Nasib Menjadi Istri Idol

Nasib Menjadi Istri Idol
Janji Abadi


__ADS_3

*(Setelah berhasil mengatasi rintangan pertama dalam pernikahan mereka, Aria dan Jiho merasa semakin kuat dan bersatu. Suatu hari, mereka memutuskan untuk pergi berlibur ke daerah pegunungan yang indah.)*


*(Aria dan Jiho berjalan-jalan di antara pepohonan yang rimbun, tangan mereka saling tergenggam erat. Mereka berdua merasakan kehangatan matahari yang menyinari perjalanan mereka.)*


Jiho: *(tersenyum)* Udara di sini begitu segar, bukan?


Aria: *(tersenyum penuh kebahagiaan)* Ya, ini tempat yang sempurna untuk bersantai dan menenangkan pikiran.


Jiho: *(menghentikan langkahnya)* Aria, ada sesuatu yang ingin aku lakukan di sini.


Aria: *(mengernyitkan dahi)* Apa itu?


Jiho: *(mengarahkan pandangannya ke pohon tua yang berdiri tegak di dekat mereka)* Kita bisa membuat kenangan yang abadi di sini.


Aria: *(penuh penasaran)* Bagaimana caranya?


*(Jiho mengambil pisau kecil dari sakunya dan berjalan ke pohon tua itu. Dengan hati-hati, dia mengukir inisial nama mereka dan simbol hati di kulit kayu pohon itu. Aria menatap dengan mata berbinar-binar.)*


Aria: *(terharu)* Jiho, apa yang kamu lakukan?


Jiho: *(tersenyum)* Aku ingin kita memiliki sesuatu yang akan selalu mengingatkan kita pada saat-saat bahagia seperti ini.


Aria: *(tersenyum sambil menggenggam tangan Jiho)* Ini adalah hal paling indah yang pernah ada, Jiho.


Jiho: *(menjaga senyumnya)* Dan aku punya lebih banyak kejutan untukmu.


*(Jiho mengeluarkan cincin dari saku celananya dan mengambil tangan Aria dengan penuh kasih.)*


Jiho: *(lembut)* Aria, maukah kamu menikah denganku... lagi?


Aria: *(tersenyum penuh emosi)* Jiho...

__ADS_1


Jiho: *(menggenggam tangan Aria dengan lebih erat)* Aria, kamu adalah cahaya dalam hidupku. Aku ingin kita mengulang janji kita, di tempat ini yang akan selalu mengingatkan kita tentang cinta kita yang abadi.


Aria: *(tersenyum sambil mengusap air mata bahagia)* Jiho, ya. Aku mau menikah dengannya... lagi.


*(Dengan senyuman lembut, Jiho mengenakan kembali cincin pernikahan mereka di jari manis Aria. Kemudian, mereka berdua berpegangan tangan dan menatap pohon tua itu dengan perasaan syukur dan cinta yang mendalam.)*


Jiho: *(penuh keyakinan)* Aku berjanji untuk selalu mencintaimu, Aria, dalam segala hal dan dalam setiap waktu.


Aria: *(tersenyum penuh haru)* Dan aku juga berjanji, Jiho. Aku akan selalu ada untukmu, mendukungmu, dan mencintaimu dengan sepenuh hatiku.


*(Mereka berdua duduk di bawah pohon tua itu, merenungkan arti dari janji abadi yang baru saja mereka buat. Dalam ketenangan alam yang indah, mereka merasa bahwa cinta mereka telah mengukir jejak yang tak terhapuskan dalam hati mereka.)*


Jiho: *(merenungkan pohon itu)* Seiring waktu berlalu, pohon ini akan tumbuh dan tumbuh. Begitu pula dengan cinta kita.


Aria: *(menggenggam tangan Jiho)* Kita akan tetap tumbuh bersama, melewati segala rintangan dan musim dalam kehidupan kita.


*(Saat matahari mulai tenggelam dan langit berubah warna, Aria dan Jiho berdampingan di bawah pohon tua itu. Dalam momen ini, mereka merasa begitu dekat satu sama lain dan bersatu dalam cinta yang tak tergoyahkan.)*


Aria: *(tersenyum)* Tempat ini begitu indah, Jiho. Kamu selalu tahu cara membuat setiap momen menjadi istimewa.


Jiho: *(tersenyum kembali)* Aku ingin kita merayakan janji abadi kita dengan cara yang spesial.


*(Pelayan datang untuk mengambil pesanan mereka dan Aria dan Jiho memilih hidangan favorit masing-masing. Setelah pesanan ditempatkan, mereka saling pandang dengan senyuman yang penuh cinta.)*


Aria: *(tersenyum lembut)* Aku merasa begitu beruntung memiliki seseorang seperti kamu dalam hidupku.


Jiho: *(memegang tangan Aria)* Dan aku merasa beruntung bisa membagikan hidupku denganmu. Kamu adalah cahaya dalam hidupku, Aria.


*(Saat mereka menunggu makanan datang, mereka mulai berbicara tentang rencana-rencana masa depan dan impian mereka bersama.)*


Aria: *(bercerita dengan antusias)* Jiho, aku ingin kita bisa melakukan perjalanan bersama ke seluruh dunia. Melihat tempat-tempat baru dan menciptakan kenangan indah bersama.

__ADS_1


Jiho: *(tersenyum)* Itu adalah impian yang indah. Aku juga ingin bisa menjelajah dunia bersamamu. Dan siapa tahu, mungkin kita bisa melakukan konser di berbagai negara.


Aria: *(mengangguk setuju)* Itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Membagikan musik kita dengan orang-orang di seluruh dunia.


*(Makanan mereka tiba, dan mereka mulai menikmati hidangan mereka sambil tetap berbicara dan tertawa bersama. Mereka saling berbagi cerita dan berbicara tentang hal-hal yang mereka nikmati dalam kehidupan pernikahan mereka.)*


Jiho: *(tersenyum penuh kebahagiaan)* Aku merasa setiap hari bersamamu adalah anugerah, Aria.


Aria: *(senyum lembut)* Kamu tahu, kita telah melewati begitu banyak bersama. Dari pertemuan pertama kita hingga saat ini.


Jiho: *(menggenggam tangan Aria dengan lembut)* Dan aku yakin kita akan menghadapi banyak hal lainnya bersama. Baik itu suka atau duka.


*(Malam berlanjut dengan tawa, canda, dan kedekatan. Mereka menyelesaikan hidangan mereka dan mengakhiri makan malam dengan suasana yang penuh keromantisan.)*


Aria: *(tersenyum manis)* Ini adalah malam yang indah. Aku tidak bisa meminta lebih dari ini.


Jiho: *(berdiri dan mengulurkan tangannya)* Ayo, mari kita pergi.


*(Mereka berdua berdiri dan meninggalkan restoran dengan tangan tergenggam erat. Saat mereka berjalan kembali ke tempat mereka menginap, mereka menikmati keheningan malam yang tenang.)*


Aria: *(menyandarkan kepalanya di bahu Jiho)* Terima kasih telah mengatur semuanya, Jiho. Malam ini adalah salah satu yang akan selalu aku kenang.


Jiho: *(mengelus rambut Aria dengan lembut)* Kamu layak mendapatkan malam yang istimewa. Kamu adalah bagian terindah dalam hidupku.


*(Ketika mereka tiba di tempat mereka menginap, Jiho mengambil tangan Aria dan menatap matanya dengan tulus.)*


Jiho: *(lembut)* Aria, aku berjanji akan selalu merayakan cinta kita dan menjaga janji abadi kita. Kamu adalah cinta sejatiku.


Aria: *(tersenyum penuh cinta)* Dan kamu adalah segalanya bagiku, Jiho.


*(Malam berlanjut dengan momen yang indah, di mana mereka saling berbagi cinta dan mengukir kenangan yang tak terlupakan. Dalam dekapan satu sama lain, mereka merasa seperti tak ada yang bisa mengganggu kedamaian dan kebahagiaan mereka.)*

__ADS_1


__ADS_2