
"Kau tengah bercanda sekarang kan, Eiri? Apakah harus mengenekan pakaian ini?" Ujar Yampiee, dengan perasaan yang tidak enak dan tidak percaya diri karena melihat dirinya lewat pantulan kaca yang dia ambil dari gudang Kantor.
"Tentu saja, kelihatannya itu cukup bagus untuk mu, kamu terlihat cantik dengan itu." Jawab Eiri.
"Hah? Apa maksudmu!? Memangnya kau bisa melihat ku sekarang?" Tanya Yampiee dengan terkejut dan sedikit malu mendengar jawaban dari Eiri.
"Aku bisa, bahkan disaat Aku mulai menelpon mu, Aku sudah melihat ke arah mu." Jawab Eiri. "Mataku bisa melihat lebih jauh dari apa yang kamu lihat sekarang, Yampiee."
"Guru murid sama saja." Gumam Yampiee, dengan berjalan mendekati pintu Kantor, dia menarik nafas yang panjang, kemudian menghembuskannya kembali, Yampiee pun membuka pintu kemudian berjalan keluar untuk memjemput paket dari Alice "Baiklah, ini adalah saatnya, Aku rasa..."
Alice masih terus berlari dari kejaran para Mafia yang kini bahkan jauh lebih membabi buta, beberapa dari mereka terus menembaki Alice dengan pistol yang mereka bawa. Dengan insting, pelatihan, dan pengalaman yang telah di alami dan di pelajari setelah bergabung dengan NERIYA, Alice bisa menghindari setiap peluru yang terus mengarah kepadanya dari arah belakang hanya dengan mendengarkannya saja, dan dengan kemampuan pengelihatannya yang tajam dia terus melihat ke depan untuk melihat jalan terbaik agar bisa terlepas kembali dari para komplotan mafia Sentrik.
Alice melihat sebuah gang di depannya, dia sudah tahu setiap jalan gang di District 1, karena itu adalah pelatihan pertama Alice semenjak bergabung dengan NERIYA. Tanpa basa-basi dia langsung berbelok ke kanan dengan tajam, masuk kedalam gang, para komplotan Mafia tersebut dengan sigap mengikuti Alice, itu adalah gang yang cukup sempit, sebelum memasuki gang, para mafia mencoba menembaki Alice di gang tersebut, mereka sadar kini Alice tidak memiliki banyak ruang untuk menghindar, tapi Alice sudah memperkirakannya, di depannya ada sebuah belokan, Alice dengan cepat berhenti kemudian melompat ke sisi kiri, mendarat sambil melakukan roll depan, lalu kemudian berlari kembali, masuk jauh lebih dalam ke dalam gang.
Melihat hal itu para mafia itu berhenti menembak, dan mulai membagi sebagian dari mereka menjadi beberapa kelompok untuk berpencar, masing-masing dari mereka ada yang masuk kedalam gang untuk mengejar Alice, dan sisanya menunggu Alice di setiap jalan keluar gang yang mungkin akan Alice lalui.
Alice menyadari bahwa kali ini keadaannya jauh lebih buruk daripada mereka mencoba untuk mengejar dia sebelumnya, jumlah Mafia yang mengejarnya sekarang jauh lebih banyak, dan mereka semua kini sudah mulai serius untuk menangkap Alice dan mengambil Koper yang dia bawa.
__ADS_1
Mafia Sentrik bukan sekedar Mafia yang suka mencari gara-gara dimana-mana, mereka Mafia yang bertanggung jawab dengan tugas yang telah di berikan oleh pemimpin mereka, mereka memiliki tujuan, mereka memiliki komitmen yang kuat, mereka memiliki banyak anggota, mereka punya markas dimana-mana- di setiap kolong jembatan yang ada di District 1, mereka benar-benar Mafia yang tidak bisa dianggap remeh, Alice mengakui bahwa mereka, Sentrik, kini adalah ancaman.
Alice terus berlari didalam gang, setiap kali dia melihat belokan, dia akan masuk ke belokan tersebut, terus menerus seperti itu. Ini adalah rencana dari Alice untuk bisa mengecoh para komplotan Mafia Sentrik yang mengejarnya masuk ke gang. Alice sudah mengetahui setiap jalan yang biasa di lalui orang-orang, setiap jalan sepi, setiap gang, setiap arah dari saluran pembuangan air di seluruh District 1.
"Apa-apaan dengan wanita itu? Mengapa dia bisa sangat cepat?" Ujar salah satu anggota Mafia yang mengejar Alice, dengan kebingungan.
"Mungkin karena dia memang tidak biasa." Sahut salah satu rekannya yang sama mengejar Alice.
"Apa maksudmu dengan tidak biasa?" Tanya anggota Mafia yang lain.
"Apakah kamu masih ingat dengan anggota kita yang tergeletak tidak sadarkan diri di Taman tadi?"
"Ada yang berhasil Selamat dari itu. Dia hanya duduk di bangku dengan gemetar penuh ketakutan terus memegang kedua lututnya, dan keringat dingin terus bercucuran dari wajah. Aku bertanya kepadanya 'Apa yang telah terjadi!?' kemudian ia menjawabnya 'Semuanya terjadi dengan begitu cepat. Aku yakin, kami telah mengepungnya pada saat itu, tapi dia di di dia melumpuhkan kami hanya dengan satu pukulan saja.' dia bahkan menjawabnya dengan nada yang ketakutan, dan bahkan pandangannya terus tunduk ke bawah."
"Aku berusaha untuk membantunya agar berdiri, tapi kemudian dia kembali berkata kepada ku 'Ti ti tidak, jangan tarik Aku untuk berdiri, Aku sudah tidak kuat untuk berdiri, Aku tidak bisa berdiri. Karena dia, karena dia, telah membuat kaki lumpuh, Aku tidak bisa merasakan kedua kaki ku, Aku tidak bisa merasakannya sama sekali.' Aku sendiri tidak percaya dengan apa yang dia katakan. Aku langsung memeriksa kedua kaki-nya untuk mematiskan apakah wanita mematahkan kedua kaki-nya, tapi kedua kaki-nya sama sekali tidak apa-apa, kedua kaki-nya masih baik-baik saja. Aku berusaha meyakinkannya bahwa kedua kaki-nya baik-baik saja, tapi dia terus berkata bahwa dia tidak bisa merasakan kaki-nya sama sekali."
"Lalu kemudian dia kembali berkata kepada ku sekali lagi, 'Dia itu bukan orang yang biasa.' Wanita ini bukan orang biasa itu lah yang dia katakan, sekarang Aku bisa mengerti kenapa dia berkata seperti itu kepada ku."
__ADS_1
"Berhenti lah mengoceh kalian semua!! Tambah kecepatan lari kalian, dan cepat segera tangkap wanita itu!!" Teriak salah satu Mafia yang berada di paling depan memerintahkan anggota nya untuk segera menangkap Alice.
Alice masih meliuk-meliuk di setiap belokan di dalam gang, para mafia tersebut kini mulai jengkel melihat hal itu, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali memecah anggotanya menjadi beberapa bagian untuk mencegatnya didalam gang, masing-masing dari mereka mengambil jalan yang berbada dari yang di lalui oleh Alice dan sisanya terus mengikuti Alice. Ini sesuai dengan apa yang Alice ingin kan, mereka telah masuk ke dalam perangkap Alice.
Didepan Alice melihat belokan, tanpa pikir panjang dia langsung masuk kedalam gang tersebut. Para kelompok Mafia yang mengejarnya di belakang langsung mengikuti Alice memasuki belokan tersebut, tapi ketika mereka masuk kedalam belokan tersebut mereka langsung terkejut dan penuh keheranan, karena jalan yang Alice lalui dan di ikuti oleh para mafia tersebut adalah jalan buntu, tapi mereka tidak menemukan Alice sama sekali didalamnya.
"Kemana wanita itu pergi!?" Teriak salah satu anggota Mafia tersebut dengan penuh keheranan.
Disaat mereka kebingungan Alice kemudian turun di belakang mereka, para mafia yang menyadari bahwa Alice berada di belakang mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sudah terlambat, sebelum mereka berbalik untuk melihat ke belekang, Alice dengan cepat melumpuhkan mereka.
Manusia memiliki jarak pandang yang terbatas untuk melihat, mereka memiliki titik buta, Alice mengetahui hal itu dan dia memanfaatkan titik buta tersebut. Sesaat Alice masuk kedalam gang tersebut, Alice dengan cepat melompat ke sebuah pipa besi yang menggantung di atasnya, Alice kemudian naik sedikit lebih tinggi sehingga mereka tidak akan bisa melihat Alice saat mereka masuk kedalam gang yang buntu tersebut mereka akan terkejut karena Alice menghilang. Para mafia yang mengejar Alice di dalam gang hanya terus melihat lurus kepada Alice, mereka fokus untuk menangkap Alice sehingga mereka terus memperhatikan lurus kepada Alice, disaat sesuatu yang mereka kejar tiba-tiba menghilang mereka akan panik.
Disaat kepanikan mulai melanda mereka, Alice kemudian turun di belakang mereka, tidak menyianyiakan kesempatan untuk melumpuhkan mereka. Ini adalah rencana dari Alice. Alice punya kelebihan dengan pengelihatannya, dan dia sudah di latih untuk terus mengembangkan bakat yang dia punya untuk hal seperti ini.
Alice sudah selesai melumpuhkan mereka. Dia menarik nafas panjang dengan menutup kedua matanya dan menahan nafasnya untuk sesaat, dia mengingat dengan apa yang pernah dikatakan oleh Eiri disaat Alice berlatih kepadanya.
"Menarik nafas pendek dapat mempersempit pandangan mu, sedangkan menarik nafas yang panjang dapat memperluas pandangan mu, ingat itu baik-baik, Alice..."
__ADS_1
Alice menghembuskan kembali nafasnya, kemudian membuka kedua matanya dan melanjutkan berlari karena para mafia Sentrik masih belum menyerah untuk terus mengejar Alice.