
#Kembali-Akhir
1 mei . . . 30 tahun usia aneukeu puspa purna. Mengingat mei kembali mengungkit sosok noufal prambumi. Bulan kelahiran yang sama membuat melupakan menjadi sangat kesusahan.
Kembali ke negeri sendiri adalah sebuah keharusan. Setelah menuntaskan pendidikan di negeri eropa, mengantongi ijazah S2 ialah sebuah pencapaian yang tidak terkira.
Saatnya kembali menata kehidupan di dalam negeri. Tawaran pekerjaan berduyun seiring potensi diri yang menggunung. Relasi yang terjalin semakin luas menambah pundi-pundi rupiah.
Kak raja menyambut kedatangan aneukeu di bandara soekarno hatta. Memang kak raja lah yang andil besar untuk pencapaian seorang aneukeu. Berkat kak raja kini aneukeu menempati posisi general manager di perusahaan yang dulu pernah aneukeu mengabdi.
Karir lancar di tunjang oleh pendidikan yang tinggi. Tidak sia-sia segala usaha yang aneukeu lalui. Lalu, prioritas selanjutnya adalah melanjutkan pendidikan S3 nya di dalam negeri.
Kisah cintanya masih saja menyedihkan. Namun, kesibukaannya dalam berkarier mampu menyembuhkan luka yang terpendam.
Nikahi aku, ustadz ! Adalah sebuah ekspektasi yang tidak terrealisasi. Tujuan yang tidak pernah tercapai. Daftar rencana yang harus di coret paksa.
Memang jodoh sebuah rahasia. Hanya tuhan yang pantas bersuara. Sebagai seorang manusia sebatas berusaha. Meskipun luka dan kecewa yang harus di terima.
Lamaran demi lamaran dari beberapa lelaki tidak mampu meluluhkan seorang aneukeu. Di hatinya yang paling dalam sosok ustadz itu masih melekat rapat.
Rindu akan noufal semakin membuat terjerembab. Cinta memang tidak pernah salah hanya manusianya saja yang selalu salah menempatkan. Mencintai suami orang sangat salah. Meskipun awalnya memang pernah dimiliki sebelum mengawini.
Jangan pernah kembali pada cinta lama. Sebagus dan sebaik apapun saat bertemu kembali. Sebab, rasanya akan tetap berbeda.
----####------
Nikahi aku, ustadz ! Mungkin menjadi sebuah orasi yang tak bergema. Menjadi sebuah kata-kata motivasi tanpa arti. Menjadi sebuah kenangan tersendiri.
Sudahilah . . . Mungkin akan ada sosok ustadz-ustadz lainnya di kehidupan selanjutnya. Bolehlah, bisa pula seorang habib atus gus atau juga sesepuh biar kehidupan aneukeu tidak terlalu rapuh.
Aneukeu butuh seorang motivator untuk membuat semangat hidupnya bertambah. Terutama semangat untuk menemukan pasangan sedunia dan seakhirat.
"Teh, sudah pulang ke indonesia ?" Sebuah direct pesan masuk saat aneukeu memasuki lobi kantor.
Aneukeu menyambungkan telephone dengan pemilik akun cahirilrahmatillah. Adiknya noufal, yang sekarang sedang daftar kuliah di jakarta. Komunikasi di antara aneukeu dan chairil tetap terjalin. Walaupun kakaknya sudah bukan siapa-siapa.
"De, gimana kabarnya ?" Tanya aneukeu setelah panggilan tersambung.
"Baik teh, teteh udah di indonesia ?"
"Sudah dua bulan de, maaf ya gak ngasih tahu."
"Gapapa teh, aku liat ig story teteh. Langsung aku dm deh."
"Hahahha. Ia gapapa. Kamu kuliah di jakarta ya ?"
"Ia teh, baru mau masuk."
"Alhamdullilah. Aku juga liat di ig story kamu."
"Teh, bisa ketemu ?"
"Boleh, ntar sore gimana ? Tth masih ada kerjaan soalnya."
"Ia teh. Siap."
"Kirim alamat kamu aja, nanti teteh jemput."
Sebuah alamat di terima. Cukup, jauh dari kantor tempat aneukeu bekerja. Tapi, tidak apa-apa. Aneh juga, kenapa cahiril minta ketemu. Apa jangan-jangan ?
----###-----
Lalu lintas jakarta sepetang ini sangat ramai. Ruas-ruas jalan di penuhi kendaraan yang berebut untuk segera sampai tujuan. Lelah setelah seharian kerja membuat tak sabaran. Decitan ban mobil beradu dengan suara klakson bersahutan.
Ramai . . . Beginilah jakarta. Namun, sosok wanita yang berada di balik kemudi mobil ayla warna merah masih merasa sepi.
Pertemuan dengan adik noufal berlangsung lama. Dari sore hingga malam hari, banyak cerita yang cahiril suguhkan. Dari mulai daftar kuliah, adaptasi di ibu kota dan persiapannya untuk osfek. Tapi, tidak sedikitpun chairil menyinggung perihal kakak kandungnya.
Ada yang aneh di sini. Seperti seorang tante yang sedang mengobrol dengan ponakan. Tapi, sedikitpun chairil tidak terlihat risih dengan kondisi banyak mata memandang.
"Mau ketemu a noufal ?" Tanya cahiril membuat aneukeu tersedak.
"Ma-maksudnya ?" Jawab aneukeu gelagapan
"Setelah ini, kita ketemu a noufal ya."
"Jangan ah, nanti istrinya marah."
"Hahhah" gelak tawa cahiril membuat aneukeu kaget
"Kenapa ketawa ?"
"Ketemu dulu aja. Nanti bakalan tahu kok."
"Ia. Tapi, sekarang sudah malam."
"Ya, nggak sekarang dong teh. Nanti, ketemunya dua minggu lagi."
__ADS_1
"Kenapa ?" Kening aneukeu mengernyit tidak paham
"Sekarang kan a noufalnya masih di mekah. Masih nganterin rombongan umroh." Jelas cahiril
"Oh."
Bertemu dengan noufal kembali ? Apakah aneukeu siap ? Sudah 2 tahun sejak pertemuan terakhir dengan noufal. 1 tahun usia pernikahan noufal. 2 bulan sekembalinya aneukeu dari luar negri. Adakah yang berubah dalam waktu sesingkat ini ? Hal apa yang berubah dalam kurun waktu 2 tahun 2 bulan dan 2 minggu yang akan datang ?
Waktu aneukeu pergi. Bukannya chairil baru masuk kelas 10 SMA ? Tapi, sekarang sudah mau masuk kuliah saja ? Ternyata waktu berlalu begitu cepat. Pantas saja perasaan terhadap noufal masih melekat.
Ohh . . . Rupanya chairil ikut percepatan lulus SMA ! Makanya, dia mampu menyelesaikan SMA nya hanya 2 tahun saja. Memang tidak kakaknya bahkan adiknya otaknya encer-encer. Keluarga cerdas dengan didikan yang pantas.
Sosok cahiril sama persis dengan noufal. Hanya saja versi mudanya. Chairil belum ada jambang apalagi jenggot. Kalau usia aneukeu sekarang 30 tahun berarti noufal 32 tahun.
Meskipun dulu satu angkatan. Usia noufal memang lebih tua dua tahun dari teman sekelas lainnya. Soalnya, noufal lebih fokus ke pendidikan informal ketimbang formal. Makanya, pas SMA dia seangkatan dengan aneukeu yang kelahiran 1993.
-----####------
Dua minggu kemudian.
Minggu.
Sepagi ini chairil sudah mengirimkan chat berpuluh-puluh, panggilan tidak terjawab beratus-ratus. Harusnya, hari minggu digunakan untuk istirahat dari segala kepenatan bekerja.
Handphone berdering berirama lathi dari sara fajira. Aneukeu berusaha membuka mata sempurna. Malam minggu membuat jam tidurnya terganggu. Sebab, ketemu klien dan meeting selalu di jadwalkan di akhir pekan.
"Hallo, de." Sahut aneukeu
"Teh, ikut jemput a noufal di bandara yuk. Jam 8 nanti aa tiba dari saudi." Ajak chairil di sebrang sana
"Gak bisa de. Teteh masih ngantuk. Nanti aja ya." Jawab aneukeu sambil melihat jam di sisi ranjang. Waktu menunjukan pukul 07:05 wib.
"Ah teteh mah. Ya udah deh, nanti aku jemput ya." Terdengar suara kecewa dari lawan bicara.
Ish . . . Chairil, gangguin istirahat orang saja ! Semangat sekali dia untuk mempertemukan kakaknya dengan mantan teman seranjang kakaknya.
Aneukeu tidak begitu antusis. Tidak banyak berharap. Hanya menghargai usaha chairil, tidak ingin membuat dia kecewa. Ya sudahlah ya. Hitung-hitung menyambung silaturahmi dengan mantan partner seranjang.
Dulu, sesuatu yang berhubungan dengan noufal selalu membuatnya semangat. Tak peduli panas terik, hujan badai jika noufal ingin bertemu aneukeu selalu bersedia. Ibaratnya laut kan ku sebrangi gunung akan ku daki saking cintanya dia kepada noufal.
Sekarang, ish . . . Mengingatnya saja membuat geli di hati. Entah karena usia yang makin menua atau pengalaman yang mendunia. Berlaku rasional saja. Bahwa, pada dasarnya wanita hanya nerima dan lelaki yang berusaha.
Aye . . . Kembali ke pemikiran yang primitif dan mencoba berpegang teguh pada pepatah leluhur. Tidak ada salahnya bukan ? Dengan begitu, aneukeu ikut serta melestarikan budaya wanita sunda secara turun temurun.
Aishhh . . . Terlalu ortodoks. Aneukeu memilih baju yang akan ia kenakan. Setidaknya harus yang sopan mengingat menantu dari mertua tak jadi itu bersyar'i. Berputar-putar di depan cermin. Ganti baju ini lalu itu kemudian ini dan itu lagi. Rupanya stok baju syar'i milik aneukeu tidak banyak.
Hijau lebaran tahun kemarin, maroon lebaran tahun kemarinnya lagi, peach lebaran tahun ini. Koleksi baju muslimnya tidak sebanyak koleksi jam tangan adventurenya.
Agar kesan bohay tidak begitu identik saat bertamu nanti. Bodo amat dengan tanggapan keluarga noufal. Toh, kita cuma sebatas teman.
"Neu, sudah packing ? Kita ada pekerjaan ke luar kota." Begitu isin pesan dari kak raja.
"Bukannya bulan depan ya kak ?"
"Yang bulan depan itu ke brunei neu, sore ini ke bali selama 2 minggu."
"Baiklah."
Tanpa bantahan, tanpa keberataan, hanya intruksi. Aneukeu lupa, kalau ada kantor cabang yang harus segera dikunjungi. Untung kak raja gerak cepat ngasih tahu. Kalau tidak, alamat akhir tahun gak dapat bonus tahunan.
"De, aku ada kerjaan keluar kota dua minggu, insyaAllah pulang dari sana langsung ketemu ya." Pesan terkirim ke chairil beberapa menit yang lalu.
----###------
"Teh, aku jemput ya." Sebuah pesan masuk dari chairil.
"De, aku baru pulang dari dinas luar kota. Kalau besok gapapa ? Janji deh, besok insyaAllah di usahakan. Tapi, malam gapapa ? Jawab aneukeu menjelaskan.
"Ia gapapa teh, besok jam 20.00 wib di cage verile ya. Aku tunggu"
Cafe verile ? Bukannga cafe itu saksi tangisan yang tak berurai ? Kekecewaan yang terpendam ? Ah . . . Apa maunya chairil ? Tapi, biarkan saja lah ikuti saja maunya.
Pukul 20:00 wib. Cafe verile, Jakarta, Area kota tua.
Setelah berjalan dari parkiran sebelah cafe batavia. Akhirnya, aneukeu melewati beberapa kursi yang telah terisi menuju kursi paling pojok bagian cafe.
Suasana yang dulu masih sama. Tapi, debafan di dada sudah berbeda. Menu yang tersaji sudah banyak yang di modifikasi. Namun, kopi tempo hari masih tetap di hati.
"Teh." Suara sapaan membuyarkan lamunan akan kenestapaan dua tahun 3 bulan silam.
"De." Aneukeu melambaikan tangan ke aumber suara. Tapi, tunggu . . . Cahiril tidak sendiri. Ada seseorang di sampingnya. Seseorang yang sangat aneukeu kenal. Melihatnya saja sudah bikin meremang apalagi jika harus di hadapkan dengannya lagi. Bisa ******. Sialan . . . Kemunculannya semisal setan.
Dua orang itu menghampiri aneukeu yang mulai resah. Dilanda perasaan membuncah. Dan tidak tahu apa yang akan terjadi, sudahlah.
"Neu." Sapa seseorang yang bayangannya semakin jelas di pandangan.
Aneukeu hanya menganguk. Menandakan bahwa ia maaih segan dan perlu waktu untuk menata gemuruh rasa yang kurang ajar.
__ADS_1
"Teh, udah lama ?" Tanya chairil
"Baru kok de."
"Teh, aku sengaja bawa aa ke sini. Aku ingin meluruskan apapun di antara teteh dan aa."
"Apa yang harus di luruskan de ? Kita baik-baik aja da."
"Teteh mungkin baik-baik aja. Tapi, aa sebaliknya."
"Loh, kok gitu ?"
"Ia teh, aa gak bisa lupain teteh."
"Itu salah de, kan dia udah punya istri." Tunjuk aneukeu ke noufal yang hanya diam.
"Itulah teh, makanya aku ikut kesini. Mau bantu jelasin."
"Ya udah, malam semakin larut. Sok aja kalau mau ngejelasin mah. Teteh dengerin" pinta aneukeu
"Sok atuh a, jelasin."
Yang di suruh hanya diam. Menarik nafas pelan, seperti susah di jabarkan. Ishhh . . . Kebkasannya tidak pernah hilang. Hanya menyesap asap rokok dan menghembuskannya pelan. Persis seperti masalalu.
"Neu. Aku sudah cerai dengan saima, pernikahanku Hanya bertahan 8 bulan. Saima, menggugat cerai. Sebab, selama pernikahan aku tidak bisa memenuhi kewajiban sebagai seorang suami." Jelasnya perlahan.
"Neu. Aku tidak sanggup melakukan hal itu dengan wanita lain. Serasa berdosa jika aku harus menyentuh saima. Tapi, hati dan otakku masih membayangkan kamu. Setiap kali saima memintaku untuk menuntaskan hasratnya. Seolah saima menjadi dirimu. Bahkan, saima pernah menangis cemburu. Karena, saat aku akan mencumbunya aku memanggil dia dengan nama kamu." Aneukeu masih menyimak apapun yang noufal katakan.
"Kamu tahu ? Pernikahanku itu karena perjodohan. Dari awal aku dan saima tidak pernah ada kecocokan. Pernikahan itu terlalu di paksakan, bahkan saima pun tahu aku memiliki wanita selain dirinya di hati ini" tunjuk noufal ke bagian dadanya.
"Aku mencoba sangat keras untuk mencintai saima. Tetap saja tidak bisa. Hingga pada akhirnya saima tidak kerasan. Dan meminta talak 3 sekaligus di hadapan orangtua dan mertua." Kini pandangannya nyalang menusuk manik mata aneukeu. Tidak seperti masalalu yang hanya diam dan menunduk.
"Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ku sanggupi saja tanpa syarat. Malam itu juga aku pulang ke rumah orangtua. Orangtua tidak terima, lantas. Chairil ikut menjelaskan dan akupun berani berterus terang. Semuanya aku ceritakan. Tentang kita, baik dan buruknya dan apa saja yang telah kita lalui." Jelasnya berapi-api.
"Alhamdullilah. Orangtua memaafkan dan paham akan keinginan anaknya selama ini. Aku pulang ke tangerang. Ke tempat yang dulu memiliki kisah denganmu. Aku menunggu tanpa kepastian. Sama halnya seperti dirimu selama 3 tahun itu" kini tangannya menggenggam erat tangan aneukeu.
"Ternyata rasanya sakit tak tertahankan. Lalu, aku dapat kabar dari chairil bahwa kamu sudah pulang ke indonesia. Namun, sayang aku masih mengantarkan jemaah umroh, aku bilang ke chairil untuk nemuin kamu terlebih dahulu. Aku takut. Takut kehilanganmu lagi." Baru kali ini noufal berurai air mata.
"Neu. Maukah menikah denganku !"
Jleb . . . Aneukeu terhenyak dengan ajakan yang selama 5 tahun 3 bulan tergantung penuh drama.
Aneukeu tidak serta merta menerima. Takut ini hanyalah mimpi penuh tipu durjana. Chairil menjadi saksi. Seperti pertemuan di tahun kedua saat aneukeu mengantar durian. Cahirilah orang pertam yang di kenalkan noufal ke hadapan aneukeu.
Tahun kedua dikenalkan sebagai teman. Tahun kelima lebih 3 bulan di hadapan cahiril noufal bilang "will you marry me".
-----####------
Akhir tahun. 31 desember.
Aneukeu dan noufal bertemu kembali setelah melewati jalan sendiri-sendiri. Di tempat pertama kali mereka bertemu. Bersua seperti pertama kali berjumpa.
Setelah pertemuan di cafe verile. Aneukeu tidak memberi jawaban. Aneukeu menggantung tanpa pamitan. Berlalu pergi seakan tidak percaya takdir yang mendera.
Tuhan terlalu baik. Akhirnya tuhan luluh akan penantian dan do'a-do'a dari wanita penuh dosa. Wanita ini terlalu memaksa sehingga tuhanpun tak tega.
Di berikannya lah noufal prambumi. Lelaki yang selama 10 tahun 1 hari ia kagumi. Selama 3 tahun ia dampingi dan selama 2 tahun 3 bulan ia tinggal pergi. Sudah, 15 tahun 3 bulan 1 hari waktu yang terlewati. Sangat lama hingga tuhan meridhoi.
Cafe dialogue kembali beroperasi setelah bertahun-tahun mati. Entah kenapa, takdir tuhan terlalu rumit untuk di jelaskan. Tapi, kini cafe ini menjadi tempat bersejarah kedua manusia yang saling merindu.
"Neu, bagaimana ?" Tanya noufal.
Chairil tak lagi ada. Dia sibuk dengan kegiatan di awal kuliah. Aneukeu masih menimbang keputusannya apamah tepat atau tidak.
"Orangtuaku sudah setuju neu." Jelasnya lagi
Sudah cukup bermain dalam banyaknya sandiwara palsu. Sudah saatnya menyambut harapan akan kebahagiaan.
"Fal." Akhirnya aneukeu bersuara
"Ia neu."
"NIKAHI AKU, USTADZ !" suara aneukeu jelas terdengar di pendengaran.
Noufal tersenyum lebar, matanya berbinar-binar, dan merengkuh aneukeu kedalam pelukan. Tidak lepas kening dan pipi dari ciuman.
Jodoh, maut dan rejeki ada di tangan tuhan. Tapi, tidak ada salahnya manusia berusaha merubah takdir lewat usaha dan do'a.
Selamat bahagia.
NOUFAL PRAMBUMI S.PD
DAN
ANEUKEU PUSPA PURNA S.E M.M
(Kisah ini nyata. Dari seorang wanita pendosa dan seorang pria paham agama)
__ADS_1
support me :
Latina.