
"Senior Albert..." Panggilan Brielle, tersenyum.
"Maaf aku datang terlambat. Mari kita mulai karena waktuku tidak banyak"
"Brielle kenalkan ini Celine karyawan IONE Group dan Celine perkenalkan ini Brielle, orang yang akan menjadi istri palsuku"
Brielle?
Istri palsu?
Bagaikan ditarik secara paksa dari hayalannya. Celine meremas ujung rok yang ia gunakan dengan kuat.
"Pertama-tama silahkan tanda tangan di sini" Celine hanya diam menatap surat yang disodorkan oleh Albert.
"Itu surat pernyataan kerahasiaan. Aku juga sudah tanda tangan!" Brielle menjelaskan kepada Celine isi dari surat tersebut
Celine pun menandatangani surat tersebut, setelah menandatangani surat tersebut Celine hanya diam menatap keluar jendela
"Apa yang kau lihat?"
"Apa yang kau lihat sampai melamun seperti itu?!"
"M-maaf, pak CEO"
Brielle memegang pundak Albert "Senior galak sekali pada karyawan. Jangan begitu, sepertinya Celine bingung karena sudah lama tidak bertemu denganku. Kami dulu sekelas saat SMA. Aku juga kaget saat melihat Celine tadi"
"Oh, ternyata kalian saling kenal?"
"Iya, selama ini aku penasaran sekali dengan kabarnya. Berkat senior, aku bisa bertemu dengannya seperti ini"
Albert melirik jam yang ada dipergelangan tangannya "Baiklah. Karena harus segera kembali ke kantor, aku akan jelaskan dengan cepat"
"Untuk sementara ini, aku memintamu untuk membantu Brielle. Sederhananya, anggap saja kau berperan sebagai sekertarisnya"
Padahal banyak Sekertaris di kantor, tapi kenapa dia menyuruhku melakukan pekerjaan ini dan membuatku menderita...
Bagaikan bisa membaca pikiran Celine, Albert menjelaskan "Bagian sekretariat sedang sibuk menyiapkan kontrak, jadi tidak bisa menarik satupun dari mereka. Ini lebih baik karena kalian berdua sudah saling kenal. Jadi kuharap untuk sementara kau bisa membantu Brielle"
"Dua minggu lagi YN Crop akan mengadakan pesta. Menurut informasi yang didapat, para undangan yang hadir, semuanya menginginkan kerjasama yang menguntungkan tersebut"
"Oh, kalau begitu aku juga datang ke pesta itu bersama senior?"
"Benar. Dan menghadiri pesta, tentunya dibutuhkan adalah gaun dan aksesoris. Termasuk cincin pernikahan. Celine hari ini bantu Brielle berbelanja"
"Pakai ini untuk pembayaran" Albert memberikan blackcard kepada Celine
"Senior!!! bukankah kita seharusnya memilih cincin pernikahan bersama?"
"Itu alasanku memberimu sekertaris!" ucap Albert dengan dingin lalu Albert menatap Celine "Ku percayakan semuanya padamu"
__ADS_1
Sudah 2 jam Celine menemani Brielle memilih cincin namun sampai sekarang Brielle belum memutuskan ingin beli cincin yang mana
"Gimana dengan ini, Celine?"
Celine menghela nafas. Sudah kesekian kali Brielle menanyakan pertanyaan yang sama. Dan berakhir dengan Brielle tidak menyukai desain perhiasan tersebut.
"Cantik"
"Benarkah?" Celine hanya menganggukkan kepalanya "Aku suka desain ini, tapi apa tidak ada yang 2 karat?"
"Maaf, ukuran karat ini sudah paling besar di toko kami"
Brielle sekali lagi memperhatikan cincin yang ada dijari manisnya itu "Aku ambil yang ini"
"Semuanya $ 35"
"Uang sebanyak itu bisa membayar kontrakan rumah dan biaya hidup kami dalam setahun " gumam Celine
"Sa-saya akan bayar pakai ini" Celine memberikan blackcard yang diberikan Albert untuk membayar semua yang dibutuhkan Brielle untuk kepentingan misi
"Aku haus. Mau istirahat sebentar?" Celine mengagukkan kepalanya. Sekarang mereka tengah berada di Noma, kafe yang terkenal dengan dessert mereka dan sangat cocok jika diminum dengan cocktail.
"Omong-omong Celine kau hebat. Karena kondisi keluarga yang tidak bagus, kau kuliah diploma kan? tapi kau bekerja di IONE Group yang sulit untuk dimasuki itu. Aku bisa melihat seberapa kuat usahamu"
"Mungkin, aku hanya beruntung waktu itu"
Brielle sangat populer karena ayahnya direktur perusahaan hiburan ternama
"Itu semuakan berkat kecakapan pak CEO"
Hidupnya berkebalikan denganku, yang tinggal di rumah kecil dan berkerja paruh waktu. Kau dan aku adalah dua orang dari dunia berbeda, memakai baju yang berbeda meski seragam kita sama, dan pergi ketempat yang berbeda meski sekolah kita sama.
"Ahh, kalau di pikir-pikir senior Albert memang hebat, dia membangun kembali IONE Group yang kala itu mengalami penurunan"
"Anu...."
"Kau dan pak CEO senior-junior di kampus?"
"Ya, dia senior di jurusanku. Aku lulus dari jurusan Administrasi Bisnis. Tapi dia orang yang sangat dingin, jadi selama kuliah aku tidak bisa ngobrol dengannya"
"Mungkin senior bahkan tidak ingat namaku sampai lulus" ucap Brielle sambil tertawa kecil
"Lalu bagaimana kalian bisa dekat?"
"Sekitar sebulan yang lalu, tiba-tiba ayahku menyuruhku menikah. Apa masuk akal menikah lewat perjodohan di zaman sekarang? jadi aku pergi untuk melihat orang seperti apa yang dijodohkan denganku. Tapi ternyata senior Albert yang duduk di situ"
"Oh... Kalau begitu kalian akan menikah?"
"Yah, untuk sekarang kami pelan-pelan menjalani hubungan dan mencoba untuk mengenal satu sama lain. Tapi bukankah menikah itu lebih baik dilakukan dengan orang yang kita sukai? kalau semua berjalan lancar, mungkin ini bisa menjadi cincin pernikahan kamu yang sebenarnya" ucap Brielle malu-malu sambil melihat cincin yang mereka beli beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
Bagaimana bisa dia memiliki segalanya? jadi itu sebabnya dia memilih Brielle? Ini bukan hanya akting, tapi wanita yang bisa menjadi istri sebenarnya.
"Karena sudah istirahat, bagaimana kalau kita melihat-lihat yang lain?"
Sekarang Celine tengah memasukkan semua barang Brielle kedalam bagasi mobil "Semua sudah dimasukkan. Kita beli yang lain besok. Kalau begitu aku pergi..."
"Oh, Celine, tunggu sebentar. Ayo kita makan malam bersama"
"Apa?"
"Ayo makan dulu sebelum pulang. Senior Albert bilang pekerjaannya sudah selesai"
"Ah, gak usah! aku harus segera pulang. Kalian makan berdua saja"
"Aku sudah bilang pada senior akan makan denganmu juga. Aku juga sudah memesan tempat!"
"Aku akan menghubungi kakakku dulu" Brielle mengagukkan kepala lalu Celine sedikit menjauh dari Brielle
Drrrrtttt..... [[ Panggilan tersambung ]]
"Hello kak. Malam ini seperti aku akan pulang sedikit terlambat. Kakak tidur saja, tidak usah menungguku pulang" setelah mendapatkan izin dari Cali. Celine mengakhiri panggilan tersebut.
Setidaknya butuh 10 menit dari Mall menuju restoran. Mobil Brielle berhenti didepan restoran yang menyajikan bermacam jenis makanan yang bahan utamanya daging.
Wajah Celine memerah, matanya dan mata Albert tidak sengaja saling bertatapan selama beberapa detik
"Senior Albert. Maaf kami datang terlambat" ucap Brielle malu-malu
"Hm~"
Setelah Brielle mengambil duduk tepat disebelah Albert "bagaimana belanjan kalian?"
"Karena gaunnya tidak ada di mall, kami akan pergi lagi nanti untuk membelinya. Hari ini aku cuma beli cincin"
"Ini pertama kalinya aku makan di restoran mewah. Dan bagaimana cara aku memakan ini?"
"Celine! yang itu pisau untuk butter"
"Eh?!" karena gugup dan malu secara bersamaan, Celine tidak sengaja menjatuhkan pisau yang dia pegang
"Maaf" Celine membungkukkan tubuhnya, ingin mengambil pisau yang baru saja ia jatuhkan. Brielle tertawa kecil "Tak apa~ pelayan akan menyingkirkannya!"
Brielle menatap Albert "Bukankah Celine imut? dia sama sekali tidak berubah dari SMA!"
"Kalian dekat?"
"Aku sih inginnya begitu, tapi tidak ada banyak kesempatan"
"Oh iya, Celine. Bukankah waktu disekolah pernah ada rumor tentangmu? kalau tidak salah, pencuri dan wanita penggoda"
__ADS_1