
"Baiklah, hari ini misi kita adalah masuk kedalam mansion milik Mafia Sentrik- tunggu kenapa ini tidak bekerja apakah baterai remote nya habis?" Ujar Ian dengan terus memencet remote untuk menyalakan proyektor, dengan memakai trik membolak-balikkan baterai remote itu kembali menyala. " Akhirnya... Alice, River, tolong tutup jendelanya, cahayanya terlalu terang."
"Baik." Jawab Alice yang dengan segera menutup beberapa jendelanya dengan tirai.
"Kenapa kau tidak menyiapkannya dari awal sebelum rapat dimulai?" Protes River, menutup satu jendela di belakangnya saja.
"Seperti apa yang aku katakan tadi kita akan menyusup kedalam mansion milik Mafia Sentrik untuk mengamankan bom milik Sentrik."
"Sialan. Dia mengabaikan ku."
"Ketua!" Teriak Alice. "Bukankah kita sudah mengamankannya?"
"Berkatmu, Alice, kita telah mengamankan salah satu bagian terpenting yaitu Chip yang digunakan untuk menyalakan bom tersebut dari jarak yang jauh. Tapi kita sama sekali belum mengamankan bom tersebut, dan selama mereka masih memiliki bomnya keamanan District 1 dan kota Magnum masih dalam keadaan berbahaya."
Ian memencet tombol remote di tangannya, dan layar pun berubah.
"Ini adalah lokasi mansion milik Sentrik. Seperti yang bisa kalian lihat, mansion tersebut terletak di sebelah barat bagian District 1, dan mansion tersebut menjadi markas utama sekaligus menjadi rumah kediaman bagi pemimpin mereka, Fredrick Devanky Lutimi."
"Entah mengapa namanya terdengar cukup nyentrik." Gumam Alice. "Tunggu sebentar, Ketua."
"Yak, Alice?"
"Jika dilihat dari lokasinya bukankah itu berada tepat di sebuah jembatan? Aku tidak ingat ada sebuah mansion di jembatan tersebut."
"Lebih tepatnya mansion tersebut berada dibawahnya." Sahut Neil.
"Dibawah jembatan? Jangan-jangan..."
"Benar, di kolong jembatan." dengan jari telunjuk yang di arahkan kebawah dan nada yang menyakinkan.
"Serius..."
"Begitulah, Alice. Markas mereka memang berada di bagian bawah jembatan. Kolong jembatan." Ian membenarkan perkataan Neil, kemudian memencet tombol remote di tangannya dan layar proyektor kembali berubah. "Ini adalah denah dari mansion tersebut."
Anggota-anggota NERIYA memperhatikan denah tersebut dengan seksama. Bisa terlihat seberapa luas dan besar mansion yang dipunyai oleh mafia Sentrik dari denah yang ditampilkan dari layar proyektor tersebut. Neil yang melihat denah tersebut bersiul kagum karena besarnya mansion tersebut. Alice masih menunjukan ekspresi muka tidak percaya. Sementara Eiri, River, Yampiee melihat denah itu dengan ekspresi yang datar.
"Menurut informasi yang telah aku terima pemimpin mereka akan mengadakan sebuah pesta di mansion tersebut. Jadi, Alice, Eiri, dan Neil kalian akan masuk kedalam mansion tersebut sebagai seorang tamu. Aku bersama River akan masuk sebagai tamu tak diundang untuk mengamankan bom tersebut."
"Tunggu sebentar." River menyela. "Bagaimana kau bisa yakin bahwa bom itu berada didalam mansion?"
Ian kembali memencet tombol remotenya, dan layar proyektor berubah menjadi kumpulan foto. Foto-foto tersebut menunjukkan bagaimana para anggota mafia Sentrik sedang mengangkut sebuah kotak besi yang besar yang terlihat seperti sebuah brankas, juga beberapa foto yang menunjukan ketika beberapa anggota mafia Sentrik membuka kotak tersebut, dan terlihat jelas bahwa didalam kotak tersebut memang benar adalah sebuah bom.
"Aku memerintahkan Eiri dan juga Yampiee untuk melakukan pengintaian disekitar mansion tersebut selama 5 hari, dan ini lah hasil yang telah mereka dapatkan."
__ADS_1
River langsung melihat ke arah Eiri yang berdiri dengan tegap berada di dekat proyektor seolah ingin bertanya untuk memastikan. Eiri yang menyadari hal itu menjawabnya dengan satu anggukan datar, dan hal tersebut menjadi jawaban untuk keraguan River. River kemudian bersandar ke dinding dan mulai memperhatikan layar proyektor tersebut dengan terlihat sedikit lega.
Ian hanya tersenyum, dan menganggap bahwa wajar jika River sedikit merasa ragu, karena target mereka kali ini tidak bisa dianggap remeh.
Mereka adalah mafia. Berbeda dengan gangster-gangster jalanan yang bebas dan liar. Para mafia memiliki pemimpin, peraturan, dan juga hukum layaknya sebuah organisasi. Setiap anggota mereka dikekang oleh hal itu. Para anggota mafia memiliki ambisi, tekad, tujuan, dan berdedikasi untuk organisasi. Mereka tidak akan semena-mena membrodoli jalanan dengan peluru dan membuat kekacauan di kota. Jika memang pemimpin mereka memerintah kannya, hal semacam itu bisa sangat mudah untuk segera mereka laksanakan. Karena itu lah yang membuat para mafia sangat berbahaya.
Begitu juga dengan mafia Sentrik dari District 1. Mereka terkenal. Terkenal sebagai Mafia yang kejam dan juga keji di District 1 dan di seluruh enam District yang ada di kota Magnum sebagai Mafia yang paling nyentrik. Pakaian mereka begitu khas. Tidak ada yang tidak bisa mengenalinya. Mereka adalah mafia Sentrik.
"Bukankah ini terasa agak aneh?" Tanya Yampiee tiba-tiba. "Kenapa Sentrik yang biasanya passive sekarang merencanakan untuk meledakan sebuah bom di tengah kota."
"Apa yang aneh dari itu?" Tanya balik Alice dengan bingung.
"Ya, ini memang mencurigakan." Timpal River masih bersandar ke dinding. "Yampiee bagaimana keuntungan mereka saat musim hujan kemarin?"
"Keuntungan mereka sepertinya telah meningkat 5,9% dari tahun sebelumnya."
"Hei, Apa yang aneh dari itu? Beritahu aku." Tanya kembali Alice.
"Kalian memang ada benarnya." Sahut Neil dengan raut muka yang bermasalah. "Sentrik selama ini tidak pernah berbuat keributan di District 1. Kecuali jika itu menyangkut tentang penyelundupan senjata dan juga baju mereka yang dilakukan secara ilegal, tentu saja... Meskipun begitu Sentrik masih sama seperti kebanyakan mafia pada umumnya. Selama tidak ada yang mengganggu, mereka tidak akan membuat kekacauan."
"Hei, kenapa kalian mengabaikan ku? Kenapa?" Alice mulai sedikit agak panik karena tidak bisa mengikuti alur pembicaraan.
"Apakah ada pelaku lain yang ingin mengkambinghitamkan Sentrik?" Gumam Yampiee.
Ruang rapat menjadi hening untuk sesaat. Yampiee, River, dan juga Neil mulai mengganggap bahwa ini adalah masalah yang serius. Kecuali Alice yang dari tadi masih kebingungan dengan alur pembicaraan mereka bertiga.
"Ouhh ya, Alice, kau masih baru di District 1, jadi wajar saja jika kau memang kurang mengerti tentang mereka." Ujar Neil dengan tersenyum iseng.
"Meskipun aku belum lama di District ini setidaknya aku tahu tentang Sentrik. Walaupun aku baru tahu tentang sebuah fakta bahwa mereka tinggal di kolong jembatan, tapi yah, aku tahu bahwa Sentrik itu mafia yang cukup ditakuti di District 1."
"Hooh..."
"Aku telah dikejar oleh mereka hampir setengah bagian District 1. Mereka bukan mafia yang bisa dianggap remeh."
"Ya, itu memang benar, dan jika bukan karena aku, kamu mungkin sudah tertangkap di gang tadi, Alice. Karena itu lah kamu harus lebih banyak belajar." Eiri tiba-tiba menyela.
"... Itu- ya, baiklah, aku mengerti." Alice sedikit tertunduk.
"Setidaknya berkat wakil Ketua kita, pekerjaan yang akan kita lakukan kini akan jauh lebih mudah." Ian mencoba memberi sedikit dorongan untuk membawa kembali kepercayaan Alice.
Itu berhasil.
"Ketua..." dengan suara yang bergetar. Alice kembali tersenyum dan sorot matanya kembali terlihat hidup. Kepercayaan dirinya telah kembali. Tugasnya sebagai ketua telah berhasil. Lalu dengan kepercayaan yang telah kembali Alice berkata.
__ADS_1
"Benar! Aku memang sudah berguna dalam pekerjaan ini! Sementara Ketua sendiri apa yang kamu lakukan selama ini?"
Semua pada saat itu juga langsung tertuju kepada Ketua, kepada Ian.
"Ehhh?" Raut wajah Ian mulai bermasalah, "Aku? Aku... Ahh, ya, aku melakukan tugas yang penting. Aku terus berpatroli dijalan lalu membantu seseorang anak kecil yang tengah mencari kucingnya yang hilang, itu pekerjaan yang sangat mendadak, aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Lagi pula itu sudah menjadi tugas dari NERIYA. Membantu dan menjadi Penerang terakhir bagi setiap orang."
"Terdengar sangat santai." Ujar Alice.
Wajah semua orang yang berada didalam ruangan itu menatap ke arah Ian dengan tatapan yang terlihat kecewa. Dengan sedikit batuk datar Ian kembali melanjutkan.
"... Seperti apa yang aku bilang tadi. Alice, Eiri, Neil kalian akan masuk kedalam mansion tersebut sebagai seorang tamu, dan untuk Alice dan juga Eiri selain menjadi seorang tamu tugas kalian juga adalah menancapkan benda buatan Yampiee ini dibeberapa titik didalam mansion."
Ian memperlihatkan benda tersebut dihadapan semua orang yang hadir, kemudian menaruh nya di meja. Benda tersebut berbentuk bulat pipih dan cukup tebal berwarna perak.
"Ketua, pastikan kau memberikan bayaran yang lebih setelah pekerjaan ini selesai. Benda apa itu? Dari bentuknya terlihat seperti Penyadap? Atau jangan-jangan itu bom tempel!? Tapi yang membuatnya adalah Yampiee jadi rasanya agak tidak mungkin bahwa itu adalah bom."
"Hoi, jika aku mau, aku bisa saja membuatnya menjadi sebuah bom."
"Lebih tepatnya ini adalah sebuah alat agar Yampiee bisa meretas sistem yang ada pada mansion tersebut. Walaupun sebenarnya benda ini juga bisa menjadi alat penyadap di saat yang bersamaan."
"Hooh, benda yang sangat berguna."
"Tentu saja, buatan ku akan selalu berguna." Tegas Yampiee.
"Tugas untuk kau adalah menjadi umpan, Neil" Dengan menunjuk ke arah Neil.
"Siap..."
"Dan Yampiee tugasmu-"
Sebelum Ian menyelesaikan perkataannya Yampiee segera memotong.
"Aku sudah tahu, tugas ku tidak mungkin akan berubah sampai kapanpun disini."
"... Baiklah, aku rasa aku tidak perlu menjelaskan tugas apa yang harus kita berdua lakukan, kan?" Ujar Ian dengan mengalihkan perhatiannya kepada River.
River hanya mendengkus datar, dan itu sudah menjadi sebuah jawaban yang jelas dari River. Ian tersenyum puas.
"Misi kita adalah mengamankan bom dari mafia Sentrik. Kalian telah diberikan sebuah tugas dan kalian harus melaksanakan tugas tersebut. Tuntaskan tugas tersebut untuk menyelesaikan misi ini! Dan selesaikan misi ini untuk menjaga keamanan dan kedamaian District 1 dan juga kota Magnum! Sebutkan ikrar kalian untuk misi kita kali ini!"
"Kami adalah lilin! Kami adalah cahaya yang akan selalu menjadi penerang terakhir bagi District 1 dan juga kota Magnum. Kami adalah NERIYA!" Jawab mereka dengan kompak.
Rencana penyusupan ditutup, dan penyusupan akan dimulai.
__ADS_1