Nasib Menjadi Istri Idol

Nasib Menjadi Istri Idol
Cinta dalam Kejutan


__ADS_3

*Pernikahan Aria dan Jiho telah memberi mereka momen-momen indah dan perjalanan yang penuh cinta. Kehidupan mereka sebelum Jiho menjadi idol adalah masa-masa yang penuh kedekatan dan kebersamaan.*


*(Aria sibuk mengatur dekorasi untuk pesta kecil ulang tahun Jiho di apartemen mereka. Dia meletakkan balon, bunga, dan hidangan favorit Jiho di meja makan.)*


Aria: *(senyum lembut)* Semua sudah siap, Jiho. Aku harap kamu suka pesta kejutan ini.


Jiho: *(tersenyum)* Aku yakin aku akan menyukainya. Kamu selalu tahu cara membuat hari-hariku lebih istimewa.


Aria: *(tersenyum malu-malu)* Ini adalah hal kecil yang bisa aku lakukan untukmu. Tapi, kamu tahu, sebenarnya aku punya kejutan yang lebih besar lagi.


Jiho: *(mengangkat alis)* Serius? Kamu sudah memberiku pesta kejutan, apa lagi yang bisa lebih besar daripada ini?


*(Saat pesta dimulai, suasana menjadi hangat dan penuh keceriaan. Teman-teman mereka berkumpul untuk merayakan bersama.)*


Teman-teman: *(bersama-sama)* Selamat ulang tahun, Jiho!


Jiho: *(tersenyum bahagia)* Terima kasih, kalian semua. Aku benar-benar terkejut dengan semua ini.

__ADS_1


Aria: *(tersenyum misterius)* Tunggu dulu, Jiho. Ini belum semuanya. Ada satu kejutan lagi yang aku persiapkan untukmu.


Jiho: *(memandang Aria dengan tatapan campuran antara penasaran dan berharap)* Kamu benar-benar tahu cara membuatku penasaran, huh?


*(Aria melambai ke arah seseorang, dan tiba-tiba pintu terbuka dengan cepat. Di ambang pintu, seorang pria muncul dengan gitar di tangannya. Itu adalah teman lama Jiho yang juga seorang musisi.)*


Teman Musik: *(tersenyum)* Selamat ulang tahun, Jiho! Aria mengundangku untuk datang dan memberikan penampilan spesial untukmu.


Jiho: *(terkejut dan terharu)* Ini benar-benar luar biasa. Aku tidak pernah membayangkan ada kejutan seperti ini.


Aria: *(tersenyum puas)* Aku senang kamu menyukainya. Ayo, mari kita nikmati malam ini bersama-sama.


*(Ketika mereka merenungkan kenangan-kenangan mereka, Jiho tiba-tiba mengeluarkan kotak kecil dari saku celananya. Aria terkejut dan tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.)*


Aria: *(terkejut)* Jiho, apa yang kamu lakukan?


Jiho: *(tersenyum lembut)* Aria Destiana, apakah kamu mau menerimaku lagi, kali ini sebagai orang yang akan selalu bersamamu dalam setiap kejutan hidup ini?

__ADS_1


*(Dalam kotak itu ada kalung simpel dengan liontin yang memiliki huruf-huruf inisial mereka. Aria tersenyum penuh harap-harap cemas.)*


Aria: *(tersenyum bahagia)* Jiho, aku tidak bisa berpikir tentang kehidupan tanpamu. Tentu saja, aku mau!


*(Mereka berdua berpelukan dengan erat, merasakan kebahagiaan dan cinta yang tak tergambarkan. Dalam momen itu, mereka tahu bahwa kejutan-kejutan kecil dan momen kebersamaan adalah yang membuat hidup mereka begitu berarti.)*


*(Dengan tangan tergenggam, Aria dan Jiho berjalan kembali ke pesta, penuh dengan senyuman dan rasa syukur. Suasana semakin hangat dengan tawa dan canda, mencerminkan kedekatan mereka yang tak tergoyahkan.)*


Teman-teman: *(bersama-sama)* Selamat ulang tahun, Jiho dan Aria!


Jiho: *(menyatukan tangannya dengan Aria)* Terima kasih semuanya, atas cinta dan dukungan kalian.


Aria: *(tersenyum bahagia)* Kami sangat bersyukur memiliki kalian sebagai teman-teman terbaik.


*(Saat malam berakhir, Aria dan Jiho duduk berdua, menatap langit malam yang penuh bintang.)*


Aria: *(menjentikkan jari-jarinya pada Jiho)* Kau tahu, Jiho, hari ini adalah salah satu hari terbaik dalam hidupku.

__ADS_1


Jiho: *(menggenggam tangan Aria)* Dan aku berharap setiap hari bisa menjadi hari terbaik untukmu.


*(Mereka duduk di bawah bintang-bintang, merenungkan kejutan-kejutan manis yang telah mereka bagi dan kebahagiaan yang mereka temukan satu sama lain. Dalam momen ini, cinta mereka bersinar terang, mengisi kehidupan mereka dengan makna yang lebih dalam dan tulus.)*


__ADS_2