
Kami sudah ciuman dua kali. Tapi meski yang kedua terjadi karena keadaan darurat, kalau kupikirkan lagi, ciuman pertama terasa semakin tidak masuk akal.
Dia menciumku untuk menyuruhku menjadi Sekertaris Brielle? aku semakin merasa itu hanya alasan... Dia kan bisa langsung menyuruhku melakukannya karena aku pegawai biasa.
"Aku pulang..." ucap Celine. Dari arah dapur terdengar suara derap langkah kecil Barbara yang berlari kearahnya sambil tertawa dan membawa satu tusuk Dackkochi ditangannya dengan mulut yang belepotan
"Kak, kak! Impianku berubah lagi"
Celine mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Barbara setelah mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Barbara. Celine mengambil tisu dari dalam tasnya lalu mengelap sudut bibir Barbara yang terkena saus
"Sekarang impian Ara mau jadi apa?"
"Idol. Ara mau jadi idol"
"Dulu pemilik restoran daging, lalu Presiden, dan sekarang mau jadi idol?"
"Kata temannya Ara kalau Ara jadi idol bisa foto bareng sama idol terkenal" Cali yang dari arah dapur membawa sepiring Beef Bulgogi hanya tertawa mendengar perkataan yang dilontarkannya anaknya itu
Setelah selesai menikmati Beef Bulgogi dan menyuruh Barbara ke kamarnya. Cali beranjak menuju dapur mengambil sebotol banana milk lalu memberikan banana milk tersebut kepada Celine
"Celine, kau kenapa? apa ada sesuatu?" sambil menyesap banana milk, Celine menatap Cali. Kak Cali... dia pasti akan ketakutan kalau tahu kalau hari ini aku berpapasan dengan iblis itu. Mungkin selama beberapa hari dia tidak akan bisa makan dan tidur dengan benar. Aku tidak mau membuat kak Cali khawatir tanpa alasan.
"Kak, hari ini aku bertemu 'orang aneh' diluar..."
Setelah itu..... Celine menceritakan semuanya termasuk ciuman keduanya dengan Albert. Kecuali, siapa yang mengejarnya di halte
__ADS_1
"Celine, sepertinya pak CEO itu menyukaimu. Bukankah dia sudah menciummu dua kali? selain itu, ciuman kali ini terjadi bukan karena kau yang memintanya!"
"I-itu karena situasinya seperti itu. Dia begitu untuk menyembunyikanku!"
"Meski begitu, mana ada yang mencium wanita yang tidak dia sukai sebanyak dua kali! aku yakin, pria itu juga tertarik padamu!"
Wajah Celine memerah, membayangkan ciuman tersebut. Tapi... selain ciuman itu, tidak ada bukti kalau pak CEO memiliki perasaan padaku. Dia tidak pernah menatapku mesra maupun berbicara padaku dengan hangat
Selain itu, Brielle bilang mereka berpacaran dengan tujuan menikah....
"Ah~ entahlah! aku pusing!" Celine memeluk pinggang Cali dengan spontan "Kak, aku mau terus menyukai orang itu saja. Aku tidak mengharapkan apa-apa. Aku hanya akan menyukainya sendirian seperti sekarang"
Cali menghela nafas sembari mengelus kepala kepala Celine dengan lembut "Baiklah"
.
.
Sambil menyesap kopinya Albert menjawab "Ada sesuatu yang terjadi"
"Apa?"
"Waktu tiba di parkiran mobil, aku melihat Celine dikejar gelandangan, karena berpikir itu situasi yang berbahaya, aku mengantarnya pulang dengan mobilku"
"Senior tidak perlu mengantarnya sampai rumah, kan? suruh saja dia naik taksi"
__ADS_1
"Sudah kubilang kondisinya tidak memungkinkan"
"... Senior, apa senior tertarik pada Celine?"
"Aku sudah bilang padamu kalau hubungan kami tidak begitu"
"Aku tahu. Tapi aku bicara begini karena senior bersikap seperti orang yang punya perasaan padanya"
"Dia pegawai yang aku gaji. Kau menyuruhku pura-pura tidak tahu saat dia terancam bahaya?"
"Aku tidak menyuruh senior untuk pura-pura tidak tahu. Aku cuma bertanya-tanya apa perlu mengantarnya sampai rumah? Kalau peka, senior pasti tahu kalau Celine punya perasaan pada senior. Tapi kenapa senior terus-menerus membuatnya salah paham? bahkan kalau senior melakukan sesuatu hanya karena niat baik, dia akan menerimanya karena berpikir senior punya perasaan padanya"
"Benar... Aku bisa membuatnya salah paham"
"Tentu itu berbeda kalau senior memang menyukai Celine. Tapi senior tidak punya perasaan seperti itu, kan?"
"Tentu saja"
Aku belum pernah mencintai wanita manapun sampai saat ini. Dan sampai kapanpun itu tidak akan pernah terjadi. Itu berlaku untuk Celine maupun Brielle
"Kalau begitu, senior harus menunjukkannya dengan jelas"
"Lain kali aku akan hati-hati"
Brielle menghela nafas lalu tersenyum menatap Albert "Aku sudah menyuruh Celine ke sini. Aku yang akan bicara padanya, jadi senior diam dan lihat saja apa yang akan terjadi"
__ADS_1
"Apa yang akan kau lakukan?" Albert menatap Brielle dengan tatapan curiga
"Nanti senior juga akan tahu. Aku melakukan semuanya demi Celine, jadi senior jangan ikut campur"