
Esok harinya setelah Ayu pulang berjualan, Yudi pergi ke toko pusat penjualan alat-alat dan onderdil untuk membeli alat-alat yang akan digunakannya untuk membuka usaha service motor.
Dengan uang yang hanya empat ratus ribu itu, Yudi hanya bisa membeli obeng lengkap dan alat-alat kecil yang di butuhkan untuk usahanya nanti.
Senyum merekah menghiasi wajahnya tatkala sudah pulang dari toko tersebut.
Yudi berencana akan langsung memasang plang di teras rumahnya agar warga sekitar tau kalau sekarang dia menerima service motor.
Awalnya Yudi ingin juga membuka usaha tambal ban, namun uangnya tak cukup untuk membeli alat yang akan digunakan.
Sesampainya di rumah, dengan semangat empat lima Yudi mulai membuat tulisan sederhana dengan bahan-bahan yang ada di rumahnya.
Setelah tulisan terpasang, tak lupa pasangan muda-mudi tersebut memfoto depan rumah mereka yang sudah ada plang 'buka service motor' ke akun media sosial mereka dan wa story. dengan caption 'Bismillahirrahmanirrahim, semoga dimudahkan jalan usaha kami, aamiin'
Beberapa tetangga antusias dengan usaha baru yang akan buka esok hari. Yudi dan Ayu menanggapi dengan ramah tanggapan para tetangga.
Hanya saja ada seorang tetangga mereka yang memang julit. Bukannya mendukung malah belum apa-apa sudah meremehkan usaha yang baru akan di buka. Yudi dan Ayu tak mau ambil pusing dengan kata-kata nylekit Bu Ulin. Bagi Ayu dan Yudi apa yang diucapkan oleh Bu Ulin dianggap sebagai cambuk buat mereka lebih bersemangat dalam menjalan usaha yang masih baru akan dirintis.
Waktu berlalu, siang hari matahari merangkak menuju senja dan berganti menjadi sinar rembulan di malam hari. Waktu yang tenang dan damai untuk sekedar merefresh tubuh agar kembali bugar untuk menjalankan aktivitas dipagi hari berikutnya.
Kini Ayu sudah siap untuk berkeliling menjual masakannya. Sedangkan Yudi mulai menunggu di teras. Berharap akan ada yang datang untuk menservicekan motor ditempatnya.
Sambil menunggu pelanggan pertama Yudi mengawasi anak-anaknya bermain. Namun hingga Ayu pulang dari berjualan keliling belum ada satu orang pun yang datang menservicekan motornya.
Ayu yang melihat suaminya begitu gelisah lantaran tak satu pun pelanggan yang datang, mencoba menghibur suaminya.
" mas, ngapain sih bengong gitu? "
" mas nungguin pelanggan Yuk, kok belum ada satu pun yang datang ya? "
__ADS_1
" sabar mas, nanti juga pasti akan ada yang mampir. Ya lagian kan bengkel kita baru buka, jadi banyak yang belum tau "
" iya Yuk mas ngerti, tapi kan kita udah posting-posting kemarin, udah gitu tetangga kita juga pada tau kalau mas buka bengkel service motor di rumah "
" Terus kalau tau, dan motor mereka nggak rusak masa mau service sih mas? "
" iya juga ya Yuk, apa mas ganti usaha lain aja ya? "
" mas, Istiqomah dulu ah. Masa belum apa-apa udah mau menyerah. Bismillah dulu mas, mana tau nanti ada yang datang. Masuk dulu yok mas, kita makan siang dulu, biar ada tenaga kalau nanti ada pelanggan "
" tapi nanti kalau pas kita masuk ada pelanggan datang gimana ? ntar balik dong pelanggannya dikiranya tutup "
" kalau ada pelanggan pasti nanti teriak kok mas, lagian plang di depan kan tulisannya buka, masa iya dikira tutup sih, nggak mungkin ah. Udah ayo masuk dulu,, kita makan bareng-bareng "
Dengan berat hati Yudi mengikuti Ayu istrinya untuk masuk ke dalam dan makan siang bersama.
Usai makan siang, Yudi dan Ayu shalat Dzuhur dan barulah Yudi kembali ke teras menunggu kedatangan pelanggannya.
Dengan cekatan dan terampil, motor milik pak Ayub akhirnya bisa menyala kembali. Berhubung pak Ayub merupakan pelanggan pertamanya, Yudi memberikan diskon lima puluh persen.
Setelah pak Ayub membawa kembali motornya, ada lagi yang datang hanya untuk sekedar service dan ganti oli. Yudi bingung, karena dia pribadi tidak menyetok oli. Akhirnya Yudi pamit sama pelanggannya untuk pergi membeli oli terlebih dahulu.
Ayu yang melihat pelanggannya seorang diri diteras menunggu suaminya pulang membeli oli, berinisiatif membuatkan kopi untuk pelanggan suaminya.
Meskipun tak ramai dan hanya ada dua orang pelanggan yang datang, namun Ayu bersyukur, bahwa senggaknga suaminya tak akan terlalu sedih. Ayu tak bisa bayangkan bagaimana perasaan suaminya kalau-kalau tadi tak ada yang mampir untuk memperbaiki motornya.
Mungkinkah suaminya akan down dan frustasi? mengingat akhir-akhir ini Yudi kerap kali melamun dan ingin segera mencari nafkah untuk keluarganya.
Hari pertama membuka usaha sudah berlalu. Yudi menyerahkan uang sebesar empat puluh lima ribu rupiah sebagai awal gajinya dihari pertama membuka usaha. Ayu pun dengan senang hati menerima uang tersebut, dan menyimpannya untuk kebutuhan mendesak, sementara untuk kebutuhan sehari-hari Ayu masih bisa menggunakan hasil darinya berjualan keliling.
__ADS_1
Menerima uang empat puluh lima ribu tersebut, Ayu tersenyum sumringah. Sementara Yudi merasa segan karena hanya sedikit saja uang yang bisa diberikan kepada istrinya.
" makasih ya mas, Ayu simpan dan akan Ayu gunakan dengan baik uang ini "
" maaf ya Yuk, hanya segitu tadi yang mas dapatkan "
" tak apa mas, ini kan baru hari pertama, kita harus tetap bersyukur. lagi kan kita udah nggak perlu kepikiran buat bayar utang, jadi uang dari mas bisa Ayu simpan dan kumpulkan biar bisa beli alat buat tambal ban nantinya "
" Semoga besok mas bisa memberi Ayu uang lebih dari ini ya, doakan mas "
" aamiin, pasti Ayu doakan suami Ayu dong. Insyaallah dengan kita sabar dan rajin dalam menjalankan usaha pasti Allah akan memudahkan jalannya. Dan jangan lupa Bismillah ya mas. Apapun itu semua harus diawali dengan Bismillah "
" iya sayang, makasih ya. Kamu sabar dan terima mas apa adanya, walaupun sekarang mas belum bisa kasih apa-apa ke kamu "
" pernikahan adalah komitmen mas, suka duka harus kita lalui bersama, saling menguatkan dan saling menghargai juga percaya. Jadi mas harus yakin dan percaya dong kalau mas bisa. Ayu aja yakin mas bakalan bisa bangkit dan membuat usaha baru mas sukses, kok malah mas kurang yakin gini sih "
" ya gimana mas mau yakin, orang tadi aja sepi banget. Cuma dua orang Yuk, dan pelanggan pertama mas kasih diskon lima puluh persen. "
" Sabar mas. Berdoa semoga kedepannya lebih baik "
" aamiin. "
" istirahat yuk mas, udah ngantuk aku "
" bentar lagi ah Yuk, kamu duluan saja "
" memangnya mas mau ngapain? "
" mas mau shalat hajat, semoga usaha mas diridoi dan dimudahkan sama Allah, agar kelak saat usaha mas sudah lancar mas nanti bisa memberikan kehidupan yang lebih baik buat kamu dan anak-anak kita "
__ADS_1
" ya sudah, Ayu duluan ya mas "
" iya "