
#NewYear20
Satu minggu menjelang tahun baru. Jika, tahun depan masih terpaut dengan noufal. Tahun baru adalah tepat dua tahun berjalan antara aneukeu dan noufal.
Berjalan tanpa status, tanpa komitmen. Tapi, terikat tidak bisa menjauh apalagi lepas.
Sepertinya noufal masih ingin terikat dengan aneukeu. Walaupun, di antara mereka tidak ada kejelasan yang mampu membawa hubungan mereka ke pelaminan.
Hanya saja. Trauma aneukeu dengan kak syam membuat aneukeu menyudahi segala harapan yang bertujuan ke jenjang pernikahan.
Aneukeu mencoba mengikuti alur noufal, ingin tahu sampai mana noufal mampu berdampingan dengan aneukeu tanpa sebuah ikatan.
Noufal bilang "untuk saat ini kita jalani saja, happy-happy, jangan terlalu tinggi harapannya". Ahhh, terserah noufal saja. Rasanya telah lelah hati aneukeu bersandiwara.
"Neu, akhir tahun ketemu ya."
"Ketemu di tempat biasa kan ?"
"Yup."
"Kamu, udah pulang dari jakarta ?"
"Belum. Nanti kalau udah pulang di kabari ya."
"Oke."
Percakapan di antara dua manusia yang entah akan seperti apa kedepannya ? Pertemuan kedua terrencana kembali.
--------#####--------
Date 29 month 12 year ?
Sebelum pertemuan.
Drrttt . . .
Drttt . . .
Drttt . . .
Berkali-kali suara handphone aneukeu bergetar. Kebiasaan aneukeu yang tidak tidur malam membuatnya nyenyak hingga siang.
Akhir tahun sudah memasuki libur semester. Itu artinya, aneukeu bebas bangun tidur jam berapapun.
Kuliah sudah masuk libur semester dan di tempat kerja aneukeupun sudah libur. Aneukeu masih berkarir sebagai guru honorer serta telah menyelesaikan semester lima.
"Hallo"
"Neu, kita ketemu ya. Jam 1 di tempat yang dulu."
"Aduh, fal. Aku baru bangun tidur"
"Eh, buset. Jam segini ?"
"Ada apa ? Kok mendadak gini ?"
"Ya kangenlah, buruan mandi."
"Emang gak bisa besok ? Kan jauh dari tempat aku ke sana mah."
"Gak bisa neu, besok-besok aku ada acara keluarga"
"Yaelah, fal"
"Bisa nggak ?"
"Oke"
"Jam 1 ya udah di tempat."
"Hmmm"
Aneukeu bangun dengan perasaan yang entah bagaimana ? Campur aduk. Tidak bisa di utarakan. Seolah-olah waktu sangat cepat berlalu. Sudah setahun dari pertemuan pertama.
Setelah semuanya siap. Aneukeu berangkat dengan menggunakan motor vario diantar adik bungsu dari mamahnya.
2 jam kemudian . . .
Aneukeu sudah sampai ke tempat yang di janjikan. Hujan masih mengguyur dengan derasnya, basah kuyup tidak bisa di hindarkan membuat aneukeu kedinginan.
Tidak lama kemudian aneukeu mengabarkan kepada noufal bahwa aneukeu telah tiba. Lalu, beberapa menit kemudian noufal datang dengan motor nmax terbarunya.
Aneukeu melambaikan tangan agar noufal menghampirinya. Sedangkan hujan masih terus mengguyur tanpa jeda.
Penampilan noufal saat ini berbeda dengan tahun kemarin. Sekarang, noufal mengenakan celana jeans warna abu dan hoodie warna hitam tidak lupa topi gucci menambah kesan sederhana nan menawan lelaki yang selama satu tahun ini menjadi pujaan.
"Neu, udah lama ?"
"Udah, sini neduh dulu."
"Sama siapa ?"
"sama adek bungsunya mamah."
"Mana ?"
"Eh, udah otw dia. Mau ke tasik nganterin istrinya."
"Nih pake." Tawar noufal mengulurkan jaket yang ia keluarkan dari bagasi motornya.
"Nggak ah fal, tanggung."
"Ya, udah, nanti kalau sakit jangan nyalahin ya."
"Oke."
"Ayo, otw"
Noufal. lagi, menggandeng tangan aneukeu. Sebuah tindakan sederhana yang membuat perasaan berirama. Tapi, ada yang beda ! Di pertemuan kedua ini tidak ada euforia yang berlebihan. Semuanya mengalir. Beraturan. Dan sedikit tidak menggairahkan.
"Tadi kamu boncengan bertiga."
"Ia, kebetulan. Adeknya mamah mau nganterin istrinya."
"Ohhh, gimana kabar kamu ?"
Sepenggal percakapan yang terjadi di atas motor nmax. Pertanyaan yang semakin mengabur oleh angin yang berdesir. Aneukeu lebih banyak diam sedangkan noufal bercerita panjang lebar.
Oh, ia, hmm . . . Dan sedikit tawa yang aneukeu suguhkan untuk sekedar merespons noufal. Ada yang berbeda di sini ! Di hati ini, di otak ini. Apa mungkin karena komunikasi yang sempat terjeda di antara kita ?
------###------
Diamond city.
Tidak ada yang berubah. Kota yang di tuju masih sama, tempat yang di tuju masih sama, kehangatan yang di kejar masih sama, gairah yang ingin di salurkanpun masih sama.
Noufal hanya butuh tubuh ini saja ! Sebab, segala fantasinya ada di tubuh ini. Sepertinya noufal hanya berhasrat dengan gairah yang di timbulkan aneukeu. Tidak lebih.
Noufal bilang "anggap saja kita sudah menjadi keluarga bahagia yang sedang berbulan madu atau melangsungkan malam pertama".
Ada yang berdenyut di relung hati. Seolah semuanya hanya berorientasi terhadap ****. Tidak ada harapan untuk bersama menjadi manusia yang sesungguhnya.
Aneukeu ingin di manusiakan. Oleh manusia. Tapi, tidak lagi. Aneukeu tidak di beri kesempatan.
Setiap manusia memiliki sisi baik dan buruk. Mungkin, saat ini. Noufal hadir untuk aneukeu dengan sisi buruknya. Sedangkan sisi baiknya ia tinggalkan untuk mereka yang mengenalnya sebagai orang yang sangat di segani.
Namun, bagi aneukeu. Noufal tidak ada bedanya dengan lelaki yang selama ini menginginkan tubuhnya saja. Merengkuh gairahnya agar tersalurkan. Jijik sekali dengan peran yang aneukeu ambil di part kehidupannya yang menjemukan.
Terlampau hancur dan berantakan. Tidak ada salahnya mengambil bagian dan menikmati kehancuran yang hakiki.
Ternyata manusia yang mampu memuliakan jemaahnya. Tidak pernah ingin memanusiakan wanita pemuas nafsunya.
__ADS_1
Adakah cinta atau sayang di hatinya ?
Lupakan tentang di manusiakan apalagi di muliakan. Mari bersulang untuk semalam. Memuaskan nafsu angkara tak berkesudahan.
"Neu, mau anggur merah atau bir putih ?
"Dua-duanya aja fal."
"Wow, berani ?"
"Kenapa nggak."
Room service membawa nampan berisi satu botol anggur merah, satu botol bir putih, dua sloki, dua botol air mineral dan cemilan.
Setelah memberi uang tip, noufal mengunci pintu kamar hotel dan duduk bersila menghadap aneukeu yang sudah siap dengan baju kurang bahannya.
"Kamu cantik."
Aneukeu hanya tersenyum. Seperti seorang ******* yang berusaha memuaskan hasrat pelanggannya. Dengan balutan dress warna peach di atas lutut dengan bagian dada terbuka serta rambut sebahu dengan warna ash blonde membuat kesan wanita nakal melekat dengan dirinya.
Warna lipstick merah maroon melengkapi keboborokan akhlaknya. Sudahi mengutuk diri sendiri, dan mulailah merajai malam penuh birahi.
Sloki-sloki menguarkan aroma alkohol penghilang kesadaran. Kepulan asap rokok yang sangat di benci para wanita kebanyakaan menjadi teman setia baginya. Pelengkap candu yang mengharu biru tercipta dari kolaborasi pil kuning X dengan alkohol. Membuat siapa saja lupa akan beban hidupnya, Sementara.
Satu setengah botol telah memenuhi aliran darah dua orang manusia yang tengah tertawa tanpa alasan. Bukan dua orang manusia, tepatnya satu. Wanita yang telah ternoda sebelum malam pertama.
"Neu, kamu banyak minum."
Samar, suara noufal menguap seperti ingatan. Aneukeu terlalu banyak minum dengan dorongan pil kuning menjijikan. Sedangkan, noufal hanya menggeleng dengan tingkah wanita yang ia kagumi di atas ranjang.
Aneukeu mulai melucuti pakaian yang ia kenakan. Lalu, meneguk habis setengah botol yang tersisa. Rokok esse change masih ia sesap.
Ada gairah yang tertahan hingga rasanya meledak tak karuan. Gerah tak biasa mulai menelusup dinding penginapan mewah yang noufal sewa untuk menjadi saksi perhelataan yang sekejap lagi akan terjadi.
Aneukeu mulai menggeser duduknya, mematikan puntung rokok dan seketika berada di pangkuan noufal. Dengan cepat setiap sekat aneukeu singkap.
Aneukeu hilang kendali. Namun, nikmat. Noufal masih dengan lenguhan berhasrat. Aneukeu masih pandai merajai permainan membuat noufal kewalahan.
*******, remasan, gigitan, membuat ranjang mereka berdecit linu nan nikmat. Hingga kedua tubuh itu mencapai klimaks.
------####-----
Setelah itu. Semuanya serasa dingin. Dengan sikap noufal atau aneukeu yeng memang sudah kembali kesadarannya.
Malam ini setelah bergumul di atas ranjang. Setelah puas. Noufal tidak semanis pertama kali bertemu. Saat ini, noufal cepat beranjak sibuk dengan ponselnya.
Aneukeu berurai airmata di balik selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Berkali-kali aneukeu menyadari posisinya, bagian yang sebenarnya. Bahwa aneukeu hanya wanita penghibur di penghujung tahun tuannya.
"Neu, aku angkat telepon dulu ya."
Tidak ada jawaban persetujuan. Noufal telah berpakaian lengkap menuju balkon, aneukeu hanya mendengar. Sepertinya mereka sedang bahagia. Tidak biasa. Sebab, noufal sangat lembut sekali tutur katanya.
Sepertinya wanita itu pacar noufal atau mungkin tunangannya. Lenyaplah sudah harapan aneukeu.
Satu jam. Dua jam. Dua jam setengah. Baru noufal kembali ke kamar. Aneukeu tidak suka tidur dengan lampu menyala.
Saat noufal kembali. Tv sudah di matikan begitupun lampu. Keadaan gelap gulita. Aneukeu masih berada di balik selimut dengan air mata yang telah mengering. Karena, kecewa setelah tahu bahwa noufal tidak sama seperti noufal saat pertama bertemu.
"Ini kuburan atau kamar ?"
Noufal merutuk sambil menyalakan lampu dan televisi. Nyuuut. Nyeri di dada terasa kembali. Ini bukan noufal ! Aneukeu tidak bergeming. Hingga noufal berbaring di sebelahnya.
"Neu, kamu tidur ?"
"Geser dikit neu, biar tidurnya enak."
Noufal menyingkap selimut yang sengaja menutupi seluruh tubuh. Berharap isak tangis tak terdengar olehnya.
"Kalau mau tidur ya tidur. Jangan guling-guling nggak jelas."
Aneukeu sudah menguasai dirinya. Dan bergegas memakai pakaian dan mencuci muka. Butuh udara segar, dan rasanya lapar.
"Mau kemana neu ?"
"Ngapain ? Udah malam begini."
"Lapar."
"Harusnya kamu nikmatin waktu kebersamaan kita ini neu, kita kan udah lama gak ketemu."
(Cihhhh . . . Apa katamu noufal ? Nikmatin ? Terus, kamu ninggalin aku hampir dua jam setengah hanya untuk telponan sama wanita itu apa ? Lebih berharga wanita itukan dibanding aku ?)
Aneukeu mengumpat dalam hatinya.
(Lebih berharga perutku daripada waktu bersama kamu) lagi aneukeu tak puas.
"Fal, minta uang. Aku mau beli makan"
"Tuh, ambil aja di dompet."
Aneukeu membuka dompet mewah yang isinya tebal di meja dekat televisi 24inch. Satu lembar merah aneukeu ambil dan berlalu pergi.
"Neu. Bawa hp nya."
Aneukeu hanya berlalu tanpa peduli noufal mengingatkan harus bawa handphone. Aneukeu sudah tidak asing dengan kota ini, 4 tahun aneukeu hidup di kota ini seorang diri. Aneukeu tahu harus kemana ia pergi saat mood sudah hancur seperti malam ini.
Aneukeu memutuskan untuk makan di angkringan alun-alun kota. Di sana, aneukeu makan apapun yang ia mau. Makan memang cara terbaik untuk mengalihkan kekecewaan. Setelah beberapa jam, anekeu pulang ke penginapan dengan nasi bungkus untuk noufal.
"Darimana aja ?" Tanya noufal setelah aneukeu masuk kamar.
"Makan."
"Makan ya makan. Tapi, jangan kelewatan"
"Maksudnya ?"
"Makan kok sampai berjam-jam"
"Kamu juga telponan berjam-jam"
Aneukeu membuka jaket dan menaruh nasi bungkus sembarangan. Masuk ke wc, berusaha menenangkan diri. Rasa cemburu sudah mengacaukan segalanya.
"Neu, lagi ngapain ? Ayo tidur."
Ketukan noufal di pintu tidak di hiraukan. Beberapa saat, aneukeu keluar dari wc mengambil selimut dan bantal. Lalu, pergi ke balkon.
Aneukeu memutuskan untuk tidur di balkon. Tidak apa dingin yang penting tidak seranjang dengan lelaki menyebalkan dan tidak peka.
Noufal masih dengan keegoisannya, membiarkan aneukeu tidur di balkon kamar. Toh, noufal juga sangat sebal dengan tingkah aneukeu yang kelewatan.
Aneukeu tidak bisa memejamkan mata. Karena, dingin yang menusuk kulit. Di antara remang malam. Aneukeu memperhatikan jalan lenggang tempat wisata di kota ini.
Kemudian, para wanita pekerja malam mulai berdatangan menunggu pelanggan. Pakaian sexy yang mereka kenakan tidak menjadi penghalang untuk mencari rupiah. Padahal udara di sini teramat dingin.
Satu persatu lelaki datang silih berganti, menawar harga pantas bagi seorang wanita malam. Dengan kode-kode yang telah aneukeu pahami, paham. Karena, selama di kota ini aneukeu juga berteman dengan wanita seperti mereka.
Noufal pun tidak bisa tidur. Ada rasa khawatir. Namun, tidak tahu apa yang harus di lakukan dengan wanita di balkon sana.
Aneukeu sadar. Bahwa posisinya sekarang masih mendingan. Tidur dengan lelaki yang ia sukai tanpa paksaan. Lalu, kenapa harus merasa seperti seorang pesakitan.
Beruntung meskipun kehormatan telah tiada. Harga diri masih ada. Tidak terjerumus ke lembah nista seperti mereka. Setidaknya masih ada harga diri yang harus di jaga dan masa depan yang harus di tata.
Biarlah perasaan noufal tidak di miliki seutuhnya. Yang terpenting noufal masih memperlakukannya seperti manusia selayaknya.
Aneukeu memutuskan untuk kembali ke kamar. Bersikap seperti sekarang tidak akan menyelesaikan masalah. Lagipula pertemuan setahun sekali dengan noufal sayang rasanya harus di lewatkan setiap detiknya.
"Neu, kamu kenapa ?" Noufal bertanya dengan raut khawatir.
"Gpp, aku mau tidur deket tembok."
"Silakahan, syg."
__ADS_1
Begini lebih baik bukan ? Tidak kedinginan dan masih bisa menghirup aroma tubuh lelaki yang sangat di sayangi.
Noufal melingkarkan tangannya di pinggang aneukeu, memeluk aneukeu. Ada apa dengan noufal ?
"Neu, jangan kayak gitu lagi ya. Aku khawatir." Di sertai ciuman di tengkuk aneuekeu.
Terbuailah aneukeu dan noufal dalam satu ranjang dan satu selimut dengan penuh pelukan hangat dan entah sayang siapa yang lebih besar.
--------####-------
Date 30 Month 12 year ?
Semalam semua seakan mendramatisir keadaaan. Pilu rasa yang di timbulkan. Dengan sikap noufal yang tidak bisa di kendalikan.
Sepagi ini mereka masih berada di peraduan. Entah apa yang mereka impikan ? Mungkin masadepan bisapula sang mantan.
Noufal seperti menemukan semangat baru untuk menyongsong hari yang baru di akhir tahun. Ada gairah yang memuncak di dalam dirinya. Sehingga membuat noufal melampiaskan terhadap wanita yang sekarang sedang di jamahnya.
Aneukeu tidak bisa menolak apalagi berontak ! Aneukeu paham hasrat terbesar lelaki yang kini di atas tubuhnya selalu terbit bersamaan dengan sang fajar.
Sentuhannya hangat seperti pancaran sang surya. Nafas yang memburu penuh nafsu terdengar seperti angin sepoi meniup embun di pagi buta.
Ahh . . . Biarkanlah lelaki itu bergerilya sepuasnya. Sepagi ini, seperti tahun lalu. Mereka berganti peran ! Jika, malam aneukeu yang menjadi dalang dan noufal berperan wayang. Lain lagi saat pagi. Noufal dalang sedangkan aneukeu boneka mainannya.
Lenguhan panjang dua manusia terdengar menggelora. Tubuh lelaki itu terhempas di atas tubuh wanita pemilik wajah oriental seperti yang selalu di katakannya.
Perlahan melebur segunung hasrat kedua insan. Manusia yang memiliki peran baik-baik. Namun, nyatanya pendosa terhebat.
Sungguh . . . Tuhan terlalu baik terhadap mereka yang taat akan ajaranNya. Tapi, maksiat tetap dijalaninya.
Tuhan . . . Maafkan hamba.
-------#####--------
Date 31 Month 12 years ?
3 hari 2 malam waktu yang mereka habiskan di pertemuan kedua kali ini. Tidak tanggung mereka memadu kasih bak pengantin baru.
Setiap inch dari masing-masing tubuh mereka tak luput dari sentuhan yang mengawali pertempuran sengit tak berkesudahan.
"Neu, malam tahun baru kemana ?" Tanya noufal yang masih bergelung selimut.
"Di rumah aja, cape." Jawab aneukeu bangkit dari peraduan.
"Cape. Sebab, pertempuran ini ya ?"
"Ia." Jawab aneueku singkat dari kolam rendam
"Neu, pagiin yuk" ajak noufal antusias di balik pintu wc
"Udah deh fal, badan aku ngilu semua."
Tanpa persetujuan dari aneukeu. Noufal masih belum puas akan hasratnya, hingga kolam rendam air hangatpun menjadi kubangan penuh romansa.
Aneukeu adalah fantasi noufal. Wanita yang mampu memenuhi segala hasrat terpendamnya. Noufal bilang "aneukeu itu perempuan yang selalu dia inginkan, perempuan yang mampu memahaminya, perempuan yang mampu mengimbangi alur ceritanya".
Tentu saja, dari awal aneukeu sudah memainkan banyak peran alias multiperan. Bukannya noufal yang meminta aneukeu untuk mampu menjadi saudara, teman, sahabat juga pacar. Tidak ada wanita sehebat aneukeu. Yang mampu berbuat sedemikian banyak hanya untuk membuat lelaki pujaaannya puas.
Ini semisal hubungan yang toxic. Tapi, aneukeu tetap saja bertahan ingin tahu sejauh mana ia mampu mengikuti alur lelaki yang hanya menemuinya di akhir tahun dan menyalurkan hasrat birahinya.
Seperti obsesi. Sesuatu yang harus di capai tak peduli berdarah-darah sekalipun terpenting harus bisa menaklukan seorang noufal.
Setelah noufal melakukan checkout. Mereka akan pulang, pulang ke rumah yang di rindukan. Tempat yang menjadi saksi segala bentuk rasa yang di alami. Hunian yang seolah tak pernah bosan merekam setiap bentuk memori dari penghuni yang tahu agama. Tapi, selalu berdosa.
"Neu, mau sarapan dimana ?"
"Di bubur maktal ya, langganan aku."
"Assiap, sayang."
Lagi-lagi, SAYANG ! tidakkah lelaki di hadapannya itu berpikir. Kata sayang adalah hal paling istimewa yang selalu di dambakan. Kata paling sakral untuk sebuah kedekatan, kenapa lelaki ini sangat mudah bilang sayang ? Menggunakan panggilan sayang ? Tidak tahukah ia ? Setiap kata sayang yang ia ucapkan selalu menumbuhkan rasa cinta yang ingin segara aneukeu tumbangkan.
"Pak, buburnya dua porsi, komplit ya" pesan aneukeu di sertai anggukan bapa penjual bubur yang segera meracik pesanan ke dua buah mangkok bergambar ayam jago.
"Neu, semalam kamu kenapa ?" Tanya noufal setelah duduk di bangku pelanggan.
Suasana pagi itu tidak terlalu ramai. Tapi, langganan bubur di pertigaan maktal lampu merah ini sudah panjang. Tidak antri. Tapi, kursi terisi penuh.
"Aku mau ngomong fal." Tanya aneukeu. Dengan tangan yang masih mengaduk bubur yang baru di antarkan.
Dari cara memakan bubur saja. Mereka sudah berbeda ! Aneukeu lebih suka di aduk sedangkan noufal tidak. Banyak perbedaan yang mungkin perlu di bicarakan, semisal. Noufal tidak suka lampu di matikan ketika tidur sedangkan aneukeu wajib di matikan.
"Ngomong aja neu. Biar clear." Sahut noufal di antara suapan bubur dan kerupuk udang.
"Fal, yang semalam di telpon kamu siapa ? Kok bisa dua jam setengah kamu telponan sama cewek itu ? Aku juga gak suka sikap kamu yang semalam."
"Itu istrinya temen aku, curhat. Biasalah masalah rumahtangganya, lagian gila ya kang maher udah istri cantik-cantik masih aja doyan maen perempuan."
"Namanya juga cowok. Kamu juga gitu kan ?"
"Ohhh . . . Jadi, aneukeu puspa purna itu cemburu ?"
"Nggak, ngapain cemburu ? Gak ada hak. Lagian kita cuma sebatas teman seranjang bukan ?"
"Neu, kok gitu. Jangan ngomong kayak gitu ah."
Aneukeu tidak bisa menjelaskan perasaan apa yang menyesakan dada. Tapi, noufal seperti biasa mampu menyejukan dengan segala tingkah kocak yang memalukan. Namun, bikin ketawa tidak tertahankan.
Bayangkan saja. Seorang noufal yang berwibawa dengan ketampanan yang tidak di ragukan lagi melakukan aegyo seperti di drama korea. Ketika melihatnya seperti ingin sekali ******* bibirnya.
"Fal, kalau kamu punya pacar ya tinggal jujur aja. Biar semuanya enak. Kalau pun memang ia sepertinya ini pertemuan terakhir kita. Dan aku juga memutuskan untuk menghapus nomor telepon kamu juga akan aku pastikan memblokir fb, wa dan ig."
"Neu, mana mungkin aku angkat telepon dari pacar pas lagi sama kamu."
"Berarti kamu punya pacar kan ?"
"Nggak neu. Aku cuma nyaman sama kamu. Meskipun aku belum ngasih status. Tapi, aku gak mau kehilangan kamu."
"Mau kamu apa ? Jangan bikin aku cemburu, bukannya kamu yang bilang kita harus saling menghargai ?"
"Ia. Neu, maafkan aku."
Noufal, Noufal, Noufal. Lelaki yang tidak bisa di tinggalkan begitu saja. Walaupun ia melakukan kesalahan beribu-ribu kalipun rasanya kata maaf juga masih mampu aneukeu ucapkan. Begitu besar rasa sayang aneukeu untuk noufal prambumi.
-----####-------
Buah durian. Salahsatu makanan favorite seorang noufal. Aneukeu semakin banyak menemukan perbedaan.
Kembali teringat hal ketika malam. Bagi aneukeu lampu di matikan saat beranjak tidur itu membuat kualitas tidurnya sangat baik dan akan berpengaruh pada pola kesehariannya saat berkegiatan. Tapi, bagi noufal lampu tetap terang saat tidur itu penting. Untuk tetap mengingat bahwa kita masih di dunia penuh cahaya.
"Aku takut gelap, pengap, seperti di kuburan. Menakutkan" katanya. Sekarang, buah durian jadi topic utama yang di perbincangkan di sepanjang perjalanan pulang.
"Neu, kamu harus tahu. Mulai sekarang kamu harus tahu makanan favorit aku. Aku suka buah durian dan aku mauuu kalau kamu yang kirimin aku buah durian" jelasnya panjang lebar.
"Tapi, aku gak suka fal. Kalau aku nyium aroma buah durian rasanya pengen muntah."
Aneukeu berpikir. Bagaimana bisa mereka bersama ? Bersatu ? Sedangkan durian saja menjadi hal yang harus di pusingkan. Noufal masih menjelaskan lain kali aneukeu harus coba buah durian, teksturnya lembut, rasanya manis, aromanya menggiurkan.
Hmmm . . . Noufal mengecap lidahnya setiap kali ia bercerita perihal durian sedangkan aneukeu menelan salivanya berkali-kali membayangkan aroma durian yang menusuk indera penciuman.
Si raja buah, langka tentu saja mahal. Ya, noufal juga lelaki yang langka. Hidupnya mewah, barang-barang yang ia kenakan brannded semua, tampilannya kece serta tubuhnya pun harum mewangi semerbak sepanjang hari.
Bau parfumenya pun sesudah di peluk seakan ikut menempel ketubuh yang memeluk. Berhari-hari bahkan seminggu tak rela rasanya harus mandi. Aromanya masih tercium dan mampu membawa khayalan dimana waktu dihabiskan bersama.
Segala tektek bengek yang ada di diri noufal di perhatikan, jambang dan jenggot saja tidak luput dari perawatan rutin di salon. Ahh . . . Mampukan aneukeu mengimbangi gaya hidup noufal ?
Seakan sungkan, minder, dan malu tak terhingga. Ishhh . . . Biarkan saja dulu seperti ini, nikmati perjalanan yang sedikit lagi terselesaikan.
Setelah ini, harus menunggu satu tahun lagi untuk bersua. Dan beberapa kilometer lagi pelukan ini sudah harus di lepaskan. Berat, tapi, mau gimana lagi ?
Harus berpisah, kembali menjali hidup masing-masing. Saling percaya, entah bagaimana untuk satu tahun kedepan ? Menunggu mungkin akan selalu aneukeu lakukan. Tapi, bagaimana kalau banyak godaaan ?
__ADS_1
Mampukah aneuekeu bertahan ?