NOTHING PERFECT

NOTHING PERFECT
Be silent


__ADS_3

hari berganti, mas Surya belum pulang juga. meskipun sudah menghubunginya berkali-kali tapi ponsel mas Surya tidak aktif juga.


ibu mertuaku yang terus menanyakan keberadaannya terpaksa aku membohonginya. aku bilang saja pada ibu kalau mas Surya ada meeting mendadak di luar kota.


karena merasa kesal dan malas membuat sarapan, aku membeli bubur untuk ibu dan Nabila sarapan.


"ndit... lu mau sarapan juga ? ayo duduk sini " sapa rival yang tengah menikmati sarapannya dengan seragam olahraganya


"lu abis lari ? "


"yoi... bang pesen satu lagi ya.. gak pake kacang.. " teriaknya dengan bersemangat


"lu mau nambah lagi val ? "


"ya enggaklah.. buat lu sarapan... tenang gua yang teraktir"


"okedeh... thanks ya.. by the way.. lu masih inget ajah gua gak suka kacang di bubur"


"ingetlah.. lu kan temen gua sarapan bubur dulu,apa lagi kalo jam upacara.. kita kan dulu sering bolos upacara terus makan bubur deh hahaha"


"hahaha iya iya.. gua inget.. ya ampun ternyata udah lama banget ya val.." aku benar-benar nostalgia saat berbincang dengan rival


selesai sarapan bubur bersama, rival pamit duluan karena dia harus berangkat kerja. sementara aku masih menunggu bubur pesanan bungkus siap di sajikan.


" ini neng.. buburnya "


" berapa mang ? "


"udah di bayar tadi sama si aa yang tadi neng"


"ohh okedeh.. makasih ya mang"


aku kaget ternyata rival juga membayar pesanan buburku juga. aku tersenyum dan mengingat kata-katanya tadi saat berbincang


"Lo yang sabar.. jangan banyak pikiran, gua yakin semua pasti berlalu kok ndit.." katanya menenangkan hatiku yang cukup gusar


######


baru keluar dari tukang bubur, aku berpapasan dengan mobil mas Surya. dia berhenti dan membuka kaca mobilnya


"ndit.. kamu abis sarapan ? ayo naik... " ajaknya tersenyum bahagia seolah hatinya sedang sangat bahagia


"aku jalan ajah mas.. kamu duluan ajah sana" kataku malas menanggapinya dan terus berjalan tanpa menoleh lagi padanya

__ADS_1


setiba di rumah, aku segera menyiapkan bubur untuk ibu dan Nabila. setelah itu aku menyibukkan diriku dengan merapikan rumah seperti ngepel,nyuci piring, nyuci baju, bahkan sampai bersihin kamar mandi yang ada di kamarku.


"ndit.. kamu istirahat dulu.. dari tadi kamu gak berhenti beresin rumah, kamu mau air es ? saya buatin ya.."


"gak usah mas.. nanggung dikit lagi juga selesai" sahutku lalu menutup kamar mandi sekaligus mandi agar kembali fresh


selesai mandi, aku merapikan baju-baju dan menatanya di lemari agar nampak rapih.


"ndit.. maaf semalem saya gak pulang, saya ketiduran.. saya juga gak sadar tidur nyenyak sekali"


"lain kali kabarin ya mas.. soalnya aku bingung buat alasan ke ibu kamu itu kemana"


"iya.. maaf banget ya.. hp saya mati total"


"....." aku mengabaikan kata-kata maafnya lagi, aku kesal karena mas Surya membuatku seolah sangat kejam padanya karena dia terus minta maaf padaku.


"ndit... kamu marah banget ya sama saya.."


"engga.. kenapa aku harus marah" kataku tapi masih cuek padanya


"oh iya mas.. nanti malem aku mau pergi nonton sama rival, jadi kalo ibu nanya bilang ajah aku lagi jengukin temen aku yang sakit"


"hmm baiklah.. mau saya antar nanti malam? "


"iyasih.. tapi saya harap kamu jangan sampai.."


"aku gak bodoh mas.. aku juga gak mau reputasi aku buruk di mata keluargamu dan orang-orang. kalau aku ada hubungan sama rival juga pasti aku lakuin dengan hati-hati"


"ohh baiklah.. apa rival sangat baik "


"hmm aku sangat mengenalnya karena kita teman dekat saat SMP "


"...." mas Surya diam tak menimpali, setelah aku menjawab itu dia langsung pergi ke ruangan kerjanya


######


nanti malam mau nonton sama rival adalah sebuah kebohongan. aku hanya mencoba membuat mas Surya jengkel, tapi ternyata mas Surya tidak merespon apapun.


malam tiba...


sekitar pukul 7 malam aku sudah berdandan sangat cantik, mas Surya juga sibuk berpakaian sangat rapih.


"dia pasti mau ketemuan lagi sama si Ryno" benakku merasa jengkel

__ADS_1


"ndit..."


"hmm..." sahutku masih sibuk dengan warna lipstick


"malam ini.. bisa kamu batalin gak ? "


"batalin ? maksudnya ? "


"iya.. kamu jangan pergi dulu sama rival"


"lah... aneh banget sih kamu mas.. kamu bilang aku boleh selingkuh, tapi kenapa sekarang kamu larang aku buat pergi ketemuan sama dia" kataku terpancing emosi padahal dalam hati aku merasa sangat senang


"sebenarnya..."


"......" jantungku semakin berdebar melihat gelagat mas Surya yang cukup gugup


" hari ini ibu ulang tahun, dan rencananya malam ini kita makan malam di luar, tapi maaf saya lupa kasih tau kamu kalau kita ada rencana makan malam di luar"


"...." aku tercengang, kaget tak menyangka ternyata alasan mas Surya menahanku pergi karena ibunya


"gak bisa ya.. ga apa-apa kok ndit... saya nanti bilang kamu gak bisa ikut"


"yaudah mas.. kalian duluan ajah nanti aku nyusul, aku gak tau hari ini ibu ulang tahun, aku mau cari kado dulu buat ibu"


"soal kado saya udah siapin kok.. "


"serius ? yaudah bentar aku batalin acaranya dulu sama rival " dengan cepat aku bersandiwara seolah menelpon rival dan membatalkan pertemuan kita. setelah menelpon aku kembali menghampiri mas surya


"oh iya.. saya juga punya sesuatu buat kamu ndit" mas Surya memberikan kotak yang berisikan kalung cantik dengan liontin berlian mungil


"apaan ? kenapa mas ngasih aku ini ? "


"kamu kan isteri saya.. kamu juga berhak mendapatkan ini" katanya lalu memakaikan kalungnya pada leherku.


"....." kalah, aku kalah lagi.


perasaan kesal, cemburu, marah, hilang sekejap karena perlakuan manisnya saat ini. hatiku yang campur aduk seketika meleleh karenanya.


"tidakkkkk!!!!! aku tidak bisa menahan semua perasaan gila iniiiiii!!!! "


benakku berteriak dan ingin rasanya memeluk mas Surya dan menjadikannya milikku seutuhnya, tapi rasanya aku tidak bisa.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2