Nasib Menjadi Istri Idol

Nasib Menjadi Istri Idol
Rahasia Kecil


__ADS_3

*(Beberapa waktu setelah liburan di pantai, Aria merasa ada sesuatu yang sedang mengganjal di dalam pikirannya. Meskipun mereka bahagia, ada perasaan kecil bahwa Jiho mungkin menyembunyikan sesuatu. Namun, dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya dan fokus pada hubungan mereka yang indah.)*


*(Di pagi hari, Aria dan Jiho duduk di teras rumah mereka, menikmati secangkir kopi.)*


Aria: *(tersenyum)* Ini adalah cara yang sempurna untuk memulai hari.


Jiho: *(tersenyum penuh kehangatan)* Aku setuju. Tidak ada yang lebih baik daripada waktu bersamamu di pagi hari.


*(Mereka berdua terdiam sejenak, menikmati kedamaian pagi hari. Namun, pikiran Aria tentang rasa curiga itu masih ada.)*


Aria: *(berdehem pelan)* Jiho, apakah ada sesuatu yang ingin kamu katakan padaku?


Jiho: *(terkejut)* Apa maksudmu?


Aria: *(menggenggam cangkirnya)* Aku merasa seperti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku, Jiho.


Jiho: *(terdiam sejenak)* Aku... aku sebenarnya sedang mengerjakan proyek kejutan untukmu.


Aria: *(terkejut)* Proyek kejutan? Apa itu?


Jiho: *(tersenyum misterius)* Ah, itu masih rahasia. Tapi jangan khawatir, kamu akan tahu lebih banyak dalam waktu dekat.

__ADS_1


Aria: *(tersenyum penuh harap-harap cemas)* Kamu selalu tahu cara membuatku penasaran.


Jiho: *(tersenyum lebar)* Dan kamu selalu tahu cara membuatku ingin memberikan yang terbaik padamu.


*(Walaupun kecurigaannya sedikit mereda, Aria masih merasa penasaran tentang proyek kejutan Jiho.)*


*(Beberapa hari kemudian, Aria dan Jiho berjalan-jalan di taman setelah makan malam.)*


Aria: *(menggenggam tangan Jiho)* Jiho, apakah kamu yakin tidak akan memberitahuku tentang proyek kejutan itu?


Jiho: *(tersenyum penuh kelicikan)* Aku harus tahan untuk tidak memberitahumu sampai semuanya siap.


Aria: *(menggulung matanya dengan lembut)* Kamu benar-benar tahu cara menjaga rahasia dengan baik.


*(Di dalam hatinya, Aria merasa sedikit gugup. Namun, dia mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya dan percaya pada Jiho.)*


*(Beberapa minggu berlalu, dan Aria mulai merasa semakin penasaran tentang proyek kejutan Jiho.)*


Aria: *(bersama-sama)* Jiho, kau tahu, aku tidak bisa menunggu untuk mengetahui apa yang kamu rencanakan.


Jiho: *(tersenyum lembut)* Aku tahu kamu penasaran. Tapi aku ingin ini menjadi momen yang tak terlupakan.

__ADS_1


Aria: *(tersenyum dan menggeleng)* Kamu membuatku penasaran setiap hari.


Jiho: *(memegang bahu Aria dengan lembut)* Aku janji, kamu akan tahu semuanya sangat segera.


*(Akhirnya, tiba saat yang ditunggu-tunggu. Aria dan Jiho duduk di teras rumah mereka, dan Jiho dengan lembut menarik kotak kecil dari saku celananya.)*


Jiho: *(tersenyum hangat)* Aria, ini adalah proyek kejutan yang aku kerjakan untukmu.


Aria: *(terkejut dan gugup)* Jiho, apa ini?


Jiho: *(membuka kotak dan menunjukkan cincin)* Aria Destiana, aku ingin bertanya padamu... apakah kamu mau menikah denganku... lagi?


Aria: *(mata berkaca-kaca)* Jiho, ini adalah cincin pernikahan?


Jiho: *(tersenyum penuh arti)* Ya, aku ingin merenewal sumpah pernikahan kita, mengingat betapa beruntungnya aku bisa memilikimu.


Aria: *(menutupi mulutnya dengan tangan)* Ini adalah kejutan yang luar biasa!


Jiho: *(menggenggam tangan Aria erat)* Aku tahu kita


telah menjalani banyak hal bersama, dan aku tidak pernah ingin kehilanganmu.

__ADS_1


Aria: *(menatap mata Jiho dengan penuh cinta)* Tentu saja, Jiho Kim. Aku mau menikah dengannya... lagi.


*(Dalam momen ini, kejutan yang Jiho rencanakan terungkap, dan cinta mereka yang tak tergoyahkan semakin diperkuat. Mereka merayakan sumpah pernikahan baru mereka dengan bahagia, tahu bahwa kehidupan mereka penuh dengan rahasia kecil yang indah.)*


__ADS_2