NIKAHI AKU, USTADZ !

NIKAHI AKU, USTADZ !
NIKAHI AKU, USTADZ !


__ADS_3

#SemesterGanjil


Enam bulan setelah pertemuan aneukeu dan noufal. Kini perasaan diantara mereka semakin meregang. Namun, rindu seakan menghantam.


Aneukeu masih berkutat dengan profesi sebagai guru honorer. Sedangkan, noufal di lihat dari setiap story whatsapp disibukan dengan segala bentuk kegiatan keagamaan.


Setelah pertemuan itu. Aneukeu tidak banyak menyapa lewat chat pribadi, lebih banyak diam sambil mengamati kemajuan lelaki yang ia sukai. Bukan ! Bukan sekedar suka duniawi. Tapi, suka yang hakiki.


Notifikasi Permintaan pesan di sosial media biru kesukaan mahluk bumi Aneukeu abaikan. Sebab, malas melihat satu persatu pesan yang berduyun menunggu persetujuan.


Seringkali pesan-pesan dari orang tak dikenal untuk mengajak kenalan lalu biasanya lanjut ke kencan online tanpa kejelasaan.


Takut rasanya jika nanti harus terbius dengan aroma-aroma ketidaknyataan, Aneukeu selalu berusaha membatasi setiap gerak di dunia fantasi.


Sebuah saran pertemanan masuk, Menambah panjang permintaan pertemanan yang tidak pernah di konfirmasi.


"Syamsir Lubis"


Aneukeu mulai mendikte nama yang muncul di layar. Tidak asing, serasa pernah mengenali nama si empunya akun tersebut.


Lalu, tanpa menyusun setiap keping ingatan yang berpendar-pendar. Entah intuisi dari mana. Aneukeu menyetujui permintaan pertemanan yang di sarankan oleh akun noufal.


"Hai, aneukeu ?"


Aneukeu masih berusaha menyusun puzzle random di dalam pikirannya, seketika aneukeu mengingat jelas siapa itu syamsir lubis.


Senang tentu saja. Syamsir lubis adalah lelaki yang aneukeu inginkan sewaktu kelas satu SMA, lelaki yang menjadikan aneukeu penguntit andal, lelaki yang memenuhi setiap laman buku diarynya.


Tiba-tiba menyapa lewat sosial media. Padahal, dulu tak pernah lelaki itu memberi peluang untuk aneukeu masuk ke kehidupannya.


Tentu saja aneukeu bersorak riang ! Serasa menang. Tapi, sayang. Lelaki itu sudah terlambat membuat hatinya meremang.


Sekarang, hatinya sudah penuh oleh noufal begitupun pikirannya telah di sita telak oleh pesona ustadz menawan pujaaan.

__ADS_1


" A syam ya ?" Begitu balasan aneukeu


"Ia, aku a syam. Gimana kabarnya ?"


"Aneu, alhamdullilah baik a. Aa gimana ?"


"Aa juga alhamdullilah sehat, neu aa mau tanya sesuatu boleh ?"


"Mau tanya apa a ? Sok aja."


"Aneu, udah nikah ?"


"Belum a."


"Kalau aa ke rumah aneu, ketemu orangtua aneu. Boleh nggak ?"


"Buat apa a ?"


"Aa mau nikahin aneu."


Bagaimana bisa ? A syamsir lubis dengan mudahnya mengajak aneukeu untuk menikah. Padahal, aneukeu tahu pasti karakter a syamsir itu sangat pemalu dan tidak bisa di prediksi.


"Jangan becanda a."


"Nggak kok neu, ini seriusan. Tahun ini juga aa siap kalau aneu udah siap."


"Kok aa bisa seyakin itu ?"


"Dulu kan aneu suka sama aa. Jadi, kalau sekarang aa langsung ajak aneukeu nikah pasti aneu langsung mau, kan dulu aneu juga yang ngejar-ngejar aa."


Ah . . . Mungkin a syamsir lupa kalau sekarang sudah tahun 2019. Sudah 10 tahun berlalu dari kejadian tempo itu.


Aneuku mana mungkin lupa dengan tragedi di depan sekolah sewaktu ekskul pramuka. Karena, tindakan berani nan konyolnya menjadikan dia bahan tertawaan satu sekolah.

__ADS_1


Acara MENYATAKAN PERASAAN kepada a syamsir lubis mendapatkan jawaban TIDAK alias ditolak mentah-mentah di depan ratusan pasang mata.


Aneukeu memang sudah lupa sisiapa saja yang mengatainya Cupu, junior dekil, dan lain-lain. Tapi, aneukeu tidak akan pernah lupa rasanya di abaikan oleh lelaki yang aneukeu inginkan.


Sampai saat ini. Susah rasanya melepaskan semua kekecewaan yang ditimbulkan oleh sang pujaaan.


Bisa-bisanya a syamsir mengajaknya menikah setelah puluhan purnama aneukeu menyesalkan kejadian itu.


Andai saja 10 tahun lalu aneukeu tidak menerima tantangan kakak senior untuk syarat kelulusan anggota ambalan. Mungkin, hari ini setiap reuni aneukeu tidak akan menjadi objek untuk di bully.


"Gimana neu ?"


Pesan masuk berkali-kali membuyar lamunan aneukeu


"Beri aneu waktu ya a"


"Satu bulan. Satu bulan aa kasih aneu waktu untuk berpikir."


Lega rasanya membaca balasan itu. Tapi, ada perasaan aneh yang menjalar di setiap desiran darah di urat nadi.


Harusnya aneukeu bangga lelaki seperti a syam masih memilihnya untuk dijadikan seorang istri terlepas dari kejadian masalalu yang mengharu biru.


Lagipula aneuku sudah 26 tahun. Tuntutan keluarga juga semakin menikam apalagi celoteh tetangga yang selalu menghakimi.


Tapi, TIDAK ! bukannya 6 bulan lalu aneukeu sudah berjanji telah berkomitmen dengan pena di selembar kertas bahwa akan menunggu pinangan noufal, tidak akan mendahului noufal menikah, aneukeu ingin memastikan dengan siapa noufal berjodoh kalau bukan dengannya.


Komitmen macam apa itu ? Perjanjian tertulis mengikat. Ini tentang harga diri. Harga sebuah janji yang harus di tepati.


A syamsir adalah ujian. Ujian dari tuhan untuk menguji seberapa besar keinginan aneukeu untuk bersama noufal ? Kekuatan aneukeu menunggu pinangan noufal ! Juga di dalam lubuk hati terdalam aneukeu ingin di nikahi noufal hanya ingin noufal.


Padahal dengan sadar. Aneukeu tahu siapa a syamsir ! Siapa juga noufal ! A syamsir jelas lebih baik dari segi apapun dibanding noufal. A syamsir masih lebih unggul jika di lirik dari sisi manapun. Namun, kini hati aneukeu tak bergeming masih tetap terpatri di noufal.


Lelaki yang berprofesi sebagai ustadz di kota tangerang ! Lelaki yang telah jarang menyapanya ! Lelaki yang sudah susah membalas pesan-pesannya ! Lelaki yang tidak pernah mengangkat telponnya ! Lelaki yang banyak alasan hanya sekedar menjawab video call ! Lelaki yang mulai memberi jarak nyata.

__ADS_1


Lalu, kenapa aneukeu masih egois ingin mempertahankan usia hubungan yang masih seumur jagung ? Sebab, entah dapat kekuatan darimana seyakin imannya aneukeu menunggu tanpa kepastian.


Menunggu sampai mana aneukeu dapat dikalahkan oleh kondisi, jarak dan keterbatasaan. Biarkan romance a syam menguap ke angkasa dan kesungguhan aneukeu terhadap noufal tertanam di bumi hingga nanti.


__ADS_2