
*Perjalanan kehidupan pernikahan Aria dan Jiho terus berlanjut dengan canda dan tawa, tetapi kali ini, sebuah pertengkaran kecil membuat mereka merasa lebih dekat.*
*(Aria dan Jiho duduk di meja makan, selesai makan malam. Tumpukan piring kosong berada di depan mereka.)*
Jiho: *(mengernyitkan dahi)* Aria, sepertinya ini adalah tumpukan piring kosong yang cukup besar. Bukankah tugas kita untuk membaginya?
Aria: *(tersenyum penuh kepolosan)* Oh, maafkan aku, aku berpikir kita sedang bermain 'Siapa yang Bisa Meninggalkan Piring Kosong Terbanyak'!
Jiho: *(tertawa)* Bagaimana kamu bisa begitu lucu? Tapi mungkin kita bisa membagi tugas ini kali ini.
Aria: Tidak, biarkan aku yang melakukannya. Kamu sudah bekerja keras hari ini.
Jiho: Tapi kamu juga bekerja keras. Kita harus berbagi tanggung jawab.
*(Aria dan Jiho saling pandang dengan tanda tanya di mata mereka.)*
Aria: *(tersenyum cerdik)* Bagaimana jika kita mencari cara unik untuk memutuskan siapa yang mencuci piring?
Jiho: Apa yang kamu maksud dengan cara unik?
Aria: *(mengambil dua dadu dari rak)* Mari kita lemparkan dadu. Jika aku mendapatkan angka genap, aku yang mencuci. Jika ganjil, kamu yang mencuci.
Jiho: *(menatap dadu dengan antusiasme)* Aku suka ide ini! Mari kita coba.
__ADS_1
*(Mereka melemparkan dadu dengan semangat, dan hasilnya adalah angka ganjil.)*
Aria: *(tersenyum kemenangan)* Tampaknya kamu harus mencuci piring malam ini, Jiho.
Jiho: *(mengangkat bahu dengan senyum lebar)* Tidak apa-apa. Setidaknya kamu memberikan warna pada rutinitas mencuci piring!
*(Saat Aria dan Jiho berdiri bersama di dapur, mereka berbicara sambil membersihkan piring.)*
Aria: Tapi sejujurnya, kita berdua harus saling mendukung dalam tugas-tugas rumah tangga.
Jiho: *(mengangguk setuju)* Benar, ini adalah bagian dari pernikahan. Dan aku sangat beruntung memiliki pasangan yang mau berbagi tanggung jawab dengan tulus.
Aria: *(tersenyum lembut)* Aku juga merasa beruntung. Kamu tahu, walaupun kita bisa bertengkar tentang siapa yang harus mencuci piring, kita selalu menemukan cara untuk membuatnya menjadi momen lucu.
*(Mereka berdua tertawa sambil melanjutkan membersihkan piring. Pertengkaran kecil ini mengingatkan mereka bahwa setiap konflik bisa diselesaikan dengan cara yang lebih positif dan ceria.)*
Aria: *(tersenyum penuh kasih)* Jiho, kamu tahu, meskipun kita mungkin memiliki pertengkaran kecil, aku tidak akan bisa memilih pasangan yang lebih baik dari kamu.
Jiho: *(menggenggam tangan Aria)* Dan aku berjanji akan selalu berusaha menjadi pasangan yang lebih baik setiap harinya. Kita saling melengkapi, Aria.
*(Dalam kedekatan dan canda ini, Aria dan Jiho merasa semakin terikat dalam cinta yang tulus. Meskipun pertengkaran mungkin terjadi, mereka selalu menemukan cara untuk menghadapinya dengan ceria dan penuh kasih.)*
*(Beberapa saat kemudian, saat matahari mulai tenggelam, Aria dan Jiho duduk bersama di teras rumah mereka. Udara sore yang sejuk menambah suasana yang santai.)*
__ADS_1
Jiho: *(mengambil tangan Aria)* Ini adalah momen yang sempurna untuk menikmati sore bersamamu.
Aria: *(tersenyum)* Benar sekali. Sore ini begitu indah.
Jiho: *(tersenyum penuh arti)* Sepertinya kita belum berbicara tentang rencana-rencana kita selanjutnya, bukan?
Aria: *(mengernyitkan dahi)* Apa yang kamu maksud, Jiho?
Jiho: *(tersenyum misterius)* Aku punya ide. Bagaimana jika kita merencanakan liburan ke pantai? Kita bisa menikmati matahari terbenam, berjalan-jalan di pasir, dan menikmati waktu bersama.
Aria: *(matanya berbinar-binar)* Itu adalah ide yang luar biasa! Aku selalu ingin menghabiskan waktu bersamamu di pantai.
Jiho: *(tersenyum lebar)* Aku tahu kamu suka pantai. Ayo, kita atur rencananya.
*(Sambil mereka merencanakan liburan mereka, Aria mengenang pertengkaran kecil yang baru-baru ini terjadi.)*
Aria: *(tersenyum)* Ingat ketika kita bertengkar tentang mencuci piring?
Jiho: *(tertawa)* Bagaimana bisa aku lupa? Itu adalah momen yang membuatku tersenyum setiap kali aku mengingatnya.
Aria: *(tersenyum ceria)* Begitulah aku ingin mengenang setiap konflik kita. Sebagai momen yang bisa membuat kita tertawa dan lebih dekat.
Jiho: *(menggenggam tangan Aria erat)* Kamu selalu tahu bagaimana membuat setiap momen menjadi istimewa.
__ADS_1
*(Saat matahari semakin meredup, Aria dan Jiho tetap duduk di teras, mengobrol dan tertawa. Kebersamaan mereka dalam setiap momen kecil dan besar semakin mengukuhkan cinta mereka.)*