
*(Setelah momen indah perenewal sumpah pernikahan, Aria dan Jiho terus mengisi hari-hari mereka dengan canda, tawa, dan cinta yang mendalam. Suatu hari, Jiho merencanakan sebuah kejutan tak terduga untuk Aria.)*
*(Aria duduk di ruang tamu, membaca buku. Jiho masuk dengan senyuman misterius.)*
Jiho: *(mengulurkan tangannya)* Aria, aku punya sesuatu untukmu.
Aria: *(tersenyum penuh tanda tanya)* Apa ini?
Jiho: *(memberikan kotak kecil kepada Aria)* Buka.
*(Aria membuka kotak dengan hati-hati dan terkejut saat melihat sepasang tiket konser di dalamnya.)*
Aria: *(terkejut)* Tiket konser? Tapi kita sudah menonton konser beberapa bulan yang lalu.
Jiho: *(tersenyum)* Aku tahu, tapi ini bukan konser biasa. Ini adalah konser yang mengingatkan kita tentang awal hubungan kita.
Aria: *(mengernyitkan dahi)* Apa yang kamu maksud?
Jiho: *(mengambil remote dan memutar video)* Lihat.
*(Video mulai memutar momen-momen awal Aria dan Jiho berkenalan, pertemuan pertama mereka di konser idol, hingga momen-momen romantis mereka selama perjalanan pernikahan mereka.)*
Aria: *(tersenyum penuh emosi)* Jiho, ini... ini adalah momen-momen yang indah.
Jiho: *(tersenyum lembut)* Aku ingin kita mengenang semua perjalanan ini dan merasakan kembali getaran awal cinta kita.
Aria: *(tersenyum sambil mengusap air mata bahagia)* Kamu selalu tahu bagaimana membuatku merasa istimewa.
Jiho: *(mengambil tangan Aria)* Dan masih ada satu lagi kejutan untukmu.
*(Jiho membuka sebuah kotak kecil lagi dan mengeluarkan kalung berliontin yang indah.)*
__ADS_1
Aria: *(terkejut)* Jiho, ini adalah kalung yang cantik sekali!
Jiho: *(tersenyum)* Kalung ini adalah simbol cintaku padamu. Setiap kalung ini adalah pengingat tentang momen-momen penting dalam hubungan kita.
Aria: *(tersenyum penuh kebahagiaan)* Aku akan mengenakannya dengan bangga.
Jiho: *(mengenakan kalung itu di leher Aria)* Kamu adalah cahaya dalam hidupku, Aria. Aku ingin kamu selalu merasa diingatkan tentang betapa pentingnya kamu bagiku.
Aria: *(tersenyum sambil mencium pipi Jiho)* Terima kasih, Jiho. Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan tanpamu.
Jiho: *(menggenggam tangan Aria erat)* Aku juga merasa sama. Kita adalah tim yang sempurna.
*(Mereka duduk bersama, menikmati momen kebersamaan yang penuh makna. Aria melihat video dan mengenakan kalung sambil tersenyum bahagia.)*
Aria: *(tersenyum)* Jiho, kamu benar-benar tahu cara membuat setiap momen menjadi lebih spesial.
Jiho: *(tersenyum penuh cinta)* Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu. Kamu pantas mendapatkan semua hal indah dalam hidup ini.
*(Dalam kejutan ini, Jiho berhasil membuat Aria merasa sangat dicintai dan dihargai. Mereka mengukuhkan hubungan mereka dengan ungkapan cinta yang dalam dan upaya yang tulus. Setiap momen bersama mereka terus menjadi petualangan yang indah dalam perjalanan pernikahan mereka.)*
*(Beberapa minggu berlalu, Aria dan Jiho tetap menjalani kehidupan pernikahan yang indah. Namun, seperti setiap pasangan, mereka juga menghadapi tantangan dan pertengkaran kecil. Suatu malam, ketika langit gelap dan bintang-bintang bersinar, mereka duduk di ruang tamu, tampaknya dalam suasana hati yang tegang.)*
Aria: *(menggenggam cangkirnya)* Jiho, apakah kamu sedang sibuk belakangan ini?
Jiho: *(menghela napas)* Ya, aku memang sibuk dengan jadwal latihan dan pekerjaanku.
Aria: *(mengernyitkan dahi)* Aku merasa seperti kamu tidak lagi memiliki waktu untukku.
Jiho: *(berusaha menjelaskan)* Tidak begitu, Aria. Aku tahu aku sibuk, tapi aku selalu mencoba untuk menghabiskan waktu bersamamu.
Aria: *(memandangnya dengan penuh emosi)* Tapi apakah waktu bersamamu hanya fisik? Apakah kamu benar-benar ada di sini?
__ADS_1
Jiho: *(terdiam sejenak)* Aku tahu aku bisa lebih baik dalam memberikan perhatian kepadamu.
Aria: *(suara gemetar)* Jiho, aku hanya ingin merasa seperti prioritas bagimu, seperti yang dulu.
Jiho: *(menggenggam tangan Aria)* Kamu adalah prioritas bagiku, Aria. Aku tidak ingin kamu merasa diabaikan.
Aria: *(mengusap air mata yang jatuh)* Aku hanya merasa kadang-kadang kita seperti hidup dalam dunia yang berbeda.
Jiho: *(mencoba menenangkannya)* Aku janji akan lebih berusaha lagi, Aria. Kita bisa bekerja sama untuk mengatasi masalah ini.
Aria: *(tersenyum lembut)* Terima kasih, Jiho. Aku hanya ingin kita selalu terbuka satu sama lain.
Jiho: *(menggenggam tangan Aria erat)* Aku juga ingin itu. Kita tidak boleh biarkan masalah ini mengganggu hubungan kita.
*(Dalam momen-momen seperti ini, Aria dan Jiho belajar untuk saling mendengarkan dan memahami perasaan satu sama lain. Meskipun mereka bertengkar, mereka tetap berusaha untuk mencari solusi bersama.)*
Aria: *(mengelus pundak Jiho)* Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan dan impianmu. Aku hanya ingin kamu tetap ingat tentang kita.
Jiho: *(menatap Aria dengan tulus)* Kamu adalah impianku, Aria. Dan aku akan selalu berusaha untuk menjaga hubungan kita tetap kuat.
Aria: *(tersenyum penuh cinta)* Itu yang ingin aku dengar.
Jiho: *(mengusap pipi Aria lembut)* Aku berjanji akan lebih baik, untuk kita.
*(Mereka duduk berdampingan, merenungkan momen pertengkaran kecil yang baru saja mereka hadapi. Meskipun tidak selalu mudah, mereka tahu bahwa setiap tantangan adalah bagian dari perjalanan pernikahan mereka.)*
Aria: *(menggenggam tangan Jiho erat)* Kamu tahu, kita selalu bisa mengatasi masalah ini bersama.
Jiho: *(tersenyum penuh keyakinan)* Kita adalah tim yang tak terpisahkan. Dan setiap rintangan hanya akan membuat kita lebih kuat.
*(Saat malam berlanjut, Aria dan Jiho berbicara dan berbagi cerita dengan lebih terbuka. Pertengkaran kecil ini menjadi momentum untuk mereka mendekatkan diri satu sama lain. Dalam cinta yang mereka bagi, mereka tahu bahwa mereka mampu mengatasi segala tantangan dan tetap bersama dalam kebahagiaan dan kesulitan.)*
__ADS_1