri.

__ADS_1


"Pergi sekarang?" Tanya madam Chin.


Yeong langsung menoleh kearah madam Chin. "Belum, kita akan pergi sekitar jam 9.30. Aku pergi keatas dulu." Yeong langsung melenggang pergi.


Tok... Tok... Tok...


Yeong mengetuk pelan pintu kamar Hwan.


"Hm... Siapa? Sahut si empunya kamar dengan suara pelan.


'Memang belum bangun.: Pikir Yeong.


" Ini aku, kau belum bangun? Ini sudah jam 9." Ucap Yeong, tapi jantungnya berdegup kencang, antara ketakutan dan perasaan lain.


"Hah? Apa urusan mu?" Tanya Hwan masih dengan nada bicara yang sama.


"Boleh aku masuk?" Yeong memberanikan diri untuk bertanya, dia juga memikirkan apa yang akan terjadi ketika ia masuk kedalam kandang singa yang sedang tertidur, walaupun sedang tidur singa bisa-bisa saja tiba-tiba bangun dan menerkam. 'Rasanya akan mati...' Batin Yeong.


"Terserah..." Lirih Hwan yang sudah seperti kehilangan nyawa untuk hidup.


"Kau... kau belum bangun?" Yeong bertanya dari jarak jauh. 'Ah akan kah aku mati...'


"Hm? Aku mengantuk... Aku masih mau tidur... Telpon Jaehyong dan katakan aku tidak hadir hari ini." Ucap Hwan tanpa melihat kearah Yeong, ia masih setia memeluk bantal gulingnya.


"Eh? Kau pikir aku asisten mu?" Gumam Yeong pelan. Akhirnya setelah rasa khawatir berada dikandang singa Yeong memilih keluar.


"Menelpon Jaehyong... Yah setidaknya lebih aman bicara dengan Jaehyong daripada kakaknya." Gumam Yeong sambil mengutak-atik ponselnya, dan membuka daftar kontak lalu memilih satu nama yaitu Han Jaehyong adik tersayang Hwan,nama yang dibuat panjang ntah untuk apa? 'Itu untuk mengingat adik ipar thor, jadi harus dibuat panjang.' Batin Yeong.


Setelah beberapa detik mondar-mandir didepan pintu kamarnya sambil menunggu Jaehyong menerima telponnya, akhirnya seseorang berbicara dari seberang telpon.


"Halo kak... Ada apa yah?" Tanya Jaehyong seperti biasa dengan nada lembutnya.


"Halo, kakakmu hari ini tidak bisa hadir."


"Kenapa? Dikantor banyak pekerjaan. Kenapa dia tidak hadir? Ah lelaki pemalas." Hardik Jaehyong dari seberang telpon.

__ADS_1


"Haha... iya ya memang pemalas. Hm, yah dia masih ada urusan dengan dunia mimpinya." Ucap Yeong sambil terkekeh mendengar ucapan dari Jaehyong.


"Yah baiklah, oh yah kak kenapa kau belum datang kerumah? Ibu sudah menunggu." Jaehyong mengalihkan pembicaraan, kelihatan sekali rasa kesalnya pada Hwan.


"Ah iya, aku akan segera kesana. Kenapa kau bisa tahu?"


"Yah tentu saja."


"Haha.. seperti biasa."


"Hm.Benar, yah sudah. sampai jumpa kak."


"Yah."


Tut... Tut... Tut... Telpon langsung diakhiri.


"Wah kalian bahkan membicarakan aku dari belakang.." Yeong langsung bergidik ngeri saat mendengar suara yang sangat dia kenal.


Yeong langsung menoleh ke sumber suara dibelakangnya dan ternyata sangat dekat. Jelas sangat dekat di telinganya. "Hah? Membicarakan... Membicarakan apanya? Kau yang menyuruh aku menelpon Jaehyong."


"Menelpon Jaehyong, bukannya membicarakan aku hm." Hwan menatap Yeong dengan tatapan tajamnya.


'Aku tahu umurku hanya tersisa beberapa menit, tapi bisa jadi detik mungkin 5 detik atau 10 ,jika dia punya perasaan yang baik akan menjadi 10 detik.' Batin Yeong. "Tidak, aku mengatakan sesuai dengan yang kau katakan." Yeong langsung mengelak.


"Yah aku tahu, seperempat memberikan informasi kepada Jaehyong, dan sisanya membicarakan aku." Hwan melipat tangan didadanya dan mundur satu langkah dari Yeong.


"Ah tidak! Enak saja lagipula siapa yang ingin membicarakan singa di pagi hari!? Merusak hari saja!" Tukas Yeong dan langsung melarikan diri, ia menghindar dari Hwan dan berlari menuruni tangga.


"Lari saja sekarang, kita lihat nanti." Gumam Hwan masih dengan tatapan dinginnya melihat kearah Yeong.


...----------------...


...Itu hanyalah waktu yang singkat, aku harap bisa kuulangi lagi dan lagi. ...


...****************...

__ADS_1


𝓨𝓮𝓸𝓷𝓰 𝓐𝓷𝓭 𝓗𝔀𝓪𝓷...


__ADS_2