NERIYA

NERIYA
V-1 C-1 P-9 "Kehebatan: 3"


__ADS_3

"Silahkan, ini wine nya, tuan." Ujar si Bartender, memberikan gelas yang berisi wine kepada Neil.


Neil langsung mengambil gelas minuman tersebut, kemudian membalasnya dengan sedikit anggukan dan juga senyum yang ramah. Si Bartender kemudian pergi meninggalkan Neil, Alice dan juga Eiri.


Segera setelah si bartender pergi Neil mulai memainkan gelas minumannya. Ia mengangkat gelas minumannya kemudian sedikit memutar-mutar kan gelasnya, lalu ia mendekatkan gelasnya dan mencium aroma wine nya dengan pelan, setelah semua itu akhirnya Neil mulai meminum wine nya. Itu semua dilakukan oleh Neil hanya untuk satu hal, yaitu menggoda Eiri.


Tapi Eiri sendiri masih tetap diam dan terlihat tidak menunjukkan emosi sama sekali, ia terlihat seperti tidak peduli dengan apa yang dilakukan Neil. Begitu juga dengan Alice yang terlihat sama tidak pedulinya dengan Eiri. Alice sudah tidak peduli lagi dengan apa yang akan menimpa Neil nantinya. Mereka bertiga tetap duduk dengan tenang menikmati minumannya masing-masing.


Sampai...


"Permisi, tuan." Ujar salah seorang penjaga sembari menepuk bahu Neil dari belakang.


"Ya, apakah ada yang bisa aku bantu?" Tanya Neil.


"Sebelumnya, kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, tuan, tapi bolehkah kami untuk memeriksa pakaian yang anda kenakan?" Pinta si Penjaga dengan sopan.


"Maaf?"


"Hanya Jas yang tengah anda kenakan saja, tuan."


"... Baiklah." Neil menurut.


"Terima kasih atas, tuan."


Neil kemudian berdiri dan melepaskan jas nya dengan tenang lalu memberikan jasnya kepada penjaga tersebut. Penjaga tersebut menerima jas Neil kemudian meminta izin untuk pamit dengan ramah agar bisa memeriksa jas milik Neil bersama rekannya. Neil terdiam untuk sesaat, dan melihat kearah rekannya yang tengah berdiri lumayan jauh didepannya, lalu ia melihat kembali ke arah penjaga tersebut dan memperbolehkannya. Penjaga tersebut pun pergi dengan sopan. Segera setelah penjaga tersebut pergi. Yampiee kemudian menghubungi mereka bertiga.


"Fase kedua dimulai."


"Tepat waktu." Respon Neil.


"Akhirnya..." Alice merespon dengan lemas.


"Yampiee, bisakah kau nanti sedikit membantu ku?" Pinta Neil.


"Ya?"


"Tolong kau matikan semua lampu yang ada di mansion ini? Tidak, cukup ruang tengah saja, tidak, bar saja sudah cukup untuk beberapa detik?"


"Hah? Permintaan mu sangat tidak jelas. Jadi kau ingin aku mematikan lampu yang ada dimana?"

__ADS_1


"Matikan semua lampu yang ada di mansion untuk 1 detik." Eiri tiba-tiba menyela dan memerintah kepada Yampiee dengan ekspresi muka yang datar namun suaranya tegas.


"1 detik, kah..." Gumam Neil dengan tersenyum, sesaat melirik ke arah Eiri yang terlihat masih menunjukkan ekspresi datar.


"Neil?" Tanya Yampiee.


"Itu sudah cukup." Jawab Neil dengan percaya diri dan ekspresi muka yang terlihat tenang dan santai.


"Baiklah."


"Aku sudah memperingatkan mu..." Ungkap Alice didalam hatinya sembari menikmati minumannya.


Setelah cukup lama memeriksa Jas milik Neil bersama dengan rekannya penjaga tadi kembali menghampiri Neil sembari membawa Jasnya. Sementara itu rekannya mulai melaporkannya kepada yang lain melalui alat komunikasi nya. Neil memperhatikan gerakan bibir rekannya itu untuk bisa mengetahui apa yang dia laporkan kepada rekan-rekannya yang lain. "Ya, kami telah menemukannya, ya, ini sesuai dengan ciri-cirinya.... Baik." Lapornya.


"Sepertinya mereka benar-benar menyadari hal ini, Neil." Kabar Yampiee


"Tentu saja mereka akan sadar." Ungkap Neil.


"Dengan begini fase ke dua benar-benar di mulai."


"Kau benar." Respon Neil dengan tenang.


"Yampiee, bisa kah kau memberitahu ku berapa banyak orang yang telah menerima laporan dari penjaga itu?" Tanya Alice tiba-tiba.


"Ya?"


"Benar sekali, berkat River dan juga Ketua seharusnya orang-orang yang berada dipusat keamanan sudah tidur dengan pulas sekarang, dan juga berkat Eiri yang telah menyelesaikan tugasnya sistem keamanan sudah berada di tangan ku sekarang." Ungkap Yampiee dengan yakin.


"Dan juga berkat diriku kan?" Tanya Alice kembali dengan percaya diri.


Yampiee hanya diam dan tidak merespon perkataan Alice sama sekali.


"Kau benar-benar jahat, Yampiee.." Ungkap Alice dengan tersedu-sedu.


"Jadi berapa orang yang telah menerima laporan itu darinya?" Neil tiba-tiba ikut bertanya.


"Kau ingin tahu? Apakah memberi tahukan hal itu akan berpengaruh kepada mu?" Yampiee merespon dengan nada yang terdengar mengejek.


"Tentu saja tidak. Tidak akan ada yang berubah. Sebanyak apapun mereka datang untuk mengepung ku, mereka tidak akan pernah bisa menangkap ku." Neil menanggapinya dengan sangat percaya diri.

__ADS_1


"Tcih, sombong sekali. Ya, walaupun aku tahu itu adalah hal yang benar dan lagi jika kau sampai tertangkap maka misi ini bisa jadi sangat berbahaya nanti."


Neil menanggapinya dengan tawa yang percaya diri. Dan sesaat kemudian para penjaga sudah mengepung bar tersebut. Mereka tidak terlalu terang-terangan menampakkan diri mengepung Neil. Beberapa penjaga diam dan berbaur bersama para tamu agar tidak menimbulkan kegaduhan. Sisanya menapakkan diri di hadapan Neil.


"Hitungan ke tiga aku akan mematikan lampunya." Kabar Yampiee.


"Terima kasih atas kerjasamanya, tuan." Ungkap si penjaga dengan sopan sembari menyodorkan jas milik Neil.


"1..." Yampiee mulai menghitung.


"Bolehkah kami tahu dimana anda bisa mendapatkan jas ini, tuan?" Tanya si Penjaga.


"Tentu saja aku mendapatkannya dari kalian."


"2..."


"Saya serius, Tuan." Tegas si penjaga, dan rekannya yang lain mulai ikut maju.


"Aku benar-benar mendapatkannya dari kalian, sungguh..." Ujar Neil sembari mengangkat kedua tangannya ke atas dan raut wajah mulai terlihat panik.


"3..." Hitungan selesai.


Neil menurunkan kedua tangannya, dan menghilangkan wajah paniknya dengan senyuman yang lebar.


"Benar. Aku mendapatkannya setelah berhasil mencurinya dari kalian." Ungkap Neil.


Neil hanya berpura-pura. Mendengar hal itu sontak para penjaga dengan segara maju dan mencoba untuk menangkap Neil. Namun Yampiee langsung mematikan semua lampu mansion selama satu detik. Sesuai dengan perintah yang di berikan oleh Eiri sebelumnya.


Satu detik lampu dimatikan, kemudian kembali dinyalakan, dan ketika seluruh mansion telah kembali terang, Neil sudah menghilang di tempat. Sontak para penjaga terbelak keheranan, mereka benar-benar dibuat terdiam dengan apa yang terjadi dihadapan mereka. Disaat para penjaga yang lain mencoba untuk mencerna apa yang telah terjadi. Salah satu penjaga kemudian maju dan menemukan secarik kertas diatas kursi milik Neil dengan jas yang sudah terlipat rapih diatasnya.


"Fang mich, wenn du kannst..." isi kertas tersebut.


Penjaga tersebut kemudian menjadi geram. Disaat dia ingin memberi perintah untuk segera mencari penyusup tersebut. Tiba-tiba sebuah laporan datang.


"Ada penyusup di ruang bawah tanah!! Ada penyusup diruang bawah tanah!!" Laporan tersebut tiba-tiba terputus.


Penjaga tersebut benar-benar marah. Disaat dia menoleh kearah kursi Alice dan Eiri untuk mengintrogasi mereka, karena mereka berdua sebelumnya terlihat mengobrol dengan Neil. Baik Alice dan Eiri sudah menghilang dari tempat duduk mereka. Dan laporan lain tiba-tiba masuk...


"Ruang keamanan telah dibobol oleh seseorang! Semua penjaga yang bertugas dalam keadaan tidak sadar!! Keamanan kita juga telah diretas oleh seseorang!!"

__ADS_1


Laporan informasi tiba-tiba mulai bermunculan dari rekan-rekannya. Dengan segara penjaga tersebut kemudian memberikan perintah dengan tegas kepada semua rekannya.


"TANGKAP SEMUA PENYUSUP ITU!!" Penjaga tersebut benar-benar kehabisan ide untuk memberikan perintah.


__ADS_2