
---------------------------------------------------
"Wahai Naga Kegelapan yang agung, saya Raja Kerajaan Noderdim hendak meminta bantuan Anda" Raja Soviech berlutut di hadapan Swart. Ia masih belum sadar akan kehadiran Naomi di balik punggung Naga Kegelapan.
Melihat Raja Soviech yang arogan itu sedang berlutut di hadapan Naomi, ia pun tertawa terbahak-bahak. Ia memang berniat untuk membalas perlakuan yang diberikan Raja Soviech tadi padanya.
Raja Soviech yang mendengar gelak tawa dari balik punggung Swart pun terkaget dan segera beranjak berdiri dari posisi sebelumnya. Ia merasa harga dirinya sebagai raja telah terinjak-injak akibat gelak tawa tersebut.
"Wahai Raja Soviech yang arogan" Naomi turun dari atas tubuh Swart dan berjalan mendekatinya. Raja Soviech yang melihat penampakan Dewi Thriss dihadapannya pun terlonjak kaget. Para prajurit yang juga melihat hal itu serentak memberi hormat pada Naomi.
"De..wi Thriss, bagaimana bisa?" Ucap Raja Soviech sambil terbata-bata. Ia tak percaya Dewi Thriss yang telah menghilang selama 100 tahun kini telah muncul di hadapannya.
"Aku bukanlah Dewi Thriss lagi. Namaku adalah Naomi!" Jawab Naomi sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Mari kita lihat apakah kau masih bisa sombong padaku saat ini! Ucap Naomi dalam hati.
"Apa?! Naomi?" Raja Soviech memekik kaget. Suaranya yang mengema di sepanjang goa membuat Naomi menutup kupingnya. Heboh sekali, seperti melihat setan saja! Gerutu Naomi dalam hati.
"Benar aku adalah Naomi, artinya pemenang dari tantangan kita sebelumnya adalah aku!" Ucap Naomi tegas sambil mempertahankan ekspresi sombongnya. Raja Soviech yang tidak bisa lagi berkata-kata segera berlutut memohon ampun di kaki Naomi.
"Ampun nona Naomi, hamba tidak tau kalau engkau adalah Dewi Thriss" ucap Raja Soviech lirih. Naomi yang melihat Raja Soviech telah memohon ampun secara tulus padanya pun menghela napas.
"Bangunlah, mari kita kembali ke Kerajaan Noderdim" ucap Naomi sembari berjalan menaiki tubuh Swart. Raja Soviech mengangguk, ia mengeluarkan kristal teleportasi dan memindahkan dirinya bersama para prajurit menuju Kerajaan Noderdim.
Sementara Naomi bingung melihat dirinya dan Swart masih berada di tempat yang sama.
"My Lord anda bisa menggunakan sihir teleportasi milik anda sendiri" ucap Swart memecah keheningan di antara kami.
__ADS_1
"Hm, bagaimana caranya Swart" Naomi dengan kikuk mengacak rambutnya. Ia benar-benar kehilangan ingatan total, bahkan cara menggunakan sihir saja ia tidak tau.
"Pikirkan tempat yang kita akan tuju dan sebutlah mantra Ianuae Magicae" Naomi pun segera mengangguk dan mengikuti perkataan Swart. Ia membayangkan Kerajaan Noderdim di kepalanya dan mengucapkan mantra "Ianuae Magicae" Setelah itu cahaya putih mengelilingi mereka dan membawanya ke Kerajaan Noderdim.
"Hebat, sihir ini benar-benar berfungsi" Naomi memekik senang saat mereka telah menginjakkan kaki di Kerajaan Noderdim. Swart hanya bisa mengelengkan kepala melihat kelakuan tuannya yang tiba-tiba menjadi seperti orang bodoh.
"Apa aku bisa mengubah tubuhmu menjadi kecil agar bisa masuk ke dalam istana Swart?" Tanya Naomi bingung saat melihat ukuran tubuh Swart yang akan membuat istana menjadi hancur saat ia memasukinya. Swart segera mengangguk dan memberitahu Naomi cara menggunakan sihir pengecil tubuh. Naomi pun mengikuti arahannya dengan menyentuh tubuh Swart dan merapalkan sebuah mantra "subtraxerim utilium!" Seketika tubuh besar Swart pun menyusut mejadi seukuran kucing persia.
Naomi tersenyum puas. Ia dan Swart pun segera melangkah memasuki Istana Noderdim. Beberapa pasang mata yang menatap Naomi langsung memberikan hormat. Ada pula yang menitihkan air mata terharu melihat Dewi penolong mereka sudah kembali.
"Apa aku seterkenal itu?" Tanya Naomi yang merasa kikuk akibat perlakuan orang-orang padanya.
"Tentu saja, kau adalah dewi mereka yang telah hilang selama 100 tahun" Jawab Swart yang tengah bertenger di pundak Naomi. Naomi menghela napas, berat juga hidup sebagai Dewi Thriss.
Naomi dan Swart kini tengah memasuki ruang singasana Raja Soviech. Klora, Froderu dan beberapa orang yang tidak Naomi kenal juga hadir di dalam ruangan itu.
"Benar My Lord, dia adalah Ratu Kerajaan Noderdim namanya Ratu Elisse." Naomi tersentak kaget saat seseorang membalas ucapannya dengan telepati.
"Kita bisa berbicara seperti ini Swart?" Tanya Naomi kepada Swart lewat telepati. Ia tidak tau bahwa dirinya dan Swart dapat melakukan hal seperti ini.
"Tentu saja My Lord, anda dan saya telah terhubung oleh kontrak darah." Ucap Swart yang hanya di jawab dengan anggukan kecil Naomi. Dunia ini keren sekali ada kontrak darah segala, benar-benar seperti di dalam dongeng. Pikir Naomi.
"Dewi, Kerajaan Noderdim telah menjadi budak iblis selama 100 tahun lamanya. Tolong bantu kami untuk keluar dari jeratan ini" ucap Raja Soviech lirih. Sudah dua kali ia memohon pada Naomi hari ini, membuat Naomi ingin tertawa saja melihat perlakuan raja arogan itu yang berbanding terbalik dengan sebelumnya.
"Tentu, tapi Anda tidak melupakan perjanjian kita sebelumnya bukan? Karena saya yang memenangkan perjanjian itu maka saya ingin Anda meyanggupi beberapa permintaan saya" ucap Naomi dengan tegas di hadapan Raja Soviech. Raja Soviech pun segera mengangguk
__ADS_1
"Baiklah apapun permintaanmu akan saya turuti" Naomi tersenyum puas. Ia segera melakukan telepati dengan Swart untuk menanyakan kebutuhan yang di perlukannya.
"My Lord, Anda memerlukan ijin untuk masuk ke perpustakaan khusus yang hanya berisi buku-buku kuno untuk mempelajari sihir, Anda saat ini juga memerlukan sebuah tempat yang luas untuk melatih sihir Anda, dan yang terakhir ini adalah permintaan saya My Lord jangan sampai semua orang tau bahwa anda saat ini tidak mengingat apapun, hal ini akan mematahkan semangat para rakyat Kerajaan Noderdim dan membuat para iblis menganggap anda remeh" setelah mendengar pesan telapati dari Swart, Naomi segera mengangguk dan menyampaikannya pada Raja Soviech.
"Permintaan saya yang pertama adalah saya ingin memiliki ijin untuk memasuki perpustakaan khusus, kedua saya ingin Anda menyiapkan tempat khusus untuk tempat pelatihan sihir saya, dan ketiga tolong rahasiakan kehadiran saya dari pihak lain selain Kerajaan Noderdim itu sendiri" ucap Naomi lantang membuat Raja Soviech lagi-lagi mengangguk tanpa bertanya sedikit pun pada Naomi. Semua orang yang memperhatikan dirinya merasa takjub akan kehebatan dan keberanian Dewi Thriss. Tentu saja mereka tidak tau bahwa yang berdiri di sini hanyalah sedang berpura-pura untuk menutupi kelemahan dan ketakutan di dalam dirinya.
"Oh ya yang terakhir, tolong panggil saja nama saya Naomi. Saya sedikit risih dengan sebutan Dewi" Ucap Naomi yang membuat Klora dan Froderu membuka mulutnya lebar-lebar. Ia tidak menyangka bahwa Dewi Thriss di hadapannya adalah Naomi seorang manusia dari bumi.
Naomi melirik ke arah Klora dan Froderu yang menunjukkan ekspresi terkejutnya. Naomi hanya bisa tersenyum kecil pada mereka. Froderu tanpa sadar menitihkan air mata. Permohonannya pada Naomi seakan terkabul, ia menjadi penyelamat bagi Kerajaan Noderdim.
"Baiklah semua permintaan anda akan saya sanggupi. Pelayan tolong antarkan nona Naomi menuju tempat istirahatnya" ucap Raja Soviech. Seorang pelayan pun segera mendatangi Naomi dan mengantarnya menuju sebuah kamar tidur yang amat megah. Lagi-lagi semua interior yang ada di dalam kamarnya berupa emas membuat Naomi berdecak kagum.
"Terimakasih, Anda sudah boleh pergi" Pelayan segera memberi hormat pada Naomi sebelum pergi meninggalkannya di dalam kamar berdua bersama Swart. Naomi dengan perasaan lelahnya merebahkan diri di atas ranjang. Sementara Swart ikut merebahkan badannya di sebelah Naomi.
"My Lord, Anda harus belajar sihir dengan baik agar tidak terlalu bergantung pada saya" Naomi mengangguk mengiyakan perkataan Swart. Sejujurnya ia juga merasa tidak pantas menjadi Dewi Thriss karena memiliki kekuatan yang sangat lemah seperti ini.
"Mohon bimbingannya Swart, aku akan berusaha dengan keras" ucap Naomi. Swart pun segera mendekatinya dan tidur di atas perut Naomi. Naomi yang merasakan sensasi nyaman saat itu segera memejamkan kedua matanya. Hingga akhirnya mereka sama-sama terlelap dalam mimpi.
.
.
.
.
__ADS_1
Sebenarnya aku pengen up novel ini setiap hari. Tetapi melihat peminat baca di novel ini yang sedikit, aku akan up kalo lagi niat aja yah Hehe! Makasih 🖤