
"Jadi,kamu mau menikah dengan ku?" Pertanyaan Adnan membuat Mira tersedak.
"Baiklah,aku tak suka berhutang budi. Dan sesuai kesepakatan, aku dapat saham 5% jika PT.Triya Tech telah jatuh ke tangan mu." Mira menjawab pasti
Setelah insiden dia diculik beberapa jam lalu,Adnan membawanya kembali ke rumah.
Entah kebetulan atau bagaimana,saat itu Adnan melintasi jalan rumah Mira selepas pulang dari rumah Tasya. Tidak sengaja ia melihat beberapa orang menyeret Mira paksa.
Adnan yang masih memiliki sedikit rasa kemanusiaan pun mengejar mobil yang membawa Mira.
Dia menebak dan menerka,siapa kiranya yang menculik Mira.
Kalau dipikir-pikir,itu mungkin ada kaitan dengan dirinya.Sebab di depan dia dan pamannya--Anton, sang kakek--Sabran Wijaya berkata,hanya akan menyerahkan perusahaan jika Adnan menikahi Mira. Sudah pasti jika Mira dibunuh dan gagal menikahi Mira perusahaan batal jatuh ketangannya.
Dan dengan itu dia tahu betul orang suruhan siapa mereka itu. Sudah pasti Anton,pamannya.
Setelah insiden penculikan Mira,Adnan ingin mempercepat pernikahan mereka. Dia takut Sang Paman akan berbuat hal yang lebih nekat lagi.
"oke,setuju. Jadi kapan kita menikah?"
"Pekan ini,di hari Jum'at." Kini giliran Adnan yang menyemburkan minuman dari mulutnya karena kaget.
"Secepat itu?"
"hu'um,setelah di fikir-fikir tidak ada salahnya menikah denganmu. Aku dapat saham dan tidak perlu bekerja serta akan aman. Setelah kejadian tadi,aku takut orang-orang berbahaya akan mengincar aku lagi."
"Baiklah,kita sama-sama diuntungkan di sini. Aku bisa mengambil alih perusahaan,dan kamu bisa dapat tempat tinggal."
"Darimana kamu tahu sewa tempat ku akan segera berakhir?" Mira terkejut.
"Kamu sendiri yang kasi tau tadi." Adnan menyahut gugup karena sebetulnya Mira tak pernah memberi tahunya,dia tahu dari orang yang menyelidiki latar belakang Mira.
"oh,ya?" Sedangkan Mira menggaruk-garuk kepalanya lupa.
"Sebelum itu,aku mau kita berdua menandatangani kontrak pernikahan." Adnan melanjutkan obrolan setelah beberapa menit hening
"Kontrak pernikahan? kenapa?" Mira bertanya heran
"Setelah aku dapat tujuan ku dan kamu juga dapat tujuan mu mari kita bercerai. Aku akan menikahi orang lain. Selama pernikahan,aku tidak akan menjamah mu atau mengatur hidup mu. Mari hidup masing-masing." Adnan menyahut
Mira terpaksa mengangguk,kontrak itu tidak juga merugikannya.
Lupakan tentang cinta untuk saat ini dirinya tidak membutuhkan cinta,namun butuh tempat tinggal dan pekerjaan.
"Baiklah,aku pulang." Adnan berdiri dan berjalan menuju pintu depan.
"Tunggu! Karena pintu depan ini rusak,bisa tidak tolong antarkan aku ke hotel? sekalian bayarkan ya? aku masih takut tidur dirumah." Mira menarik sedikit lengan baju Adnan
"Hah? Kenapa aku harus mau? Naik taksi sajalah."
"Susah cari taksi tengah malam begini. Antar ya? ya? ya?" Adnan memandang mata Mira yang terlihat seperti puppy eyes membuatnya buru-buru mengalihkan pandangan.
"Baiklah. Cepat!"
Setelah memasukan beberapa baju ke dalam koper nya,Mira masuk ke mobil Adnan,mobil merah itu melaju membelah jalanan.
__ADS_1
"Terimakasih tumpangan dan bayaran untuk penginapan hotelnya Tuan Adnan. Ini bayaran di muka atas bantuan ku nanti" Mira membungkukan badannya sedikit tanda berterimakasih
Adnan hanya berdehem dan berlalu masuk ke mobilnya dan pulang.
***
Sepatu pantofel hitam mengkilat tampak keluar dari mobil,disusul empunya sepatu yang turun. Kacamata hitam yang bertengger di hidungnya di lepasnya lalu berjalan memasuki kantor yang menjulang tinggi,PT.Triya Tech
"Pagi Tuan." Sepanjang perjalanan memasuki kantor semua staff menyapa dan membungkuk hormat padanya,yang hanya dibalas dengan anggukan oleh Adnan.
"Sekretaris Yo,apa jadwal hari ini?"
"Hari ini ada meeting jam 10 pagi,lalu kunjungan ke panti asuhan,terakhir ada pertemuan dengan Nona Mira." Sekretaris Yo membacakan schedul via i-pad di tangannya
"Ok." Adnan menaiki lift khusus yang terpisah dari para karyawan diikuti Sekretaris Yo di belakangnya,lift naik ke lantai 10 perusahaannya.
***
Wanita dengan setelan peach dan jilbab berwarna putih tulang,nampak keluar dari lift.
Langkahnya mantap menuju meja bertuliskan 'resepsionis'
"Ada yang bisa dibantu?" Wanita cantik dengan rambut hitam sebahu menyapa nya
"Ya mbak,saya mau bertemu dengan Tuan Adnan."
"Sudah ada janji mbak?"
"Sudah" Mira mengangguk
"Halo pak,ada yang mau bertemu." Menjauhkan sedikit gagang telepon ,lalu memandang Mira, "Atas nama siapa mbak?"
"Atas nama Almira." Mira menyahut
"Ya pak,atas nama Almira.... Ya,baik pak." kembali meletakan gagang telepon ke tempat semula
"silahkan masuk mbak." Sekretaris itu menunjukan satu-satunya ruangan di lantai itu
"Baiklah,terimakasih." Mira tersenyum manis yang dibalas anggukan Sekretaris di depannya.
tokkk,tokk,tokk....
tokk,tokk,tokk...
Mira mengetuk pintu kaca di depannya
"Masuk.." Terdengar sahutan dari dalam.
Mira mendorong pintu dan melangkah masuk
"Duduk" Adnan mempersilahkan
"Sekretaris Yo,boleh tinggalkan kami berdua?" Adnan mendongak,menatap lelaki berlesung pipi di depannya.
"Baik Tuan." Sekretaris Yo membungkuk sedikit lalu mundur perlahan dan menarik gagang pintu,keluar dari ruangan.
__ADS_1
Adnan membuka amplop coklat,mengeluarkan dua lembar kertas bertuliskan "PERJANJIAN KONTRAK MENIKAH 2 TAHUN."
"Ini surat kontraknya,kamu bisa baca dulu,setelah itu tanda tangani. Jika ada yang ingin kamu tambahkan beritahu aku." Adnan menyodorkan satu lembar surat ke hadapan Almira
Mira mulai membaca kontrak
...PERJANJIAN KONTRAK MENIKAH 2 TAHUN...
-PIHAK PERTAMA : ADNAN WIJAYA
-PIHAK KEDUA : ALMIRA SABANIA
ISI KONTRAK:
1.Pihak pertama selama menikah tidak akan menjamah tubuh pihak kedua,pun sebaliknya.
2.Pihak pertama tidak akan mencampuri urusan pribadi dan privasi pihak kedua,pun sebaliknya.
3.Pihak pertama akan memberikan 5% saham Triya Tech kepada pihak kedua sejak dimana hari pernikahan dimulai.
4.Pihak pertama menjamin rumah serta pakaian dan makanan untuk pihak kedua dalam masa pernikahan.
5.Setelah 2 tahun pernikahan akan berakhir.
...Tertanda:...
PIHAK PERTAMA: PIHAK KEDUA:
ADNAN WIJAYA ALMIRA SABANIA
"Oke,aku setuju semua." Mira mengangguk,"Tapi,apa nanti alasan yang akan kita buat saat bercerai?"
"Kita akan bilang kepribadian kita terlalu berbeda."
"Oke,setuju. Baiklah,mari tanda tangan." Mira menarik pulpen yang diangsurkan Adnan
Mira menandatangani kontrak tersebut disusul Adnan.
"Datanglah ke rumah besok, kakek senang kamu setuju menikah. Dia ingin berbicara denganmu."
"Baiklah." Mira membenarkan letak tasnya kemudian berdiri,bersiap pergi.
"Oh,ya.." Adnan membuka suara saat Mira akan keluar ruangan "Aku dengar kamu sempat dipanggil wawancara di tim IT support. Apa kamu mau tetap bekerja setelah menikah?"
"Tentu." Mira mengangguk
"Bukannya katamu saat menikah dengan ku tidak mau bekerja?"
"Aku berubah fikiran."
"Baiklah." Adnan mengalihkan pandangannya dari Mira dan kembali fokus bekerja
"Kalau begitu saya permisi." Mira berlalu dari hadapan Adnan
"Semoga keputusan ini,keputusan yang tepat untuk ku ambil." batin Mira
__ADS_1