NERIYA

NERIYA
V-1 C-1 P-10 "Kejutan."


__ADS_3

Disalah satu cabang toko pakaian milik Sentrik disebelah utara District 1, didalam ruangan kantor yang cukup mewah. Seseorang pria kurus berkumis dengan gaya rambut yang disisir ke belakang tengah berkomunikasi kepada anak buahnya dengan sangat marah karena penyusupan yang dilakukan oleh NERIYA.


"Kenapa kalian tidak bisa menangkap para penyusup tersebut! Dasar anak buah yang tidak berguna!!" Teriaknya dengan sangat kasar kepada anak buah nya sembari menggebrak meja dengan keras.


"Maafkan kami, tuan Tylio."


"Cepat tangkap para penyusup itu! Atau kalian akan aku tenggelamkan di sungai!!" Perintah pria tersebut dengan sangat kesal dengan terus menggebrak mejanya sampai retak.


"Baik, tuan." Respon mereka dengan tanggap, kemudian memutuskan saluran hubungannya.


"Tcihh, tidak berguna! Padahal tinggal sedikit lagi, andai saja mereka tidak datang...! Pasti... Pasti rencana ini akan berhasil!Terkutuk kalian NERIYA!!


Didalam mansion milik Sentrik.


"Kenapa kita ikut bersembunyi juga, Eiri?"


"Penjaga yang tadi sepertinya telah mengetahui penyamaran kita."


"Tunggu, apa maksud mu? Apa gaun yang tengah kita kenakan sekarang adalah gaun curian?"


"Tentu saja tidak. Ini adalah gaun yang dibeli secara legal dari mereka."


"Jadi kenapa kita bersembunyi?"


Eiri menghela nafas untuk sesaat sebelum menjawab pertanyaan Alice.


"Kamu masih perlu banyak belajar, Alice."


"Hah? Apa maksud-" Sebelum Alice menyelesaikan protesnya, Eiri dengan cepat menghentikannya dengan cara membungkam mulut Alice.


"Diam! Atau kita akan ketahuan!"


"Hmmmphhh"


"Kita tidak bisa terus bersama, akan berbahaya jika kita berdua tertangkap. Kita harus berpencar dan menyamar diantara kerumunan orang. Mengangguk lah jika kamu paham."


Alice mengangguk.


"Aku akan keluar pertama dari sini, kemudian kamu menyusul, kamu paham?"


Alice kembali mengangguk.

__ADS_1


"Anak pintar."


Eiri membuka kembali mulut Alice. Kemudian mengintip sedikit keluar dari ruangan penyimpanan alat-alat bersih untuk memastikan keadaan sekitar. Dirasa bahwa sudah aman, Eiri kemudian keluar dari ruangan tersebut dan disusul dengan Alice yang keluar juga, mereka berdua kemudian berpencar dan menyamar diantara para tamu.


Sementara itu, keberadaan Neil telah ditemukan oleh para penjaga dan mereka tengah berusaha untuk mengejarnya.


"Aku menemukannya! Dia disini!!" Teriak salah satu penjaga.


"Sentrik benar-benar hebat..." Puji Neil sembari terus berlari menjauhi para penjaga yang mengejarnya.


Di tempat yang lain diruang bawah tanah, para penjaga terus berdatangan kepada Ian dan River yang tengah mencoba untuk membobol ruang brankas.


"River!" Panggil Ian.


"Aku mengerti!"


River kemudian maju dan menerjang para penjaga dengan pukulannya hingga membuat mereka terpental kebelakang seperti diseret oleh aliran sungai yang deras hingga akhir nya kehilangan kesadaran.


Melihat kini ada celah, Ian kemudian bergegas maju ke depan menuju ke arah brankas tersebut, sementara River segera berbalik dan menahan para penjaga yang berada dibelakang.


Ian memperhatikan brangkas tersebut dengan seksama. Itu adalah Brankas yang sangat tebal. Ian bisa saja menghancurkan brankas tersebut tapi itu hanya akan menimbulkan kegaduhan dan kemungkinan besar akan membuat mansion milik Sentrik hancur karena bom yang berada didalam mansion tersebut akan ikut meledak. Satu-satunya pilihan adalah membukanya dengan cara manual, yaitu membukanya dengan kunci kombinasi, brankas tersebut memiliki dua kunci, dan untuk membukanya perlu memasukkan dua kombinasi kode yang dilakukan secara bersama-sama.


"Yampiee! Kau bisa mendengar ku!?"


"Ada apa, Ian?"


"Aku perlu bantuan untuk membuka kombinasi berangkas ini."


"Aku mengerti."


"Baiklah."


Yampiee mengambil salah satu kunci untuk membuka brankas tersebut. Ia kemudian meretasnya, dan berhasil menemukan kode kombinasi tersebut, sementara Ian mengambil kunci yang lain yang tidak mungkin bisa diretas oleh Yampiee.


Ian memerhatikan kearah tombol-tombol tersebut dengan seksama untuk melihat bekas sidik jari yang ada pada tombol. Ian melihatnya seperti sebuah tanda yang menyela diatas tombol, dengan itu Ian bisa mengetahui tombol mana saja yang telah di tekan. Ian melihat ada 5 angka digit yang ditekan; 0,1,2,4,7,9. Tapi untuk membuka brangkas tersebut harus memasukkan 10 digit angka. Ian menghela nafas sesaat dan mencoba berpikir untuk sejenak agar bisa menemukan kode kombinasi yang benar.


"Tanda di angka 4 dan 7 terlihat memiliki ketebalan yang sama dan jauh lebih tebal daripada angka yang lain, tapi tanda yang paling tebal diantara yang lain adalah angka 0. Kemungkinan besar angka 4 dan 7 ditekan dua kali dan angka 0 ditekan tiga kali; 0,0,0,1,2,4,4,7,7,9. Total semuanya adalah 10 digit. Tapi untuk kode kombinasinya..." Pikir Ian.


Dari banyaknya kemungkinan Ian akhirnya berhasil mempersempit dan memunculkan 3 kemungkinan kode kombinasi untuk brankas tersebut. Ian tidak bisa mengecek apakah 3 kemungkinannya benar atau salah. jika saja ia salah memasukan kode kombinasi tersebut sistem keamanan brankas akan kembali merubah kode kombinasinya dan itu hanya akan membuat misi ini menjadi semakin lama dan berbahaya.


"Yampiee, hubungkan aku dengan, Neil." Perintah Ian.

__ADS_1


"Baiklah." Yampiee dengan cepat langsung menghubungkan Ian dengan Neil.


"Neil! Apa kau bisa mendengar ku?" Panggil Ian.


"Ya, aku bisa mendengarnya dengan jelas. Ada apa?" Tanya Neil.


"Aku butuh bantuan mu memecahkan sandi untuk membuka brankas milik Sentrik." Jawab Ian.


"Hooh... Tunggu sebentar, Ian, kau jelaskan saja, aku mendengarkan." Pinta Neil, sembari melompat menghindari penjaga yang ada didepannya.


"Untuk membuka brankas ini aku harus memasukan kata sandi yaitu memasukkan 10 digit angka. Untuk angkanya sendiri adalah 0,0,0,1,2,4,4,7,7,9. Kau tahu kode kombinasi nya?" Ungkap Ian.


Neil terdiam untuk sesaat.


"Hmmmm... Apa orang yang memasukkan sandi itu kidal?"


"Iya, dia kidal."


"1,0,2,4,0,7,0,4,9,7"


"Hoohh... Jadi yang itu."


"Kau sendiri rupanya telah memikirkan jawabannya rupanya."


"Aku hanya menebak saja, dan akhirnya memunculkan tiga kemungkinan. Berbeda dengan mu, Neil. Kau memang pencuri, jadi membobol brankas yang bersandi bukan masalah untukmu."


"Benar sekali. Aku adalah pencuri terhebat di District 1, tidak ada yang tidak bisa aku curi."


"Iya, iya, aku sudah puas mendengarnya." Ian mematikan sambungannya dengan Neil. Kemudian memasukan kode sandri tersebut.


"Baik, Yampiee, hitungan ke tiga.1, 2, 3!"


Mereka memasukkan kode kombinasi tersebut secara bersamaan, dan tidak lama kemudian pintu brankas tersebut terbuka secara perlahan-lahan. Ian mengambil langkah mundur, sementara itu River yang telah sadar bahwa brankas tersebut telah terbuka kemudian dengan cepat melumpuhkan para penjaga yang lain dengan cepat agar bisa bergabung dengan Ian untuk mengambil bom dari brankas tersebut.


Baik Ian dan River dibuat terdiam ketika melihat isi dari brankas tersebut. Mereka berhasil menemukan bom tersebut didalam brankasnya, tapi mereka juga menemukan satu lagi didalamnya...


"Kejutan... Aku tidak menyangka kalian akan benar-benar datang." Sambut pemimpin Sentrik sembari tersenyum lebar ketika Ian dan River masuk kedalam brankas dengan keadaan terikat diatas kursi disamping bom yang berukuran raksasa.


"Devanky... Kau benar-benar..." Ian sudah mulai pasrah."


"Hehehehe" Sementara itu Pemimpin Sentrik menanggapi nya dengan tertawa riang.

__ADS_1


__ADS_2