Nikah Kontrak With Boss

Nikah Kontrak With Boss
Part 8 - Ciuman kedua


__ADS_3

Celine menoleh, ketika menoleh ia mendapat seorang pria tua yang tengah memegang botol kosong menatap tajam dirinya


"Kau wanita sialan yang menculik anak dan istriku kan?!" Celine yang panik langsung berlari meninggalkan halte.


"Hei ******, berhenti kau!!"


Dari kejauhan Celine melihat Albert yang baru saja keluar dari mobil. Dengan nafas yang tersengal-sengal Celine berlari kearah Albert


"Pak CEO... tolong sembunyikan saya" Albert langsung membuka pintu mobilnya


"Cepat masuk"


Setelah berada didalam mobil. Celine meremas kedua tangannya, tubuhnya kegemetar ketakutan


"Kau sembunyi dimana, hah..." pria tua itu berjalan kearah mobil Albert.


"Dia datang ke arah sini..." gumam Celine. Gumaman tersebut masih bisa didengar oleh Albert. Albert menatap kearah kaca depan mobilnya, pria tua itu itu sudah semakin dekat...


"Aku katakan ini lebih dulu. Aku tidak punya maksud apa-apa. Tapi sepertinya ini keadaan darurat..."


Albert menangkup pipi Celine dengan kedua tangannya lalu wajah Albert mendekat. Setelah itu yang terjadi adalah Albert mencium bibir celine dengan lembut, sangat lembut sampai membuat tubuh Celine yang awalnya gemetar kini kembali tenang


"... Dia sepertinya sudah pergi" ucap Albert disela-sela ciumannya. Setelah itu Albert melepaskan ciumannya dari bibir Celine


Celine melirik kearah jendela mobil. Dan benar apa yang dikatakan Albert, pria tua itu sudah tidak ada di sana


"Hm..." Albert berdehem ketika tangan Celine masih bergelayutan dilehernya. Celine yang terkejut langsung melepas tangannya dari leher Albert


"Te-terima kasih karena sudah menolong saya, pak CEO!"

__ADS_1


"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan" Albert menghidupkan mesin mobilnya lalu menatap mata Celine dengan tatapan lembut


"Di mana rumahmu?"


"Eh? tak usah pak CEO. Saya harus kembali ke kantor..."


"A.LA.MAT RU.MAH" ucap Albert penuh penekanan. Celine menghela nafas setelah itu iya memberitahu alamat rumahnya kepada Albert


"Jalan XX nomor 12-3"


Diperjalanan menuju rumah Celine. Albert melirik Celine dengan ekor matanya "Sebenarnya apa yang terjadi?"


"Oh... Itu..." Celine terdiam sesaat "Sepertinya dia orang aneh. Tadi kami sempat bertatapan di halte, lalu tiba-tiba mengajak berdebat dan mengerjar saya"


"Bagaimana kalau kita ke kantor polisi?"


"Tidak, saya tidak mau ke sana! saya tidak ingin terlibat lagi dengan orang seperti itu"


Meski berusaha untuk menahan, aku tidak bisa untuk tidak melihatnya....


"Apakah Brielle mempersiapkan diri dengan baik?"


"Sepertinya Brielle sangat sibuk. Saya akan lebih memperhatikannya lagi"


Albert menghela nafas "... Karena sudah mengira akan begitu, makanya aku memberinya Sekertaris. Tetaplah berada disampingnya dan awasi dia agar dia tidak membuat kesalahan"


"Aku tidak bisa menoleransi kesalahan sekecil apapun. Apapun yang terjadi, kita harus mendatangi kontrak ini" ucap Albert sambil mencengkeram setir mobil dengan kuat


Kenapa pak CEO ingin sekali berkerjasama dengan perusahaan YN Crop.... Apa karena, mereka pekerjaan sama dengan perusahaan asing berasal dari negara timur itu?

__ADS_1


"Sebanarnya aku mendapatkan informasi bahwa IOI Group juga mencoba mendapatkan kerjasama dengan YN Crop. Sampai mati pun , aku tidak boleh kalah dari IOI Group"


"Sepertinya alasannya lebih karena persaingan, bukan karena kontrak itu sendiri..."


Tapi IOI Group anak perusahaan dari IONE. Aku dengar pamannya yang memang perusahaan Tersebut


"Pokoknya. Ayo, berjuang supaya kontrak itu berhasil. Karena itu keinginan pak CEO "


Setelah mengantar Celine sampai ke rumah. Albert membenturkan kepalanya ke setir mobil berulang kali dengan pelan


Dasar gila... Kenapa aku menciumnya padahal aku bisa menyembunyikannya dengan cara lain? Dia tidak meminta, tapi aku dengan sukarela menciumnya begitu saja... Apa karena aku ingin menenangkannya? Menurutku itu alasan yang bodoh. Padahal aku bisa saja langsung menjalankan mobil...


Drrrt....


Ponsel Albert terus saja berdering. Namun, Albert mengabaikan panggilan tersebut. Iya hanya melirik sekilas layar ponselnya, tertulis 13 panggilan tak terjawab dari Brielle.


Brielle....


Apa aku akan menciumnya jika dia berada dalam kondisi seperti itu?


"Bagaimanapun, mereka berdua tidak berarti apa-apa buatku".


"Sialan.... Dasar wanita sialan... Kau melarikan diri lagi...! berani-beraninya kau menculik istri dan anakku..."


Orang-orang yang berlalu lalang didekat halte, panik. Pria tua itu membawa botol pecah yang runcing dibagian ujungnya


Brakk.....


"Dasar ******, wanita sialan. Kau sembunyi di mana!!!"

__ADS_1


"Permisi. Siapa sebenarnya yang bernama Celine sampai-sampai anda mencarinya dengan susah payah seperti itu?"


__ADS_2