NERIYA

NERIYA
V-1 C-1 P-5 "Apakah ini benar-benar sudah selesai?"


__ADS_3

"Aku baru sadar, bagaimana cara mu bisa selamat dari kejaran para mafia Sentrik tadi, Alice?"


"Kenapa kamu mengatakan nya seolah aku tidak mungkin bisa selamat dari kejaran mereka?"


"Kamu datang kepada ku dengan muka yang berantakan dan terangah kelelahan, baju mu juga kotor tertutupi oleh debu, serta koper yang kamu bawa juga sudah sedikit lecet dan penyok, bahkan ada bekas peluru di salah satu bagian untuk membuka kopernya."


Alice hanya menjawabnya dengan tawaan kecil, karena apa yang dikatakan oleh Yampiee adalah hal yang benar.


"Jadi bagaimana?"


"Eiri membantu ku."


"Ouuhh, Aku mengerti..."


Berkat Eiri lah Alice sekarang bisa bertemu dengan Yampiee sekarang. Alice mengambil gelas sodanya kemudian meminumnya melalui sedotan. Yampiee juga kembali mengambil kembali cangkir kopi miliknya untuk mengahabiskan sisa kopinya. Alice menaruh kembali gelas sodanya, kemudian ingin menceritakan bagaimana Eiri menyalamatkannya.


"Aku pikir rencana yang ku pikirkan sebelumnya akan bisa membuat ku selamat dari kejaran mereka, tapi nyatanya malah sebaliknya, tidak, seharusnya bisa, jika Aku punya sedikit tenaga mungkin Aku akan bisa selamat dari mereka lagi, tapi karena Aku sendiri sudah kelelahan karena terus menerus berlari, rencana yang Aku pikirkan hampir menjadi senjata makan tuan."

__ADS_1


Yampiee menurunkan sedikit cangkir kopinya untuk bertanya kepada Alice "Memangnya rencana seperti apa yang kamu lakukan?" Kemudian menaikan cangkirnya kembali untuk meminum kopi miliknya.


"Sebelumnya Aku berhasil selamat dengan berlari masuk ke sebuah gang. Aku pikir seperti nya Aku akan bisa kembali selamat dari mereka jika Aku masuk kedalam gang lagi, tapi anggota Mafia yang mengejarku jauh lebih banyak ketimbang saat mereka mengejarku sebelumnya, 5x kali lebih banyak, bahkan mereka membawa senjata api dan terus mencoba untuk menembaki ku ketika Aku masuk kedalam gang." lanjut Alice.


"Tentu saja itu akan sangat mudah, karena gang yang Aku lalui adalah gang yang sempit, Aku tidak punya banyak ruang untuk menghindar didalam gang, jadi Aku memutuskan untuk langsung berbelok dengan cara melompat kesebuah belokan. Sebagian dari mereka ada yang mengejarku masuk kedalam gang dan sisanya menunggu di luar, bahkan mereka sudah menunggu disetiap jalur keluar dari gang yang Aku lalui. Aku sudah terperangkap memang, tapi jumlah mereka mulai agak berkurang karena harus membaginya menjadi dua bagian, aku berpikir, 'Mungkin ini saatnya Aku mulai melawan balik mereka, jumlah mereka juga sudah berkurang.', tapi saat aku melihat ke belakang, orang yang mengejarku ternyata masih banyak, walaupun jumlah mereka sudah terbagi menjadi dua bagian, tetap saja mereka masih terlalu banyak dan juga mereka terus menembaki ku dengan senjata mereka!"


Yampiee hanya menjawabnya dengan anggukan dan sedikit bergumam ketika mendengar penjelasan Alice, tentang bagaimana ia bersusah payah untuk bisa selamat dari kejaran para mafia Sentrik.


"Jujur saja, rencana ku untuk melawan balik mereka didalam gang hanya menggunakan tangan kosong adalah ide yang bodoh, Aku terlalu gegabah. Awalnya Aku berpikir, Aku harus bisa membuat para gerombolan mafia yang mengejarku masuk kedalam gang harus menjadi lebih sedikit, jumlah mereka terlalu banyak, tapi bagaimana caranya? Aku jauh lebih masuk kedalam gang, dan itu berhasil, Aku berhasil membuat gerombolan tersebut menjadi beberapa bagian, jumlah yang mengejar dibelakang Ku menjadi agak berkurang, Aku langsung melawan balik dengan cara melumpuhkan mereka, dan itu-"


"Gagal?" sela Yampiee.


"Aku mengerti, memang ada benarnya, mereka akan sangat cocok untuk tugas seperti ini, jadi bagaimana Eiri membantu mu?"


"Setelah Aku berhasil melumpuhkan kelompok mereka yang ke-4, Eiri menelpon Ku dan menyuruh ku untuk berhenti melakukan hal tersebut, kemudian sisanya dia mulai mengarahkan Ku untuk keluar dari gang dengan aman dengan cara naik ke atas gedung. Bekas peluru yang berada disisi bagian koper itu adalah ulah Eiri. Koper ini sebelumnya terkunci oleh sebuah gembok yang harus memekai Sandi untu membukanya dan juga sebuah kunci, disaat Aku menjelaskan hal tersebut kepada Eiri, ia langsung menyuruhku untuk mengangkat koper ini di atas kepala Ku kemudian ia juga menyuruhku untuk memegang kopernya dengan erat-erat, lalu kemudian dia menembaknya dan akhirnya terbuka."


Yampiee terkejut ketika mendengarkannya hampir saja ia tersedak karena hal itu. Yampiee langsung menaruh kembali kopinya di meja, kemudian mengambil tisu dengan cepat untuk mengelap mulutnya. Alice hanya tersenyum melihat Yampiee yang terkejut. Alice mengambil kentang gorengnya kemudian memakannya.

__ADS_1


Alice akhirnya dapat menarik nafasnya dengan lega. Tugasnya telah usai, segera setelah Yampiee benar-benar mengamankan Chip-nya. Alice berpikir untuk pergi ke suatu tempat setelah hal ini selesai bersama Yampiee, ia berharap semoga Yampiee ingin pergi bersama nya. Bukan hal yang mudah untuk mengajak Yampiee bisa pergi keluar apalagi kali ini Yampiee benar-benar terlihat sangat cantik dan juga anggun dengan pakaian yang di kenakannya. Alice biasanya melihat Yampiee hanya menggunakan jaket dan celana panjang olahraganya setiap saat didalam Kantor. Meskipun Alice tahu seperti nya Yampiee akan menolak ajakannya, dan segera setelah ia selesai Yampiee akan langsung kembali pulang.


Alice pun mengambil handphone didalam sakunya, kemudian dengan cepat memotret Yampiee dengan Handphone nya, tanpa sepengetahuan Yampiee. Sebuah foto dimana Yampiee tengah mengelap mulutnya dengan sebuah tisu. Alice tersenyum senang lalu menaruh kembali Handphonenya dan kembali memakan kentang gorengnya.


Sementara itu disalah satu kolong jembatan di District seorang pria tengah menampar semua anak buahnya yang tengah berbaris rapih dihadapannya dengan sangat keras menggunakan bagian belakang tangannya yang tengah memakai 5 cincin yang tersebar di setiap jarinya. Beberapa dari wajah anggota Mafia tersebut pipinya lembab berwarna ungu dan juga beberapa dari mereka darah keluar mengalir dari bekas tamparan pria tersebut.


"Tidak berguna! Kalian semua benar-benar tidak berguna!! Apakah kalian semua tidak bisa menangkap satu wanita saja!? Hanya satu wanita, satu wanita saja yang telah berhasil mengambil isi koper kita, dan kalian tidak bisa menangkap nya!? APAKAH KALIAN TIDAK BISA, HAH!!?" Teriak pria tersebut dengan terus membentak dan memarahi para anggotanya yang telah gagal menangkap Alice untuk kedua kalinya. "Kalian sadar betapa penting nya isi dari koper tersebut Kan? Kalian sadar Kan!? Sekarang kalian segara pergi dan cari wanita itu kemudian ambil kembali koper tersebut, SEKARANG!! ATAU KALIAN SEMUA AKAN AKU TENGGELAM KAN DISUNGAI INI!!"


Para anggotanya segera melaksanakan perintahnya kemudian pergi dari markas mereka dengan wajah yang menghadap kebawah semuanya, dan juga dengan tangan mereka terus memegang bagian pipinya yang terluka akibat tamparan keras pria tersebut. Pria tersebut tidak bisa tenang, dia masih terus merasa kesal dan juga marah atas apa yang telah terjadi dengan koper miliknya. Tapi kemudian tiba-tiba seseorang menelpon pria tersebut, ia dengan cepat kemudian menarik handphone didalam saku jasnya dengan perasaan kesal, tapi saat dia melihat siapa yang telah menelponnya, pria tersebut tiba-tiba terdiam untuk sejenak kemudian menarik nafasnya dan mengangkat telepon tersebut.


"Iya, pak?"


"Apakah semuanya baik-baik saja?"


"Semuanya berjalan baik-baik saja, Pak."


"Baiklah.."

__ADS_1


Telepon pun di tutup, pria tersebut kembali menarik nafasnya untuk sekali lagi, dia menyimpan kembali Handphonenya kedalam saku jasnya, kemudian ia mengepalkan tangan kanannya dan langsung menggeprak meja yang berada di sampingnya sehingga membuat meja tersebut menjadi retak dan hampirnya membuatnya meja tersebut bolong.


"Sialan!!" Geram pria tersebut dengan sangat marah.


__ADS_2