
"Jadi?" Albert L. Lawrence mengerutkan keningnya
"Seperti yang anda sudah dengar barusan, tuan Malik - kakek anda, pemilik dari perusahaan property dan perfilman nomor 1 di dunia sebagai alih warisnya anda di harus menikah dalam waktu 3 bulan atau hak anda sebagai alih waris akan di alihkan ke tuan Aaron - anak dari paman tiri anda yang sudah menikah" ucap Wiliam menjelaskan kembali isi dari surat wasiat yang ditulis tuan Malik.
"Yang benar saja hanya karena aku tidak mau di jodohkan, kakek sampai melakukan hal sejauh ini"
"Beliau hanya khawatir ketika beliau sudah tidak ada nanti, siapa yang akan mengurus anda"
"Ada Mark yang bisa mengurus segalanya" ucap Albert dengan santai
"Anda tau dengan benar bukan itu yang kakek anda maksud tapi seseorang yang bisa menjaga dan berada disamping anda dan itu jelas bukan tuan Mark orangnya"
"Kakek hanya butuh orang yang bisa menjaga dan berada disamping cucunya ketika ia sudah tidak ada dan jelas orang itu Mark, kakek juga sudah mengakui kemampuan Mark, apalagi yang kurang?"
Tuan William menghela nafas, lalu menatap mata Albert penuh selidik "Tuan Albert boleh saja bertanya sesuatu? mungkin ini terkesan tidak sopan tapi saya hanya penasaran dengan rumor yang saya dengar beberapa waktu yang lalu"
"Anda tau dengan benar sebagai sekertaris kakek, rumor beredar dikalangan para pengusaha tentang saya itu banyak, jadi rumor apa yang ada maksud?"
"Apa anda seorang Gay!!!" ucap tuan William dengan sekali tarikan nafas
Albert tercengang ia tidak masalah orang lain menganggap dirinya Gay tapi tuan William orang kepercayaan kakeknya malah mempertanyakan kejantanannya sebagai seorang pria atau jangan-jangan selama ini kakeknya juga meragukan dirinya?
"Apa kakek juga___" tuan William mengangguk kepalanya ia tau kemana arah pertanyaan Albert barusan
Sekarang Albert tau kenapa kakeknya itu beberapa bulan ini selalu saja menyuruh dirinya untuk menghadiri kecan buta dengan anak dari rekan bisnis dari perusahaan mereka. Ternyata rumor tersebut sudah sampai ke telinga sang kakek
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan Albert" sebelum benar-benar pergi dari ruangan tersebut, tuan William menyampaikan kondisi terbaru yang barusan saja ia dapat dari john - dokter pribadi tuan Malik
"Kalau perkejaan anda telah selesai, sebaiknya anda temui tuan Malik kondisi beliau semakin menurun" setelah itu tuan William benar-benar pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"1 Ice Latte dan 1 Hot Latte" Sudah menjadi kebiasaan Celine selama tiga tahun ini, sebelum memulai aktifitasnya sebagai tim perencanaan di IONE Group. Ia akan memesan kopi dari kafe yang berdiri tempat di depan perusahaan tempat ia bekerja itu
__ADS_1
"Celine!! Tunggu aku!!!" teriak Lucas, Celine menggelengkan kepalanya, sudah berulang kali ia memperingatkan Lucas namun laki-laki itu selalu saja mengabaikan pengertiannya
Sambil sesekali menyesap ice latte miliknya, Celine tersenyum dengan cerah sambil menatap kuncup bunga yang sebentar lagi akan bermekaran 'Andai saja aku bisa jalan bersisian dengan orang itu sambil bergandengan tangan di jalan yang dipenuhi kelopak bunga berjatuhan'
"Oh ia Celine, apa kau sudah dengar berita itu?"
"Berita apa?"
"Itu____," Lucas melirik ke kanan dan kiri memastikan tidak ada orang lain yang mendengar percakapan mereka, setelah memastikan tidak ada orang lain yang mendengar percakapan mereka Lucas berbisik ke telinga Celine
"Katanya pak CEO keluar dari perusahaan"
"Apa?! bagaimana mana mungkin!!!"
"Aku juga tidak tau, tapi aku dengar katanya mulai besok pak CEO sudah tidak lagi berkerja"
"Bohong!!!"
Deg....
"Luar biasakan? sekarang kita bebas"
"Astaga! Aku lupa harus menelpon pihak stasiun TV pagi ini. Celine aku masuk deluan ya!"
Siapa yang tidak kenal dengan Albert L. Lawrence, pria mendapat julukan sebagai laki-laki sempurna - kaya, tampan, cerdas, dan menawan. Di usia 25 tahun ia menggantikan kakeknya sebagai CEO dari IONE Group
IONE Group, perusahaan yang bergerak di bidang properti dan perfilman. Banyak Hotel dan Apertemen mewah yang memakai desain rancang dari perusahaan tersebut. Dan tentunya didunia perfilman, IONE Group tidak kalah bersinar dari bidang properti mereka, banyak artis dari perusahaan IONE Group yang mendapat perhargaan bergensi didalam dan luar negeri.
Setelah menyelesaikan pekerjaan Celine ikut makan malam dengan seluruh tim perencanaan
"Ngomong-ngomong soal pak CEO, dia memang terlibat normal tapi kenapa tempramennya seperti itu?"
__ADS_1
"Wakil kepala tim, Anda dimarahi pak CEO lagi?"
"Dia menyuruhku kembali ke sekolah kalau aku melakukan hal bodoh seperti itu lagi!! padahal aku sampai begadang untuk membuatnya. Kenapa pak CEO tidak bersikap lembut dan baik seperti pak Mark, seandainya saja pak Albert bisa baik seperti temannya itu mungkin penggemar akan bertambah"
Celine menghela nafas sudah 3 botol soju yang ia habiskan seorang diri. Topik pembahasan malam ini tidak jauh berbeda dengan makan malam tim seminggu yang lalu, tentunya saja tempramen yang buruk dari pak Albert menjadi topik pembahasan mereka malam ini
Meskin begitu... Hari ini adalah hari terakhir pak CEO!!! Kekurangan dari pak Albert yang berpenampilan sempurna itu hanya satu, sifatnya yang kasar. Banyak karyawan baru yang keluar dari ruangan pak CEO sambil menangis.
"Aku juga dimarahi habis-habisan" gumam Celine sambil meminum satu cangkir soju dengan sekali teguk. Walaupun tempramennya buruk, aku tetapi menyukai pak CEO dan itu terhitung sejak tiga tahun yang lalu. Tentu saja aku tidak pernah berharap ini akan berhasil seperti di drama. Tapi hanya dengan sesekali berpapasan dengannya dikantor, aku sudah merasa puas.
"Apa dia bisa menikah dengan tempramen yang buruk itu?" Jennie, Wakil kepala tim kembali melontarkan pendapatnya.
"Selain kepribadiannya, Pak CEO itu sempurna. Dia tinggi, tampan, dan punya kemampuan"
"Setidaknya kepribadiannya harus bagus. Perempuan gila macam apa yang menyukainya?"
Celine menghentakan botol soju yang ia minum lalu menatap tajam Wakil kepala tim "Bukankah ucapan anda sudah agak keterlaluan? sejujurnya ucapan pak CEO sedikit blak-blakan, tapi yang di katakanya tidak salah. Dia hanya mengajak kita membuat perusahaan menjadi lebih baik. Apa kita harus menghina di belakang sampai seperti itu?"
"Celine, kau terlalu banyak minum, ya? Kenapa tiba-tiba membela pak CEO?"
"Jangan bicara sembarangan kalau kalian tidak tau apa-apa. Jika kalau mengenal pak CEO, kalian akan tau kalau dia sebenarnya orang yang hangat"
Celine mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan restoran tersebut. Ketika sedang menunggu bus terakhir untuk hari ini, tiba-tiba saja hujan turun
"Gimana ini? sepertinya aku harus mengambil payung dulu di kantor"
Restoran tempat makan malan tim malam ini tidak jauh dari perusahaan, Celine menutup kepalanya dengan tas lalu berlari menuju IONE Group
Setelah sampai di depan lift Celine mengerutkan keningnya "jam segini masih ada orang dikantor? apa ada yang lembur?"
Ting...... [[pintu lift terbuka]]
__ADS_1