NOTHING PERFECT

NOTHING PERFECT
Van hitam


__ADS_3

Tak terasa satu bulan sudah berlalu, pernikahanku masih terlihat baik-baik saja di mata orang-orang. namun semakin hari hatiku semakin pilu, aku ingin sekali menyerah dengan pernikahan ini.


bukan karena di kekang, di siksa, di intimidasi, namun karena sikap mas Surya yang semakin membuat jantungku terus berdebar.


sekitar pukul 10 pagi, aku asik melamun sambil mendengarkan lagu Fabio-Rumah singgah menggunakan headset. sambil menatap bunga-bunga yang ku tanam tumbuh dengan warna yang berbeda-beda.


"mengapa sulit untuk ku bisa miliki hatimu


bahkan selama ini hatiku tak berharga untukmu


yang terjadi kini kuhanya rumah persinggahanmu


disaat kau terluka


dan disaat semuanya reda kau menghilang begitu saja"


lagu ini sungguh mengingatkan aku pada mas Surya, terkadang dia memberikanku harapan untuk bertahan dan menunggunya, namun seketika dia memperjelas dirinya hanya untuk Ryno


#pukpuk ( seseorang menepuk bahuku )


aku menoleh dan ternyata itu mas Surya yang tiba-tiba kembali dari tempat kerjanya


" ehh mas.. kenapa balik lagi ? " segera aku menghapus beberapa tetesan air mataku


"flashdisk saya ketinggalan.. kamu gak apa-apa ? kenapa menangis ? "mas Surya cukup terkejut melihatku menangis diam-diam


"ohh engga mas.. gak apa-apa kok.. cuma kangen rumah ajah" kataku sedikit berbohong


"kamu pulang ? ayo saya antar.. "


"ga usah mas.. aku cuma kangen ayah ajah"


"serius ? kalau kamu mau pulang ayo saya antar.."


" ga usah mas.. sekalipun pulang, aku ingin pulang selamanya dan gak akan kembali lagi kesini mas " benakku menatapnya lirih


"yaudah... saya balik ke kantor dulu ya.. "


"hmm..." aku mengangguk santai lalu mas Surya pergi lagi.

__ADS_1


######


setelah sedikit bersantai, aku kembali mencari kesibukan dengan menata kamar agar lebih terlihat rapih dan bersih.


#ting!!! ( notifikasi )


mas Surya mentransfer uang sebanyak 10 juta dan tak lama ada pesan masuk darinya


"ini uang jajan kamu bulan ini, pakai buat kebutuhan kamu ya ndit... kalau biaya masak itu beda lagi.. ini uang emang khusus pribadi kamu "


"banyak banget mas.. gak usah sebanyak ini"


"gak apa-apa.. mending kamu sekarang kalau bosan shoping dan pergi membeli baju baru atau hangout di cafe"


"ok makasih ya mas.." balasku masih merasa kaget mas Surya memberikan uang sebanyak ini


aku Segera mentransfer uang untuk ayahku, lalu pergi mencari kebutuhan kebun bungaku yang nantinya bisa aku jual lewat online.


#####


siang hari sekitar jam 1, aku pergi membeli beberapa bibit bunga lagi sambil melihat bunga-bunga tulip cantik yang baru saja tiba. karena terlihat sangat cantik aku membeli sebuket bunga tulip untuk ku hias di kamar dalam vas bunga.


aku menulis itu dalam artian karena dia telah memberiku uang jajan dan membiarkan diriku untuk menikmati hari yang membosankan ini.


#kring!!!! ( telepon dari mas Surya )


"halo mas..."


"kamu lagi belanja dimana ? bunga tulip itu sangat cantik.. boleh saya tahu itu toko bunga apa ?" tanyanya penasaran dan bersemangat


"ohhh florist Harum mas.. yang Deket pasar.. di samping bengkel mobil itu loh mas.. di pinggir jalan pas zebra cross"


"ohh iya.. iya... okedeh makasih ya infonya"


"iya.. oh iya mas.." kataku ingin bicara sebelum mas Surya menutup teleponnya.


"kenapa ndit ? "


"hari ini aku mau..." belum selesai bicara, sebuah mobil Van hitam mengarah ke arahku dengan cepat. mobil itu melaju kencang ke arahku,padahal aku masih berada di pinggir jalan. saking cepatnya aku tidak bisa lari dan akhirnya mobil itu menyerempetku hingga aku tersungkur jauh dan membuatku terluka hingga aku tak sadarkan diri.

__ADS_1


" ndit...ndit.... apa yang terjadi ?!!!" ponselku terpental dan aku hanya mendengar suara mas Surya samar-samar


"....." aku menatap langit yang semakin pudar hingga aku pingsan dan gak sadarkan diri


"mas... mas Surya!!!" jeritku merasa kesakitan dan ketakutan


#######


aku tersadar dan mulai membuka mataku perlahan. kulihat ada ibu mertuaku dan Nabila yang tengah menunggu aku terbangun dari pingsanku


"Bu... ada apa ini ? " tanyaku masih linglung dengan kejadian yang begitu cepat


"kamu di serempet mobil Dita.. akhirnya kamu udah sadar juga" ibu merasa tenang dan segera memanggil dokter


"mba gak apa-apa kan ? apa mba pusing sekarang ? "


"hm.... iya bil... semuanya cepat sekali tadi.. oh iya.. mas Surya dimana ?"


"mas Surya ke kantor polisi, sejak mba diberi penanganan sama dokter, mas pergi ngamuk-ngamuk di rumah sakit pada polisi yang lagi nyelidikin kasus ini mba"


"....." aku terdiam, kaget ternyata mas Surya benar-benar marah saat aku terluka.


dokter datang dan memeriksa kondisiku saat ini, untuknya tidak ada luka patah tulang. aku hanya perlu dirawat selama satu Minggu untuk pemulihan kakiku yang robek dan sedikit cedera.


seharian ibu dan Nabila menemaniku, tapi karena hari mulai malam aku menyuruh mereka pulang. aku tidak enak karena ibu dan Nabila mengurusku dengan sangat baik.


"yaudah.. ibu pulang kalau gitu.. kamu jangan lupa buat minum obat ya sayang..." peluknya laku pergi dengan perasaan masih cemas


"...." aku tersenyum dan sedikit bisa lebih nyaman karena sejak tadi aku cukup canggung karena ibu mertuaku sangat perhatian.


tiba-tiba ada seorang kurir dan membawakan sebuket bunga tulip persis seperti yang aku beli tadi, bunga yang tadi aku beli tumpah berserakan jadi seseorang datang dan memberikan aku bunga lewat kurir.


saat aku cek, ada surat kecil yang berisi pesan. kubaca dan kutegasi tulisan aneh itu


"selamat atas kecelakaanmu.. aku harap kamu tahu diri"


isi pesan itu menyadarkan aku siapa yang mengirim bunga ini padaku


"apa mungkin kecelakaan ini di rencanakan ?"benakku mulai merasa cemas

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2