
satu bulan pernikahan, bibit-bibit bunga yang ditanam Andita mulai tumbuh. ada beberapa yang sudah berkuncup namun masih banyak pohon bunga yang belum siap berbunga.
hari ini aku merapikan halaman belakang agar tidak ada rumput liar yang mengganggu pemandangan mata.
"ndit.. saya mau pergi ke mall, kamu mau ikut ? saya mau cari kemeja"
"mau dong mas.. ayo aku akan bersiap... tapi nanti kita makan bakso yah.."
"iya iya.. siap Bu bakso... " ledeknya santai dan membuatku kini lebih bisa beradaptasi bisa berbincang santai dengan mas Surya
######
untuk pertama kalinya hari Minggu ini mas Surya meluangkan waktu untuk hang out denganku. biasanya hari Minggu dia akan pergi ke rumah kekasih hatinya, tapi sekarang aku rasa mas Surya sengaja mengajakku pergi untuk bisa bersantai dan lebih akrab lagi.
tidak hanya mas Surya yang belanja, dia juga membelikan aku banyak baju dan beberapa keperluan untuk mempercantik kebun bunga yang sedang aku rawat.
" ..... " dalam perjalanan melihat-lihat baju mataku terpaku pada pasangan suami isteri yang tengah sibuk berbincang dengan calon bayinya yang ada di perutnya.
hati kecilku menangis, karena aku mungkin tidak akan bisa mengandung bayi selama menikah dengan mas Surya.
"ada apa ndit ? " tanya mas Surya tak peka
"engga mas... ayo kita cari es, aku harus nih.. "
"kamu mau es krim ? "
"boleh... "
kita berdua menikmati es krim bersama dan sambil berbincang santai memperhatikan anak-anak yang asik bermain di penitipan anak.
"ndit.. sebenarnya Minggu depan saya bakal liburan ke Bali sama Ryno, apa tidak apa-apa ? "
"kenapa mas tanya saya.. itu kan keputusan mas.. yaudah.. aku kan gak bisa larang.. "
"iyasih.. tapi rasanya saya cemas kalau engga izin sama kamu ndit"
aneh !! mas Surya cemas namun tak memperdulikan perasaanku sama sekali. mungkin mas Surya memang tipikal laki-laki yang tidak peka soal perasaan wanita.
#####
seharian tak terasa waktu berlalu begitu saja, selain belanja aku dan mas Surya nonton film juga. seharian seperti waktu berkencan diam-diam aku menikmatinya dan merasa sangat bahagia.
entah mas Surya menganggapku apa di hidupnya, tapi dengan merasakan moment berdua seperti ini membuatku ragu untuk meninggalkannya.
__ADS_1
selesai nonton aku dan mas Surya berencana untuk mencari tempat makan malam yang pas, namun saat di parkiran kita berdua berpapasan dengan seseorang yang menatap dingin kearah kita.
"mas.. kalian dari mana ? " sapanya dingin menatapku sinis
"???" aku menoleh dan seolah bertanya siapa dia
"ohh Ndit.. kenalin ini Ryno teman saya, Ryno ini Andita isteri saya"
"hai.. saya Ryno"
"saya Andita.."sapaku sedikit canggung
"kalian sangat serasi sekali.."
"makasih ya.. mas.. aku masuk mobil duluan yah.. "
"hmm baiklah..." mas Surya nampak canggung melihat ekspresi wajah Ryno yang nampak cemburu padanya.
saat aku masuk mobil, mereka melipir dan menjaga jarak dari mobil untuk berbincang seru. terlihat jelas Ryno sangat cemburu dan marah pada mas Surya, aku sudah menebaknya pasti mereka akan bertengkar karena aku.
"jadi dia Ryno.. apa mas Surya sesayang itu sama dia.. " benakku merasa cemburu karena penampilannya cukup menarik sebagai lelaki tampan yang cantik.
#####
dalam perjalanan pulang, kita berdua hening di dalam mobil. pikiranku masih kalut karena sosok Ryno yang membuatku menjadi tidak percaya diri bisa merebut mas Surya darinya.
"ndit... maaf ya kita gak jadi makan malam di luar"
"hmm gak apa-apa kok mas.. lagian aku udah lelah banget"
"tapi kamu pasti laper.. "
" tenang ajah.. nanti di rumah aku masak Indomie pakai telur terus pake cabe deh yang banyak, mas Surya mau aku buatin ? "
"serius ? kayanya enak tuh.. "
"okedeh sipp nanti aku buatin, kita makan di halaman belakang rumah ya mas.. kayanya langit malam ini lagi cerah banget, bintang-bintang juga lagi keliatan jelas "
"hmm... kedengarannya asik juga, kamu suka bintang-bintang ? "
"banget.... pokonya ya kalau soal alam... aku suka banget mas.. "
"berarti kamu suka camping dong ? "
__ADS_1
"hmm suka.. tapi dari dulu gak pernah kesampaian bisa kemping di daerah pegunungan"
"kapan-kapan kita kemping.. aku dari dulu suka banget kemping tapi karena gak ada temen yang bisa di ajak, jadi aku juga belum pernah kemping lagi "
suasana sepi berubah menjadi suasana yang cukup santai lagi, bagiku komunikasi lancar dengan mas Surya adalah salah satu kunci agar tetap bertahan dalam pernikahanku saat ini.
yang aku cemaskan adalah ketika mas Surya akan menjauh dariku karena Ryno. aku merasa Ryno cukup posesif, dan mas Surya adalah tipikal lelaki penurut.
#ting!!! ( pesan dari peneror Andita )
"ingat baik-baik!! mas Surya itu milik saya !!"
"jangan kamu pikir kamu bisa memilikinya!!"
"saya mengawasimu..!! siap-siap saja kamu terluka"
setelah membaca pesan itu aku menghembuskan nafas panjang karena kesal dengan ancaman ancaman alaynya.
"ada apa ndit..?" tanya mas Surya penasaran padaku
"biasa.. spam...." jawabku tak ingin memberitahu mas Surya soal pesan teror dari Ryno.
######
seminggu kemudian...
#kring!!!! ( telepon dari mas Surya )
"halo mas.. ada apa mas ? "
"selamat siang.. apa benar ini ibu Andita ?"
"iya saya sendiri.. maaf ini siapa ya ?"
"ibu Andita.. pak Surya mengalami kecelakaan, saat ini kondisinya cukup kritis. sekarang dia berada di ruang ICU di rumah sakit Mahamedis "
"apah ?!" karena terkejutnya aku sampai memecahkan gelas yang sedang aku pegang. ibu mertuaku dan Nabila sampai menoleh kaget mendengar pecahan gelas
"Ta.. ada apa ? " ibu datang dan mencegahku memegang pecahan gelas
"mba.. kamu kenapa mba ? " Nabila panik melihatku yang panik
"Bu... mas Surya.. mas Surya... kecelakaan... "
__ADS_1
ibu dan Nabila sangat terkejut, akhirnya kita bertiga bergegas kerumah sakit dengan hati yang cemas dan gusar memikirkan kondisi mas Surya yang kritis
bersambung....