
Suara ketukan pintu membuat Naomi membuka kedua matanya secara perlahan. Ia merentangkan badannya dan membangunkan Swart yang masih saja tetidur pulas di atas tubuhnya.
"Masuklah!" Naomi berteriak pada si pengetuk pintu. Ia juga segera beranjak berdiri dan duduk di sofa dekat ranjang tidurnya. Sesekali ia mengusap kedua matanya berharap kantuknya segera menghilang.
"Hormat saya nona Naomi, saya adalah Ignes pelayan yang akan melayani anda selama disini" ucap seorang gadis bertubuh tinggi dan berkulit sawo matang. Ia memiliki rambut berwarna putih perak dan iris mata berwarna abu-abu. Telinganya lancip ke atas tidak seperti telinga manusia. Gadis ini adalah seorang Elf? Gumam Naomi dalam hati.
"Baiklah kalau begitu Ignes tolong siapkan saya air untuk membersihkan diri" Ignes pun segera mengangguk menjalankan tugasnya. Naomi menghela napas, ia berharap ingatannya segera kembali sehingga ia tidak lagi di buat terkejut dengan segala hal yang ada di dunia ini.
"Airnya sudah siap nona Naomi" ucap Ignes yang disambut oleh anggukan Naomi. Naomi segera berjalan memasuki kamar mandi dan menanggalkan pakaiannya. Ia manatap dirinya di depan cermin. Ia masih belum terbiasa dengan penampilannya yang saat ini sangat mencolok.
Naomi melepaskan perban yang menutupi mata sebelah kananya. Iris mata berwarna merah yang bercahaya membuatnya memekik kaget.
"Mata kananku aneh sekali seperti kutukan!" Lagi-lagi Naomi di buat pusing akibat pemandangan yang tumpang tindih antara masa kini dan masa depan. Bagaimana Dewi Thriss dapat mengendalikan matanya yang seperti ini! Ucapnya dalam hati.
Daripada merasa pusing Naomi kembali menutup mata kanannya dan segera membersihkan diri dengan air hangat yang di siapkan Ignes. Setelah selesai membersihkan diri, Naomi segera memakai jubah mandi dan berjalan keluar dari kamar mandi.
"Nona Naomi, Raja Soviech menginginkan anda untuk ikut makan malam bersama" ucap Ignes sembari menyiapkan pakaian untuk Naomi. Ignes juga membantu Naomi mengeringkan rambutnya yang basah.
"Baiklah, kalau begitu Ignes tolong antarkan kami ke tempat perjamuan makan malam" Naomi kini berdiri bersama Swart yang sudah bertengger di pundaknya. Ignes pun segera mengangguk menuntun Naomi menuju tempat perjamuan makan malam.
__ADS_1
"Nona Naomi, duduklah di sampingku" ucap Klora yang menyambut Naomi di tempat perjamuan makan malam. Naomi menuruti keinginan Klora, ia mengambil tempat tepat di sebelah gadis itu.
"Nona Naomi apakah kau merasa nyaman dengan pelayan Ignes, atau kau ingin aku menggantinya?" Tanya Raja Soviech sembari memotong daging di atas meja. Naomi menjawabnya dengan gelengan dan tersenyum manis.
"Tidak perlu yang mulia, saya merasa nyaman dengan Ignes" ucap Naomi sembari ikut memotong daging di hadapannya. "Swart apa kau ingin memakan daging milikku?" Naomi melakukan telepati kepada Swart. Sejujurnya ia tidak tau apa makanan dari Naga peliharaannya itu.
"Saya cukup dengan menyerap energi anda My Lord" Swart membalas ucapan Naomi dengan telepati. Naomi pun segera mengangguk tanda bahwa ia mengerti. Ia memasukkan potongan daging ke dalam mulut dan menelannya. Ia harus makan yang banyak supaya Swart dapat menyerap energi yang baik darinya.
"Nona Naomi permintaanmu untuk mendapat ijin masuk ke perpustakaan khusus sudah aku beritahukan kepada para penjaga, jadi kau dapat bebas keluar masuk dari sana" ucap Raja Soviech. Naomi tersenyum namun ia belum merasa puas. Ia ingin memiliki ruang sendiri agar tidak terganggu saat mempelajari buku sihir.
"Yang mulia bisakah saya meminta satu permintaan lagi?" tanya Naomi yang di balas anggukan oleh Raja Soviech.
"Saya membutuhkan satu ruangan untuk saya di perpustakaan khusus" ucap Naomi. Beberapa pasang telinga yang mendengar permintaan Naomi memasang wajah bingung. Untuk apa nona Naomi meminta ruangan untuknya di dalam perpustakaan khusus, itu sesuatu yang tidak wajar. Pikirnya.
"Baiklah kalau itu maumu, aku akan segera menyiapkannya" ucap Raja Soviech menyanggupi permintaan Naomi. Naomi tersenyum, ia menghabiskan makanan di atas meja dan segera pamit untuk pergi dari perjamuan.
"Terimakasih atas makan malamnya yang mulia, saya pamit undur diri" ucap Naomi sembari memberi hormat dan berlalu dari ruang perjamuan.
Kini ia dan Swart tengah berjalan menuju perpustakaan khusus. Naomi sedari tadi merasa penasaran buku-buku apa yang ada di perpustakaan khusus itu.
"Swart, bantu aku untuk mencari buku-buku sihir yang akan ku butuhkan" pinta Naomi pada Swart saat memasuki perpustakaan khusus. Naomi menatap perpustakaan yang sangat besar dan tua itu. Bau kayu bercampur dengan buku usang memenuhi indra penciumannya.
__ADS_1
"Baik My Lord" Swart segera terbang menjauh dari Naomi. Naomi melangkahkan kakinya menyusuri buku-buku yang ada di rak. Ratusan hingga ribuan buku berada disini, bagaimana aku bisa tau yang mana buku sihir. Gumamnya dalam hati.
Naomi mengambil sebuah buku yang terselip di salah satu rak. Buku itu bersampul ukiran kayu unik yang menarik perhatiannya. Judul buku tersebut membuat Naomi melukiskan senyum. Mage, itu judul bukunya. Akhirnya aku menemukan satu buku sihir yang sepertinya akan berguna untukku. Ucap Naomi dalam hati.
Naomi berjalan menuju sebuah meja sembari menggenggam buku tersebut. Ia meletakkan buku itu di atas meja dan membuka lembaran pertamanya. Berbagai mantra sihir berserta kegunaan dan kelemahannya tertulis rapih di sana. Naomi menghela napas, akan sulit baginya untuk menghafal karena semua mantra sihir tertulis dalam bentuk bahasa latin. Andai waktu di bumi aku belajar bahasa latin, aku tidak akan kesusahan seperti ini. Gumamnya dalam hati.
"My Lord, ini buku-buku yang saya temukan" ucap Swart sembari membawa beberapa buku tebal yang telah usang. Naomi kembali menghela napas, satu buku saja sudah membuatnya sangat pusing kini harus bertambah menjadi 3 buku.
"Baiklah aku akan mempelajarinya mulai hari ini" ucap Naomi sembari membuka dan membaca satu persatu buku tersebut. Ia juga mengambil kertas dan pena untuk membantunya menghafal beberapa mantra sihir yang sulit untuk diingat.
"My Lord sekarang sudah tengah malam, apa anda tidak ingin istirahat terlebih dahulu?" Ucap Swart yang melihat majikannya berusaha keras untuk menghafal berbagai mantra sihir. Naomi menjatuhkan kepalanya di atas meja. Ia mengangguk pada Swart, dirinya sudah sangat merasa lelah. Namun karena teringat akan rakyat Noderdim yang saat ini menderita menjadi budak para iblis membuatnya tidak bisa bersantai.
"Mari kita kembali ke kamar tidur My Lord" ucap Swart yang sudah bertengger di pundak Naomi. Naomi segera membersihkan buku-buku yang berserakan dan beranjak menuju kamar tidurnya. Andai ia sudah memiliki ruangan sendiri, dia dapat tertidur pulas disini tanpa harus kembali ke kamar tidur. Mengingat ia tidak bisa membawa buku keluar dari perpustakaan khusus.
.
.
.
.
__ADS_1
**Hi! Jangan lupa vote, like, dan komennya ya untuk mendukung Kerajaan Noderdim. Makasih! 🖤
- Naomi**