Nikah Kontrak With Boss

Nikah Kontrak With Boss
Part 2 - Gara-gara mabuk


__ADS_3

Ketika pintu lift terbuka, Albert mengerutkan keningnya. Baju yang basah, pipi merah dan bau alkohol yang begitu menyengat tercium dari tubuh wanita yang ada di depannya ini. Ia sedikit menggeser tubuhnya lalu melalui wanita itu begitu saja


"Pak CEO, tunggu sebentar" Albert menghentikan langkahnya


"Ada urusan apa?"


"Anu... Itu,"


"Sepertinya kau tidak akan berkata atau bersikap kasar padaku karena mabukkan, jadi cepat katakan kau mau apa?"


"Saya..."


Albert menghela nafas ia melirik jam dipergelangan tangannya "Kalau begitu, aku anggap tidak ada yang ingin kau katakan"


"Suka!!!" Celine mendudukkan kepalanya, malu dengan apa yang baru saja ia katakan.


"Apa yang kau katakan barusan?"


"S-suka."


"Ya, siapa suka pada siapa?"


"Saya suka pada pak CEO" Albert yang mendengar pengakuan cinta dari wanita yang ada di depannya ini, membulatkan matanya.


"Saya merasa sangat berterima kasih atas apa yang anda lakukan tiga tahun yang lalu. Sejak saat itu, saya terus menyukai pak CEO"


"Jadi apa yang kau mau?"


"Apa yang aku mau?" gumam Celine. Aku hanya ingin menyampaikan isi hatiku yang sebenarnya untuk terakhir kalinya...


"Ciuman" Celine sungguh ingin benar-benar kabur dari hadapan Albert sekarang juga. Aku pasti sudah benar-benar gila

__ADS_1


"Anda hanya perlu melakukan sekali untuk terakhir kalinya. Bisa anda melakukanya?" Shittt... lagi-lagi otak dan mulut Celine tidak sejalan


Aku tau dia akan menganggap ucapanku ini gila dan akan mengabaikannya. Karena sudah tau akan di tolak, lebih baik aku menyelesaikan semuanya tanpa penyesalan...


"Bibirku ini tidak gratis, tidak masalah?" ucap Albert sembari melonggarkan dasinya. Setelah itu Albert mencium bibir Celine dengan lembut.


Mustahil... Ini tidak mungkin nyata, apa... Pak CEO juga suka padaku?


Setelah beberapa menit, Albert melepaskan ciumannya. Ia merapikan rambut Celine yang terlihat berantakan lalu menghapus sisa saliva yang tertinggal disudut bibir Celine.


"Pak CEO...?"


"Kau tidak perlu berterima kasih" ucap Albert sembari merapikan jasnya. "Karena aku pasti akan dapat imbalan yang sesuai"


"Kak, kak! Bangun, kak~"


Sinar mentari masuk melalui celah-celah ventilasi kamar Celine, Celine perlahan membuka mata ketika suara imut dari Barbara - anak dari kakaknya itu kembali terdengar


"Celine, kau tak apa? sepertinya kemarin kau terlalu banyak minum. Minum air madu ini"


"Makasih, kak" Celine mengambil air madu itu lalu langsung menghabiskannya dengan sekali teguk


"Apa yang terjadi kemarin?" tanya Cali penuh selidik


CEO, orang yang selama ini kusukai, katanya berhenti dari perusahaan. Tapi aku tidak bisa mengatakannya


"Tidak ada apa-apa"


Cali menghela nafas "Iya sudah kalau tidak terjadi apa-apa. Sekarang cuci mukamu, lalu makan"


Setelah selesai melakukan ritual pagi Celine bergegas menuju meja makan, disana sudah ada Barbara dengan pipi yang penuh dengan selai coklat

__ADS_1


Celine mengambil duduk tepat di sebelah keponakannya itu "Ara Kakak yang imut ini, kenapa makanannya masih belepotan gini sih" Cali hanya tersenyum melihat interaksi keduanya


"Kak, kemarin aku berbohong pada teman-teman di TK"


"Barbara, kakak sudah bilang berbohong itu gak baik!!"


Dengan suara yang sedikit gemetar, Ara menatap wajah ibunya "Ibu guru bilang kemarin adalah hari kita boleh berbohong!!! Benarkan, bu?"


"Iya, kemarin April Mop"


"Oh, April Mop. Aku bahkan enggak tahu tanggal..."


"Eh!! April Mop!!"


"Mampus" gumam Celine ketika melihat mobil Albert teparkir dengan rapi di tempat parkir khusus para petinggi perusahaan


Celine berjalan dengan lesu menuju ruang kerjanya


"Kau nggak taukan kalau kemarin itu April Mop? Celine memang hebat, bagaimana bisa kau percaya pak CEO akan keluar dari perusahaan? dasar polos!" begitulah pesan balasan dari Lucas. Dasar pria sialan


Hancur sudah!!! bisa-bisanya aku agak tau kalau kemarin itu April Mop! Kalau saja aku ngakak minum alkohol... Aku bisa menganggap diriku beruntung karena berciuman dengan pria yang ku taksir, tapi...


"Karena aku akan dapat imbalan yang sesuai"


"Imbalan, apa yang dimaksud pak CEO. Apa mungkin uang atau ia akan memecatku karena sudah bersikap kurang ajar?"


Ahhhhhh...... Jerit Celine frustasi sambil membentur-benturkan kepalanya di meja. Semua tim perencanaan menatap Celine dengan heran.


"Celine, ada apa" tanya Elena, bingung. Elena salah satu teman dekat Celine, dia perempuan yang cantik dan juga baik. Celine tersenyum lalu menggeleng kepalanya


Drrttt..... [[ Suara telepon ]]

__ADS_1


__ADS_2