
Sesampai ditempat tersebut arga dan teamnya pun langsung masuk kedalam tenda yang sudah dipersiapkan untuk mereka masing-masing.Selesai menyusun barang-barangnya arga pun berjalan mengelilingngin tempat tersebut dengan berjalan kaki.
Arga masih memantau daerah tersebut untuk melihat para pasien yang akan mereka bantu.Arga pun masuk kedalam ruangan dimana para pasien sedang menjalanin perawatan.
Tiba-tiba kembali terdengar suara yang cukup keras dari luar ruangan dimana bom kembali meledak dengan sangat hebat.
Arga pun keluar ruangan tersebut untuk melihat keadaan tersebut.Dengan sangat sedih arga kembali melihat korban ledakan semakin banyak.Arga pun langsung menolong para korban.
Para team media yang lain pun langsung membantu para korban dengan sangat cepat.Namun lagi-lagi mereka masih kekurangan banyak team medis.
Arga pun dengan sigap membantu korban tapi sebagian korban ledakkan tidak bisa tertolong.Arga pun mengusap kepalanya dengan sangat kasar karena sudah gagal membantu para korban.
Hari demi hari dilewatin arga suara bom sudah mulai terbiasa didengarnya.Arga dan beberapa team medis dibagi menjadi 2 tema untuk membantu beberapa kampung yang masih perlu bantuan.
Arga pun naik mobil tank menujuh tempat daerah yang lebih gawat lagi.Sesampai disana arga menghelas nafas panjang melihat keadaan disana.Tiba-tiba terdengar ibu muda yang sedang inggin melahirkan.
Tanpa sosok wanita muda sedang membantu ibu tersebut.
Arga:" Letakkan wanita itu disini?
Wanita muda:" Kita tidak bisa mengeser wanita ini.Karena sebagian anggota tubuhnya tertimpah.
Arga:" Kita harus segera membantu ibu tersebut.
Wanita muda:" Kita tidak bisa mengesernya apabila kita mengeser wanita ini maka akan ada korban jiwa lagi.
Arga:" Geser kamu.
Wanita Muda:" Jangan digeser.
Ibu muda:" Tolong selamatkan anak saya.
Wanita muda:" Saya akan membantu sebisa saya.Tapi saya mohon bertahanlah sedikit lagi.
Cukuo berdebat panjang akhirnya tubuh wanita itu tetap berada diatas tumpuhan beban.Dimana apabila mereka mengeser wanita itu maka wanita itu akan kehilangan bayinya.
Tiba-tiba saja datang datanglah sosok laki-laki tegap tinggi dan tampan mendekat kearah mereka.Laki-laki tersebut adalah anggota TNI yang membantu mereka disana.Laki-laki itu bernama gio sedangkan wanita muda itu yang tak lain adalah dokter bernama arina.
Gio:" Arina.
Arina:" Gio.
Gio:" Tutup tempat ini dengan terpal.
Pasukan TNi:" Siap komandan.
Arga:" Saya akan membantu kamu.
Arina:" Baiklah.
Arga dan arina pun membantu ibu muda itu melahirkan bayinya.Beberapa jam kemudian suara tanggisan bayi terdengar.Dimana bayi perempuan lahir dan sangat cantik.Arina langsung memberikan bayi tersebut kepada sustet untuk dibersihkan.Arga berusaha agar wanita itu tetap stabil keadaanya.Setelah melihat bayinya wanita itu pun tersenyum kepada arga dan arina.
Ibu muda:" Terima kasih sudah menolong saya.
Arga masih sibuk membersikan luka bekas tembakan disisi kanan tanggan wanita itu dan mencoba mengeluarkan peluru dari tubuh wanita itu.Sedangakan arina membantu arga memberikan alat yang dibutuhkan.
Ibu muda:" Saya mengucapkan terima kasih kepada dokter yang sudah menolong saya.Saya sudah tidak kuat lagi.Saya titip anak saya kepada kalian.Saya mohon jaga bayi ini dengan baik.
Arina:" Saya mohon ibu pasti bisa melewatin semua ini.Ibu pasti kuat.
Arga:" Sedikit lagi pelurunya akan keluar.
Ibu Muda:" Saya sudah tidak kuat lagi.
Ibu itu pun menghembuskan nafas terakhirnya belum sempar arga mengluarkan peluru kedua dari tubuh ibu tersebut.Arina terus berusaha memberikan nafas buatan untuk wanita tersebut namun usahanya sia-sia.Arina pun menanggis disamping jasad wanita tersebut.
Arga menghelas nafas panjang karena sudah gagal membantu pasiennya.Arina pun menggendong bayi munggil tersebut keluat dari tempat tersebut.
Gio:" Arina.Gimana keadaan ibu bayi ini?
__ADS_1
Arina:"Saya gagal gio saya gagal.
Melihat arina menanggis gio langsung memeluk erat wanita tersebut.
Selesai membersikan ibu tersebut arga pun keluar dari tempat tersebut melihat arina dan gio sedang berpelukkan.Arga pun meninggalkan tempat tersebut.
Keesokan harinya.
Keadaan tempat tersebut mulai stabil.Pagi ini arga terlihat tampan dan memeriksa para pasiennya.Sesekali arga tersenyum kepada pasien dan memeriksa keadan pasien.
Semua suster pasien terlihat terpesona dengan wajah arga yang sangat tampan.Arina yang masih sibuk memeriksa pasiennya merasa sangat risih melihat para suster dan pasien membicarakan dokter tampan tersebut.
Arina dan suster dian masih sibuk memeriksa setiap pasien.
Suster Dian:" Dok lihat.
Arina:" Lihat apa?
Suster Dian;"Lihat dok.Dokter pendatang baru itu ganteng banget.
Arina:" Biasa aja.Kamu disini buat tugas bukan buat lihat cowok ganteng.
Suster Dian:" Cuci mata dok.
Arina:" Ayo kita jalan lagi.
Suster Dian:" Iya dok.
Arina dan suster dian pun kembali memeriksa pasiennya.
Sementara arga memeriksa pasiennya yang tiba-tiba mengalamin masa kritis.Dengan sigap arga pun membantu pasien tersebut.Arina melewatin tempat tersebut melihat beberapa suster sibuk mondar mandir dan arina pun melihat keadaan didalam.Arga masih stand bye berada didekat pasien mencoba membantu dengan sekuat tenaga.Melihat arga kesulitan arina pun langsung mendekat kearah arga.
Arga:" Ambilkan alat yang dibutuhkan segera.
Arina:" Saya akan membantu dokter.
Arga:" Pasien mengalamin penyakit yang cukup berbahaya.Kita harus membawanya jauh dari pasien lain.
Arga pun menjelaskan penyakit pasien tersebut kepada arina.Arina pun kaget mendengar penjelasan arga.Arina pun menyuruh suster untuk mempersiapkan 1 tempat khusus untuk pasien tersebut.
Arga dan arina pun membawa pasien tersebut kedalam ruangan yang khusus agar penyakit pasien tidak menyebar kapada pasien lain.
Arga dan arina pun memakai baju khusus.Arga dan arina pun memeriksa pasien secara bergantian.Suster dan yang lain dilarang masuk selama mereka didalam.
Gio kaget ketika mendengar arina berada difase yabg sangat berbahaya.Gio pun berlari mendekat kearah ruangan khusus tersebut.Gio mau masuk kedalam ruangan tersebut namun dilarang oleh para suster.
Arina dan arga pun terus mencoba menolong oasien sekuat tenaga.Berjam-jam mereka didalam akhirnya mereka bernafas lega ketika virus tersebut keluar dari tubuh pasien.Arga pun mengganguk kepada arina bahwa tugas mereka hampur selesai.
Arina pun langsung menjahit tubuh pasien sedangkan arga terus berusaha agar pasien tetap stabil.Arina pun mengatakan kepada arga bahwa pasien kehilangan banyak darah.Namun pada saat arina keluar mananyakan darah kepada suster namun stok donor darah lagi kosong.
Arina panik dan binggung ketika suster mengatakan stok darah sedang kosong.Arina pun langsung meminta kepada suster untuk mengambil darahnya.
Sustet pun mengambil darah arina.Beberapa menit kemudian darah arina pun dibawa keruangan khusus tersebut oleh suster.Arina pun kembali memakai baju khusus untuk kembali masuk kedalam ruangan tersebut.
Arga pun memasang alat tranfusi darah kepada pasien.Keadaan pasien stabil membuat arga dan arina pun bernafas lega.
Tiba-tiba saja arina terjatuh dilantai dan tidak sadarkan diri.Arga pun langsung mengendong arina dan mambawanya keluar dari ruangan tersebut.
Melihat arga mengendong arina,gio pun langsung mendekat kearah mereka
Gio:" Arina kenapa?
Arga:" Tiba-tiba pingsan.
Gio:" Sini biar saya yang bawa arina.
Arga:" Baiklah.
Gio pun langsung membawa arina keruangan untuk diperiksa keadaanya.Baju khusus arina pun dibuka oleh suster.Arina langsung mendapat perawatan.
__ADS_1
Selesai memeriksa keadan pasien khususnya arga pun meninggalkan pasien tersebut.Arga pun berjalan kembali keruangannya untuk menganti pakaiannya.Diperjalanan menujuh ruanganya arga melihat sosok perempuan yang tak lain adalah arina yang masih tertidur diatas brangkar.Arga pun masuk kedalam ruangan tersebut dan melihat keadaan arina.
Arga:" Gimana keadaanya?
Suster:" Pasien kelelahan dokter.Karena dokter arina yang mendonorkan darahnya untuk pasien.Makanya tubuhnya lemah
Arga:" Kamu boleh pergi.
Suster:" Baik dok.
Arga pun memeriksa keadaan arina.
Arina:" Mamaaa....
Tubuh arina mengalamin demam tinggi membuat arga kaget.Arga pun memeriksa keadaan arina secara rinci.Setelah mendapatkan hasilnya arga kaget arina terpapar virus tersebut.Arga pun melarang suster untuk masuk.Arga pun menyuruh suster menutup semua akses tempat tersebut.
Arga menyuntikan agar arina tetapa tenang dan stabil.Arga keluar dari tempat tersebut dan berusaha mendapatkan informasi dan mencari cara menemukan vaksin tersebut.Dari malam sampai pagi akhirnya arga menemukan vaskin tersebut.Arga pun menyuruh gio untuk kekota untuk mengambil vaksin tersebut.
Gio bersama teamnya pun berjalan kekota untuk mengambil vaksin tersebut.Beberapa jam kemudian arina mengalamin kejang-kejang.Arga pun mencoba menghubungin gio namun gio dan teamnya belum sampai juga.Seharusnya sudah 1 jam yang lalu mereka sampai.Arga pun menbawa motor untuk mencari keberadaan gio dan temannya.Sepanjang perjalanan arga tidak menemukan gio.Tiba-tiba saja gio dan temannha dilumpuhkan oleh peneror dijalan.
Arga pun mendekat kearah peneror tersebut dan langsung mengambil siasat agar obat tersebut sampau ditanggannya.Melihat arga datang gio pun ikut memasang siasat agar peneror fokus kepada dia bukan kepada arga.Namun usaha mereka sia-sia.
Melihat arga peneror tersebut langsung mengahajar arga.Arga pun membalas setiap pukulan peneror tersebut secara bergantian.Gio pun menembak peneror tersebut secara bergantian.Gio menyerahkan vaksin tersebut kepadà arga.Arga pun meninggalkan tempat tersebut.Tiba-tiba saja peneror tersebut mengarahkan tembakannya kearah arga.Melihat itu gio pun langsung menolong arga.Tembakan beruntun berkali-kali mengenai tubuh gio.
Dengan tenaga yang tersisa gio pun membalas tembakan tersebut.Peneror itu berjatuhhan ditanah.Tubuh gio terjatuh ditubuh arga.
Gio:" Saya titip arina kepada kamu.Jaga dia.Pergi dari sini selamatkan arina.
Arga:" Tapi...
Gio:" Pergi.
Gio menghembuskan nafas panjang setelah mengucapkan kata-kata itu.Arga pun membawa mobil tersebut bersama dengan gio yang sudah tidak bernyawa lagi.Sesampai ditempat tersebut arga pun menyuruh suster membawa jasad gio.
Arga pun masuk kedalam ruangan arina dan menyuntikan vaksin tersebut.Tubuh arina kembali tenang ketika suntikan tersebut masuk kedalam tubuhnhya.Arga pun masuk kedalam ruangan pasien disebalahnya dan menyuntikan vaksin tersebut.
Selasai menyuntikan vaksin tersebut arga masih dalam keadaan tubuh yang dilumurin darah.Arga pun melihat gio untuk terakhir kalinya sebelum jasadnya dibawa kembali kekeluarganya.
Arga tidak bisa menahan air matanya dimana gio melindungin dirinya.
Keesokan harinya
Arga memeriksa pasien tersebut.Arga pun sedikit bernafas lega melihat pasien tersebut sudah sadar.Arga pun berjalan masuk kedalam ruangan arina.
Arga memeriksa keadaan arina yang masih belum sadar.Tiba-tiba saja....
.
.
.Arina;" Kamu....
.
.
.Bersambung...
.
.
.Jgn lupa like komen dan rate 5 ya 🤕🤕🤕🤕🤕
.
..Terima kasih 😍😍😍
.
__ADS_1
.
.Jgn lupa like dan rate 5 nya yaaaa 🤕🤕