
#TOGA-WISUDA-DILEMA
(Pov aneukeu)
Aneukeu Puspa Purna S.E
Sarjana Ekonomi bidang IESP (ilmu ekonomi study pembangunan). Lulus tepat waktu meskipun tidak dengan nilai cumlaude. Yang terpenting sudah mampu menyelesaikan strata-1 di usia yang tak lagi muda. Usia 28 tahun, tidak menjadi tolak ukur seorang manusia menuntut ilmu yang luhur.
Acara wisuda yang meriah di selenggarakan di kampus pusat. Hanya wisudawan/ti yang layak dan terpilih untuk bisa merasakan wisuda di kampus pusat. Universitas negri ke 45 di republik indonesia satu-satunya universitas yang memiliki izin legal untuk mengembangkan program belajar jarak jauh.
Delapan semester selama 4 tahun. Tidak akan aku ceritakan lelah dan letihnya perjuangan. Toh, publik tahunya kita sudah sukses dan telah mencapai segala keinginan.
Cemoohan para tetangga yang dengan serta merta melabeli wanita ini "perawan tua" terbungkam dengan prestasi yang aku tunjukan.
Bukannya setiap wanita memiliki kesempatan untuk memuliakan dirinya ? Dengan atau tanpa seorang suami di sisinya ! Wanita perlu memiliki ambisi untuk memperbaiki kualitas diri.
Tidak ada salahnya berkarir dan bersanding dengan para lelaki yang selalu memonopoli jenjang kesuksesan di bumi pertiwi. Walaupun begitu sumur, kasur, dan dapur adalah harga mati seorang perempuan sundawi.
Dibalik satu titik kesuksesan yang dapat di raih seorang aneukeu terdapat satu tujuan yang masih menggantung tak berkesudahan. Ajakan menikah yang aneukeu ajukan kepada seorang noufal masih terbantahkan.
Sedangkan, persiapan untuk melanjutkan S2 ke luar negri tinggal merampungkan. Berkat do'a dan sokongan dana dari ibu terhebat sejagat. Akhirnya, aneukeu mampu meraih impian selanjutnya meskipun berbekal tekad dan nilai yang biasa-biasa saja.
Tidak jalur prestasi. Tapi, jalan tuhan selalu lenggang untuk orang-orang yang yakin dan bekerja keras serta do'a-do'a yang tak putus hingga menembus pintu langit. Membuat aku di mampukan dan di lancarkan melanjutkan S2 jalur mandiri di negara eropa.
Alhamdullilah . . . Memasuki semester 8. Aku sudah resign dari sekolah dasar tempatku mengajar dengan alasan mengambil pekerjaan sesuan fashion di ibu kota.
Lagipula tidak tepat jika S.E mengajar di sekolah dasar. Masih banyak S.PD yang lebih menguasai bidangnya. Semuanya sudah memiliki porsi dan potensi masing-masing.
Berkat kepala sekolah yang mengapresiasi kinerja selama 1.5 tahun mengajar anak-anak. Aku di berikan SK mengajar agar kelak bisa di pergunakan untuk memudahkan segala syarat pemberkasaan jika suatu saat aku berminat menjadi seorang guru.
Benar apa kata orang. Jika pendidikan dan karir melesat lebih tinggi percintaan akan semakin turun hingga dasar. Percintaanku masih saja memiliki alur yang menguras emosi dan airmata. Tapi, rasanga sudah biasa.
-----###------
Di sebuah kafe di bilangan jakarta area kota tua. Entah menu apa yang sekarang ada di hadapan. Aku memesannya sembarang persis seperti hati yang mulai tak sabaran.
Ini kali kedua aku mengunjungi kafe bernuansa neteherland. Pertama, dengan kak raja orang paling berjasa dalam karir ku di ibu kota. Kita kenal saat pendakian mahameru karena, tergabung dalam kelompok yang sama. Usianya sekarang 36 tahun. Atas bantuan kak raja pula aku bisa bekerja di perusaahn BUMN yang khusus menangani kekayaan negara.
__ADS_1
Kedua, dengan noufal. Lelaki yang sudah 3 tahun ini bersamaku tanpa sebuah ikatan. Hari ini, aku ingin memperjelas hubungan. Agar saat aku tinggalkan semuanya menjadi tegas dan tak memberatkan.
"Fal, gimana kabarnya ?" Tanyaku
"Baik, neu. Tumben ada apa ngajak ketemuan ?"
"Fal, gimana jawaban atas pertanyaan aku yang tempo hari ?"
"Pertanyaan yang mana neu ?"
"Pertanyaan waktu aku semester 8. Kan,aku bilang, kalau udah wisuda bisa nggak kamu ngasih kejelasan di hubungan kita ini."
"Neu, aku gak bisa ngasih jawaban sekarang. Soalnya, aku masih banyak tanggungan."
"Fal, kamu gak harus nikahin aku cepat-cepat. Aku cuma butuh, status. Seperti pacaran atau mungkin tunangan."
Noufal menggeser gelas kopinya pelan. Beberapakali menghela nafas ragu dan menghembuskan asap rokok ke langit-langit cafe verile.
Aku masih menunggu dalam diam. Di temani sesapan coffe yang ntah apa namanya yang pasti rasanya pahit sedikit getir seperti suasana yang sedang bergulir.
"Neu, aku masih belum yakin akan di bawa kemana arah hubungan kita. Sebab, aku belum berani mengikat perempuan saat aku masih punya banyak tanggungan."
Sedangkan adiknya baru memasuki kelas 10 SMA ! coba, perlu berapa tahun lagi aku menunggu dan bersabar untuk hal semacam ini ?
"Fal, tidak apa-apa kalau kamu belum siap. Tapi, kalau seandainya aku di nikahi orang lain bagaimana ?"
Tentu saja itu bohong, hanya menjebak. Pertanyaaan tidak sungguhan. Mana mungkin aku rela di nikahi lelaki lain padahal sudah berwindu-windu aku menunggu seorang noufal.
Ada janji dan komitmen yang harus di jaga hingga mati. Komitmen tertulis di buku diary dan hati. Janji tak langsung yang mengikat hingga sekarang. Jika tidak berjodoh, aku tidak akan menikah sebelum noufal yang menikah duluan. Aku akan memastikan bahwa noufal bahagia dengan pilihannya.
Janji macam apa ini ? Ya, memang seperti itulah kenyataannya. Aku menghambakan diriku atas dirinya. Atas cintanya yang ingin aku miliki seutuhnya.
Ini memang tindakan yang sangat bodoh bin nekad. Seolah mematri diri untuk tidak ingin di cintai oranglain. Padahal, di luar sana banyak yang mengharapkan sosok aneukeu puspa purna.
Seperti apa kharisma yang dimikiki noufal prambumi sehingga membuat aneukeu bernadzar hingga nyawa melayang.
"Neu, kamu berhak menikah dengan lelaki yang tampan dan kaya raya, bukan dengan lelaki seperti aku. Kamu berhak mendapatkan lelaki yang melebihi aku."
__ADS_1
"Fal, kamu tidak menyayangi aku ? Dengan mudahnya kamu bilang seperti itu ?"
Dimana airmata yang harusnya menjadi senjata untuk ku gunakan agar noufal luluh dan berdamai dengan keegoisannya.
"Okelah fal, aku pamit. Untuk waktu yang lama. Mungkin ini pertemuan terakhir kita. Mungkin jika jodoh kita akan di pertemukan kembali, terimakasih untuk 3 tahun ini,"
"Neu, maafkan aku."
Aku berharap hujan turun mengguyur bumi dengan suara gugur menggelegar dan kilat menyambar. Agar lelaki ini tahu betapa hatiku sakit tidak terkira. Biar aku bisa menangis sepuasnya tanpa di ketahui, menjerit sepuasnya berlomba dengan gugur yang menggelegar dan berkabung sepuasnya di sertai kilat yang mencekam.
-----####------
Lantas kita ini apa ? Saling terpaut selama 3 tahun. Tidak hubungan, tanpa adanya status, hanya berlandaskan komitmen untuk tetap bersama.
Bukannya kamu tahu. Hukum dan segala hadis yang mengatakan bahwa hubungan semisal ini adalah dosa tidak terampuni ? Selama ini kita saling memadu kasih bukannya itu dosa paling besar ? Tetapi, untuk meminangku saja kamu masih meragu.
Kenapa tidak kamu lepaskan saja aku ? Buang aku agar aku bisa pergi tanpa kembali. Kenapa terus menggantung ? Memainkan tiap perasaan ?
Apa aku bagimu ?
Nikahi aku, ustadz !
Nikahi aku, ustadz !
Nikahi aku, ustadz !
Noufal tidak bergeming. Menyaksikan perempuan yang selama ini menemaninya di atas ranjang berlalu pergi tanpa menoleh kembali.
Bukannya tak sayang. Hanya saja, aneukeu wanita yang jauh dari ekspektasi umi dan abi. Aneukeu terlalu bebas sehingga fitrahnya sebagai seorang perempuan tidak bisa di kenali.
Umi dan abi ingin menantu yang syari, memiliki suara merdu dan berbudi pekerti. Keibuan dan tentu saja wanita rumahan.
Aku, noufal ingin wanita seperti aneukeu. Tapi, umi dan abi sudah membawa calon sesuai keinginan mereka.
Tidak mungkin noufal menyuruh aneukeu mengubah pribadinya seperti yang umi dan abi harapkan. Karena, bagi noufal aneukeu sudah menjadi wanita idaman.
Biarlah aneukeu, tahunya noufal punya tanggungan. Padahal sebetulnya, perjodohanlah yang mejadi halangan.
__ADS_1
"Maaf aku berbohong, demi kebaikan kamu. Aku tidak rela menyakitimu, melihat dirimu menangis, biarkan aku yang terluka. Dan kamu tidak membenci dunia".