Niati Dengan Bismillah

Niati Dengan Bismillah
masa lalu


__ADS_3

Seperti halnya hari kemarin, aku bangun pukul 3 dan melakukan rutinitas baruku. Alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa ada kendala seperti kemarin.


Dan sesuai kesepakatan, saat akan berkeliling menjajakan daganganku, aku menitipkan Lina dan Ardan sama bulek Harni. Beliau merupakan orang yang merawat mas Yudi suamiku.


Suamiku yatim piatu saat duduk dibangku kelas 2 SMP. Dan sejak saat itu dia dirawat oleh keluarga bulek Harni.


Mas Yudi terlahir dari keluarga sederhana, kedua orang tuanya meninggal karena rumahnya kebakaran. Beruntung saat kejadian Mas Yudi mengikuti kegiatan kemah di sekolahnya.


Semenjak kejadian naas itulah, mas Yudi dirawat bulek Harni dan pindah sekolah disini. Dan itulah awal pertemuan kami.


#flashback#


Saat aku mau berangkat sekolah, aku melewati rumah bulek Harni. Tiba didepan rumahnya aku dipanggil bulek Harni


" Ayu.."


" iya bulek, ada apa? "


" mau berangkat sekolah kan? "


" iya "


" ini bulek mau minta tolong, kamu temani Yudi ponakan bulek, dia pindah sekolah disekolah yang sama dengan kamu. Bulek mau titip ya, kasian kan dia belum tau daerah sini, nanti kalau nyasar kan kasihan "


" cowok ya bulek? "


" lha iya, yang habis kena musibah kebakaran minggu lalu itu loh "


" oh gitu, terus bulek apa nggak ikut? "


" ya nggak bisa, Reni anak ibu lagi demam, masa iya tak ajakin naik turun angkot "


" yaudah biar bareng aku aja kalau gitu "


" makasih ya, bentar tak panggilkan anaknya, lagi sarapan tadi. Kamu sudah sarapan Yuk? "


" kebetulan sudah "


Tak berapa lama bulek Harni keluar bersama remaja laki-laki yang berwajah kalem, tenang dan manis.


" Yudi, ini Ayuk. Dia tetangga sebelah, rumahnya dekat kok. Kamu bareng sama dia saja ya "


" iya bulek, kalau gitu Yudi pamit ya "


" iya, hati-hati ya kalian, Ayuk bulek nitip Yudi ya"


" siap bulek, kami berangkat ya "


" iya "


" Assalamualaikum " pamit ayu juga Yudi bersamaan"


" waalaikum salam "


Ayu mengajak Yudi duduk di kursi tunggu menunggu angkutan lewat. Tak butuh waktu lama, karena memang sudah sesuai jadwal kalau angkot akan lewat setiap hampir 10menit sekali.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan, Yudi dan Ayu tak ada percakapan sama sekali, mereka saling diam hingga tak terasa angkutan yang mereka naiki kini telah sampai ketempat tujuan.


Semua penumpang yang mayoritas siswa sekolah semuanya turun. Termasuk Yudi dan Ayu.


" kak Yudi, kakak kelas berapa? "


" kelas 8d. Kamu tau nggak dimana tempatnya?"


" tau kok, yaudah aku anter ya "


" iya, makasih ya Yuk, maaf merepotkan"


" ah nggak kok kak, justru Ayuk senang bisa membantu kak Yudi."


Banyak hal yang diperbincangkan selama Ayu dan Yudi dalam perjalanan menuju kelasnya Yudi yang ada di lantai 2. Lebih tepatnya Ayu yang mengoceh, menjelaskan segala macam hal terkait dengan sekolahnya. Sudah seperti pemandu wisata saja. Sedangkan Yudi, dia menyimak dan sesekali menanyakan apa yang ingin diketahuinya.


" kak, udah sampai nih. Kalau gitu aku duluan ya "


" makasih ya Yuk, kelas kamu sebelah mana? "


" ada di ujung lorong sana. Kelas 7b "


" oke, nanti jam istirahat aku kesitu "


" ngapain?"


" kenapa? nggak boleh ya? "


" boleh kok kak , yaudah Ayu ke kelas dulu ya,,"


Yudi yang masih asing dengan sekolah barunya dan juga belum mengenal siapapun memilih untuk kembali ke kelasnya.


#


Jam pulang sekolah semua siswa berdesakan keluar kelas, begitupun dengan Yudi yang tak ingin ditinggal lagi oleh Ayu, bergegas menuju kelas Ayu dan berharap Ayu masih berada dikelas.


Beruntung Ayu masih berada dikelasnya. Karena Ayu dan ketiga temannya memang biasa keluar paling akhir, alasannya karena malas berdesakan.


" Ayu " panggil Yudi dari depan pintu kelas Ayu.


" eh kak Yudi, kenapa kak?" tanya Ayu


" mau ngajakin pulang bareng " sontak jawaban Yudi membuat teman-teman Ayu bersorak.


" Cie ciee..."


" apaan sih kalian, bikin malu tau " Hilda, Lusi dan Nia hanya menanggapi dengan tawa meledek. Sementara Ayu wajahnya menjadi semakin berwarna merah. Tak ingin berlama-lama dalam situasi yang tidak nyaman, Ayu gegas menetralkan kembali perasaannya.


" I-iya kak, yaudah yuk pulang bareng, Hilda, Lusi, Nia, ayo" ajak Ayu juga pada ketiga temannya.


Setelah turun dari angkutan dan berjalan menuju rumah masing-masing, Ayu dan Yudi kembali jalan berdua.


" Ayu, maaf ya kalau aku tadi bikin kamu malu "


" iya kak, gapapa kok. Ayu ngerti, kakak kan masih baru disini, pasti masih bingung kan buat naik turun angkutan, makanya kak Yudi nyamperin Ayu"

__ADS_1


" iya, kamu benar. Saya takut nanti malah kesasar, hehe"


" Ayu juga minta maaf kak ya, tadi pas jam istirahat Ayu udah keluar duluan "


" kamu tahu? "


" iya, tadi teman sekelas Ayu ada yang bilang kalau tadi Ayu ada yang nyariin, katanya murid baru yang tadi berangkat bareng Ayu "


" oh gitu,,, oh ya Yuk, boleh nggak kalau besok kita berangkat dan pulang bareng lagi?"


" boleh kok kak, lagian kan kita memang ke arah dan tujuan yang sama "


" tapi apa nanti pacar kamu nggak marah? "


" hahaha, kak kita tuh masih kecil. Masa udah mikirin pacaran sih. Nggak deh, Ayu masih fokus ke sekolah aja "


" oh gitu ya, bagus kalau gitu "


" iya dong, kak aku duluan ya" ucap Ayu karena memang sudah sampai didekat rumah bulek Harni tempat tinggal Yudi saat ini.


" masih jauh rumahnya? " tanya Yudi


" nggak kok, tuh lorong depan belok, ntar nyampe "


" yaudah kalau gitu, makasih ya Yuk"


" iya kak, duluan ya, Assalamualaikum "


" waalaikum salam "


#


Setiap harinya Ayu dan Yudi selalu berangkat dan pulang bareng, namun saat disekolah, mereka hanya sekedar menyapa saja.


Walaupun disekolah terlihat biasa saja, namun ketika dirumah, Ayu dan Yudi sering mengerjakan tugas sekolah bareng, padahal Ayu dan Yudi beda kelas.


Kedekatan mereka berlanjut hingga SMA. Apalagi Ayu juga bersekolah ditempat Yudi menimba Ilmu. Kali ini disekolah, mereka tak lagi malu memperlihatkan kedekatan mereka. Ayu dan Yudi sering makan bareng di kantin.


Tepat saat classmeeting dipertengahan semester, Yudi mengungkapkan perasaannya kepada Ayu, sementara Ayu yang memang sudah lama memendam rasa terhadap Yudi, menerima ungkapan cinta dari sang pujaan hati.


Waktu berlalu begitu cepat, Ayu kini tengah duduk dibangku kelas 3, sementara Yudi, dia sudah lulus dan kini bekerja disebuah bengkel.


Yudi bertekad akan langsung melamar Ayu setelah lulus sekolah nanti, dan Ayu janji dia akan bersedia menerima pinangan Yudi saat sudah lulus nanti.


#


Hari yang dinanti datang, Ayu dan teman seangkatannya kini tengah mengadakan perpisahan sekolah. Sesuai dengan janji Yudi pada Ayu, malam ini ia datang bertamu kerumah Ayu bersama bulek Harni untuk melamar kekasihnya.


Bu Lasmi ibunya Ayu merupakan seorang janda, beliau menyambut dengan baik niat mulia kedatangan Yudi dengan bulek nya. Dan pernikahan mereka akan diadakan tiga bulan lagi.


Baik Ayu dan Yudi merasa bahagia, karena jalan mereka untuk menyatukan cinta mereka kini sudah terlihat jelas didepan mata. Hanya tinggal menghitung kurang dari 100 hari.


Pernikahan sederhana namun meninggalkan kesan yang indah, dijalani oleh pasangan muda. Senyum merekah nampak menghiasi wajah keduanya setelah kak SAH terucap dari mulut beberapa saksi.


# flash back of #

__ADS_1


__ADS_2