NERIYA

NERIYA
V-1 C-1 P-1"Sentrik"


__ADS_3

Dari salah satu bagian kota Magnum, District 1, seorang gadis tengah berlari sekuat tenaganya membawa sebuah koper dengan mempertaruhkan nyawanya mencoba kabur dari komplotan Mafia yang begitu terkenal di District 1.


Para komplotan Mafia yang tengah mengejar sang gadis mereka sangat lah terkenal District 1. Mereka terkenal karena sering mengenakan setelan baju yang sangat rapih sebagai ciri khas dari mereka.


Hanya saja setelan baju mereka terlalu rapih untuk para Mafia yang menjadikan setiap kolong jembatan sebagai markas. Mereka benar-benar menjadikan bagian bawah dari sebuah jembatan sebagai sebuah markas, sebuah kolong jembatan.


Disaat memasuki musim hujan mereka berhenti menjadi komplotan Mafia. Karena disaat itulah setiap markas yang mereka punya tenggelam oleh air sungai yang meluap, termasuk markas besar yang mereka punya. Dan pada saat itulah para komplotan Mafia tersebut akan beralih profesi menjadi seorang Penjahit, sampai setiap markas yang mereka punya kembali seperti normal, atau lebih tepatnya segara setelah luapan air dari sungai menghilang dan sungai kembali tenang.


Mereka cukup terkenal sebagai seorang Penjahit, dan juga mereka memiliki beberapa cabang di Distirct 1. Meskipun mereka hanya buka ketika memasuki musim hujan. Tapi baju-baju buatan mereka sudah sangat terkenal hingga ke seluruh bagian District yang ada.


Tapi meskipun begitu, komplotan Mafia tersebut terkenal juga akan kekejamannya yang sangat ditakuti oleh para penduduk District 1. Tidak ada satu orang pun yang berani macam-macam dengan komplotan Mafia tersebut.


Jika pun ada satu orang yang berani mencampuri urusan mereka, maka nyawa orang itu sudah dipastikan tidak akan pernah bisa bertahan sampai 1 hari.


Mereka menamai komplotan mereka sendiri dengan nama "Sentrik".


"Ahhhgg... Sialan! Sialan! Sialan! Harusnya aku tidak mengangkat teleponnya dari dia tadi pagi!!" ujarnya, dengan terengah-engah bersusah payah berlari menjauhi terus komplotan Mafia Sentrik tersebut.


Dengan situasi yang semakin terdesak. Dia akhirnya menggunakan sebuah keistimewaan yang hanya dimiliki olehnya untuk mencoba terlepas dari komplotan Mafia tersebut. Keistimewaan tersebut terletak pada matanya, atau jauh lebih tepat pengelihatannya.


Ia mampu untuk melihat seseorang atau benda dari jarak yang sangat jauh dengan jelas tanpa ada masalah. Ia mampu melihat sejauh 15 Kilometer dari tempatnya dia berpijak. Sama seperti pengelihatan elang yang digunakan untuk berburu. Tapi dia menggunakannya untuk meloloskan diri. Dengan kemampuan yang dia punya itu, dia mampu untuk melihat para komplotan Mafia yang mencoba untuk mencegatnya dari depan dari jarak yang jauh, kemudian melihat ke arah mana yang aman untuk dirinya agar tidak tertangkap oleh komplotan Mafia Eksentrik tersebut.


"Sejauh mana aku harus berlari sampai aku bisa terlepas dari mereka?" pikirnya, dengan kebingungan sambil terus berlari menghindari komplotan Mafia Sentrik.


Seperti tidak punya pilihan lain lagi yang bisa ia lakukan. Sang gadis hanya terus berlari mencoba agar tidak tertangkap oleh komplotan Mafia Sentrik.


Pada saat ia sedang melihat ke arah mana selanjutnya ia harus berlari dari jarak yang jauh. Dia melihat sebuah gang dimana para Mafia sama sekali tidak pernah menyadari bahwa ada sebuah gang di sana. Sang gadis berpikir bahwa para Mafia tidak akan menyadari jika dia bersembunyi didalam gang tersebut.


Ini adalah Sebuah pertaruhan. Sang gadis menyadari bahwa tidak ada bukti yang kuat untuk membenarkan firasatnya.

__ADS_1


Tapi dia sudah tidak punya pilihan. Dia tidak bisa terus-terusan berlari karena cepat atau lambat dia akan tertangkap.


"Tidak ada pilihan!" Pikirnya.


Akhirnya, sang gadis memutuskan untuk berencana masuk kedalam gang tersebut, kemudian bersembunyi untuk sementara dan beristirahat sebisa mungkin.


Sang gadis pun memulai rencananya. Dia tidak bisa langsung masuk kedalam gang tersebut, karena pastinya mereka akan segara mengetahui karena melihat dia masuk kedalam gang tersebut, dan rencana pun gagal.


Pertama dia harus bisa mengecoh atau setidaknya bisa menghambat pergerakan para komplotan Mafia yang mencoba menangkap nya dari belakang dengan sesuatu.


Tentu saja sang gadis juga memperhitungkan dengan para komplotan Mafia yang tengah berusaha mencegatnya dari arah depan, tapi dia tidak mengkhawatirkan hal itu, karena jarak mereka dengan dia cukup jauh.


Dewi keberuntungan tengah bersamanya, sang gadis melihat sebuah tumpukan kotak yang berisikan buah di depannya, sebuah kesempatan, dia berlari menuju ke arah tumpukan kotak tersebut dan hendak langsung menjatuhkannya, disaat dia sudah siap untuk menjatuhkan kota buah tersebut, dia mencium sesuatu dari kotak buah tersebut, bau yang sangat khas, dia mengenalinya kemudian tersenyum dengan lebar.


Tanpa berpikir lebih lama dia langsung menjatuhkan kotak itu dengan menendangnya tepat ke arah para komplotan Mafia yang mengejar nya. Tendangan itu tidak membuat kotak buah hancur melainkan membuat buah didalam kotak tersebut terguncang kuat dan membuat kotak tersebut hancur dan menjatuhi para Mafia. Para mafia itu sedang beruntung, mereka semua kejatuhan buah durian dengan ukuran yang besar. Di berapa kepercayaan kejatuhan buah durian bisa membawa keburuntungan.


Tanpa pikir panjang dia langsung masuk kedalam gang tersebut, dengan terengah-engah dia melihat ke arah kiri dan kanannya, melihat apakah ada yang berhasil mengejar nya, dan memastikan bahwa dia telah aman. Tidak ada yang mengejarnya. Dia aman untuk sementara.


"Apa yang sebenarnya isi koper ini?" Tanya dia dengan melirik ke arah koper tersebut.


Tapi kemudian...


*Tininininini... Tinininininini... Tininininini....


Suara ringtone dari headphone milik dia sendiri hampir saja membuat jantung miliknya copot. Sebuah panggilan telepon. Dengan perasaan kesal dia langsung merogoh saku didalam jaketnya untuk mengambil headphone nya, dia meraih headphone milikinya dan langsung mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang menelepon nya.


"Bagaimana keadaan mu di sana, Alice?" Tanya seseorang dengan nada yang santai lewat telepon.


"Sangat buruk! Seharusnya aku mengabaikan telepon mu tadi pagi!!" Jawab Alice dengan kesal.

__ADS_1


"Tenanglah, Alice. Aku tahu kau masih kelelahan, jadi aku saran kan jangan terlalu berteriak, dan atur kembali nafas mu." Timpalnya.


"Apa isi dari koper ini sebenarnya, Ketua?" Tanya Alice dengan mencoba terus untuk mengatur kembali nafasnya.


"Tentu saja di dalamnya adalah baju. Baju pesanan ku." Jawab Ketuanya.


Alice hanya terdiam mendengarnya, dia melihat kesamping dan melihat sebuah tong sampah yang cukup besar didekat nya, dia mulai berpikir untuk menaruh koper ini didalam tong sampah tersebut, tapi tepat sebelum dia ingin melakukan nya, Ketua-nya kembali berbicara.


"Aku tahu kamu mungkin kesal, tapi lebih baik tenangkan dirimu untuk menyelesaikan tugas ini."


"Kau sama sekali tidak tahu apa-apa, Ketua." Dengan menarik nafas yang cukup panjang, Alice kini mulai kembali tenang, "Aku mengerti. Sekarang, apa isi dari koper ini, Ketua?"


"Selain baju yang aku pesan, didalamnya terdapat sebuah Chip." Jawab Ketua-nya, dengan nada yang serius.


"Sebuah Chip? Chip apa?"


"Ya, didalamnya terdapat Chip untuk sebuah bom."


"Apa sebuah bom?! Kau tidak bercanda kan, Ketua?!"


"Aku serius, Alice."


Alice terkejut mendengar nya, tapi setelah mendengar penjelasan nya, semuanya kini menjadi masuk akal bagi Alice. Alasan kenapa kelompok Mafia itu terus mengejar nya hampir separuh District 1.


"Aku akan menjelaskan tentang tugas mu. Tugas utama mu adalah mengirimkan koper yang kamu bawa kepada Yampiee untuk mengamankan Chip nya." Ujar Ketua-nya, dengan nada yang serius dan tegas kepada Alice, berbeda dengan seperti dia menelepon di awal. "Maafkan aku karena telah mengganggu mu di waktu libur, Alice, tapi aku tidak punya pilihan. Eiri akan membantu dalam tugas mu kali ini. Apakah kau bisa menerima tugas ini, Alice?"


Alice kembali menarik nafas, dia kemudian berdiri, dan menggenggam erat koper itu kembali, dengan membersihkan celana nya yang kotor tertutup oleh debu, kemudian Alice memberikan jawaban. "Aku menerimanya."


Sang Ketua tersenyum mendengar nya. "Sebutkan ikrar mu untuk menerima tugas ini, Alice Trifany, dari NERIYA!" Perintahnya, dengan nada tegas.

__ADS_1


"Aku, Alice Trifany, dari NERIYA! Bersedia menerima tugas untuk memberi cahaya bagi siapapun di Kota Magnum!!" Jawab, Alice dengan lantang.


__ADS_2