NOTHING PERFECT

NOTHING PERFECT
Nothing Perfect


__ADS_3

Namaku Andita, Hari ini adalah hati pernikahanku. perempuan mana yang tidak gugup saat mendekati detik-detik sebelum akad nikah.


semua persiapan sudah siap, bahkan aku kini sudah diriasi dengan sangat cantik. memakai pakaian ada Sunda namun bertemakan nuansa modern.


saat ini aku sudah duduk disamping mas Surya, calon suami yang akan menjadi imanku untuk selamanya. perasaaan bahagiaku bercampur aduk dengan rasa cemas dan kekhawatiranku yang tidak jelas.


"Ya Tuhan.. aku takut.. mengapa pikiran ini tiba-tiba datang?" benakku menatap mas Surya yang wajahnya berbunga-bunga menatap orang sekelilingnya.


"apa setiap pengantin diberi ujian over thinking seperti ini?"


kataku masih bertanya-tanya dalam hati kecilku. sambil memikirkan pertemuanku dengan mas Surya sekitar 3 bulan yang lalu, sampai akhirnya dia melamarku bahkan pernikahan yang sudah di depan mata ini berjalan sangat baik seperti alur cerita film tanpa konflik kecil apapun.


namun semulus apapun ini, aku tetaplah khawatir akan suatu hal yang masih aku tak mengerti. karena sejatinya tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini meskipun Dimata dunia dia sangat sempurna.


"sayang kenapa melamun? " bisiknya membangunkan aku dari lamunan panjangku


" ohh.. engga.. gugup ajah mas.. "


"ayo kita fokus.. karena akad sebentar lagi di mulai."


"Hmmm" aku mengangguk mengerti dan kembali tersenyum melihat banyaknya para tamu yang datang menyaksikan.


######


acara akad nikah berjalan hikmat dan lancar, kini acara pesta masih berlangsung. cita-cita ku sejak dulu adalah dansa bersama suamiku dengan gaun putih ala American style.


kita berdansa dengan di iringi lagu Ed Sheeran Perfect. suamiku benar-benar lelaki yang tidak terduga ke romantisannya. dia sangat baik hingga membuatku selalu tak percaya aku bisa menikah dengan orang sepertinya.


"makasih ya sayang.. kamu udah buat aku kaya tuan putri hari ini"


"hmmm" mas Arya mengangguk dan hanya tersenyum manis menatapku.


"....."


Namun diam-diam aku memperhatikan tingkahnya setelah acara akad tadi, tangannya terus gemetar dan mas Surya terkadang melamun seperti menyesali sesuatu di benaknya. bahkan dia sedikit kaku saat bicara denganku.


karena tak ingin kebanyak over thinking, aku menganggap mas Surya hanya kelelahan saja. di tambah lagi banyak sekali tamu undangan yang datang.


######

__ADS_1


malam pertama kami berada di hotel yang sudah di siapkan di paket pernikahan. kamar luxury yang dihiasi banyak kelopak bunga mawar dan lilin aroma terapi.


"wahhh mas.. bagus banget.. "


"....." aku menoleh ternyata mas Surya masih sibuk dengan ponselnya


"mas.. ada apa? ada urusan penting? "


"oh engga.. kamu mandi ajah duluan ya.. mas mau telepon klien dulu "


"hmmm baiklah.." kesal sih.. tapi aku harus memakluminya karena urusan pekerjaannya.


setelah mandi, mas Surya belum juga kembali. aku bertanya-tanya mengapa dia malah pergi di malam yang penting seperti ini. karena sudah terlalu lelah aku sampai ketiduran menunggunya teleponan yang tidak kunjung usai.


#######


sinar matahari membuat aku terbangun dari tidurku, aku melewati malam pertamaku dengan mas Surya begitu saja.


"kamu udah bangun? ayo kita sarapan?.." ajaknya yang sudah rapih


"ya ampun mas.. aku ketiduran semalam nunggu kamu, maafin aku ya mas.."


"santai ajah.. kita berdua kan sama-sama lelah.."


"sarapan.. ayo kamu siap-siap.. "


"Hmmm.." aku berjalan malas masuk kamar mandi, mengapa tidak ada yang spesial dimalam pertama kita berdua. padahal moment di hotel berdua hanya tersisa satu hari lagi.


"Ndit... ada yang ingin aku bicarakan nanti setelah sarapan "


"hmm.. aku akan segera bersiap mas.." tak sabar dengan apa yang ingin mas Surya bicarakan, aku bergegas mandi dan bersiap mempercantik diri


######


sarapan pagi ini berada di rooftop hotel dengan nuansa view pegunungan. udara pagi membuat pikiran dan suasana semakin tenang.


"enak ya mas sarapannya"


"kamu suka? "

__ADS_1


"hmm.. tapi sayang kita cuma 2 hari disini"


"ndit.. sebenarnya.. "


"kenapa mas.. ? kamu ada urusan bisnis ngedadak ?"


"....." mas Surya cukup gugup untuk mengatakannya


"ini bukan soal kerjaan.."


"...." menunggunya bicara membuatku semakin penasaran karena raut wajah suamiku mulai cemas


"ini saya katakan karena saya tidak ingin kamu terlambat mengetahuinya ndit... maafkan saya.. "


"apaan si mas.. kaya orang abis buat salah ajah..." aku masih tidak mengerti apa yang akan mas Surya katakan


"maaf karena sebenarnya saya tidak memcintai kamu, maaf karena saya membawa kamu hidup dalam pernikahan ini"


"?????" aku bingung dan tidak mengerti mengapa dia menikahi ku kalau tidak mencintaiku


"saya tidak ingin ada kebohongan dalam pernikahan kita, dan sejujurnya saya juga menikah hanya untuk sebatas status sosial saya saja. saya hanya menutupi kalau saya memiliki orang lain yang saya sangat cintai ndit.."


"apa sih mas ?!! jadi maksud kamu ? aku ini hanya alat ? saya engga ngerti..kamu jahat banget manfaatin saya "


"maafin saya Ndit.. saya melakukan ini karena saya tidak ingin keluarga saya tahu kalau saya tidak normal. kamu boleh selingkuh, dan uang jajan dan belanja akan selalu saya urus untuk kamu.. yang jelas saya ingin kamu hanya menjadi siteri saya dalam status sosial saya"


"picik kamu mas.. kamu sama saja menipu saya masuk kedalam pernikahan ini, pantas saja dari awal saya bingung mengapa lelaki seperti mas Surya mau menikahi saya... "


"maafkan saya Ndit.. tapi dari awal saya pikir kamu tidak akan banyak menuntut jika menikahi pria seperti saya. maafkan saya karena menipu kamu ndit "


"siapa dia ? mengapa kamu setakut itu pada keluargamu ? "


"Ryno.. dia teman kuliah saya waktu di Amerika. kita berdua sudah saling mencintai, namun dia juga sama seperti saya tidak ingin keluarganya tahu tentang hubungan terlarang kita berdua"


"astaga..." air mataku tumpah saat itu juga, miris... kehidupan cintaku dari dulu tak pernah berjalan mulus. sekalinya ada lelaki sempurna yang mau menikahi ku justru dialah perangkap terbesar yang membuatku merasa semakin merendahkan diriku.


"ndit.. maafakan saya.. tapi sayang ingin jujur dari pada kamu harus bertanya-tanya mengapa saya tidak menidurimu atau memberikan kasih sayang lebih padamu ndit.."


" entahlah mas... ini semua terlalu tiba-tiba, maaf tapi aku pengen sendiri, sebaiknya kamu temui kekasihmu itu dan renungi semua kesalahanmu itu " aku pergi tak kuat jika terus melihatnya, hatiku gusar bagaimana kedepannya nanti.

__ADS_1


jika aku bercerai dan langsung berpisah, keluargaku akan malu dengan aib pernikahanku, namun jika aku terus bertemu dan terus menjadi isterinya bagaimana aku bisa bertahan menahan luka yang dia berikan ?


bersambung....


__ADS_2