Noderdim Kingdom

Noderdim Kingdom
Prolog - Awal dari segalanya


__ADS_3


Seorang gadis lusuh tengah berjalan menuju sebuah sungai dengan aliran yang tenang. Ia hendak berniat membersihkan dirinya yang berlumuran lumpur akibat kecerobohannya saat menolong seekor kucing yang tersangkut di atas pohon.


Saat ia mendekati sungai itu, perlahan aliran air yang semulanya tenang menjadi berputar-putar membentuk sebuah pusaran. Semakin besar pusaran tersebut, semakin pula gadis itu tertarik ke dalamnya.


Dia berteriak meminta tolong, tetapi percuma saja pusaran air itu menarik dan membawanya menuju sebuah tempat dengan pilar-pilar emas. Ia bingung saat menatap sekitarnya, tempat yang indah seperti kerajaan di negri dongeng.


Gadis itu tersentak kaget melihat seorang laki-laki asing di hadapannya. Laki-laki itu tersenyum sinis ia bergumam "Makhluk kotor" membuat gadis itu tersadar dan bangkit berdiri dari tempatnya.


"Aku dimana? Dan kau siapa?"


Gadis itu kebingungan ia terus menatap seklilingnya. Atmosfir yang berbeda membuat bulu kuduknya naik. Ia takut, ia cemas dengan apa yang sedang terjadi padanya.


"Kau tidak pantas bertanya padaku makhluk kotor"


Laki-laki itu terus saja memangilnya dengan sebutan makhluk kotor membuat dirinya naik pitam. Sombong sekali laki-laki di hadapanku ini, aku tau kau terlihat kaya dan tampan tapi tidaklah pantas mulutmu menyebutku makhluk kotor, geram gadis itu di dalam hati.


"Biar aku yang bertanya padamu, kekuatan apa yang kau miliki?"


Laki-laki itu bertanya sambil tetap menatap sinis dirinya. Ia yang merasa aneh dengan pertanyaan yang tengah di ajukan laki-laki itu pun bingung. Kekuatan? Apa dia pikir ini adalah negri dongeng? Gumamnya dalam hati.


"Saya manusia, bagaimana saya bisa memiliki kekuatan?"


Laki-laki itu berdengus kesal. Ia kini menatap gadis di hadapannya dengan tatapan remeh. Makhluk tidak berguna, lebih baikku musnahkan saja. Segera ia menarik pedang dan mengibaskannya tepat di leher gadis itu.


"A..apa!"


Gadis itu memekik kaget melihat pedang yang kini berada di lehernya. Ia tertunduk berlutut menahan getaran di sekujur tubuhnya.


"Tunggu Vostes, kau tidak bisa membunuhnya begitu saja"

__ADS_1


Laki-laki yang dipanggil Vostes itu menarik kembali pedangnya. Ia membalikkan badan menatap seorang gadis berparas cantik dan berkulit putih, seputih susu.


"Ada apa Klora, mengapa kau mengganggu urusanku?"


Klora berjalan mendekati gadis lusuh yang tengah berlutut takut. Ia memegang kedua pundak gadis itu dan tersenyum.


"Bagaimanapun dia adalah makhluk hidup yang tertarik oleh portal dunia, kita bahkan belum tau darimana asal gadis ini"


Vostes terdiam, ia tidak bisa membantah perkataan Klora. Ia hanya menaham geram dan kebencian pada gadis lusuh itu. Dia makhluk tidak berguna, untuk apa Klora melindunginya. Ucapnya dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Hei, mari ikut aku untuk mebersihkan diri"


Klora membantu gadis lusuh itu untuk beranjak dari tempatnya. Masih dengan perasaan takut, gadis itu berdiri. Ia berjalan mengikuti langkah Klora sambil tertunduk. Terimakasih dewi, anda menyelamatkan hidupku dari laki-laki tidak berperasaan ini. Gumamnya dalam hati.


"Oh ya Vostes, percuma saja kau mengandalkan portal dunia karena itu semua akan menjadi sia-sia. Lebih baik kini kau persiapkan diri untuk berperang"


Klora mengucapkan hal tersebut sambil menatap tajam Vostes. Vostes yang kini terlihat acak-acakan tampak menyedihkan di matanya.


Gadis lusuh itu memperhatikan keduanya dengan bingung. Jadi, aku tertarik ke sini karena ulah laki-laki itu yang membuka portal dunia. Sementara tujuannya aku masih tidak mengerti. Perang? Dengan siapa? Lagi pula ini dimana?! Gadis itu terus bertanya-tanya dalam hatinya.


Klora menatap gadis itu dengan senyum manisnya. Gadis itu tersentak, ia membalas senyumanya seraya menjawab.


"Nama saya Naomi, dewi"


Klora tersipu dengan ucapan Naomi yang memanggil dirinya seorang dewi.


"Saya bukan seorang dewi, panggil saja nama saya Klora"


Naomi tersenyum dan mengangguk. Ia terus saja mengikuti langkah Klora menuju sebuah kolam besar yang tampak berkilau.


"Cantik sekali"

__ADS_1


Naomi tanpa sadar bergumam dengan kencang. Klora yang mendengar hal itu pun tersenyum. Kolam suci yang ku rawat sepenuh hati tentu saja sangat cantik. Gumam Klora membanggakan dirinya.


"Masuklah dan bersihkan dirimu di kolam suci ini"


Naomi yang mendengar hal itupun terkaget. Ia merasa tidak pantas mengotori kolam secantik ini dengan tubuhnya yang kotor.


"Tidak usah banyak berpikir, lakukanlah seperti yang ku suruh"


Klora yang seakan membaca pikiran Naomi kembali memaksanya untuk membersihkan diri di kolam suci. Menurutnya seluruh makhluk hidup yang ada di Kerajaan Noderdim haruslah bersih dan suci.


Naomi yang tidak bisa membantah perkataan dewi penolongnya segera menanggalkan pakaian dan berjalan masuk ke dalam kolam suci. Seakan sebuah keajaiban tubuhnya mengeluarkan cahaya. Luka-luka goresan yang ada di tubuhnya berangsur-angsur menghilang tanpa bekas.


Naomi berkali-kali mengerjapkan kedua matanya tak percaya. Apa aku sedang bermimpi? Ini mengagumkan sekali!


"Tenggelamkan wajah dan kepalamu juga Naomi" ucap Klora yang terus saja memandangi gadis di hadapannya. Naomi yang mendengar hal itu pun segera mengangguk dan menenggelamkan seluruh wajah dan kepalanya ke dalam kolam suci. Saat ia kembali mengangkat kepalanya dari dalam kolam, Klora yang sedang memperhatikan pun terkejut. Cantik sekali gadis ini, aku jadi penasaran darimana asalnya. Gumamnya dalam hati.


"Pakailah pakaian ini, aku tunggu di luar"


Klora menaruh sebuah pakaian di atas batu dekat kolam suci. Naomi mengangguk segera beranjak dari dalam kolam dan melihat pantulan wajahnya dari atas air kolam.


"Astaga wajahku seperti terlahir kembali saja"


Naomi memekik kaget melihat wajah yang sebelumnya di penuhi luka dan kusam, kini menjadi bersih dan cantik.


Ia mengambil pakaian yang diberikan Klora dari atas batu dan memakainya. Gaun putih polos kini melekat pas di tubuhnya. Ia tersenyum, sambil bergumam. Kalau ini adalah kehidupan baru yang di berikan dewa kepadaku, akan ku terima dengan senang hati.


.


.


.

__ADS_1


.


Hai! ini adalah novel fantasy pertamaku, semoga kalian menyukainya. Tolong dukungannya juga ya lewat vote, like, maupun komen. Terimakasih 🖤


__ADS_2