Nikah Kontrak With Boss

Nikah Kontrak With Boss
Part 3 - Salah paham


__ADS_3

Drrt..... [[ Suara telepon ]]


"Nona Celine, pak CEO memanggil anda. Anda di minta datang keruangannya"


Setelah menerima telepon dari pak Alwyn, Celine berjalan menuju lift dengan wajah yang gelisah. Sekarang aku harus bagaimana mana? kalau aku menjadi pengangguran, apa yang akan terjadi dengan keluargaku?


Ting.... [[ Pintu lift terbuka ]]


Celine masuk ke dalam lift, lalu menekan tombol menuju ruangan CEO yang berada di lantai 7. Setelah sampai di lantai 7, Celine menghela nafas lalu menghampiri meja yang bertulisan kan sekertaris - Alwyn Dudley


"selamat pagi pak" Alwyn tersenyum lalu mengangguk kepalanya


"Nona Celine, silahkan duduk. Saya akan menghubungi pak CEO terlebih dahulu" Alwyn menekan angka 1 dan sambungan telepon langsung tersambung kepada Albert


"Ada apa?"


"Pak CEO, nona Celine dari tim perencanaan sudah datang"


"Persilahkan dia masuk"


"Baik, pak CEO"


"Nona Celine mari ikut saya" Celine pun berjalan tepat di belakang Alwyn. Setelah sampai di depan pintu ruangan Albert. Alwyn mempersilahkan Celine untuk masuk


"Nona Celine silahkan masuk, tuan Albert sudah menunggu anda"


Sekarang Celine sudah berada di dalam ruangan Albert. Suasana yang begitu mencengkam membuat tubuh Celine membeku, seketika.


"Sampai kapan kau akan terus berdiri disana?" Celine dengan cepat membungkuk tubuhnya


"Pak CEO, Maaf karena saya kemarin bersikap sangat tidak sopan. Kemarin saya terlalu banyak minum... Saya mohon maafkan saya"


Apa aku benar-benar harus meminta maaf sampai seperti ini? pengakuan itu kulakukan karena kukira itu hari terakhirnya, tapi... Aku tulus mengatakannya.


"Saya benar-benar minta maaf, pak CEO"


"Nona Celine, Apa anda tau siapa saja pemegang saham di IONE Group"

__ADS_1


"Apa??"


"Pemegang saham IONE Group. Saya ingin tau, anda tau sejauh mana tentang perusahaan tempat anda bekerja"


"45% dipegang oleh tuan Malik Lawrence, pendiri sekaligus pemegang saham terbesar di IONE Group. 10% dipegang oleh tuan Delwyn Lawrence dan nyonya Abigail Lawrence, karena kecelakaan yang menimpa mereka 4tahun yang lalu saham tersebut dialihkan kepada anak mereka, tuan Albert L. Lawrence. Tuan Albert sendiri miliki saham pribadi di IONE Group yaitu 10%, total keseluruhan saham tuan Albert mencapai 20%. 8% dipegang oleh tuan Aldric Lawrence, anak dari istri kedua tuan Malik. 7% dipegang oleh tuan Aaron Lawrence anak dari tuan Aldric. 15% saham IONE Group dipegang perusahaan Chevron dan 5% dipegang oleh perusahaan YN Crop"


"Perusahaan ini sangat misterius, CEO darinYN Crop tidak pernah menunjukkan wajahnya ke publik. Bukan hanya orang-orang tapi karyawan mereka juga tidak ada yang tau wajah dari CEO mereka, kecuali sekertarisnya tuan Smith. YN Crop baru 2 tahun berdiri tapi mereka mampu bersaing dengan perusahaan besar seperti Nexflic, MeTV dan perusahaan lainnya"


Celine berhenti sejenak lalu melanjutkan kembali perkataannya "Baru-baru ini perusahaan YN Crop berkerjasama dengan Negara Timur Tengah. Negara di Timur Tengah tidak memiliki bioskop, sehingga jumlah permintaan konten yang dapat di nikmati di rumah cukup tinggi"


"Ternyata anda mengetahuinya dengan cukup akurat"


"Astaga, wajahku terasa begitu panas"


Celine harus benar-benar berterima kasih kepada sahabatnya itu. Berapa hari yang lalu Alena tidak sengaja melihat berita di tabloid, saham pribadi dari Lisa artis yang memenangkan piala oscar 2 tahun yang lalu menjual sahamnya di perusahaan Nexflic dengan harga tinggi. Karena penasaran siapa saja pemilik saham di IONE Group, Alena memaksa Celine untuk bercari tau. Berkat itu iya bisa menjawab pertanyaan tidak terduga dari Albert


"Dengan kata lain perusahaan kita harus mendapatkan kerja sama dengan YN Crop. Agar film yang kita produk bisa di tonton oleh orang-orang Timur Tengah. Namun menurut informan dari perusahaan kita, CEO dari YN Crop sangat menghormati budaya Timur Tengah salah satunya, menikah. Mereka hanya akan berkerja sama dengan CEO dari perusahaan yang sudah menikah"


"Jadi, pak CEO membutuhkan istri palsu. Ini maksud dari ucapan anda kan?"


"ya, itu benar"


"Berperan menjadi istri untuk pria yang kusuka!!!"


"Ja-jadi saya akan memainkan peran sebagai_____"


Tok... Tok...


"Pak CEO, tamu anda sudah menunggu sejak tadi" pembicaraan Albert dan Celine terputus.


Kedatangan Alwyn membuat Celine bernafas dengan lega. Jantung Celine berdegup begitu kencang, rasanya kalau degup jantung Celine, tidak kembali normal dengan cepat mungkin saja iya akan kehilangan nyawanya.


"Ada hal yang harus aku selesaikan lebih dulu, aku akan menjelaskan lebih detail saat pertemuan kita berikutnya. Sekertarisku akan menghubungimu"


Sekarang Celine tengah berada di kafe Eksbarri yang berada di dekat mall mewah yang tidak jauh dari IONE Group. Pemilik dari mall tersebut tuan Ace, kata Alena tuan Ace dan tuan Albert itu bersahabat sejak mereka masih kecil sama seperti tuan Mark. Tapi bedanya tuan Mark dan tuan Albert bersahabat sejak mereka Sekolah menengah pertama.


Celine melihat jam di pergelangan tangannya. Masih ada 15 menit lagi sebelum jam 2 siang.

__ADS_1


Setelah mendapat telepon dari pak Alwyn, entah makananku masuk ke hidung atau mulut saat makan tadi "aku juga tidak tau"


"Semoga saja tidak ada masalah..." Celine mengedarkan pandangannya mencari tempat yang bisa langsung dilihat oleh Albert ketika iya tiba nanti. Dan Celine mengambil meja berada di dekat jendela


Seorang pelayan menghampiri Celine "Mau pesan apa, Nona?"


Celine tersenyum lalu menggeleng kepalanya "Saya tengah menunggu seseorang" setelah itu pelayan tersebut membungkuk tubuhnya lalu pergi dari hadapan Celine


Karena terlalu asik melihat orang berlalu lalang Celine tanpa sadar mengingat kembali pembicaraannya dengan Albert tadi pagi


Pengantin palsu...


Apa pak CEO juga punya perasaan padaku?! bukankah begitu?! benar kan?! ada banyak wanita lain tapi dia memintaku untuk melakukan itu!!! dia bahkan memberiku ciuman panas...!


Celine memegangi bibirnya sambil tersenyum-senyum sendiri "Sepertinya aku sudah benar-benar gila" karena terlalu senang Celine tanpa sadar memukul-mukul meja. Iya terkejut dengan tatapan intens dari wanita cantik yang berada tak jauh dari tempatnya duduk.


"Aku terlalu berisik, ya?"


"M-maaf" ucap Celine menundukkan kepala. Wanita cantik dengan rambut sepundak itu berjalan menghampiri Celine


"Permisi... Apakah anda Celine Illona?"


"Ah, benar. Saya Celine Illona"


"Ternyata dugaanku benar. Aku Brielle anak 3-3 Brielle Dixon!"


Setelah itu Celine dan Brielle, saling menanyakan kabar satu sama lain. Celine melirik jam di pergelangan tangannya, "Brielle, maaf. Hari ini aku ada janji ketemu orang penting di sini. Kalau kau memberiku nomor telepon, aku akan menghubungimu lain kali. Atau kau bisa menghubungi duluan" ucap Celine sembari memberikan kartu namanya


"Ya ampun, IONE Group? Jadi karyawan yang dimaksud senior itu kau?"


Celine yang tidak mengerti maksud dari ucapan Brielle, mengerutkan keningnya


"Senior?"


"Iya. CEO dari IONE Group seniorku waktu kuliah. Nah itu dia..." ucap Brielle ketika melihat Albert yang baru saja memasuki kafe


"Senior Albert..." Panggilan Brielle, tersenyum.

__ADS_1


"Maaf aku datang terlambat. Mari kita karena waktuku tidak banyak"


"Brielle kenalkan ini Celine karyawan IONE Group dan Celine perkenalkan ini Brielle, orang yang akan menjadi istri palsuku"


__ADS_2