
*Setelah merencanakan dengan penuh antusiasme, Aria dan Jiho berangkat menuju liburan mereka yang dinanti-nantikan di pantai. Mereka tiba dengan hati yang berdebar-debar dan senyuman yang tak terhapuskan.*
*(Aria dan Jiho berjalan berpegangan tangan di atas pasir pantai yang lembut. Matahari terbenam menyinari langit dengan warna-warna hangat.)*
Aria: *(tersenyum lembut)* Ini adalah pemandangan yang luar biasa indah, Jiho.
Jiho: *(mengamati matahari terbenam)* Benar sekali. Tapi pemandangan terindah yang aku lihat adalah kamu, Aria.
Aria: *(menggenggam tangan Jiho erat)* Kamu selalu tahu cara membuatku tersenyum.
*(Saat mereka berjalan-jalan di sepanjang pantai, mereka tertawa dan berbicara tanpa henti.)*
Jiho: *(mengambil beberapa pasir dan membentuknya menjadi bentuk hati)* Ini adalah simbol cinta kita yang abadi.
Aria: *(tersenyum senang)* Aku tidak akan pernah melupakan momen ini.
*(Mereka melemparkan pandangan yang penuh cinta satu sama lain, dan kemudian berlari menuju air. Kaki mereka basah oleh ombak yang menyentuh pantai.)*
Aria: *(tersenyum ceria)* Aku tidak tahan untuk tidak merasakan air laut ini.
Jiho: *(mengikuti Aria)* Kamu selalu punya keberanian untuk mengejar apa yang kamu inginkan.
*(Mereka menikmati air laut yang menyegarkan dan tertawa saat ombak kecil menyentuh mereka.)*
Jiho: *(menyentuh air dengan tangan)* Air ini seakan membawa kenangan indah untuk kita.
__ADS_1
Aria: *(tersenyum)* Ya, ini adalah tempat di mana kita bisa melupakan semua masalah dan hanya menikmati saat ini.
*(Setelah bermain di pantai, mereka duduk di atas pasir, menikmati angin laut yang lembut.)*
Aria: *(menggenggam tangan Jiho)* Ini adalah liburan impianku, Jiho. Aku benar-benar bahagia bisa menghabiskan waktu ini bersamamu.
Jiho: *(tersenyum lembut)* Aku juga merasa sama. Liburan ini membuatku menyadari betapa beruntungnya aku memiliki kamu dalam hidupku.
*(Malam tiba, dan mereka menemukan tempat duduk yang nyaman di tepi pantai. Mereka melihat bintang-bintang yang bersinar di langit malam.)*
Aria: *(tersenyum lembut)* Bintang-bintang di langit seperti cerminan cinta kita yang bersinar terang.
Jiho: *(memandang Aria dengan penuh kasih)* Kamu selalu punya cara untuk melihat keindahan dalam segala hal.
*(Mereka duduk berdampingan, merenungkan semua momen indah yang mereka bagi bersama selama liburan ini.)*
Jiho: *(menggenggam tangan Aria erat)* Dan aku berjanji akan membuat setiap momen dalam hidup kita terus menjadi indah seperti ini.
*(Dalam cahaya remang-remang malam, Aria dan Jiho merasa begitu dekat dan terhubung satu sama lain. Liburan ini telah menguatkan cinta mereka, dan kenangan pantai yang manis akan selalu menjadi bagian tak terlupakan dari perjalanan pernikahan mereka.)*
*(Beberapa minggu setelah liburan mereka di pantai, Aria dan Jiho kembali ke kehidupan sehari-hari. Di suatu hari, mereka duduk di ruang tamu, menikmati secangkir teh.)*
Aria: *(tersenyum lembut)* Jiho, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.
Jiho: *(menatap Aria dengan perhatian)* Tentu, apa itu?
__ADS_1
Aria: *(menggenggam tangan Jiho)* Aku berpikir tentang masa depan kita, Jiho. Tentang keluarga kita.
Jiho: *(mengangguk)* Ya, masa depan kita sangat penting.
Aria: *(menghela napas pelan)* Aku ingin tahu bagaimana pandanganmu tentang memiliki anak-anak.
Jiho: *(terdiam sejenak)* Aku... aku rasa, aku belum siap untuk itu.
Aria: *(memandang Jiho dengan penuh pengertian)* Apakah itu artinya kamu tidak ingin memiliki anak?
Jiho: *(menggeleng lembut)* Bukan begitu. Aku ingin memiliki anak suatu hari nanti, tapi aku merasa masih ada banyak hal yang harus kami selesaikan sebelum kami memutuskan untuk menjadi orang tua.
Aria: *(tersenyum)* Aku mengerti. Memang, punya anak adalah tanggung jawab besar.
Jiho: *(menggenggam tangan Aria erat)* Dan aku tidak ingin kita terburu-buru. Aku ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga kita, ketika saatnya tiba.
Aria: *(tersenyum penuh cinta)* Aku sangat menghargai kejujuranmu, Jiho. Kita harus berbicara tentang hal ini dan membuat keputusan bersama.
Jiho: *(tersenyum lega)* Terima kasih atas pemahamanmu, Aria. Aku tahu ini adalah keputusan yang penting, dan aku ingin memastikan kita siap untuk langkah besar ini.
Aria: *(memegang wajah Jiho)* Kamu selalu tahu bagaimana membuat aku merasa didukung dan dicintai.
*(Mereka berdua duduk dalam keheningan sejenak, merenungkan percakapan penting yang baru saja mereka miliki.)*
Aria: *(tersenyum lembut)* Satu hal yang pasti, kita memiliki waktu untuk tumbuh bersama sebelum memutuskan menjadi orang tua.
__ADS_1
Jiho: *(tersenyum penuh harap-harap cemas)* Aku sangat bersyukur memiliki pasangan yang selalu melihat masa depan dengan bijaksana.
*(Dalam percakapan ini, Aria dan Jiho belajar untuk menghormati kebutuhan dan perasaan satu sama lain dalam merencanakan keluarga mereka. Kejujuran dan dukungan adalah inti dari hubungan mereka, yang terus tumbuh dengan setiap tantangan yang dihadapi.)*