
---------------------------------------------------
Naomi berjalan keluar dari kolam suci. Ia benar-benar merasa takjub dengan pemandangan di sekitarnya. Mewah dan indah, pemandangan yang tak akan pernah ia temukan di kehidupan sehari-harinya sebagai gadis desa.
"Kau sudah selesai Naomi?" Klora bertanya pada Naomi yang sedang berjalan ke arahnya. Naomi mengangguk dan tersenyum manis. Kini Naomi tak kalah cantiknya bila di sandingkan dengan Klora.
"Baiklah ikut denganku, kita akan menghadap raja" Ucap Klora, membuat Naomi yang sebelumnya tersenyum kini terdiam takut mendengar kata raja. Raja? Aku sedang berada di kerajaan? Kalau ini negri dongeng, apakah Raja yang akan kutemui baik hati? Jangan-jangan kejam dan buas seperti di cerita-cerita pada umumnya. Gumam Naomi memperlihatkan ekspresi ragunya.
Klora yang lagi-lagi mengerti dengan ekspresi yang di tunjukkan Naomi pun tersenyum. "Tak perlu takut, Raja Soviech hanya akan menanyakan beberapa hal padamu"
Ucapan Klora seakan tak mempan bagi Naomi. Ia tetap merasa takut dan ragu untuk menghadap raja yang dimaksudkannya.
"Sudahlah, ayo ikut aku"
Klora menatap Naomi yang masih diam tak bergeming. Ia pun menghela napas dan segera menarik tangan Naomi. Mereka melangkah menuju sebuah ruangan besar dengan singasana di ujung ruang.
Naomi menatap sepasang mata yang duduk di atas singasana itu. Sekuat tenaga Naomi menahan rasa takut di dalam dirinya dan melangkah kecil. Wajah Raja itu datar sekali sangat menyeramkan! Ucapnya dalam hati.
"Salam yang mulia, saya Klora membawakan anda seorang gadis yang muncul dari portal dunia" ucap Klora kepada laki-laki di atas singasana. Laki-laki itu beranjak berdiri dari singasananya dan berjalan mendekati Naomi. Setiap langkahnya yang semakin mendekat membuat Naomi meringis takut.
"Siapa namamu?" Laki-laki itu bertanya sembari berdiri di hadapan Naomi. Naomi yang mendengar hal itu pun mengangkat kepalanya dan menatap Raja Soviech. Ini rajanya? Kenapa masih muda dan tampan begini. Ucapnya dalam hati sembari menyembunyikan wajah terkejutnya.
"Nama saya Naomi yang mulia" Naomi mengikuti cara berbicara Klora pada Raja Soviech.
"Baiklah Naomi, dari mana asalmu?" Raja Soviech bertanya pada Naomi dengan tegas. Ia masih terus memperlihatkan wajah datar tanpa ekspresinya.
"Saya manusia dari bumi yang mulia" Naomi menjawabnya dengan ragu. Sejujurnya ia bingung harus menjawab pertanyaan itu dengan apa. Pasalnya ia tidak tau tempat yang sedang ia pijak itu di planet yang sama dengannya atau tidak.
__ADS_1
"Bumi?" Raja Soviech mengulang perkataan Naomi dengan wajah bingung.
"Benar yang mulia, saya dari planet bumi" Ucap Naomi meyakinkan Raja Soviech. Raja ini seperti tidak mengetahui tentang planet bumi, berarti aku sedang berada di planet yang lain? Aduh aku bingung sekali. Gumam Naomi dalam hati.
"Apa itu planet?" Tanya Raja Soviech. Naomi yang mendengar hal itu pun mengacak rambutnya frustasi. Apa! Bahkan raja ini tidak mengetahui apa itu planet. Bagaimana aku bisa menjelaskan padanya! Teriak Naomi dalam hati.
"Planet itu seperti tempat dimana kita berpijak yang mulia" Naomi berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan Raja Soviech dengan santai. Meskipun ia sendiri tidak bisa mendefinisikan secara jelas apa itu planet padanya.
"Oh begitu" Raja Soviech bergumam mendengar penjelasan Naomi. Naomi pun menghela napas legah. Syukurlah penjelasanku cukup meyakinkan raja ini. Ucapnya dalam hati.
"Apa kau memiliki kekuatan?" Raja Soviech kembali melontarkan pertanyaan pada Naomi. Naomi yang merasa dejavu mendengar pertanyaan itu pun gemetar takut. Kalau aku menjawab tidak memiliki kekuatan apapun, apa dia akan membunuhku seperti laki-laki bernama Vostes yang sebelumnya ku temui? Tanya Naomi dalam hati.
"Naomi?" Raja Soviech kembali mengulang ucapannya membuat Naomi tersadar. Dengan ragu Naomi pun menjawab. "Saya ti..dak memiliki kekuatan apapun yang mulia"
Raja soviech menghela napas dan kembali berjalan menaiki singasananya. Melihat hal itu pun Naomi menunduk takut. Sepertinya ini akhir dari kehidupanku. Ucapnya dalam hati.
"Sepertinya perkiraan Vostes telah salah yang mulia" Kini Klora membuka mulutnya. Naomi yang tidak mengerti apapun hanya bisa diam dan berdoa agar hidupnya tak berakhir disini.
"Salam yang mulia, saya Vostes telah menghadap yang mulia" Laki-laki yang tak asing di mata Naomi pun berjalan mendekat. Vostes menunduk takut tak berani menatap ekspresi Raja Soviech yang telah merah padam menahan amarah.
"Kau bilang peperangan ini akan kita menangkan dengan makhluk dari portal dunia. Tetapi dari yang saya lihat, kau hanya membawa gadis tidak berguna!" Raja Soviech berteriak marah. Kemurkaanya membuat seluruh pasang mata yang menghadap menunduk takut. Terutama Naomi dan Vostes yang kini terus-terusan merapalkan doa di dalam hatinya. Ya Dewa, tolong aku!
"Masih ada satu bulan lagi yang mulia sebelum peperangan tiba. Kita masih bisa mempersiapkan diri" Klora dengan tenang memecahkan keheningan. Dalam hati Naomi merasa takjub akan keberanian gadis itu. Dia benar-benar seorang Dewi penolong.
"Kita akan kalah, kekuatan kita masih kalah jauh dengan para iblis!" Lagi-lagi Raja Soviech berteriak marah. Ia tampak frustasi memandang bawahannya yang tidak berguna.
"Yang mulia satu-satunya cara terakhir kita adalah membujuk Naga Kegelapan dari Neraka" Ucap Klora masih dengan wajah santainya. Naomi yang mendengar percakapan kedua orang itu mengerutkan dahinya. Ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang mereka ucapkan. Melawan para iblis? Membujuk Naga Kegelapan dari Neraka? Apa mereka sudah gila? Ucapnya tidak percaya dalam hati.
__ADS_1
"Kau pikir hal itu mudah Klora? Kita semua sudah pernah melakukannya dan hampir mati karena Naga brengsek itu!" Raja Soviech tambah murka mendengar perkataan Klora. Klora menghela napas, ia sudah tidak bisa membantah lagi karena memang benar tidak ada yang bisa membujuk Naga Kegelapan.
"Kalau begitu Kerajaan Noderdim menyerah saja yang mulia, lagi pula kita tidak bisa melawan kekuatan para iblis" Vostes membuka suaranya. Dalam hati Naomi dan Klora merutuki ucapan bodohnya itu. Apa dia ingin membuat raja murka dan membunuh kita semua!
"Kurang ajar kau Vostes, pengawal bawa dan kurung Vostes di penjara bawah tanah!" Perintah Raja Soviech membuat Vostes berlutut memohon ampun. Namun percuma saja dua pengawal sudah menariknya keluar dari ruangan.
Klora hanya bisa mengelengkan kepala melihat tindakan Vostes yang memang patut diberikan hukuman. Sementara Naomi masih saja tertunduk takut tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Ksatria Froderu, bawa gadis dari bumi ini berkeliling dan buatlah dia berguna!" Seorang laki-laki yang di panggil Froderu itu mengangguk menajalan perintah dari Raja Soviech. Ia segera menarik tangan Naomi keluar dari ruangan.
Naomi tertatih-tatih mengikuti langkah Froderu yang cepat. Ia meringis karena tangannya terus saja di tarik dengan kuat. Aduh, laki-laki ini tidak bisa pelan sedikit apa. Ucapnya dalam hati.
"Tunggu sebentar" ucap Naomi dengan lirih sambil menatap Froderu. Froderu yang merasa kasihan akhirnya melepaksan genggamannya dari tangan Naomi. Terlihat bercak merah di tangan gadis itu akibat ulahnya.
"Kau ini benar-benar lemah sekali, bagaimana bisa membuatmu berguna di kerajaan ini!" Froderu membentak Naomi yang sedang mengusap-ngusap tangannya yang memerah. Naomi ingin sekali membalas ucapan laki-laki itu, tapi apa daya dia tidak memiliki keberanian untuk melakukannya.
"Cepatlah ikut aku ke perpustakaan, setidaknya kau harus tau tentang tempat ini dan Kerajaan Noderdim" ucap Froderu setengah membentak. Naomi menghela napas, ia hanya bisa mengangguk dan mengikuti langkah Froderu. Sepertinya aku terjerat di dunia yang kejam. gumamnya dalam hati.
.
.
.
.
Stay tune terus ya kelanjutan novel ini. Jangan lupa vote, like, dan komen untuk mendukung author. Terimakasih! 🖤
__ADS_1