
*(Waktu terus berlalu, dan kehidupan pernikahan Aria dan Jiho terus berkembang. Namun, mereka dihadapkan pada rintangan pertama yang cukup besar dalam perjalanan mereka. Suatu hari, Jiho mendapatkan tawaran untuk berkarier di luar kota, dan itu menghasilkan diskusi serius di antara mereka.)*
*(Aria dan Jiho duduk di ruang tamu, wajah mereka penuh perenungan.)*
Aria: *(menggenggam tangan Jiho)* Jiho, ini adalah tawaran yang sangat menarik, tapi apakah kamu yakin ini langkah yang benar?
Jiho: *(menatap jauh)* Aku tahu ini akan menjadi tantangan besar, Aria. Tapi ini juga peluang besar bagi karierku.
Aria: *(menghela napas)* Aku mendukungmu, tapi aku juga takut. Aku takut kita akan terpisah jauh.
Jiho: *(menggenggam tangan Aria erat)* Aku juga takut, Aria. Aku tak ingin kita terpisah.
Aria: *(memandang mata Jiho dengan serius)* Apa kita benar-benar siap untuk ini? Apa kita siap menghadapi jarak dan tantangan yang datang bersamanya?
Jiho: *(tersenyum lembut)* Aku tahu ini tidak akan mudah, tapi aku percaya cinta kita bisa mengatasi segalanya.
Aria: *(tersenyum penuh harap-harap cemas)* Kita harus selalu bersatu dan terbuka satu sama lain, ya?
Jiho: *(mengusap pipi Aria)* Tentu saja. Kita adalah tim, Aria.
__ADS_1
*(Dalam minggu-minggu berikutnya, mereka membahas dan merencanakan masa depan mereka dengan cermat. Akhirnya, Jiho memutuskan untuk menerima tawaran itu dengan syarat bahwa mereka akan bekerja keras untuk menjaga hubungan mereka tetap kuat.)*
*(Pada hari Jiho akan berangkat, Aria dan Jiho duduk di teras rumah mereka, tatapan mereka penuh cinta dan sedih.)*
Aria: *(menggenggam tangan Jiho erat)* Aku tahu ini adalah langkah yang sulit bagi kita, Jiho.
Jiho: *(tersenyum lembut)* Aku juga merasa sedih meninggalkanmu, Aria.
Aria: *(mengusap air mata dengan lembut)* Tapi aku tahu ini adalah kesempatan yang baik untukmu.
Jiho: *(mengusap air mata Aria)* Dan aku tidak ingin melewatkan kesempatan itu. Tapi kamu akan selalu ada dalam pikiranku.
Jiho: *(menggenggam tangan Aria erat)* Tentu saja, Aria. Kita akan tetap kuat.
*(Dengan tekad yang kuat dan cinta yang mendalam, Jiho berangkat untuk perjalanan karier barunya. Meskipun mereka berpisah jauh, Aria dan Jiho terus menjaga hubungan mereka tetap erat dengan berkomunikasi setiap hari.)*
*(Beberapa bulan berlalu, dan Aria merasa sangat merindukan Jiho. Suatu hari, dia menerima sebuah paket misterius di depan pintu rumah mereka. Ketika dia membukanya, dia menemukan sebuah album foto yang berisi kenangan mereka bersama.)*
Aria: *(terkejut)* Album foto? Apa ini?
__ADS_1
*(Aria membuka album dan melihat foto-foto mereka bersama, mulai dari awal perkenalan hingga momen-momen bahagia yang mereka bagikan.)*
Jiho: *(datang dari belakang)* Aku kembali, Aria.
Aria: *(terkejut dan senang)* Jiho! Kamu... kamu kembali lebih cepat?
Jiho: *(tersenyum lembut)* Aku mendapatkan cuti tak terduga, dan aku tahu kamu merindukanku.
Aria: *(tersenyum bahagia)* Kamu adalah kejutan terbaik yang pernah aku dapatkan!
Jiho: *(menggenggam tangan Aria)* Aku merindukanmu juga.
*(Mereka duduk bersama di ruang tamu, album foto di antara mereka.)*
Aria: *(tersenyum)* Aku merasa seperti album ini adalah bukti betapa kuatnya cinta kita.
Jiho: *(mengusap pipi Aria dengan lembut)* Tidak ada jarak yang bisa memisahkan kita, Aria. Kita telah mengatasi rintangan ini bersama-sama.
Aria: *(tersenyum penuh keyakinan)* Dan kita akan selalu mengatasi rintangan bersama-sama.
__ADS_1
*(Dalam momen ini, mereka merayakan kemenangan atas rintangan pertama dalam pernikahan mereka. Jiho dan Aria belajar bahwa cinta, komunikasi, dan dukungan adalah kunci untuk mengatasi semua rintangan dalam hidup mereka. Dalam kebersamaan mereka, mereka merasa tak terkalahkan dan siap menghadapi semua hal yang akan datang dalam perjalanan pernikahan mereka.)*