Nasib Menjadi Istri Idol

Nasib Menjadi Istri Idol
Pertengkaran Kecil


__ADS_3

*Perjalanan kehidupan pernikahan Aria dan Jiho terus berlanjut dengan canda dan tawa, tetapi kali ini, sebuah pertengkaran kecil membuat mereka merasa lebih dekat.*


*(Aria dan Jiho duduk di meja makan, selesai makan malam. Tumpukan piring kosong berada di depan mereka.)*


Jiho: *(mengernyitkan dahi)* Aria, sepertinya ini adalah tumpukan piring kosong yang cukup besar. Bukankah tugas kita untuk membaginya?


Aria: *(tersenyum penuh kepolosan)* Oh, maafkan aku, aku berpikir kita sedang bermain 'Siapa yang Bisa Meninggalkan Piring Kosong Terbanyak'!


Jiho: *(tertawa)* Bagaimana kamu bisa begitu lucu? Tapi mungkin kita bisa membagi tugas ini kali ini.


Aria: Tidak, biarkan aku yang melakukannya. Kamu sudah bekerja keras hari ini.


Jiho: Tapi kamu juga bekerja keras. Kita harus berbagi tanggung jawab.


*(Aria dan Jiho saling pandang dengan tanda tanya di mata mereka.)*


Aria: *(tersenyum cerdik)* Bagaimana jika kita mencari cara unik untuk memutuskan siapa yang mencuci piring?


Jiho: Apa yang kamu maksud dengan cara unik?


Aria: *(mengambil dua dadu dari rak)* Mari kita lemparkan dadu. Jika aku mendapatkan angka genap, aku yang mencuci. Jika ganjil, kamu yang mencuci.


Jiho: *(menatap dadu dengan antusiasme)* Aku suka ide ini! Mari kita coba.

__ADS_1


*(Mereka melemparkan dadu dengan semangat, dan hasilnya adalah angka ganjil.)*


Aria: *(tersenyum kemenangan)* Tampaknya kamu harus mencuci piring malam ini, Jiho.


Jiho: *(mengangkat bahu dengan senyum lebar)* Tidak apa-apa. Setidaknya kamu memberikan warna pada rutinitas mencuci piring!


*(Saat Aria dan Jiho berdiri bersama di dapur, mereka berbicara sambil membersihkan piring.)*


Aria: Tapi sejujurnya, kita berdua harus saling mendukung dalam tugas-tugas rumah tangga.


Jiho: *(mengangguk setuju)* Benar, ini adalah bagian dari pernikahan. Dan aku sangat beruntung memiliki pasangan yang mau berbagi tanggung jawab dengan tulus.


Aria: *(tersenyum lembut)* Aku juga merasa beruntung. Kamu tahu, walaupun kita bisa bertengkar tentang siapa yang harus mencuci piring, kita selalu menemukan cara untuk membuatnya menjadi momen lucu.


*(Mereka berdua tertawa sambil melanjutkan membersihkan piring. Pertengkaran kecil ini mengingatkan mereka bahwa setiap konflik bisa diselesaikan dengan cara yang lebih positif dan ceria.)*


Aria: *(tersenyum penuh kasih)* Jiho, kamu tahu, meskipun kita mungkin memiliki pertengkaran kecil, aku tidak akan bisa memilih pasangan yang lebih baik dari kamu.


Jiho: *(menggenggam tangan Aria)* Dan aku berjanji akan selalu berusaha menjadi pasangan yang lebih baik setiap harinya. Kita saling melengkapi, Aria.


*(Dalam kedekatan dan canda ini, Aria dan Jiho merasa semakin terikat dalam cinta yang tulus. Meskipun pertengkaran mungkin terjadi, mereka selalu menemukan cara untuk menghadapinya dengan ceria dan penuh kasih.)*


*(Beberapa saat kemudian, saat matahari mulai tenggelam, Aria dan Jiho duduk bersama di teras rumah mereka. Udara sore yang sejuk menambah suasana yang santai.)*

__ADS_1


Jiho: *(mengambil tangan Aria)* Ini adalah momen yang sempurna untuk menikmati sore bersamamu.


Aria: *(tersenyum)* Benar sekali. Sore ini begitu indah.


Jiho: *(tersenyum penuh arti)* Sepertinya kita belum berbicara tentang rencana-rencana kita selanjutnya, bukan?


Aria: *(mengernyitkan dahi)* Apa yang kamu maksud, Jiho?


Jiho: *(tersenyum misterius)* Aku punya ide. Bagaimana jika kita merencanakan liburan ke pantai? Kita bisa menikmati matahari terbenam, berjalan-jalan di pasir, dan menikmati waktu bersama.


Aria: *(matanya berbinar-binar)* Itu adalah ide yang luar biasa! Aku selalu ingin menghabiskan waktu bersamamu di pantai.


Jiho: *(tersenyum lebar)* Aku tahu kamu suka pantai. Ayo, kita atur rencananya.


*(Sambil mereka merencanakan liburan mereka, Aria mengenang pertengkaran kecil yang baru-baru ini terjadi.)*


Aria: *(tersenyum)* Ingat ketika kita bertengkar tentang mencuci piring?


Jiho: *(tertawa)* Bagaimana bisa aku lupa? Itu adalah momen yang membuatku tersenyum setiap kali aku mengingatnya.


Aria: *(tersenyum ceria)* Begitulah aku ingin mengenang setiap konflik kita. Sebagai momen yang bisa membuat kita tertawa dan lebih dekat.


Jiho: *(menggenggam tangan Aria erat)* Kamu selalu tahu bagaimana membuat setiap momen menjadi istimewa.

__ADS_1


*(Saat matahari semakin meredup, Aria dan Jiho tetap duduk di teras, mengobrol dan tertawa. Kebersamaan mereka dalam setiap momen kecil dan besar semakin mengukuhkan cinta mereka.)*


__ADS_2