NIKAHI AKU, USTADZ !

NIKAHI AKU, USTADZ !
NIKAHI AKU, USTADZ !


__ADS_3

#TheDiamondCity


Mentari pagi menyeruak masuk ke dalam gordeng bernuansa coklat keemasan bergaris lintang bergelombang.


Aneukeu terbangun karena terpaan sinar menyilaukan yang terkadang tersibak angin berembun.


Terperanjat aneukeu dari ranjang berantakaan. Kemudian, meraih selimut untuk menutupi tubuh tanpa sehelai benang.


Seperti di sinetron ! Adegan drama yang selalu di tawarkan setelah action panas di ranjang. Ahhh ! Noufal, kembali aneukeu mengingat peraduan panas nan menantang.


Senyum tersungging dari bibir sensual perempuan berusia 25 tahun yang masih terlihat seperti anak sekolahaan. Wajah awet muda di dukung tubuh mungilnya, tidak akan di sangka bahwa perempuan itu telah dewasa.


Aneukeu mengenakan pakaian yang semalan di lempar tak karuan. Rupanya tv tidak di matikan dari semalam, channel di alihkan ke stasiun tv dengan suguhan film animasi cartoon upin dan ipin kegemaran.


Noufal masih terbuai dalam impian, aneukeu beranjak dari tepi ranjang ke pintu beranda penginapan.


Pemandangan memanjakan mata memukau hati yang masih bergembira. Gunung guntur bermegah-megah sepanjang memandang.


Sungguh indah ciptaan tuhan yang kini dalam jangkauan. Kembali aneukeu menghampiri noufal yang masih mendengkur kencang.


"Fal, bangun." Aneukeu mengguncang bahu noufal pelan.


Susah bangun adalah kendala setiap lelaki termasuk noufal.


Aneukeu memutuskan untuk melewati paginya dengan berenang dan membiarkan noufal sendirian.


________________________________________


"Darimana neu ?" Tanya noufal masih rebahan di atas ranjang.


"Berenang." Aneukeu menjawab singkat masuk ke kamar mandi.


"Kok gak ngajak-ngajak." Noufal menyeruak masuk tanpa komando.


"Aih, kamu." Aneukeu mengerutkan tubuhnya di kolam berendam.


"Kenapa ? Malu ?" Tanya noufal sembari masuk ke kolam berendam.


Kini, keduanya berada di kolam rendam. Saling menggosok badan di sertai candaan.


"Aku ngorok nggak sih neu ?" Tanya noufal


"Ngorok, kenceng banget" sahut aneukeu


"Fal, aneh ya ? Biasanya aku insomnia loh, nggak pernah bisa tidur malam." Jelas aneukeu


"Hahahh, ia ya ! Waktu aku chat kamu pertamakali kan kamu bilang insomnia. Kok malam tadi kamu bisa tidur."


"Auh ah gelap" aneukeu berkilah cepat


Kolam rendam air hangat seolah mampu merefleksikan setiap otot yang menegang dari semalam.


Mereka menyudahi keromantisaan dan mengenakan handuk kompak. Suara ketukan di pintu membuat aneukeu sigap ke pojokan. Sedangkan noufal membukakan pintu.


Room service mengantarkan menu sarapan khas lokal, dua gelas susu hangat di padukan gorengan pisang dan roti panggang di taburi parutan keju.


Mmm sedap ! Setelah tenaga terkuras habis. Akhirnya menemukan kudapan beraroma manis.


"Neu, kamu kenyang nggak ?"


"Nggak."


Noufal dan aneukeu segera merapihkan diri, mengemas barang bawaan. Aneukeu mengulaskan lipstick beraturan.


Selesai aneukeu mengemas tubuhnya sedemikian rupa ! Tak lupa, sesegera mungkin mengecek ulang barang bawaan noufal. Kalau ada yang ketinggalan akan lain urusan.


_____________________________________


"Makan lagi yuk !" Ajak noufal dengan kendaraan yang melaju sedang


"Yuk." Jawab aneukeu bersemangat.


Akhirnya, bubur ayam menjadi menu sarapan selanjutnya ! Masih di kota yang di juluki kota intan atau orang kenal sebagai the diamond city.


Motor yang memiliki performa bagus seperti si empunya, menyusuri jalanan provinsi. Waktu menunjukan pukul 10:00 WIB. Sudah 1.5 jam waktu yang di tempuh dari kota intan yang menjadi saksi perpaduan dua manusia penuh gairah.


Lagi-lagi noufal memarkirkan kendaaraannya di sebuah warung makan sunda.


"Makan lagi ?" Tanya aneukeu keheranaan.


"Laper euy." Jawab naoufal cengengesan.


Noufal menggenggam tangan aneukeu masuk ke warung makan tersebut.


"Boleh ambil sepuasnya." Lanjut noufal


"Aslii ?" Mata aneukeu berbinar-binar kegirangan di sertai anggukan tanda noufal meyakinkan


Memang, masakan sunda mengenyangkan ! Nikmat tak terbantahkan.


Menurut cerita noufal. Warung makan ini memang terkenal di kalangan pengemudi bus. Noufal biasa mampir ke warung makan ini dengan penumpang bus lainnya.


Mungkin semacam pool kecil atau perhentian penumpang selagi meununggu ya memenuhi kebutuhan.


Pantas saja banyak bus yang terparkir, meskipun demikian banyak motor


Berjajar berdempetan.

__ADS_1


Ramai sekali ! Gumam aneukeu dalam hati. Sesekali noufal bercerita panjang lebar dan aneukeu menyimak khidmat setiap kata yang meluncur keluar dari bibir noufal.


Janggut hitam mengkilap tertata rapih di dagu sang pujaan, dengan jambang di setiap sisi pipi terlembut di belaiaan.


Eksotik mahluk tuhan satu ini ! Menambah spersekian persen kecintaan yang telah mengendap lama tak terungkap.


Biarkanlah rasa aneukeu terpendam dalam. Asalkan noufal tetap di dekapan. Sudah meneguk kenikamatannya saja sungguhlah cukup tidak di anjurkan untuk menagih lebih dari yang di inginkan.


"Kapan berangkat ke jakarta ?" Tanya aneukeu di antara suapan nasi dan lauknya.


"Sekarang kan tanggal 3, berangkat tanggal 5 kayaknya" noufal menjawab tetap mengunyah.


Sudah dua hari aneukeu bersama naoufal. Pertemuan di tanggal dua dan sekarang tanggal 3. Tanggal 5 noufal sudah harus kembali ke tangerang, bintaro.


"Tempat kerja kamu safety kan ? Pake helm, baju proyek sama sepatu boot tinggi yang selalu di kenakan tukang bangunan."


"Kamu masih percaya aku kuli bangunan ? Kerja kotor-kotoran berjibaku dengan batu bata, pasir dan semen ?"


"Ya percaya. Itukan pengakuan dari kamu." Aneukeu menghabiskan suapan terakhirnya.


"Neu, semua yang aku ceritain ke kamu itu benar semua. Kecuali, soal pekerjaan aku, sengaja aku bilang profesiku kuli bangunan." Di sertai cekikian tanpa dosa.


"Terus ? Kerjaan kamu gigoolo ?"


Glek, nafas noufal tertahan di tenggorokan ! Tak di sangaka pertanyaan aneukeu seberani itu.


"Ush, sembarangan ! Hahahah. Aku kerja serabutan. Ngajar di sebuah yayasan. Ngajari ibtidaiyah sama tsanawiyah." Tutur noufal


Sudah kuduga ! Desis aneukeu. Kelihataan dari fisik yang terawat seperti sering memanjakan dirinya di salon kecantikaan atau pusat kebugaraan. Tidak mungkin bekerja serampangan.


"Terus, pulang ngajar aku juga ngajarin ngaji anak-anak komplek dari rumah ke rumah. Lalu, aku juga pimpinan majelis taklim ibu-ibu komplek." Jelasnya lebih lanjut.


YaAllah ! Dia ustadz ? Allahuakbar ! Ustadz. Kata USTADZ berpendar-pendar di otak aneukeu yang seketika memalingkan wajahnya penuh rasa malu.


"Kamu ustadz ?" Aneukeu bertanya ulang.


"Ia, orang bilang kayak gitu."


"YaAllah, maafkan saya ustadz ! Saya nggak berniat mengajak ustadz bermaksiat. Saya khilaf, kalau saya tahu kamu seorang ustadz tidak mungkin saya seberani kemarin" aneukeu terkesiap memintaa permohonan maaf.


"Apaan sih neu, sudah ah ! Jadi keteterusan kangen nih. Kapan kita pulangnya." Sahut noufal berlalu meninggalkan aneukeu yang masih terpaku diliputi malu luarbiasa.


Ustadz ! Ahhh, konyol sekali kamu aneukeu. Pantas saja profesi dia ustadz lagipula dia memang lulusan terbaik pondok pesantren yang dulu kamu pernah mondok disana.


Sialan, Sialan, bedebah ! Umpat aneukeu kesal menahan malu tak bersudah.


"Naik." Pinta noufal ke aneukeu yang masih tertunduk lesu karena menahan rasa malu.


Aneukeu segera duduk di belakang punggung noufal, sebelumnya noufal mengenakan helm aneukeu karena aneukeu masih berdiri mematung tak bergeming.


"Neu, Neu, neu" noufal memanggil aneukeu


"Iyaa, kenapa ? " Sahut aneukeu


"Kamu kenapa ?"


"Aku gapapa, jalan aja terus ! Keburu sore." Pinta aneukeu


Jika saja aneukeu tahu kalau noufal seorang ustadz tidak akan pernah aneukeu melakukan hal terlaknat. Kini giliran harga diri aneukeu yang di pertaruhkan.


Kemudian tangan noufal menuntun tangan aneukeu yang masih menjaga batas, noufal megenggam tangan aneukeu. Kiri terlebih dahulu lalu kanan setelah itu di tautkan, noufal ingin aneukeu memeluknya seperti hari kemarin.


Aneukeu patuh dengan instruksi tanpa suara. Melenyapkan segala pertanyaan yang membuncah di jiwa. Mencoba menikmati setiap kilo meter yang di lewati.


Noufal berbelok ke kanan menuju alfamart, kemudian turun dan duduk berselonjor kaki.


"Rokok ku mana neu ?"


Aneukeu meraba setiap saku di jaket yang ia kenakan, mengecek setiap ruang di tas gendong.


Deug, rasa malu tergantikan oleh rasa bersalah ! Sepertinya rokok noufal yang baru di ambil sebatang jatuh di jalananan. YaAmpun ! Betapa teledornya aneukeu. Rokok mahal baru di hisap sebatang lenyap sudah. Tapi, pemantik masih ada di saku jaket aneukeu.


"Hilang ! Maaf." Air muka aneukeu merah seperti udang rebusan.


"Gapapa neu, beli lagi aja." Ucap noufal tanpa kaget di sertai tindakan gemas mengacak-acak rambut panjang aneukeu, Berlalu pergi ke dalam alfamart.


"Rokok !" Tawar noufal santai.


"Aku nggak ngerokok di muka umum."


"Ah, ia. Nggak baik ya ! Wanita cantik seperti kamu merokok di keramaiaan."


Aneukeu menyambung panggilan ke kikiw. Memberitahukan kalau aneukeu sudah dekat, kikiw semangat menjemput.


"Maaf ya, cuma bisa nganterin sampai taraju. Aku ada acara pengajian sore ini di rumah." Jelas noufal.


"Gapapa, maaf aku ngerepotin"


"Maaf juga, rokok kamu aku ilangin"


Noufal berdiri mengamati keadaan sekeliling. Mematikan puntung rokok di atas asbak yang telah tersedia di atas meja teras alfamart.


Aneukeu berdiri tepat di hadapan noufal. Merapihkan rambut kecoklatan yang bergelombang.


"Kamu cantik, manis, menarik dan menawan." Rayu noufal


"Apaan sih fal ! " Aneukeu tersenyum tersipu

__ADS_1


Noufal berdiri tegak tanpa batas di hadapan aneukeu, aneukeu yang kaget mundur satu langkah. Namun, sial agak terjengkang. Dengan sigap noufal menangkap tubuh setengah terhempas.


Saling pandang, saling tawan dalam diam. Noufal mendekat memagut bibir aneukeu yang masih terjerat perasaan menyengat.


Beberapa menit dua manusia bergulat bertaut bibir ! Dan slek. Aneukeu sadar bahwa mereka ada di ruang publik. Aneukeu mendorong pelan tubuh kekar yang menopangnya sejak tadi.


"Fal, nekad kamu."


"Hahahah, gak tahan aku." Belanya sambil celingukan


"Untung nggak ada orang ya !" Lanjutnya tenang.


Tapi, tiba-tiba. Tangan aneukeu mencubit perut sixpack noufal.


"Awww." Ringis noufal "kenapa ?" Tanyanya


"Itu" jari telunjuk aneukeu merentang ke suatu benda di pojok paling atas.Benda yang berbentuk bulat agak panjang dengan lensa kaca.


"CCTV." bisik noufal ke telinga aneukeu.


"FULL HD." lanjut dengan seringainya.


Tanpa ba-bi-bu. Aneukeu langsung menyeret noufal menuju kendaraan, noufal puas menertawakan kekonyolaan yang aneukeu sedang lakukan.


"Santai aja, kita kan bukan orang sini" ucap noufal tak kalah santai dengan nada suara renyah meremang.


"Kalau viral ! Aku nggak ikut-ikutan ya." Aneukeu membela diri.


Sudah dapat aneukeu pastikan kalau cctv di alfamart tadi memiliki resolusi yang mumpuni sehingga akan menghasilkan gambar yang sangat baik dan detail.


Aneukeu mampu menyimpulkan karena beberapa tahun lalu aneukeu pernah bekerja di toko elektronik bagian cctv. Dengan melihat sekilas saja ! Aneukeu sudah paham dengan spek cctv yang merekam adegan ciuman paling panas di awal tahun.


Jarak dari alfamart ke cafe dialogue hanya 20 menit. Noufal menepikan kendaraannya di depan sebuah warung warga setempat.


Kita duduk di bangku kayu panjang dengan cat biru terang. Cetrek ! Jepret ! Klik ! Aneukeu menengok ke arah noufal yang sedang mengatur ulang mode camera smartphonenya.


"Selfie yuk !" Ajak noufal sambil merengkuh pundak aneukeu.


Satu.


Dua.


Tiga.


Cetrek ! Jepret ! Cetrek ! Jepret. Berapa fose selfie yang berhasil di abadikan noufal.


"Lihat dong." Pinta aneukeu


"Ntar, aku kirim deng." Seru noufal.


Ting.Ting.Ting notif pesan masuk di WA. diterima 3 foto !


"Kok 3 sih fal, tadi kita selfie banyak." Sungut aneukeu kesal


Noufal sibuk merangkai alasan. Yang bagus fotonya cuma 3 yang lain jelek semua. Aneukeu kesal dan merebut handphone samsung dari tangan noufal.


Brakkk.


Smartphone noufal terjerembab keras ke lantai. Aneukeu syok dengan kekonyolan ketiganya ! Noufal masih tenang tanpa perubahaaan emosi sedikitpun.


Noufal meraih handphonennya. Lalu, cetrek ! Gambar aneuku di ambil lengkap dengan topi yang beralih cepat


Dari mahkota noufal ke mahkota aneueku.


"Uhhh, manis." Terang noufal tanpa beralih pandang dari layar ponselnya.


"Karena, kamu udah jatuhin hp aku. Buat permintaan maaf kamu harus mau selfie sambil cium pipi aku." Pinta noufal enteng


"Hah ? Yang bener ? Aku gak mau di publik kayak gini." Aneukeu menolak. Tapi, tak enak.


Cium pipi kiri ! Cetrek.


Cium pipi kanan ! Jepret.


Meskipun aneukeu melakukannya dengan rasa was-was di sertai edaran pandangan untuk memastikan tidak ada orang yang lewat.


Aneh ! Suasana seakan mendukung kedua manusia ini. Di alfamart sepi di warung inipun sepi. Kendaraan yang melintas jarang. Padahal hari masih terang benderang.


Pukul 15:00 WIB, akhirnya kikiw datang. Dan aneukeu berpamitan pulang ! Noufal mencium kening aneukeu dan memasukan sesuatu ke saku jaketnya.


Aneukeu mencium punggung tangan noufal. Khas, seperti kedua insan yang akan di renggut jarak dan waktu.


Pertemuan dua hari satu malam yang membuat aneukeu bagikan ratu. Di akhiri dengan lambaiaan noufal yang lambat laun sosoknya di kaburkan jarak pandang membentang.


Moment per moment aneukeu putar ulang, seolah otomatis terreplay di ingatan.


Dimulai dari cafe dialogue lalu ngamplang lanjut penginapan ! Makan berdua ! Berpeluh berdua.


Struk belanjaan dari alfamart juga bill cafe dan bon makan tersimpan di saku jaket aneukeu. Sengaja, biar aneukeu memiliki sesuatu untuk di kenang.


Noufal sudah tidak dalam jangkauan. Tapi, aneukeu akan selalu menunggu noufal di kehidupan berikutnya.


Lelaki yang paham dengan agamanya, tampan, mapan juga rupawan. Namun, tidak mampu memeberikan kepastian ?


Atau


Lelaki yang tidak bisa mengaji ! Ingin di ajari mengaji, tidak tampan apalagi mapan. Tapi, memberikan kepastian ?

__ADS_1


__ADS_2