Noderdim Kingdom

Noderdim Kingdom
NK - Chapter 9


__ADS_3


"Selamat datang para hadirin di acara pelelangan hari ini! Perkenalkan nama saya Psyche, saya yang akan menjadi pembawa acara selama pelelangan ini berlangsung. Bagi Anda yang berminat pada barang yang dilelangkan segera acungkan tangan dan sebut nominal yang anda inginkan. Pemegang nominal yang paling besar yang dapat membawa pulang barang yang dilelangkan. Jadi, apakah para hadirin sudah siap?!" Naomi menatap seorang gadis Elf bermata hijau permata dan berambut biru tua, yang menjadi pembawa acara di pelelangan ini.


Sorak-sorai para hadirin yang sudah tidak sabar untuk menguras uang mereka memenuhi seisi ruang. Naomi juga sempat melirik ke arah Ignes yang menahan napas saat melihat sesama kaumnya yang berada di atas panggung. Apakah dia kenal dengan gadis pembawa acara itu? Tanya Naomi dalam hati.


Suara roda yang ditarik membuat Naomi memincingkan mata menatap arah panggung yang sudah ditempati oleh sebuah kandang besar. Saat tirai yang menutup kandang tersebut ditarik oleh gadis pembawa acara, naomi tersentak kaget. Pemandangan di hadapannya saat ini cukup mengerikan. Bayangkan di dalam kandang tersebut berisi seorang manusia yang bersisik seperti naga. Matanya menatap tajam dan sedikit tampak bersinar di ruangan yang remang-remang ini.


"My Lord, itu adalah Hugon. Human setengah Dragon yang melegenda. Konon katanya mereka mendapat kekuatan yang berlipat-lipat ganda di atas para ras Dragon itu sendiri" ucap Swart berbisik di pundak Naomi. Naomi memasang wajah ketertarikannya. Ia sudah siap menggenggam sekantung 10.000 koin emas yang di bawa oleh Ignes.


"Baiklah para hadirin sekalian, barang pertama yang akan dilelangkan adalah makhluk Hugon yang melegenda. Ia memiliki kekuatan super di atas para ras Dragon. Ia dapat mengendalikan kekuatan alam dan membuat anda menjadi orang paling kuat di dunia ini!" Ucap si pembawa acara yang sedikit melebih-lebihkan. Pft, menjadi orang paling kuat di dunia? Berlebihan sekali. Ejek Naomi dalam hati.


"Barang lelang ini akan dibuka dengan harga 500 koin emas, silahkan para hadirin yang berminat segera angkat tangan kalian!"


Naomi masih diam memperhatikan orang-orang yang sedang berlomba-lomba menaikkan harga untuk mendapatkan barang lelang yang spesial itu.


"600 koin emas!"


"800 koin emas!"


"850 koin emas!"


Tidak ada lagi yang menyahut. Semua tampak diam, tidak berniat untuk menaikan harga lebih dari 850 koin emas. Hanya 850 koin emas untuk barang yang begitu istimewa. Apa mereka semiskin itu?! Ucap Naomi dalam hati.


"Baiklah, barang pertama akan di tutup dengan-"


"1.000 koin emas!" Naomi berteriak dengan lantang membuat berbagai pasang mata menatap ke arahnya tajam.


"Wah ada penantang baru ternyata! Baiklah kalau begitu barang pertama akan ditutup dengan 1.000 koin emas" ucap Elf berambut biru tua itu sembari tersenyum melenggak-lenggokan tubuhnya untuk menghibur para hadirin.


"Apa nona tidak membuang terlalu banyak uang untuk makhluk Hugon itu?" Tanya Ignes yang tidak ikhlas uang 1.000 koin emas miliknya melayang begitu saja.


"Tidak, orang itu akan berguna nantinya" ucap Naomi sembari tersenyum penuh arti.

__ADS_1


Pelelangan terus berlanjut. Naomi mulai menguap merasa bosan dengan barang-barang lelang yang sudah lagi tidak menarik baginya.


"Baiklah para hadirin sekalian ini adalah barang terakhir! Aku akan melelang diriku sendiri, mulai dari harga 1.000 koin emas!" Ucap Elf berambut biru tua itu dengan semangat. Semuanya yang hadir menyambut dengan antusias. Mereka menawarkan harga-harga tinggi untuk si gadis pembawa acara ini. Dia memang cukup menarik sih, gumam Naomi dalam hati.


"Ignes, apa kau kenal dengan gadis Elf itu?" Tanya Naomi pada Ignes yang mulai gusar. Ignes mengangguk dengan cepat membuat Naomi sedikit terkejut.


"Dia pu-puteri dari Raja dan Ratu Elf saat ini" Naomi menyiritkan dahi. Anak dari Raja dan Ratu Elf? Apakah Elf mempunyai sebuah kerajaan sendiri? Tanya Naomi dalam hati.


"Tentu My Lord, sebagian Elf bersembunyi di dunia para roh dan membangun sebuah kerajaan" ucap Swart yang mendengar isi hati majikannya. Naomi spontan menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Kalau begitu Ignes, ayo kita dapatkan gadis itu!" Ignes segera mengangguk dengan semangat mendengar penuturan dari mulut Naomi.


"1.500 koin emas!"


"2.000 koin emas!"


"5.000 koin emas!" Ucap Ignes sembari mengangkat tangannya. Semua sontak saling berbisik memandanginya. Samar-samar Naomi dapat mendengar percakapan itu. Gila, menghabiskan 5.000 koin emas untuk seorang Elf. Apa dia tidak waras?! Begitu yang sekilas didengar oleh Naomi.


"Wah, baiklah kakak cantik yang disana. Aku akan menjadi milikmu" ucap puteri Elf sambil berkedip imut ke arah Ignes. Naomi yang melihat hal itu ingin sekali memuntahkan isi perutnya. Sok imut!


Naomi merenggangkan badannya keluar dari acara pelelangan. Sesekali ia melirik ke arah makhluk Hugon yang tetap diam tak bergeming. Sementara si puteri Elf dan Ignes sudah asyik mengobrol sambil mengekori langkah kaki Naomi dari belakang.


"Siapa namamu?" Tanya Naomi kepada Hugon. Makhluk Hugon itu masih diam tidak menjawab ucapan Naomi membuat Swart merasa geram terbang keluar dari balik tudungnya.


"Kau tidak sopan pada tuanku!" Geram Swart sembari mengepak-ngepakkan sayapnya di hadapan laki-laki bersisik itu. Seketika makhluk Hugon itu terdiam melotot ke arah Swart.


"Naga Kegelapan dari Neraka?" Gumamnya yang membuat Naomi dan beberapa orang yang mengikutinya menghentikan langkah mereka. Dia kenal dengan Swart? Sebenarnya siapa orang ini?! Ucap Naomi dalam hati.


"Kau mengenalku ternyata, kalau begitu cepat jawab tuanku, jangan sampai aku marah dan memusnahkanmu dari dunia ini!" Ucap Swart mengancam. Seketika laki-laki bersisik itu langsung tertunduk memberi hormat kepada Swart.


"Baiklah, nama saya Newt" ucapnya singkat membuat Naomi melukiskan senyum. Naomi mendekat ke arah Newt dan menggumamkan suatu mantra."Sanitatem!"


Seketika tubuh Newt dikelilingi cahaya yang membuat luka di tubuhnya berangsur-angsur menghilang tanpa bekas. Goresan-goresan tipis yang ada di wajahnya juga menghilang begitu saja menampakan wajah aslinya yang cukup lumayan. Namun, tetap saja tampak mengerikan dengan sisik-sisik naga yang membungkusnya. Serta taring-taring yang bisa mengkoyak daging manusia dengan mudahnya.

__ADS_1


"A..nda De..wi Thriss? Mohon ampun atas ketidaksopanan saya Dewi" ucap Newt yang telah berlutut di hadapan Naomi. Naomi terperanjak kaget melihat tindakan Newt yang secara tiba-tiba. Ia ikut berjongkok dan mengusap bahu Newt lembut.


"Santai saja, panggil aku Naomi" ucap Naomi diselingi senyuman tipis. Dari dekat Naomi bisa melihat iris mata penuh penderitaan pada Newt. Membuatnya merasa sedih hingga tak kuat untuk membendung air matanya.


"My Lord, Apa makhluk itu menyakitimu? Aku akan memusnahkannya sekarang juga!!" Geram Swart yang sudah berancang-ancang untuk menyemburkan api dari dalam mulutnya. Naomi segera menghalangi tubuh Newt. Ia menatap tajam ke arah Swart membuat api itu kembali di telannya.


"Mengapa anda menangis My Lord?" Ucap Swart sembari terbang mendekati Naomi dan bertengger di atas pundaknya. Naomi menggelengkan kepala. Ia sendiri tidak tau mengapa ia bisa sampai menangis hanya dengan menatap wajah Newt.


"Kelilipan, ayo kita kembali jalan. Ignes tunjukkan pemakaman umum yang paling dekat dari sini" ucap Naomi cepat untuk mengalihkan pertanyaan yang di ajukan Swart sebelumnya.


"Baik nona Naomi" balas Ignes memimpin perjalanan. Naomi terus saja memperhatikan puteri Elf itu yang tampak akrab dengan Ignes. Mereka menempel satu sama lain dan sesekali tertawa bersama. Mirip! Gumam Naomi dalam hati.


"Ignes kau terlihat akrab dengan puteri Elf ya. Apa jangan-jangan kau anggota kerajaan juga?" Tanya Naomi yang membuat Ignes dan puteri Elf itu terkejut.


"Eh, tidak nona. Saya bukan anggota kerajaan Elf" Jawab Ignes sembari menetralkan kekejutannya. Naomi yang mendengar jawaban itu hanya bisa membulatkan mulutnya. Ia tidak berniat untuk menanyakannya lebih lanjut.


Mereka terus berjalan menyusuri hutan. Naomi menautkan kedua alisnya saat melihat keadaan hutan yang setengahnya tampak hancur. Banyak pepohonan yang telah patah. Dahan-dahan berjatuhan dan bertumpuk satu sama lain. Seperti bekas petarungan, pikir Naomi.


"Ada apa dengan hutan ini?" Tanya Naomi sembari menghentikan langkah kakinya. Ignes yang mendengar segera menoleh untuk menjelaskannya pada Naomi.


"Ini ulah dari para Iblis nona Naomi. Mereka menciptakan monster untuk memporak porandakan Desa yang akan kita tuju sebentar lagi" Ucapan Ignes membuat Naomi secara tidak sadar mengeluarkan energi sihir dari tubuhnya. Kulitnya menjadi berlapis lidah-lidah api berwarna merah padam. Ia merasa amat marah seakan emosinya tak bisa ia kontrol.


"Tenanglah My Lord, mari kita cari tau monster apa yang menyerang Desa itu" Swart mengusap-ngusap sisiknya ke pipi Naomi. Ini merupakan cara ampuh untuk membuat Naomi merasa lebih tenang. Cara ini juga merupakan cara yang sama untuk meredakan emosi Thriss dulu.


"Baiklah, mari cepat tunjukkan jalan ke Desa itu!" Ucap Naomi tegas dengan tatapan mata yang menyorotkan kebencian terdalam. Kenapa aku merasa sangat marah, seakan ada sesuatu yang mengontrol diriku. Apa hal ini berhubungan dengan Dewi Thriss? Gumam Naomi dalam hatinya.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak untuk mendukung cerita ini. Terimakasih! 🖤


__ADS_2