
setiba di rumah sakit, butuh sekitar 5 jam menantikan kesadaran mas Surya. ibu dan Nabila memilih pulang, sementara aku yang menjaga mas Surya di ruang rawat inap.
"ndit.. bagaimana keadaan Ryno ? "tanyanya masih sempat-sempatnya padahal dia sangat terluka
mereka berdua mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju bandara, saat kulihat kondisi Ryno dia hanya mengalami luka biasa saja
"ryno ada di ruangannya, dia lagi istirahat mas.."
"apa lukanya parah ? ndit.. saya ingin lihat kondisi Ryno"
"Ryno baik-baik ajah mas.. sekarang sudah jam malam, sebaiknya besok saja.. mas temuin Ryno"
"baiklah..." mas Surya nampak murung dan cemas, aku yang bersyukur mas Surya sudah tersadar malah dibuat cemburu dalam diam. apa gunanya air mataku dan semua rasa cemasku saat ini, sementara mas Surya lebih mencemaskan kekasihnya itu.
#######
malam terasa sunyi, aku melamun di depan ruangan mas Surya. pikiranku tumpang tindih memikirkan perasaanku saat ini, aku memang terlihat baik-baik saja di hadapan semua orang. tapi... sebenarnya hatiku sangat terluka dan menderita
aku yang selama ini mendambakan cinta dari seorang pria, harus menerima nasib kalau suamiku sendiri tidak mencintaiku.
.
"sabar... satu tahun itu waktu yang singkat.." aku mengusap dada dan mencoba tetap bertahan, karena rasanya tidak ada peluang bagiku di hati mas Surya
"Andita.." panggil seseorang yang mengenakan baju perawat
"Rival ? Lo kerja disini ?" aku terkejut melihat Rival (teman SMP ) berada di rumah sakit ini
"iya.. gua lagi magang disini, siapa yang sakit ?"
"suami gua val.. semalem kecelakaan.. "
"jadi yang kecelakaan semalam suami Lo ? ya ampun yang sabar ya ndit..."
"makasih ya val... hebat ya.. sekarang udah jadi dokter "ledekku merasa bangga melihatnya menjadi petugas medis
"baru calon dokter... hehehe doa in yang terbaik ya.. gua sebenernya udah cape banget belajarnya, tapi... karena gua suka profesi ini, lama-lama jadi bisa lebih santai ajah"
"hebat... hebat..." pujiku merasa tak percaya teman lamaku bisa sesukses sekarang
"oh iya.. gua harus balik ke IGD, duluan ya.. maaf banget nih.. sebenarnya gua masih pengen ngobrol"
"gak apa-apa santai ajah... udah sana.. tugas lu lebih penting, gua juga mau cek suami gua dulu"
__ADS_1
"okedeh.. bye..." rival pergi dengan cepat, sementara aku kembali terduduk dan menghembuskan nafas panjang karena sampai detik ini aku justru belum bisa jadi apa-apa.
tertinggal dengan banyak hal, tidak seperti yang lain yang bisa menikmati masa mudanya atau kehidupan rumah tangganya.
"Dita.. apa Surya udah tidur ? "
suara Ryno cukup mengejutkan, dia tiba-tiba datang dengan selang infusan yang ditentengnya. aku tercengang dan bingung menjawabnya
"apa Surya baik-baik ajah ? "tanyanya lagi dengan wajah yang cukup cemas
"ohh iya.. dia masih istirahat"
"saya.. mau masuk keruangan, saya harap kamu bisa memberi ruang untuk kita berdua sebentar saja"
"......" aku tak menjawab dan malah membisu tidak percaya dengan sikapnya yang terlalu menyepelekan kehadiranku
"oh iya.. Dita.. bisa kamu belikan bubur kacang hijau buat Surya ? dia sangat menyukainya" katanya lalu masuk dengan santainya
bubur kacang hijau ? malam-malam begini ? dia pikir dia siapa ?
aku kesal karena Ryno memerintah aku dengan semaunya, karena kesal aku malah pergi dan bodohnya malah mencari bubur untuk mas Surya di sekitar depan rumah sakit.
butuh waktu lama mencari tukang bubur malam-malam begini, akhirnya aku dapat juga. dengan cepat aku kembali keruangan mas Surya.
aku tidak biasa dengan semua hal ini, lama-lama jika melihatnya aku akan mual-mual.
"Dita.. "Ryno cukup terkejut dan membuat mas Surya terbangun
"ndit.. kamu dari mana? " tanya mas Surya canggung menghadapi ku yang melihatnya berduaan dengan Ryno
"ini mas bubur kacang hijaunya, ini udah malam.. mas Ryno maaf tapi sebaiknya kamu kembali ke ruangan rawat kamu" kataku dingin dan menyiapkan bubur untuk mas Surya
"ohh baiklah..." ryno pergi meninggalkan kita berdua, dan terlihat mas Surya merasa tak enak hati padaku
"maaf ya ndit.. saya udah bikin kamu repot "
"....." aku diam karena kesal dan cemburu
"ndit.. kamu marah sama saya ? "
"....." aku masih diam dan menyibukkan diriku mencari sendok
"ndit... maafin saya.. tapi tadi Ryno..."
__ADS_1
"Ryno... Ryno.... ada apa memang dengan dia mas ? aku tau kalian berdua sangat mencintai, tapi bisa kan kalian tahan... kamu masih terikat dengan aku mas... dan hubungan kalian itu seperti aib bagi kehidupan pernikahanku!! apa kata orang jika orang lain tau ? mau disimpan dimana wajah aku ini mas ?!! "
"kenapa kamu semarah ini.. baik.. saya akan menjaga sikap... saya kan udah minta maaf"
"marah ? wanita mana yang tidak marah saat tau kehidupan pernikahannya hanyalah sebuah kepalsuan, sebaiknya kamu ingat ini mas.. aku Nerima kamu jadi suami itu bukan sebuah kepalsuan... dan kamu tau...? sampai detik ini aku masih merasa cukup terluka karena belum bisa melupakan perasaanku pada mas.."
"....." mas Surya terkejut dan terdiam
"sekarang terserah mas Surya.. semua hubungan ini mau berakhir kapan.. pikiranku saat ini udah buntu, aku gak tahu harus bagaimana menghadapi kamu lagi mas.."
karena terlalu kesal aku pergi meninggalkan mas Surya dan memilih tidur di depan ruang rawat.
#####
hari berganti, aku terbangun dengan selimut tebal yang sudah menyelimuti diriku. pantas saja aku tidak kedinginan malam ini.
"pagi..." sapa rival santai dan membawakan kopi dan roti untukku
"ehh val... thanks ya.. lu yang pakein gua selimut ? "
"hmm... habisnya lu malah tidur disini, bukannya di dalam.. kan ada sofa di dalam "
"semalem gua ketiduran.."kataku sedikit berbohong
"suami Lo.. dari tadi ngelamun tuh kayaknya.. tadi gua abis cek kondisinya, hari ini dia bisa pulang"
"hmmm ok makasih ya val... kalo gitu gua masuk dulu.. "
"....." sejenak rival tersenyum simpul namun ekspresi wajahnya seolah mengasihani diriku
"ada apa sih ? " aku penasaran mengapa rival menatapku seperti itu
"gua pengen lu bahagia ndit... soalnya dulu lu sering hibur gua pas SMP, gua pengen lu ceria kaya dulu lagi... dan soal suami lu.. apa lu tau dia punya hubungan..."
"hmm gua tau kok... jangan bahas itu ya.. tapi gimana lu bisa tau ?"
"satu IGD mungkin udah pada sadar pas mereka baru dibawa ke rumah sakit ini, hubungan mereka sangat tidak biasa ndit.. Lo gak apa-apa ?"
"hmm... lagian pernikahan gua cuma palsu kok.. gua jadi malu.. " kataku merasa semakin minder karena rival mengetahui hubungan mas Surya dan Ryno
"tetep ajah... gua yakin ini juga gak mudah buat Lo.. kalo butuh apa-apa.. hubungin gua ajah ya ndit... "
"ok.. makasih ya val..." aku masuk menahan malu padanya lalu pergi merapikan barang-barang milik mas Surya tanpa bicara sepatah katapun padanya.
__ADS_1
bersambung