Oh My Mr.Cool

Oh My Mr.Cool
Pindah ke Apartemen


__ADS_3

Halo semua😄


Mohon dukungannya ya,ini novel pertama ku. Harap di maklumi jika ada yang salah hehe


Dukung terus aku ya,thank u😅


---


Mira menikmati biru langit pagi ini dari jendela kaca mobil Ferari merah Adnan.


Dia duduk di samping kemudi,di sebelahnya Adnan menyetir dengan muka datar.


Tadi pagi,setelah perdebatan yang alot dengan Kakek mertuanya Mira dan Adnan akhirnya berhasil pergi.


Ditatapnya wajah Adnan dari samping,hidung bangir,alis tebal dan bulu mata lentik,garis rahangnya tegas. Sungguh sebuah Mahakarya sempurna dari Yang Kuasa.


"Kenapa menatap ku seperti itu? Apakah kamu sudah terpesona di hari kedua sebagai istriku? Ingat kontrak kita 2 tahun,jangan jatuh hati padaku. Kamu bukan selera ku"


Perkataan Adnan membuat Mira tersedak nafasnya sendiri, ditatapnya nyalang Adnan


"Dasar GGS,Ganteng-Ganteng Sinting" Mira membatin


"Apakah kamu mengumpat ku di dalam hati mu itu Mira? Lihat tatapan mata mu itu seakan mau meludah muka ku." Adnan melirik Mira dengan ekor matanya


Mira heran kenapa Adnan tahu isi hati nya. Apakah dia punya semacam keahlian membaca fikiran orang,akhirnya Mira hanya mencebik dan membuang muka,lalu terdiam sepanjang perjalan hingga tiba di Apartemen.


Apartemen ini mempunyai 70 lantai,yang masing-masing lantai mempunyai 4 unit apartemen.


Adnan memarkirkan mobilnya di basement apartemen lalu menuju pintu masuk,diikuti Mira dibelakangnya


Adnan memasuki lift lalu menekan angka 40,unit mereka terletak di lantai 40,unit nomor 1.


Di pintu depan unit tertulis 401,Adnan memasukan pin di pintu Apartemen nya sehingga benda tersebut berbunyi dan pintu terbuka sendiri.


"Pinnya tanggal lahir ku 3005." Adnan menoleh sebentar ke arah Mira,lalu berjalan menuju salah satu kamar.


"Ini kamar mu,semua perlengkapan mu sudah ada di kamar itu. Beritahu jika ada yang kurang. " Adnan berlalu masuk ke pintu di sebrang kamar Mira,kamar tidurnya sendiri


Apartemen ini,mempunyai 2 kamar,ruang tv,lalu dapur yang terhubung ke ruang makan. Antara ruang makan dan dapur hanya dibatasi sekat rotan.


Mira memilih masuk ke dalam kamarnya. Diletakannya kopernya,lalu di bukanya hendak memasukan barang-barang nya ke lemari pakaian.


Lemari pakaian bergaya scandinavian berwarna putih susu dengan aksen hitam di sisinya membuat Mira kagum.

__ADS_1


"Orang kaya mah bebas." Gumam Mira


Mira menggeser pintu lemari tersebut,isi dalamnya membuat Mira menganga.


Berjejer berbagai piyama tidur berbagai macam warna,juga motif.


Digeser nya pula pintu kedua lemari,makin ternganga Mira dibuatnya. Berbagai macam gaun memenuhi isi lemari tersebut. Gaun-gaun yang biasanya hanya di lihat di sosial media kini ada di hadapannya.


Lalu bergeser lagi dia ke pintu lemari sebelahnya,isinya adalah tas-tas bermerek ternama.


"Wah,wah orang kaya memang pandai menghamburkan uang." Mira geleng-geleng kepala. Apakah semua ini untuknya? Piyama tidur memang sesuai ukuran tubuhnya. Tapi,kenapa ukuran gaun itu seperti bukan untuk dirinya tapi untuk perempuan dengan berat sekitar 47-55kg saja,sedangkan berat Mira adalah 80kg dengan tinggi 160cm Apakah Adnan menyuruhnya berdiet secara tidak langsung?


Lemari ini mempunyai 3 pintu besar yang dapat digeser,lalu 6 buah laci yang berjejer ke bawah.


Masing-masing pintu geser punya dua laci.


Mira membuka laci-laci tersebut,isinya adalah dalaman berbagi warna dan model,membuat Mira terbatuk-batuk terkejut.


Ditariknya salah satu bra,"Orang ini apa dia membelinya sendiri? Apakah dia menebak-nebak ukuran ku? Kyaaa....Dasar pria mesum!" Mira melempar bra yang digenggamnya lalu beralih ke meja rias dengan muka yang memerah.


Meja rias berwarna coklat kayu itu punya kacar besar dan satu kursi. Diatasnya berjejer berbagai merk skincare,saat tengah melihat-lihat skincare HP Mira berdering.


Tulisan A**dnan Wijaya is calling terpampang di layar. Mira menekan tombol hijau,sekian detik kemudian suara Adnn terdengar di seberang


"Orang ini apa sedang pamer?" Mira membatin


"Pakailah skincare itu,dan rawat wajahmu agar gak malu-maluin saat dibawa ke pesta relasi." Lanjut Adnan pedas


Mira hanya berdehem walau di hati dongkol setengah mati.


"Dan gaun itu,sengaja ku pesan kecil agar dirimu rajin diet." Perkataan Adnan membuat Mira semakin kesal,dimatikannya telefon secara sepihak tanpa menjawab perkataan Adnan.


Mira melemparkan HPnya dengan kesal ke atas ranjang Queen size dengan sprei berwarna peach dan bedcover berwarna senada.


"Wah orang ini benar-benar spesialis membuat orang membencinya."


Mira memilih mengabaikan Adnan dan menuju kamar mandi untuk berendam air hangat.


Bath up putih diisinya dengan air hangat,lalu Mira menuangkan sabun aroma mawar yang memang tersedia di kamar mandi.


Karena saking nyamannya,Mira tak sadar dirinya tertidur.


Adnan mondar-mandir di depan kamar Mira,pasalnya dia hendak memberikan kartu debit pada Mira dan menyuruhnya belanja kebutuhan rumah. Namun,sejak sejam lalu Mira tidak mengangkat telponnya

__ADS_1


"Masuk,gak,masuk,gak...." Adnan menghitung jari-jarinya. Menimbang apakah harus masuk atau tidak


Akhirnya Adnan memegang gagang pintu dan mendorongnya perlahan,ternyata pintu kamar Mira tidak terkunci.


Kamar Mira kosong,hanya HP yang tergeletak di atas kasur,Adnan menebak bahwa Mira di kamar mandi. Namun,hening tidak ada suara gemericik air pertanda Mira tengah mandi.


Adnan yang bimbang berusaha membuka pintu kamar mandi,namun pintunya terkunci


Adnan menggedor-gedor kamar mandi,makin lama gedorannya makin kuat,namun di dalam sana tetap hening.


Panik! Adnan mencari cara mencongkel pintu.


Bagaimana tidak? Fikiran buruk berseliweran di otaknya


Adnan takut Mira terpeleset dan pingsan di kamar mandi. Nanti,dirinya yang bakal di salahkan Kakeknya karena lalai menjaga Mira.


Setelah setengah jam berusaha,akhirnya pintu kamar mandi jebol juga.


Adnan setengah berlari masuk dan melotot kaget.


Mira yang tengah tertidur pulas merasa kakinya kram,dia hendak bediri. Baru saja hendak duduk dia mendengar pintu kamar mandi terbuka dan langkah kaki berjalan masuk.


Matanya melotot melihat Adnan yang berdiri di depannya dengan mata melotot pula.


"Kyaaa Adnan gilaaaa.....Dasar pria mesum." Mira berteriak histeris dan menyiram Adnan dengan air


Sedangkan Adnan baru tersadar dengan situasinya dan berlari keluar.


***


"Pria mesum,kenapa kamu masuk ke kamar mandi seorang gadis?" Almira menatap Adnan nyalang


Yang ditatap,kebingungan ingin menjelaskan. Akhirnya hanya helaan nafas yang keluar


"Wahh,kalau orang-orang tau bahwa CEO PT.Triya Tech mesum pasti sahamnya bakal turun drastis sih." Mira memainkan kuku nya menyindir Adnan


"Kenapa membuka kamar mandi istri adalah hal mesum?" Adnan membalas Mira,membuat gadis itu tak bisa berkata-kata.


Mira lupa bahwa Adnan adalah suami nya,"Tapi,tetap saja pernikahan kita adalah pernikahan kontrak. Kenapa pula kamu masuk kamar mandi ku secara paksa,kamu ingin melanggar kontrak ya? kamu ingin menjamah tubuhku? iya?" Tuduh Mira yang membuat Adnan emosi


"Hey gendut! Dengar ya! Aku tadi mau menyuruh kamu ke supermarket eh kamu gak angkat telpon ku atau menjawab saat ku panggil. Jadi aku takut kamu mati di dalam sana,kan berabe urusannya. Menjamah tubuhmu? cihh gak selera." Adnan berdecih kasar lalu berlalu dari hadapan Mira


Mira mengepalkan tangannya menahan geram. Dihirupnya oksigen dengan rakus,lalu dikeluarkannya perlahan

__ADS_1


"Sabar Mira,yang waras ngalah." hiburnya kepada dirinya sendiri.


__ADS_2