
kamarku cukup kecil, berbeda dengan kamar mas Surya yang sebesar rumahku. karena hari sudah malam aku dan mas Surya memilih untuk tetap di kamar sambil memainkan ponsel masing-masing.
aku membuat perjanjian dengan mas Surya untuk tidak membahas soal Ryno di rumah ayah, karena aku takut bisa terdengar ayah dan adikku.
"ayah lagi nonton tv ? "
"hmm.. kamu mau keluar ?"
"ga usah deh.. udah malem"bisiknya bicara pelan-pelan
"kamu belum ngantuk mas ?"
"belum... aku gerah banget ndit.. kita keluar yuk.. cari jajanan atau makanan, udah lama kayanya aku gak keluar malem cari makanan" bisiknya lagi
"boleh.. pake motor ajah kali ya.."
"iyalah.. biar seger..." aku dan mas Surya langsung bersiap dan pamit pada ayah untuk pergi keluar.
untuk pertama kalinya aku di bonceng sama mas Surya naik motor adikku. dan rasanya sangat menyenangkan.
berkendara mencari-cari makanan yang cocok, akhirnya kita berdua memutuskan untuk makan sate, dan mas Surya juga membeli untuk dibungkus.
"ternyata sate disini enak juga ya ndit.."
"iyalah... sate disini udah terkenal banget mas dari jaman aku SD"
"pantes rasanya beda, kaya ada manis manisnya gitu hehehe"
"apaan sih mas.. lawakan kamu garing banget" meskipun tidak terlalu lucu tapi aku tertawa dibuatnya
" ndit maaf ya.. Ryno udah neror kamu"
"sutttt jangan bahas itu ya mas.. plis... kita kan lagi makan, lagian aku gak perduli kok kalo ada yang neror, lagian aku gak tanggepin"
"...." mas Surya tersenyum respect padaku
"oh iya mas.. kamu mau nambah gak ? pakai lontong..."
"boleh-boleh... tapi berdua ya.."
"okedeh..."
malam terasa sangat panjang saat bersama mas Surya, kita berdua berbincang santai dan membahas hal-hal lucu bersama.
aku bahagia sekali, sampai rasanya pipiku pegal karena malam ini aku terus menerus tersenyum karena mas Surya.
#####
hari berganti, setelah beberes rumah dan membuat sarapan untuk semua orang di rumah. aku keluar dan ngobrol bareng tetangga yang lingkupnya masih saudara.
"ndit... mana suami kamu ? "
__ADS_1
"ada.. lagi di kamar"
"gimana bulan madunya ? ahayyyy asikkk sekarang mah udah jadi isteri orang"
"hehehehe"aku hanya tersenyum dan tertawa palsu, karena sejatinya aku dan mas Surya tidak pernah melakukan apa-apa
"semoga cepet-cepet punya anak ya ndit.."
"iya... aamiin.. "
"yang... ada misscall tadi.. " mas Surya datang dan memberikan ponsel kepadaku
"ohh iya mas.."aku segera mengeceknya
"mas Surya... semoga cepet-cepet punya anak ya.. kasian tuh si ndit.. dari dulu kepengen punya Dede Azura terus.. dari belum nikah hehehehe" ledek salah satu tetanggaku yang lain
"hehehe siap-siap.. doain ajah ya Bu..." katanya lalu kembali masuk ke dalam rumah
"mba... mau pesen makanan gak ? tadi mas Surya suruh aku beli apa ajah di go food "
"widiwww serius.. asikkkk... yaudah pesen apah yang enak kira-kira" mereka bersemangat dan sambil menunggu makanan datang aku habis diledekin soal jadi pengantin baru.
#ting!!! ( pesan dari Ryno )
"dasar pengadu!!! kamu pikir dengan kamu ngadu.. mas Surya bakal putusin aku ?!! gak akan mungkin!!!"
membaca pesannya membuatku suasana hatiku yang baik menjadi kesal, aku menahannya dan mencoba untuk tidak membalas pesannya
"kita lihat saja nanti, aku rasa aku bisa merebut mas Surya dari orang picik seperti kamu Ryno" balasku menggebu-gebu karena sikapnya yang semakin hari semakin menjengkelkan.
######
sore harinya aku dan mas Surya kembali ke rumah mas Surya, pikiranku terus berjalan dan memikirkan banyak hal.
"mas... "
"hmm... kenapa ndit.."
#kring!!!! ( telepon dari rival )
" halo val.. ada apa ? "
"...." mas Surya menoleh diam-diam namun masih fokus menyetir mobil.
" ohh sorry tadi gak ke angkat telpon lu.. gua tadi lagi diluar, kenapa val ? " tanyaku lalu mendengarkan apa yang rival sampaikan padaku.
"boleh.. kapan ? Emang lu ga ada sif di rumah sakit ? hmmm ok ok.. yaudah nanti kabarin gua lagi dimana... hmm bye.." aku menutup telponnya
"siapa ndit ? "
"temen SMP, dia dokter magang di rumah sakit tempat kamu di rawat"
__ADS_1
"ohh.. cowok ? "
"iyalah.. namanya juga rival.. pasti cowok dong.."
"ngapain dia ? "mas Surya terlihat sangat penasaran
"ngajak ketemuan.. hehehe " kataku membaca situasi saat ini, aku sengaja ingin membuat mas Surya penasaran bahkan aku berharap dia cemburu.
" kalian maju ketemuan ? kapan ? "
"entah... dia nanti ngabarin lagi.. aku boleh pergi kan mas.. nanti malem..."
"hmm... nanti mau saya antar ? "
"ihhh engga usah... aku gak bakal nyasar kok..." kataku lagi sambil memperhatikan wajah mas Surya yang nampak kikuk saat menyetir
######
sekitar jam 7 malam, aku bersiap dengan mempercantik diriku. tadinya aku berniat dandan biasa saja, tapi karena ingin memancing perhatian mas Surya, jadi aku memilih berdandan cantik.
"ndit... kamu liat obat sakit perut saya engga ?"
"bentar mas..." aku segera mencari dimana obatnya dan langsung memberikannya pada mas Surya
"makasih ya ndit.."
"mas.. kok muka kamu pucat banget sih.. mau ke dokter ? "
"ga usah.. ini cuma sakit perut biasa ajah kok.. kamu kan mau pergi.. yaudah sana, nanti keburu malem"
"...." aku tiba-tiba cemas dan membantu mas Surya berbaring di kasur
tanpa pikir panjang, aku membatalkan janji dengan rival. aku mengirimkan pesan dan segera berganti baju.
"kamu gak jadi pergi ndit.. "
"engga mas.. kamu kan lagi sakit.. bentar ya aku ambilkan air hangat dulu.."
######
semalaman tidur mas Surya sangat gelisah,bahkan terlihat mas Surya seperti orang yang tengah menahan rasa nyeri di seluruh tubuhnya.mungkin ini efek kecelakaan 3 hari yang lalu.
"ndit..."
"kenapa mas.."
"bagaimana ini ? " katanya mengigau tidak jelas
"bagaimana kenapa mas ? "
"aku rasa...aku..." belum melanjutkan pembicaraannya mas Surya terlelap tidur, aduhh mas Surya ada-ada ajah bikin aku penasaran begini
__ADS_1
bersambung....