Nikah Kontrak With Boss

Nikah Kontrak With Boss
Part 5 - Rumor?


__ADS_3

"Kalian dekat?"


"Aku sih inginnya begitu, tapi tidak ada banyak kesempatan"


"Oh iya, Celine. Bukankah waktu disekolah pernah ada rumor soal kau dan Al? Bella pacarnya Al, bilang kalau kau itu merusak hubungan mereka? tapi rumor yang paling parah sampai kepsek memanggilmu itu karena kau dituduh pencuri, kan?"


"Pencuri?"


Brielle melirik Celine dengan ekor matanya, lalu menjelaskan dengan singkat kepada Albert tentang rumor tersebut.


"Waktu itu jam pelajaran olahraga. Celine yang saat itu sedang sakit, pergi ke uks untuk istirahat. Lalu kebetulan uang kas sekolah yang dikumpulkan bendahara hilang. Jadi Celine tuduh sembarangan sebagai pencurinya! padahal Celine anak yang baik bagaimana mungkin ia bisa menjadi pencuri. Aku juga sangat kesal waktu itu"


Bagaimana sebaiknya aku menanggapinya? apa aku harus marah? menangis? atau pergi dari sini? tapi aku tidak bisa begitu di depan pak CEO.


Pak CEO


Apa yang dipikirkan oleh pak CEO? apa dia pikir aku memang melakukan itu? seperti teman-teman kelasku waktu kelas 3...


Tak....


Albert meletakkan gelas Red Wine miliknya dengan keras lalu menatap Brielle dengan datar "Apa kau sudah belajar apa saja yang disukai mitra bisnis kita?"


"Untuk apa aku harus belajar itu semua. Kalau cuma bertemu dan mengobrol sebentar. Bukankah aku tidak perlu belajar?"


Albert mengerutkan keningnya tidak senang dengan jawaban yang lontarkan Brielle "Meski hanya mengobrol sebentar, apa kau begitu yakin tidak akan membuat kesalahan? ingat Brielle, aku tidak akan mentelorir kesalahan sekecil apapun"


"B-baiklah" suara Brielle terdengar bergetar "Akan kupelajari"


Setelah menahan diri cukup lama "Saya mohon izin untuk pulang, pak CEO" Celine berdiri sambil menenteng tasnya.


Setelah mendapat izin dari Albert. Celine membungkukkan tubuhnya lalu melenggang pergi. Sebelum benar-benar pergi, Celine menatap Brielle sambil tersenyum "Aku duluan, ya. Nanti aku akan menghubungimu"


Brielle menatap punggu Celine yang mulai tidak terlihat lagi dari pandangannya dengan sinis. "Apa hubungan senior dengan Celine?"


"CEO dan karyawan" jawab Albert dengan cepat lalu melanjutkan kembali acara makannya


"Sepengetahuanku sepertinya tidak begitu" Saat itu, ekspresi wajah Celine terlihat begitu sedih.

__ADS_1


"Apa Celine suka pada senior?"


"Meski begitu, tidak akan ada yang berubah"


Yah, benar.....


Mana mungkin seorang Albert L. Lawrence yang tidak ada bandingannya ini suka pada anak seperti itu. Dia bahkan tidak tertarik padaku


Sebulan lalu saat perjodohan, sebenarnya aku juga datang untuk menolaknya. Tapi saat ditolak, aku justru jadi tidak ingin menyerah...


Kalau diingat lagi, saat kuliah pun senior bersikap seperti itu. Dia pria yang tidak peduli dengan wanita mana pun. Wajar kalau dia berhati-hati dengan wanita karena dia cucu dari pemilik IONE Group yang tak tertandingi.


Tapi, harga diriku selalu terluka karena aku tidak menjadi pengecualian. Meski tidak sebesar IONE Group, perusahaan ayah adalah perusahaan besar yang dikenal di industri hiburan. Dan sebagai satu-satunya anak perempuan ayah, aku adalah penerus perusahaan. Dengan latat belakang sempurna dan bentuk tubuh yang sempurna. Wanita yang di idamkan semua pria, kecuali pria itu.


Aku jadi ingin memiliki pria ini dengan cara apapun. Aku ingin menjadikannya milikku!!!


Waktu itu ketika aku bilang "Tak ada salahnya kan mencoba menjalin hubungan? Lagi pula mereka tidak memaksa kita untuk segera menikah. Siapa tahu cinta akan tumbuh setelah kita mencobanya, kan?


"Apa kau kau tahu 2 kata yang paling kubenci di dunia? menikah dan cinta. Dan kau tahu hal apa yang lebih menjijikkan dari itu? menikah karena cinta"


Lalu setelah pertemuan perjodohan berakhir dengan cara seperti itu, beberapa minggu yang lalu senior menghubungiku.


"Baiklah. Tapi ada syaratnya, pacaran lah denganku sebulan. Aku tidak akan minta yang lain"


Celine Illona. Meski mencoba menyembuhkannya, kau tidak bisa mengelabui mataku.... Berani-beraninya kau mengincar milikku. Dasar tak tau diri.


"Tapi kenapa senior meminta tolong padaku? kalau senior meminta pada anak seperti Celine, dia pasti akan sangat senang"


"Aku bukan sedang bermain Cinderella. Anak itu pasti belum pernah pergi ke pesta. Gimana kalau dia melakukan kesalahan saat aku memperkenalkannya sebagai istriku? aku tidak bisa mengambil resiko itu"


Setelah selesai makan Albert mengelap mulutnya lalu dengan suara dingin, Albert berkata "Aku ingin memberitahumu satu hal. Aku tidak tahu apa hubungan kalian saat SMA, dan aku tidak tertarik. Tapi aku harap kau tidak menghinanya lagi di depanku"


"Ya ampun, sepertinya senior salah paham! bukan begitu! aku tidak berniat begitu. Aku hanya sangat senang bertemu Celine, setelah sekian lama, makanya cerita tentang masa lalu keluar begitu saja. Itu bukan penghinaan!"


"Aku sangat benci jika ada orang yang mengganggu orangku, jadi lain kali hati-hati"


Brielle menggertak giginya "Kenapa Celine milik senior?"

__ADS_1


"Karena dia karyawan yang aku gaji. Mengerti?"


"Ya, aku mengerti" ucap Brielle mengepalkan tangannya


Setelah itu. Albert yang menerima pesan entah dari siapa langsung bergegas pergi meninggalkan restoran.


Seorang pria yang tengah bersiap-siap untuk pulang dikagetkan dengan suara pintu yang ditutup dengan kencang


"Aku ingin bicara denganmu" suara itu terdengar dingin dan seolah tidak ingin dibantah


"Aku tau apa yang ingin ayah katakan. tapi, istriku sudah menunggu. Bisa kita tunda sampai besok?"


"Sekarang kau berani menentang perintahku?"


"Aku tidak bermaksud begitu, ayah"


"Lalu, apa? Kau lebih mementingkan istrimu, begitu? sudah aku katakan, untuk apa memelihara wanita yang tidak bisa memberi keluarga ini keturunan"


Pria tersebut menghela nafas "Bukankah ayah yang memaksaku untuk menikah? dan aku sudah menuruti permintaan ayah untuk menikah dengan anak dari rekan bisnis, ayah. Tapi untuk menceraikannya itu tidak akan aku lakukan. Hanya karena istriku tidak dapat memberikan ayah cucu laki-laki, jadi ayah membencinya, begitu kan?"


Celine yang sudah turun dari taxi mengambil ponselnya lalu menghubungi Cali


"Halo kak, ini aku. Tolong buka pintunya" setelah menunggu beberapa menit suara pintu terbuka pun terdengar.


Ara langsung memeluk kaki Celine "Kakak bawa apa?"


"Coba tebak kakak bawa apa?"


Ara mengendus-enduskan hidungnya "Ara tau. Ayam goreng!"


Celine tersenyum lalu mengangguk kepala


"Wah~ ayam goreng. Ayam goreng!"


Ara kelihatan senang sekali. Seharusnya aku lebih sering membelikannya. Syukurlah karena aku punya waktu untuk belanja sebelum pulang. Walaupun aku harus menabung lagi agar bisa pindah ke rumah yang lebih luas.


"Ini juga ada baju kakak dan Ara"

__ADS_1


"Kenapa kau beli semua ini? Bukankah semua barang ini begitu mahal? hari gajianmu kan masih lama"


"Aku ada kerjaan di Mall. Kakak dan Ara kan sudah lama tidak membeli baju baru"


__ADS_2