
"Pak kepala tim, saya pergi dinas ke keluar dulu"
Setelah mendapat izin dari pak kepala tim, Celine langsung bergegas menuju lift. Sesampainya didepan lift Celine melihat kembali pesan yang dikirim Brielle beberapa menit yang lalu.
📩 : Aku sudah memesan tempat untuk fitting gaun, kau datang saja ke toko fashion Kate Spade
Celine menghela nafas. Huft... Apa seharian ini aku harus jadi pelayan lagi...
Dari arah belakang seorang pria tengah memperhatikan gerak-gerik Celine. Ketika pintu lift terbuka, pria yang tengah memperhatikan gerak-gerik Celine itu maemanggil Celine dengan suara rendahnya
"Celine, ada yang ini aku bicarakan sebentar" Lalu pria tersebut menarik Celine menuju tangga
"Eh, ada apa?" tanya Celine dengan bingung lalu melepaskan cekalan lucas dari tangannya. Setelah berhasil melepas cekelan tersebut, Celine menatap wajah Lucas penuh tanya
"Ada apa, sih?"
Lucas menghela nafas "Kenapa kau jadi sering dinas ke luar? waktuku tanya pada pak kepala tim, dia bilang tidak tahu apa-apa karena itu perintah langsung dari pak CEO. Sebenarnya apa yang pak CEO perintahkan langsung padamu?"
"Bukan apa-apa kok!!! Pak CEO cuma memberiku beberapa tugas kecil..."
Lucas mempersempit jarak diantara mereka dan menatap mata Celine penuh curiga "Dari sekian sebanyak orang dibagian sekertariat, tapi kenapa kau yang disuruh?"
Celine menghindari tatapan mata Lucas "P-pak CEO bilang akhir-akhir ini bagian sekertariat sibuk, karena itu tugas tersebut diberikan kepada Celine Illona. karyawan baik dan pekerja keras seperti aku ini"
"Jangan bohong"
Celine menelan salivanya. Takut plus gugup bercampur jadi satu "Siapa yang bohong? Aku?" tanya Celine sambil menunjuk dirinya
Setelah mendapat anggukan dari Lucas, Celine menghela nafas "Aku tidak bohong!!"
"Lalu tugas kecil apa itu?" tanya Lucas sambil berkacak pinggang
"Ehhmmm... Aku tidak yakin boleh mengatakan ini, tapi..."
"Aishhh... Cepat katakan!!! atau jangan-jangan pak CEO dengan sengaja melakukan itu untuk membuatmu menderita?"
"Ahh??"
"Pantas saja akhir-akhir ini wajahmu kelihatan muram! aku tahu suatu saat kebiasaan pak CEO itu akan kambuh. Membuat karyawannya menderita untuk menghilangkan stresnya"
Celine memejamkan mata lalu memegang pelipisnya yang terasa sedikit berdenyut "Yah, anggap saja begitu. Aku harus buru-buru pergi, jadi kita bahas lain kali saja ya, Lucas"
"Maaf, Celine. Aku tidak bisa membantumu"
Celine mengagukkan kepalanya dan tersenyum kepada Lucas. Setelah pintu lift terbuka, Celine bergegas masuk dan meninggalkan Lucas yang masih berdiri sambil menatap Celine dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
__ADS_1
Sudah 1 jam Brielle mencoba berbagai berbagai gaun yang berasal dari negara Amerika tersebut
"Gimana?" tanya Brielle, memperlihatkan gaun merah tanpa lengan yang begitu pas ditubuhnya itu
"Entahlah, tapi aku rasa gaun itu sedikit terbuka?"
"Oh, ya? tapi aku suka tuh. Masukkan kebagian yang akan aku beli"
"Kalau begitu, kenapa bertanya..."
Setelah memisahkan gaun mana yang akan dibeli. Celine menatap kearah Brielle yang tengah tersenyum sembari mutar tubuhnya didepan kaca
"Celine, tolong foto kan aku dengan gaun ini, dong" Celine mengagukkan kepalanya lalu mengambil foto Brielle yang berpose layaknya model profesional
Cekrek...
"Ini sudah ketujuh kalinya..."
Ini tidak ada bedanya dengan pelayan. Kalau dipikir-pikir, di sekitar Brielle selalu ada anak-anak yang seperti itu. Anak-anak yang lebih seperti pelayan dibandingkan teman.
Waktu itu Brielle mengundang semua anak kelas 3.3 termasuk aku. Untuk makan dan belajar bersama dirumahnya. Namun, aku menolak dengan alasan bekerja paruh waktu karena tidak ingin dekat dengannya.
Brielle memang putri, tapi aku tidak ingin jadi pelayannya. Tapi siapa yang sangka sekarang aku tidak ada bedanya dengan pelayan...
Setelah selesai memilih gaun untuk pesta nanti. Celine dan Brielle istirahat disalah satu cafe yang menyajikan pemandangan rooftop yang indah
"Kita menghabiskan waktu tiga jam untuk memilih gaun. Apa gaun tadi tidak masalah? Soalnya sedikit terbuka..."
"Tak apa, aku suka kok" ucap Brielle sembari meminum minuman yang telah mereka pesan tadi
"Ini" Celine menyodorkan buku tebal kehadapan Brielle. "Aku sudah memilih dan menyusun beberapa hal yang kira-kira diperlukan saat dipesta nanti"
"...Ya, nanti aku akan melihat kalau ada waktu"
Celine menghela nafas. Rupanya dia tidak ada niat sama sekali untuk melihat buku yang aku berikan "Karena kau sibuk, aku akan jelaskan secara singkat hal-hal yang penting lebih dulu"
"Kita tidak tahu apakah CEO YN Crop akan menghadari cara yang mereka selenggarakan atau tidak. Oleh karena itu..."
"Celine, sejak kapan Kau suka dengan senior Albert?"
"Eeeh?!"
"Dari wajahmu saja aku sudah tahu kalau kau suka pada senior"
Celine yang panik langsung membungkukkan tubuhnya "Maaf, Brielle"
__ADS_1
"Kenapa minta maaf kepadaku? tidak ada salahnya suka pada seseorang. Justru aku yang tidak enak padamu. Aku tidak suka merasa tidak nyaman dengan teman sendiri karena masalah seperti ini"
"Ja-jangan salah paham. Aku memang punya kesan baik pada pak CEO, tapi perasaanku tidak seserius itu!!! sebenarnya itu bahkan tidak bisa disebut sebagai rasa suka!!! rasanya seperti menyukai selebriti saat kita masih SMA..."
"Benarkah? Kalau begitu aku tidak perlu merasa tidak enak karena hubunganku dengan senior kan?"
"Tentu!"
"Makasih, Celine!"
Setelah ketahuan oleh Brielle. Celine sedikit canggung dan ingin cepat-cepat pergi dari sana.
"Lelahnya, mau pergi sekarang?"
Brielle menatap sekilas kearah mata Celine "Ya... Aku juga lelah, ayo pulang"
Ketika menuruni tangga. Ponsel milik Brielle berbunyi, Brielle langsung mengecek ponselnya dan ternyata itu pesan dari Albert
📩 : Aku sudah pesankan salon jam 9 di hari pesta. Mau kukirim mobil?
📤: Tidak, aku akan pergi dengan sopir. Apa nama salonnya?
📩 : Samantha McMillan Beauty
📤: Pilihan senior Albert memang oke
Brielle menatap kearah Celine "Senior Albert mau ke sini untuk bertemu denganku. Kau mau menyapanya dulu?"
"Tidak! aku mau kembali ke kantor!!!"
"Oh, begitu ya. Terima kasih untuk hari ini" Brielle mengeluarkan uang $10 dan memberikan kepada Celine
"Celine, ini... Naik taxi saja"
"Tidak, terima kasih. tapi aku hari ini ingin bus. Kalau begitu aku pergi dulu, ya. Sampai berjumpa di pesta!"
Aku sudah memutuskan untuk menyerah, tapi aku tak menyangka akan ketahuan oleh Brielle
Setelah sampai dihalte. Celine menunggu bus yang akan datang dalam 15 menit lagi sesuai dengan jam keberangkatan yang tertera didinding halte.
"Eh, kenapa ada bau alkohol..."
Celine menoleh, ketika menoleh ia mendapat seorang pria tua yang tengah memegang botol kosong menatap tajam dirinya
"Kau wanita sialan yang menculik anak dan istriku kan?!" Celine yang panik langsung berlari meninggalkan halte.
__ADS_1
"Hei jal*ng, berhenti kau!!"